You are currently browsing the tag archive for the ‘nyeri sendi’ tag.

1.Pendahuluan
Kelor berasal dari barat laut India, kemudian ditanam di daerah tropis dan subtropis. Buah muda dan daunnya dipakai sebagai sayur. Selain sebagai sayur, daun, bunga, batang, serta akarnya sering dipakai sebagai herbal terutama di India, Pakistan, Banglades, Afrika, dan negara Asia lainnya1.

Selanjutnya agar pengaturan halaman dan tabel tidak berubah, makalah saya up load dalam format pdf.

Untuk membaca secara lengkap click judul di bawa ini!

Kelor Moringa Oleifera makalah

Synonim Lagurus cylindricus L., Imperata Arundinaqcea Cirillo
1.Pendahuluan
Alang-alang mempunyai banyak nama, nama-nama sesuai dimana tumbuh yaitu di Eropa, Afrika Timur, Asia, Australia, dan Amerika.
Di Indonesia juga berbagai nama sesuai dimana tumbuh, misalnya : Naleueng lakoe (Aceh); Jih (Gayo); Rih, Ri (Batak); Oo (Nias); Alalang, Hilalang, Ilalang (Minang kabau); Lioh (Lampung); Halalang, Tingen, Padang, Tingan, Puang, Buhang, Belalang, Bolalang (Dayak); Eurih (Sunda); Alang-alang kambengan (Jawa); Kebut, Lalang (Madura); Ambengan, Lalang (BaIi); Kii, Rii (FIores); Padengo, Padanga (Gorontalo); Deya (Bugis); Erer, Muis, Wen (Seram); Weli, Welia, Wed (Ambon). Bahasa Inggrisnya dikenal dengan nama Cogon grass atau satintail1.
Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman / kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi1. Akar alang-alang mengandung bahan kimia yang memungkinkan tumbuhan ini bisa menghambat tumbuhan lainnya dan alang-alang sendiri tumbuh dengan nyaman. Bahan kimia tersebut diantaranya “2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2.
Karena alang-alang ini tumbuh di lima benua (terutama di negara yang sudah maju), maka kandungan fitokimia telah banyak sekali yang sudah ditemukan/ ditentukan.
2.Kandungan Fitokimia dan mineral
Rizoma atau rimpang atau akar alang-alang mengandung banyak sekali senyawa kimia organik dan inorganik. Kandungan fenol dan turunannya yang telah ditemukan sangat banyak. Selain itu senyawa metabolit yang ada di rizoma alang-alng juga sudah banyak yang ditemukan. Diantara senyawa dan termasuk metabolit yang sudah ditemukan adalah: arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat. Adapun turunan flavonoid diantaranya 3′,4′,7-trihidroksi flavon, 2′,3′-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol1. Selain itu juga sudah ditetapkan adanya senyawa lainnya, diantaranya” iso-Eugenol, iso-ferulic acid, linoleic acid, ferulic acid, vanillin 4-acetyl-2-methoxyphenol, 2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2. Selanjutnya peneliti lainnya menemukan senyawa methoxylated flavonoids 1-4 , β-sitosterol-3-0-β-D-glucopyranosyl-6 ‘ -tetradecanoate 5 , 3-hydroxy-4-methoxy¬benzaldehyde 6 , daucosterol, β-sitosterol, dan α-amyrin5.
Dua minearal utama dalam rizoma alang-alang adalah potassium atau kalium dan kalsium1.
3.Manfaat rizoma/rimpang atau akar alang-alang sebagai obat tradisional
Sebagai obat tradisional biasa dipakai untuk1,3,4.
3.1.Menurunkan panas (anti piretik)
3.2.Munurunkan tekanan darah (anti hipertensi)
3.3.Menurunkan gula darah
3.4.Radang/nyeri sendi
3.5.Menghentikan perdarahan, misalnya dari hidung (epistaksis), dari saluran kencing (hematuria), bersama batuk (hemoptisis)
3.6.Melancarkan urinasi (diuretik)
3.7.Obat tidur (sedatif)
3.8.Hepatoprotektif
3.9.Infeksi saluran kencing.
3.10.Obat cacing
3.11.Luka dan infeksi kulit
4.Penelitian
4.1.Gamal A et al. (2009). Chemical Composition and Hepato-protective activity of Imperata cylindrica Beauv. Phcog Mag 2009;5:28-36. Dalam penelitian ini dibuktikan beberapa senyawa yang mereka temukan (isolasi), dapat melindungi hepar dari efek toksik CCl4, dan senyawa-senyawa tersebut dibuktikan juga tidak toksik terhadap hepar. Sebagai indikator SGOT dan SGPT5.
4.2.Antonius satria Jaya, Wisnu Setiari J, dan Ira Arundina (2009). Efek Antipiretik Infusum Batang Alang-Alang {Imperata cylindrica (L.) Beauv}. Journal Media Oral Biology Dental Journal / Vol. 1. No. 1. Infusa batang alang-alang dengan dosis tertentu (sampai dengan 20%) dapat menurunkan temperatur tikus yang dibuat panas dengan menginjeksi vaksin DPT. Dibandingkan dengan paracetamol (dalam abstractnya tidak disebut dosisnya berapa), pengaruh antiperetiknya kalah efektif6.
Catatan. Dalam penelitian di atas bahannya adalah batang (trunk), sedangkan sebagai obat tradisional yang dipakai adalah akarnya yang disebut juga rimpang atau rizoma.
4.3.Duan Du Dat et al. Studies on the individual and combined diuretic effects of four Vietnamese traditional herbal remedies (Zea mays, Imperata cylindrica, Plantago major and Orthosiphon stamineus). Hasil penelitian ini menyimpulkan perlunya direview kembali penggunaan obat tradisional dengan cara tradisional untuk diuretik, karena dengan menggunakan penelitian standar, tanaman tersebut tidak menunjukkan adanya efek diuretik7.
5.Efek samping
5.1.Herbal ini tidak boleh dikonsumsi oleh penderita jantung koroner. Herbal ini dapat meningkatkan pembekuan darah.
5.2.Bagi penderita diabetes mellitus yang sudah menjalani pengobatan harus hati-hati karena gula darahnya bisa makin turun.
5.3.Dapat menurunkan tekanan darah.
5.4.Dapat membuat ngantuk.
6.Cara membuat sediaan
6.1.Untuk membuat seduan herbal dari akar / rhizoma / rimpang rumput alang-alang. Ambillah 30-60 gram akar rumput basah, bisa dikeringkan dulu atau langsung dihaluskan. Direbus dengan satu liter air digadikan sepertiga, disaring kalau perlu. Diminum separuh pagi separuh malam.
6.2.Untuk obat luar. Akar rumput alang-alang yang masih basah dihaluskan dijadikan obat luar.
7.Kepustakaan:
1.http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=201
2.http://www.mendeley.com/research/chemical-interaction-invasiveness-cogongrass-imperata-cylindrica-l-beauv/
3.http://www.stuartxchange.org/Kogon.html
4.http://en.wikipedia.org/wiki/Imperata_cylindrica
5.http://www.phcog.com/article.asp?issn=0973-1296;year=2009;volume=5;issue=17;spage=28;epage=36;aulast=Mohamed
6.http://dentj.fkg.unair.ac.id/abstract.php?id=15
7.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/037887419290048V
8.http://www.epharmacognosy.com/2012/06/imperata-rhizome-baimaogen-imperata.html

Sinomim : P.asiatica, Linn. = P.crenata, Blanco. = P.depressa, Willd. = P.erosa, Wall. = P.exaltata, Horn. = P.hasskarlii Decne. = P.incisa, Hassk. = P.loureiri, Roem. et Schult. = P.media, Blanco.

Disebut juga: Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan,; Sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot,; suri pandak (Jawa). daun urat. daun urat-urat, daun sendok,; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera). ; Torongoat (Minahasa). ; Che qian cao (China), ma de, xa tien (Vietnam),; Weegbree (Belanda), plantain, greater plantain, ; Broadleaf plantain, rat’s tail plantain, waybread,; White man’s foot (Inggris)1.

1.Pendahuluan

Daun sendok merupakan gulma (tidak diinginkan, karena dapat menurunkan produksi tanaman) di perkebunan teh dan karet, atau tumbuh liar di hutan, ladang, dan halaman berumput yang agak lembap, kadang ditanam dalam pot sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini berasal dari daratan Asia dan Eropa, dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 3.300 m dpl. Tumbuhan obat ini tersebar luas di dunia dan telah dikenal sejak dahulu kala serta merupakan salah satu dari 9 tumbuhan obat yang dianggap sakral di Anglo Saxon1.

2.Kandungan fitokimia

Daun sendok mengandung: plantagin, aukubin, asam ursolik, beta-sitosterol, n-hentriakontan, dan plantagluside yang terdiri dari methyl D-galakturonat, D-galaktosa, L-arabinosa dan L-rhammosa. Juga mengandung tanin, kalium dan vitamin (B1, C, A)1. Dalam literatur yang lain, disebutkan juga mengandung: polisakarida, lipid, turunan asam kafein, flavonoid, glikosida iridoid, terpenoid, dan sedikit alkanoid2,6.

Sedangkan biji daun sendok mengandung : asam planterolik, plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, asam galacturonat dan rharnnose), protein, musilago, aucubin, asam suksinat, adenin, cholin, katalpol, syringin, asam lemak (palmitat, stearat, arakidat, oleat, linolenat dan lenoleat), serta flavanone glycoside1,3,4,5.

Adapun akar daun sedok mengandung naphazolin1.

3.Kegunaan medis

Sebagai obat tradisional daun sendok biasa dipakai1,3,4,5,6 :

3.1.untuk mengatasi keluhan akibat gangguan saluran cerna

3.1.1.nyeri lambung (daun atau biji)

3.1.2.diare (daun atau biji)

3.1.3.cacingan (daun atau biji)

3.2.untuk mengatasi keluhan akibat gangguan hepar

3.2.1.hepatitis (daun atau biji)

3.2.2.batu empedu (daun atau biji)

3.3.untuk mengatasi gangguan saluran nafas

3.3.1.batuk

3.3.2.batuk darah (hemoptisis), menyetop perdarahan

3.4.untuk mengatasi gangguan saluran kencing dan alat kelamin

3.4.1.nyeri waktu kencing (disuria)

3.4.2.melancarkan kencing

3.4.3.batu disaluran kencing

3.4.4.menambah gairah seks (afrodisiak) (biji)

3.4.5.keputihan (leukore) (akar)

3.5.untuk mengatasi gangguan persendian dan otot

3.5.1.nyeri otot (daun atau biji)

3.5.2.nyeri persendian (daun atau biji)

3.6.untuk mengatasi gangguan kulit

3.6.1.luka dan perdarahan pada kulit

3.6.2.infeksi kulit

3.6.3.kena air panas

4.Cara membuat sediaan

Daun sendok yang sudah dikeringkan sebanyak 10 – 15 g atau yang masih segar sebanyak 15- 30 g direbus dengan satu liter air dijadikan sepertiga liter, lalu diminum airnya. Bisa juga daun sendok yang masih segar ditumbuk lalu diperas dan disaring untuk diminum. Untuk pemakaian bijinya, siapkan 10 – 15 g biji daun sendok, ditumbuk, lalu direbus dan diminum airnya, setelah disaring. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis atau digiling lalu dibubuhkan pada luka berdarah, tersiram air panas atau bisul, lalu dibalut1.

5.Penelitian

Banyak sekali penelitian tentang daun sendok yang dapat dibaca di internet, diantaranya adalah:

5.1.Dalam kepustakaan 7 ada daftar penelitian antara 1963 s/d 2007 yang diantaranya meneliti kandungannya, untuk mengatasi keracunan hepar, untuk mengatasi pengaruh keracunan 5-fluoro uracil pada usus tikus, sebagai obat luar, ada kemungkinan berperan dalam pengobatan HIV.

5.2.Percobaan menggunakan mencit untuk meneliti Daun Sendok sebagai analgesik (anti nyeri) dan anti radang8.

5.3.Percobaan mengunakan tikus, membuktikan bahwa ekstrak metanol dari biji Daun Sendok yang diberikan dengan injeksi, dapat melindungi hepar dari keracunan (CCL4) dan mempunyai efek anti inflamasi atau anti radang (inflamasi dibuat dengan injeksi Lambda-carrageenan)9.

5.4.Ekstrak menggunakan air dari Daun Sendok dapat menghambat perkembangan tumor Ehrlich ascites pada tikus percobaan10.

5.5.Flavonoid dalam Daun Sendok (luteolin-7-O-β-glucoside ) mempunyai potensi sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker (cytotoxicity)11.

6.Efek samping

Daun sendok dapat mengganggu pengobatan untuk jantung koroner, pengobatan untuk mengencerkan dan melancarkan peredaran darah4.

Kalau ingin melihat foto/gambarnya “click” di bawah ini

Foto Daun Sendok

7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=113

2.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874100002129

3.http://id.wikipedia.org/wiki/Daun_sendok

4.http://en.wikipedia.org/wiki/Plantago_major

5.http://www.greathomeremedies.com/herbs/plantain.html

6.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10904143

7.http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Herbal_-_List_of_references_supporting_the_assessment_report/2012/02/WC500123354.pdf

8. http://informahealthcare.com/journal/phb. Analgesic and Anti-inflammatory Activities of the Aqueous Extract of Plantago major L., Pharmaceutical Biology, Informa Healthcare.htm

9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2861812/

10.http://www.academicjournals.org/AJB African Journal of Biotechnology Vol. 8 (6), pp. 955-959, 20 March, 2009

11.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874103001922

July 2017
M T W T F S S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis