You are currently browsing the tag archive for the ‘vitamin C’ tag.

1.Pendahuluan
Kelor berasal dari barat laut India, kemudian ditanam di daerah tropis dan subtropis. Buah muda dan daunnya dipakai sebagai sayur. Selain sebagai sayur, daun, bunga, batang, serta akarnya sering dipakai sebagai herbal terutama di India, Pakistan, Banglades, Afrika, dan negara Asia lainnya1.

Selanjutnya agar pengaturan halaman dan tabel tidak berubah, makalah saya up load dalam format pdf.

Untuk membaca secara lengkap click judul di bawa ini!

Kelor Moringa Oleifera makalah

Sinonim : Sauropus albicus BL. Sauropus sumatranus Miq Sauropus indicus Wight.

1.Pendahuluan

Katu atau Katuk dalam bahasa Inggrisnya disebut star gooseberry atau sweet leaf, adalah tanaman perdu yang tumbuh di daerah tropis. Di Malaysia disebut cekur manis, sayur manis, atau asin-asin. Orang Thailan menyebutnya pak waan, sedangkan di Cina disebut mani cai1.

Tumbuhan ini bisa diperbanyak dengan biji dan stek, namun dengan stek lebih cepat dan lebih disukai. Batang dewasa sepanjang 30 cm dengan tiga ruas ditanam separuhnya2.

Agar tumbuh subur maka perlu disiram dengan air yang cukup banyak. Pada musim hujan, apabila tidak hujan dua hari saja sudah kelihatan layu sebagian daunnya.

2.Kandungan daun Katu

Dalam 100 grams daun Katu mengandung bermacam senyawa diantaranya3:

  • Protein 4.8 grams
  • Lemak (Lipida) 1.0 grams
  • Karbohidrat (hidrat arang) 11.0 grams
  • Kalsium 204 mg (Ca)
  • Fosfor  83 mg (P)
  • Zat besi 2.7 mg  (Fe)
  • Vitamin A 10 370 SI
  • Vitamin B10 = 10 mg
  • Vitamin C 239 mg
  • Air  81 grams

Mineral tembaga (Cu) juga ditemukan dalam daun Katuk4.

Daun Katuk juga mengandung vitamin K dan alkaloid papaverin1. Kandungan lainnya adalah  Flavonoid (golongan Flavon, Flavonol dan Isiflavon), golongan Steroid dan Terpenoid baik dalam bentuk glokosida saponin ataupun dalam bentuk bebas (aglikonnya), Minyak Atsiri, senyawa Polifenol dan Tanin tipe Tanin terhidrolisis5.

3.Manfaat daun Katu

3.1.Katu dapat dimakan sebagai sayur, lalapan atau salad

3.2.Sebagai obat tradisional daun Katu biasanya dipakai untuk3:

3.2.1.Melancarkan ASI

3.2.2.Menurunkan demam

3.2.3.Menurunkan berat badan

3.2.4.Sebagai obat luar bisa untuk luka dan infeksi ringan

4.Penelitian

Beberapa hasil penelitian termuat dalam kepustakaan nomer 3 dan 6. Kebanyakan peneliti menggunakan mencit sebagai  binatang coba, untuk meneliti pengaruh pemberian air rebusan daun Katu terhadap produksi air susu maupun qualitasnya yang mana menghasilkan data yang positif.

5.Cara pemakaian

Untuk melancarkan ASI : Daun Katu segar beberapa helai, dibuat sayuran. Sebagai informasi tambahan untuk memperlancar ASI, selain daun Katu dapat digunakan daun Bayam, daun Lembayung, daun Sawi, Kacang Panjang, Kacang Koro, Jantung Pisang, buah Labu Air, buah Labu Merah, dan lain lain. Semua itu dijadikan sayuran dan dimakan secara bergantian6. Kacang kedele goreng juga baik sebagai “camilan”.

6.Efek samping

Terlalu banyak makan daun Katuk (mentahan, makan 150 gram tiap hari selama dua minggu, terjadi di Taiwan) dapat menyebabkan sulit tidur, nafsu makan berkurang, dan kelainan paru yang ditandai dengan sesak nafas. Keadaannya bisa membaik kembali, tapi apabila memakannya lebih dari 22 bulan, parunya akan mengalami kerusakan permanen3.

Untuk melihat foto Daun Katu “click” di bawah ini

Foto pohon Katuk / Katu

7.Bahan Pustaka

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Sauropus_androgynus

2.http://www.echonet.org/content/100underutilized/776

3.Katuk%20leaf,%20in%20addition%20to%20the%20benefits,%20be%20aware%20of%20side%20effects%20_%20Pelem%20Sewu.htm

(Katuk leaf, in addition to the benefits, be aware of side effects _ Pelem Sewu.htm)

4.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21615278

5.http://herbal2007.blogspot.com/2011/03/tanaman-katuk-sauropus-androginus.html

6.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=297

1.Pendahuluan

Biasanya tumbuh liar, biasa ditemukan bercampur dengan herba dan semak lainnya di kebuntegalansawah yang mengering, tepi jalan, tepi hutan dan bagian-bagian hutan yang terbuka yang dapat disinari matahari (1).

Di Indonesia, ceplukan dijumpai pada ketinggian yang berkisar antara 700–2300 m dpl., namun dapat tumbuh optimal di bawah 1500 m dpl. Cuaca mendung di banyak dataran tinggi dan naungan di hutan menunjukkan toleransinya terhadap tingkat cahaya rendah, tetapi tampaknya tumbuhan ini berbuah paling baik di bawah cahaya penuh. Hujan yang moderat dan tanah yang subur menyebabkan pertumbuhan yang lebat dan memperlambat masa berbuah. Buah akan rusak jika terjadi cuaca lembap selama musim panen (2).

Batang tanaman ceplukan tegak, dengan tinggi kadang kala dapat mencapai 1 meter. batang bawah bulat, beralur kecoklatan. Batang yang telah tua berkayu, berongga, dan berusuk atau bersegi tajam. Kulit batang berwarna hijau. Ada yang berbulu, namun ada pula yang gundul. Percabangan, umumnya telah muncul pada ketiak daun ketiga terdekat dengan tanah. Percabangan tersebut cenderung membentuk habitus tanaman ceplukan, sehingga tetap pendek dan mendatar tidak jauh dari permukaan tanah (3) Bunga ceplukan terdapat di ketiak daun, dengan tangkai tegak berwarna keunguan/hijau tua. Kelopak bunga berbagi lima, dengan tajuk yang bersudut tiga dan meruncing. Mahkota bunga menyerupai lonceng, berlekuk lima berwarna kuning muda dengan noda kuning tua dan kecoklatan di leher bagian dalam. Benang sari berwarna kuning pucat dengan kepala sari biru muda. Kelopak yang menggelembung berbentuk telur berujung meruncing berwarna hijau muda kekuningan, dengan rusuk keunguan, dengan panjang sekitar 2-4 cm. Buah terdapat di dalamnya berbentuk bulat namun dibagian dekat tangkai agak datar berukuran antara 1,5-2 cm dengan warna kekuningan jika masak (4).

Ceplukan dikenal dengan bermacam nama seperti : ciciplukan (Jawa), nyornyoran, yoryoran, (Madura), cecendet, cecendetan, cecenetan (Sunda), kopok-kopokan, kaceplokan, angket (Bali), leletep (sebagian Sumatra), leletokan (Minahasa), Kenampok, dedes (Sasak), lapunonat (Tanimbar, Seram). Orang yang berbahasa Inggris mengenalnya sebagai cutleaf groundcherry, wild tomato, camapu, dan winter cherry (4).

2.Kandungan kimia

Ciplukan kaya akan fitokimia. Akarnya mengandung alkaloid, batangnya, chlorogenic acid, daunnya, glikosida anti virus,antibakteri,flavonoid. Buahnya mengandung polifenol, tanin, kriptosantin,fisalin,  dan vitamin C. Bijinya mengandung antara lain protein, minyak lemak, asam palmitat dan asam stearat (3,4).

3.Manfaat Ciplukan

Yang dipakai sebagai obat tradisional adalah seluruh tanaman.

3.1.Dapat membunuh bakteri, virus, jamur, sel-sel ganas (yang tumbuh cepat

3.2.Mengurangi sakit (analgesik)

3.3.Mengurangi radang (inflamasi)

3.4.Mengurangi kram

3.5.Menurunkan panas (anti piretik)

3.6.Meningkatkan urinasi (melancarkan kencing) (5)

Bagian tertentu bisa digunakan untuk kelainan tertentu pula seperti daunnya bermanfaat sebagai obat penyembuhan bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut. Sedangkan buah ciplukan sendiri sering dimakan langsung untuk mengobati epilepsi, sulit buang air kecil, dan penyakit kuning (jaundice) (4).

4.Penelitian

4.1.Hidayah dan V.F. Noer 2009 (6), menunjukkan bahwa esktrak akar ciplukan dapat mengurangi kerusakan hepatosit mencit akibat pemberian parasetamol.

4.2.R.A. dos Santos dkk. 2008 (7), membuktikan bahwa air ekstrak dari akar ciplukan dapat menyebabkan kerusakan genom pada percobaan in vitro. Walaupun belum ada bukti penelitian dapa binatang atau manusia, hendaknnya pengobatan dengan ciplukan harus hati-hati, terutama tidak dianjurkan untuk orang hamil.

4.3.C. de P. G. Moniz dkk. 2009 (8), dari hasil penelitian mereka mengusulkan untuk memakai ciplukan sebagai obat kelainan kulit akibat leishmaniasis(penyakit karena parasit protozoa yang ditularkan lewat gigitan sejenis lalat).

4.4.M.T.G. Silva dkk. 2005 (9), membuktikan bahwa buah ciplukan mempunyai daya membunuh kuman.

4.5.I Djajanegara dan P Wahyudi 2010, dalam percobaan in vitro, menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah ciplukan dapat membunuh sel kanker payu dara (J. Ilmu Kefarmasian Indonesia, vol.8 no.1 2010: 41-44).

Kalau ingin melihat Foto Ciplukan click di bawah ini

Foto Ciplukan

5.Bahan bacaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Ceplukan

2.http://naturindonesia.com/tanaman-pangan/tanaman-buah-dan-sayuran-c/639-ceplukan.html

3.http://cacingbusuk.blogspot.com/2010/03/ceplukan-physalis-angulata-l.html

4.http://uniqpost.com/4168/ceplukan-physalis-angulata-yang-kaya-manfaat/

5.http://www.rain-tree.com/mullaca.htm

6.http://etd.eprints.ums.ac.id/4376/

7.http://www.cricyt.edu.ar/biocell/vol/pdf/32_2/05.pdf

8.http://jac.oxfordjournals.org/content/64/1/84.full.pdf

9.http://memorias.ioc.fiocruz.br/100%287%29/5403.pdf

Tanaman ini aslinya mungkin berasal dari Maluku. Yang sekarang ada di Afrika, dibawa dari pulau Timor pada tahun 1793, awalnya ditanam di Zanzibar. Pada akhir abad ke 19 dibawa ke Queensland Australia.

Belimbing wuluh (BW) biasanya dipakai untuk sayur. Selain itu dipakai sebagai obat tradisional, biasanya untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), rematik, batuk, jerawat. Beberapa hasil penelitian dapat menunjukkan BW berpotensi sebagai anti bakteri (anti septik) yang dipakai sebagai obat luar. Hal ini disebabkan BW mengandung luteolin dan apigenin. BW juga mengandung  saponin, tanin dan steroid/triterpenoid (minimal sebagai anti oksidan).  Rasa asam dari BW  karena BW mengandung asam oksalat (oxalic acid) dan asam askorbat (ascorbic acid) atau vitamin C. Makin matang BW dan pada musim kemarau, makin tinggi kadar vit. C-nya. BW yang masih muda asam oksalatnya lebih tinggi.

Vitamin C, kita perlukan untuk mencegah penyakit Scurvy. Gejala kekurangan vit. C (scurvy), yaitu adanya perdarahan di gusi, dan dibawah kulit sekitar paha dan bagian badan lainnya. Semua binatang, kecuali kera dan guneapig tidak perlu diberi vit. C, karena binatang tersebut bisa membuat sendiri dalam tubuhnya. Apabila kita terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C, maka dalam urine kita akan didapatkan vitamin C (kelebihan dari kebutuhan) dan asam oksalat. Orang yang dalam familinya mudah menderita kencing batu, tidak boleh mengkonsumsi terlalu banyak vitamin C (misalnya lebih dari 2 gram perhari), karena bisa membentuk batu kalsium oksalat dalam urinenya. Dalam BW vit. C hanya sedikit sekali, yaitu 16 mg dalam 100 gr BW. BW juga mengandung  kalsium, zat besi dan vitamin B, namun jumlahnya sangat kecil.

Untuk tekanan darah tinggi, dianjurkan mengambil tiga buah BW, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum setelah makan pagi. Ini hanya dianjurkan bagi penderita tekanan darah tinggi ringan, sistolik kurang dari 150 dan diastolik kurang dari 95 mmHg. Berapapun tekanan darah anda, dan apapun obat anda, hasilnya harus dicek (kontrol).

Tanaman ini berasal dari Karibia, lewat Spanyol kemudian menyebar ke Meksiko, Amerika Latin, Hawai dan ke Asia.
Buahnya yang sudah masak oleh masyarakat tertentu dipakai sebagai obat tradisional diantaranya untuk: mengobati tekanan darah tinggi , cacingen, aphrodisiac, untuk pegal-pegal (bagaimana hasilnya belum ada informasi). Papaya yang masih hijau dan getah dari batangnya (daunnya juga) dipakai untuk melunakkan daging karena mengandung enzim papase.
Dalam 100 gram papaya yang matang mengandung energi = 40 kcal dan gula = 5,9 gr Kandungan mineralnya sedikit sekali, hanya memenuhi kurang dari 5% kebutuhan tubuh kita. Kandungan vitaminnya juga demikian, kecuali vitamin C dalam papaya yang cukup untuk kebutuhan kita sehari.
Dalam papaya juga mengandung lycopene yang dapat bertindak sebagai antioksidan, bahkan untuk radikal bebas tertentu 100 kali lebih kuat dari vitamin E. Selain dari pada itu Lycopene diyakini dapat mencegah kanker prostat. Berapa kebutuhan lycopene perhari, berapa banyak diperlukan untuk mencegah kanker prostat, belum ada informasi yang lengkap.
Dalam papaya yang mentah, kaya dengan Lutein + zeaxanthin, Senyawa ini bisa mencegah kerusakan makula dari mata kita, sehingga dapat mencegah kebutaan akibat dari sinar kuat yang kurang bersahabat. Namun, begitu papaya menjadi matang, kandungan Lutein + zeaxanthin, menurun tapi kandungan Lycopene meningkat.
Tergantung tujuannya, kita menginginkan yang mana, perlu papaya mentah dirujak atau papaya matang yang siap dimakan.
Pengalaman praktek; seorang pasien dengan tekanan darah tinggi. Waktu itu diberi obat yang mempunyai efek samping hidung rasanya buntu dan daya ereksi berkurang. Umur pasien tersebut masih dibawah 50 tahun, jadi masalah ereksi penting sekali. Setelah sekian lama tidak kontrol, pasient itu datang dengan muka yang cerah dan dengan menantang minta diukur tensinya, ternyata normal. Baru kembali dari Tiongkok, obatnya akar kates gantung. Akarnya dikeringkan dipotong kecil-kecil, dibuat teh, diminum tiap hari. Jangan lupa, tekanan darahnya selalu diperiksa untuk mengetahui hasilnya.

July 2017
M T W T F S S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis