You are currently browsing the tag archive for the ‘hipertensi’ tag.

Synonim Lagurus cylindricus L., Imperata Arundinaqcea Cirillo
1.Pendahuluan
Alang-alang mempunyai banyak nama, nama-nama sesuai dimana tumbuh yaitu di Eropa, Afrika Timur, Asia, Australia, dan Amerika.
Di Indonesia juga berbagai nama sesuai dimana tumbuh, misalnya : Naleueng lakoe (Aceh); Jih (Gayo); Rih, Ri (Batak); Oo (Nias); Alalang, Hilalang, Ilalang (Minang kabau); Lioh (Lampung); Halalang, Tingen, Padang, Tingan, Puang, Buhang, Belalang, Bolalang (Dayak); Eurih (Sunda); Alang-alang kambengan (Jawa); Kebut, Lalang (Madura); Ambengan, Lalang (BaIi); Kii, Rii (FIores); Padengo, Padanga (Gorontalo); Deya (Bugis); Erer, Muis, Wen (Seram); Weli, Welia, Wed (Ambon). Bahasa Inggrisnya dikenal dengan nama Cogon grass atau satintail1.
Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman / kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi1. Akar alang-alang mengandung bahan kimia yang memungkinkan tumbuhan ini bisa menghambat tumbuhan lainnya dan alang-alang sendiri tumbuh dengan nyaman. Bahan kimia tersebut diantaranya “2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2.
Karena alang-alang ini tumbuh di lima benua (terutama di negara yang sudah maju), maka kandungan fitokimia telah banyak sekali yang sudah ditemukan/ ditentukan.
2.Kandungan Fitokimia dan mineral
Rizoma atau rimpang atau akar alang-alang mengandung banyak sekali senyawa kimia organik dan inorganik. Kandungan fenol dan turunannya yang telah ditemukan sangat banyak. Selain itu senyawa metabolit yang ada di rizoma alang-alng juga sudah banyak yang ditemukan. Diantara senyawa dan termasuk metabolit yang sudah ditemukan adalah: arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat. Adapun turunan flavonoid diantaranya 3′,4′,7-trihidroksi flavon, 2′,3′-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol1. Selain itu juga sudah ditetapkan adanya senyawa lainnya, diantaranya” iso-Eugenol, iso-ferulic acid, linoleic acid, ferulic acid, vanillin 4-acetyl-2-methoxyphenol, 2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2. Selanjutnya peneliti lainnya menemukan senyawa methoxylated flavonoids 1-4 , β-sitosterol-3-0-β-D-glucopyranosyl-6 ‘ -tetradecanoate 5 , 3-hydroxy-4-methoxy¬benzaldehyde 6 , daucosterol, β-sitosterol, dan α-amyrin5.
Dua minearal utama dalam rizoma alang-alang adalah potassium atau kalium dan kalsium1.
3.Manfaat rizoma/rimpang atau akar alang-alang sebagai obat tradisional
Sebagai obat tradisional biasa dipakai untuk1,3,4.
3.1.Menurunkan panas (anti piretik)
3.2.Munurunkan tekanan darah (anti hipertensi)
3.3.Menurunkan gula darah
3.4.Radang/nyeri sendi
3.5.Menghentikan perdarahan, misalnya dari hidung (epistaksis), dari saluran kencing (hematuria), bersama batuk (hemoptisis)
3.6.Melancarkan urinasi (diuretik)
3.7.Obat tidur (sedatif)
3.8.Hepatoprotektif
3.9.Infeksi saluran kencing.
3.10.Obat cacing
3.11.Luka dan infeksi kulit
4.Penelitian
4.1.Gamal A et al. (2009). Chemical Composition and Hepato-protective activity of Imperata cylindrica Beauv. Phcog Mag 2009;5:28-36. Dalam penelitian ini dibuktikan beberapa senyawa yang mereka temukan (isolasi), dapat melindungi hepar dari efek toksik CCl4, dan senyawa-senyawa tersebut dibuktikan juga tidak toksik terhadap hepar. Sebagai indikator SGOT dan SGPT5.
4.2.Antonius satria Jaya, Wisnu Setiari J, dan Ira Arundina (2009). Efek Antipiretik Infusum Batang Alang-Alang {Imperata cylindrica (L.) Beauv}. Journal Media Oral Biology Dental Journal / Vol. 1. No. 1. Infusa batang alang-alang dengan dosis tertentu (sampai dengan 20%) dapat menurunkan temperatur tikus yang dibuat panas dengan menginjeksi vaksin DPT. Dibandingkan dengan paracetamol (dalam abstractnya tidak disebut dosisnya berapa), pengaruh antiperetiknya kalah efektif6.
Catatan. Dalam penelitian di atas bahannya adalah batang (trunk), sedangkan sebagai obat tradisional yang dipakai adalah akarnya yang disebut juga rimpang atau rizoma.
4.3.Duan Du Dat et al. Studies on the individual and combined diuretic effects of four Vietnamese traditional herbal remedies (Zea mays, Imperata cylindrica, Plantago major and Orthosiphon stamineus). Hasil penelitian ini menyimpulkan perlunya direview kembali penggunaan obat tradisional dengan cara tradisional untuk diuretik, karena dengan menggunakan penelitian standar, tanaman tersebut tidak menunjukkan adanya efek diuretik7.
5.Efek samping
5.1.Herbal ini tidak boleh dikonsumsi oleh penderita jantung koroner. Herbal ini dapat meningkatkan pembekuan darah.
5.2.Bagi penderita diabetes mellitus yang sudah menjalani pengobatan harus hati-hati karena gula darahnya bisa makin turun.
5.3.Dapat menurunkan tekanan darah.
5.4.Dapat membuat ngantuk.
6.Cara membuat sediaan
6.1.Untuk membuat seduan herbal dari akar / rhizoma / rimpang rumput alang-alang. Ambillah 30-60 gram akar rumput basah, bisa dikeringkan dulu atau langsung dihaluskan. Direbus dengan satu liter air digadikan sepertiga, disaring kalau perlu. Diminum separuh pagi separuh malam.
6.2.Untuk obat luar. Akar rumput alang-alang yang masih basah dihaluskan dijadikan obat luar.
7.Kepustakaan:
1.http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=201
2.http://www.mendeley.com/research/chemical-interaction-invasiveness-cogongrass-imperata-cylindrica-l-beauv/
3.http://www.stuartxchange.org/Kogon.html
4.http://en.wikipedia.org/wiki/Imperata_cylindrica
5.http://www.phcog.com/article.asp?issn=0973-1296;year=2009;volume=5;issue=17;spage=28;epage=36;aulast=Mohamed
6.http://dentj.fkg.unair.ac.id/abstract.php?id=15
7.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/037887419290048V
8.http://www.epharmacognosy.com/2012/06/imperata-rhizome-baimaogen-imperata.html

Advertisements

Synonyms:  Mimosa tetrandra Humb. & Bonpl. ex Willd.

Mimosa pudica L. var. tetrandra(Willd.) DC.

Mimosa unijuga Duch. & Walp.

Mimosa pudica L. var. unijuga (Duch. & Walp.) Griseb1.

Nama lain: si kejut, rebah bangun, akan kaget;sensitive plant (bahasa Inggris), Han xiu cao (China)2; paklab, sampeas (Cambodia),  mala malu (Malaysia), makahiya (Philippines), mai yarap (Thailand) mac co (Vietnam)3

1.Pendahuluan

Putri malu mungkin asalnya memang tersebar di daerah tropis, namun pertama kali diteliti di Brazilia1. Dapat tumbuh liar di halaman, tanah lapang, di pinggir jalan dan dapat berkembang biak dengan cepat. Tumbuh tidur di tanah, kadang-kadang tegak. Batang bulat, berbulu dan berduri. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang warna kemerah-merahan). Bila daun disentuh akan menutup (sensitif plant). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai (lihat foto)2.

2.Kandungan fitokimia

Dalam ekstrak etanol Putri malu mengandung : Steroids, Carbohydrates, Saponins, dan Tannin4.

Putri malu terutama bijinya mengandung Mimonsine, suatu asam amino yang dapat menyebabkan rambut rontok1,2.

3.Manfaat sebagai obat tradisional atau obat alternatif

Sebagai obat alternatif  Putri malu bisa untuk1,2:

3.1.Penenang (tranquiliser), anti depresi

3.2.Antitusive (anti batuk), peluruh dahak (expectorant)

3.3.Analgesik (mengurangi nyeri)

3.4.Anti inflamasi (anti radang)

3.5.Diuretik (peluruh air seni)

3.6.Mengurangi gejala/jumlah  menstruasi  (menorrhagi)

3.7.Anti bakteri dan anti jamur 4

3.8.Menurunkan profil lipida8

3.9.Semua bagian tanaman bersama-sama, menghancurkan batu di kandung kencing9

3.10.Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)9

4.Penelitian

4.1.Tamilarasi T. and Ananthi T (2012). Phytochemical Analysis and Anti Microbial Activity ofMimosa pudica Linn. Res.J.Chem.Sci. Vol. 2(2), 72-74. Kesimpulan: Putri malu berpotensi sebagai sumber bahan baku sebagai anti bakteri dan anti jamur. Senyawa yang terdapat dalam Putri malu yang mempunyai aktifitas sebagai anti bakteri dan anti jamur diperkirakan adalah suatu alkaloid dan tannin4.

4.2.Vinothapooshan G. and Sundar K. (2010). Anti-ulcer activity of Mimosa pudica leaves against gastric ulcer in rats. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. Oct. – Dec.  2010 RJPBCS 1(4), 606-614. Kesimpulan: Aktivitas anti mag yang terdapat dalam Putri malu, terutama karena modulasi melalui mekanisme defensif dan hambatan sekresi asam lambung5.

4.3.Muthukumaran P., Shanmuganathan P. dan Malathi C. (2011). In Vitro Antioxidant Evaluation of Mimosa pudica. Asian J. Pharm. Res.  Vol. 1: Issue 2, Pg 44-46. Kesimpulan: Ekstrak metanol daun Putri malu mempunyai efek anti oksidan6.

4.4.Rajendran R. Et al. (2009). Hepatoprotective activity of Mimosa pudicaleaves against Carbontetrachloride induced toxicity. Journal of Natural Products, Vol. 2:116-122. Kesimpulan: Flavonoid, glikosida, dan alkaloid yang diperoleh dari ekstrak metanol tanaman Putri malu mempunyai efek hepatoprotektif7.

4.5.Rajendran R., dan Krishnakumar E (2010). Hypolipidemic Activity of Chloroform Extract of Mimosa pudica Leaves. Avicenna J Med Biotech; 2(4): 215-221. Kesimpulan: Flavonoid, glikosida, dan alkaloid yang diperoleh dari ekstrak khloroform tanaman Putri malu mempunyai efek menurunkan lipida darah (total kholesterol, LDL kholsterol, TG, dan VLDL) dan meningkatkan HDL kholesterol(kholesterol baik)8.

4.6.Karthikeyan M. dan Deepa M.K. (2009). Antinociceptive Activity of Mimosa pudicaLinn. IRANIAN JOURNAL OF PHARMACOLOGY & THERAPEUTICS. 1735-2657/10/91-11-14. Kesimpulan: Air seduhan Putri malu dapat mengurangi sakit (analgesik). Pada mencit dengan pemberian  hingga 10 kali dosis yang diperlukan tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan (efek samping)10.

5.Cara membuat sediaan

Untuk obat dalam (yang diminum):

5.1.Sebanyak 20-30 gr semua bagian tanaman (daun, batang dan akar) direbus pelan-pelan dengan tiga gelas air, diuapkan hingga menjadi  satu gelas. Setelah dingin disaring kalau perlu dan air rebusannya diminum. Bisa dilakukan dua atau tiga kali sehari2,10.

Pemakaian luar

5.2.Luka, radang kulit benanah (piodermi), herpes; Tanaman segar dilumatkan, ditempelkan di tempat yang sakit2.

6.Efek samping

Dapat menyebabkan ngantuk, menurunkan tekanan darah, dan bijinya dapat menyebabkan rambut rontok.

Untuk orang hamil, keamanannya belum bisa dijamin.

Untuk orang dengan tekanan darah rendah harus berhati-hati.

Juga orang dengan penyakit jantung koroner, kemungkinan dapat mengurangi kelancaran darah.

Foto Putri malu Foto Putri malu

7.Bahan bacaan

1.http://www.fs.fed.us/global/iitf/pdf/shrubs/Mimosa%20pudica.pdf

2.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=52

3.http://aciar.gov.au/files/node/2160/MN26%20Part%208.pdf

4.http://www.isca.in/rjcs/Archives/vol2/i2/10.pdf

5.http://www.rjpbcs.com/pdf/2010_1%284%29/%5B67%5D.pdf

6.http://www.asianpharmaonline.org/AJPR/5_AJPR_1_2_2011.pdf

7.http://www.journalofnaturalproducts.com/Volume2/17_Res_paper-16.pdf

8.http://www.ajmb.org/PDF/En/FullText/49.pdf

9.http://www.irjponline.com/admin/php/uploads/836_pdf.pdf

10.http://www.sid.ir/en/VEWSSID/J_pdf/101020100103.pdf

1.Pendahuluan

Daun Salam (ada yang menyebut Salam saja) tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand). Di samping itu salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan yang lain, terutama untuk diambil daunnya. Daun Salam bila diremas berbau harum. Daunnya diambil sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu1,2. Daun salam liar hampir tak pernah dipergunakan dalam masakan, selain karena baunya sedikit berbeda dan kurang harum, salam liar juga menimbulkan rasa agak pahit2.

Nama Lokal : Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),; Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura)1. Bahasa Inggris: Indonesian Bay Leaf2.

2.Kandungan fitokimia

Salam mengandung : Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida1.Daun salam kering mengandung sekitar 0,17% minyak esensial, dengan komponen penting eugenol dan metil kavikol (methyl chavicol) di dalamnya3.

3.Manfaat Daun Salam sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional Daun Salam biasa dipakai sebagai1,2:

3.1.Diare

3.2.Obat mag

3.3.Menurunkan gula darah (diabetes mellitus)

3.4.Efek samping alkohol (mabuk)

3.5.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.6.Menurunkan asam urat

4.Penelitian

1.Hermana W (2008). Pemberian Tepung Daun Salam (Syzygium polyanthum(Wight) Walp.) dalam Ransum Sebagai Bahan Antibakteri Escherichia coli terhadap  Organ Dalam Ayam Broiler. Media Peternakan, April Vol. 31 No. 1, hlm. 63-70.Kesimpulan: Pemberian tepung daun salam hingga taraf 3% cenderung menekan jumlah koloni bakteri E. coli dalam ekskreta4.

2.Nety Wulandari Chrisnaningsih (2006). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Syzygium polyanthum TERHADAP PRODUKSI ROI MAKROFAG  PADA MENCIT BALB/c YANG DIINOKULASI  Salmonella typhimurium. Karya Ilmiah untuk S1 FK. Kesimpulan: Ekstrak Syzygium polyanthum tidak dapat meningkatkan produksi ROI (Reactive oxygen intermediates)  makrofag mencit yang diinfeksi Salmonella typhimurium5.

3.Nimim P Zahara, Aryoko Widodo (tahun ?). The Effect of Syzygium polyanthum on Nitric Oxide Production from Macrophage in Balb/c Mice Inoculated with Salmonella typhimurium. Kesimpulannya: Pemberianekstrak daun salam peroral dengan dosis 56,7mg, sebanyak 1ml/hari ternyata dapat meningkatkan produksi nitritoksida makrofag mencit Balb/c yang diinokulasi Salmonella typhimurium6.

4.Sukrasno et al. (2004?) dalam Antihypertensive Effect of Syzygium polyanthum (Wight) Walp. leafs extract and combined with Eucheuma cottoni and Cyclea barbata Miers. powder in male Wistar rats using the CODA rat tail-cuff system menunjukkan efek yang positif dalam penurunan tekanan darah sistol dan diastol7.

5.Efek samping pemberian daun salam

Daun salam dapat menyebabkan obstipasi, atau sulit buang air besar (BAB) pada orang normal, sedangkan bagi yang diare ringan bisa mengurangi frequensi BAB7.

6.Cara pemakaian

6.1. Diare:

15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu diminum.

6.2. Kencing manis:

7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum1.

Foto Daun Salam

 7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=97

2.http://id.wikipedia.org/wiki/Salam_(tumbuhan)

3.http://tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_syzygium_polyanthum_.pdf

4.http://journal.ipb.ac.id/index.php/mediapeternakan/article/download/1119/291

5.http://eprints.undip.ac.id/20911/1/Nety.pdf

6.http://eprints.undip.ac.id/20914/1/Nimim.pdf

7.http://asagbiotech.net/Recent/Activities/Bangkok_Symposium/PosterPresentation/Suci_Poster_hipertensi_new.pdf

Hingga tanggal 7 Juli 2012 saya telah menulis sekitar 45 macam obat tradisional, ternyata yang bisa dipakai untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah:

1.Tapak Dara (bunga dan daun)         8.Brotowali

2.Kembang sepatu (bunga)                 9.Sosor bebek

3.Pegagan                                                   10.Sambiloto

4.Kumis kucing                                        11.Bilmbing Wuluh (buahnya)

5.Pecut kuda                                             12.Meniran

6.Sambung Nyawa                                  13.Mahoni

7.Daun Sirsat                                            14.Rosella

Prinsip menggunakan obat tradisional

1.Untuk menggurangi efek samping dari suatu obat tradisional seperti halnya obat modern sebaiknya dipakai beberapa macam tumbuhan obat. Dengan demikian jumlah yang diperlukan tiap tumbuhan obat jumlahnya lebih sedikit, sehingga tujuan tercapai (menurunkan tekanan darah), dengan efek samping minimum. (Bukti ilmiah belum ada)

2.Dipakai tumbuhan yang paling mudah didapat di daerahnya masing-masing.

Di Rungkut Harapan Kalirungkut yang paling banyak didapat adalah Kumis kucing. Di Balai RW 02 sering sekali dibuang karena menghambat pertumbuhan tanaman  lainnya.

Selain itu Brotowali, Belimbing Wuluh juga banyak.

3.Meracik dua atau tiga macam tumbuhan dengan dosis kira-kira sepertiga sampai separuh dosis masing-masing.

Misalnya kita mau meracik obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi menggunakan tiga macam tumbuhan obat:

1.Kumis Kucing

2.Brotowali

3.Blimbing Wuluh.

Sebanyak 30 gram lembar daun Kumis Kucing basah atau 10 gram daun Kumis Kung kering, 6 – 10 cm batang Brotowali basah atau 5 – 9 cm batang Brotowali kering, dan 8 buah Belimbing Wuluh dicampur setelah diiris-iris, dididihkan  dengan 9 gelas air, dijadikan tiga gelas. Disaring, airnya diminum, dijadikan dua kali (pagi dan malam)

Rosella banyak dijual di toko jamu atau di apotek. Enak dibuat teh, jadi tidak perlu dicampur.

Rosella:

Antara 10 -15 bunga Rosella dididihkan dengan 250 ml air, didinginkan disaring (kalau perlu) dan diminum setelah dingin

Daun sirsat

Antara 5-8 lembar daun sirsat dipotong-potong direbus dengan tiga gelas air kemudian dijadikan satu gelas. Air rebusannya diminum tiap pagi.

Daun Sirsat sekarang banyak dipakai untuk mengobati kanker.

Mahoni.

Cara membuat:
a. 8 gram biji segar diseduh dengan 2 gelas air panas. Setelah dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sorehari.
b. 1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi hangat, lakukan 2-3 kali sehari.

Bisa dicampur denggn herbal yang lain dan dosisnya bisa dikurangi hingga sepertiganya.

Hati-hati dengan Mahoni dosisnya jangan terlalu melebihi yang ditentukan.

Untuk mengetahui hasil pengobatan, maka perlu ditensi setelah seminggu minum ramuan. Pengobatan  harus diteruskan. Apabila tensinya sudah rendah (sekitar 100/70 mg Hg), pengobatan bisa dihentikan beberapa hari. Artinya tekanan darahnya harus dimonitor terus. Target 140/90 untuk orang normal, atau 135/80-85 untuk penderita Diabetes Mellitus, dan tidak dipengaruhi oleh umur (pendapat lama dikatakan umur lebih tua harga normalnya lebih tinggi, itu sudah tidak dianut lagi).

Keterangan tambahan (Juli 2014)

Akar alang-alang juga bisa menurunkan tekanan darah. Selanjutnya baca dalam Judul Alang-alang (Imperata Cylindrica (L) Beauv.

Sinonim :
Lochnera rosea, Reich. Vinca rosea, Linn. Ammoallis rosea, Small.

Nama lain :

Rose Periwinkle (Inggris), Soldaten bloem(Belanda), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tsitsirika (Filipina); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda)1,2.

1.Pendahuluan

Tapak dara adalah perdu tahunan yang berasal dari Madagaskar, namun telah menyebar ke berbagai daerah tropika lainnya. Di Indonesia merupakan tumbuhan hias ditanam di pot atau di pekarangan. Tumbuh baik mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat yang terbuka, tapi tak menutup kemungkinan bisa tumbuh di tempat yang agak terlindung pula2.

2.Kandungan Fitokimia

Analisis fitokimia secara qualitatif  Tapak Dara mengandung Tannin, Flavonoid, Alkaloids dan Terpenoids3. Isolasi lebih lanjut Tapak Dara, terutama daun dan bunganya mengandung : vincristine, vinblastine, reserpine, ajmalicine, dan serpentine. Kandungan lainnya adalah catharanthine, leurosine, norharman, lochnerine, tetrahydroalstonine, vindoline, vindolinine, akuammine, vincamine, vinleurosin, dan vinrosidin1,2.

3.Manfaat tanaman sebagai obat tradisional

3.1.Untuk saluran cerna

3.1.1.Infeksi usus (desentri)1

3.1.2.Susah BAB (obstipasi)4

3.2.Saluran nafas

3.2.1.Bronchitis1,4

3.2.2.Asma1,4        

3.3.Hipertensi (tekanan darah tinggi)1,4

3.4.Diabetes Mellitus (kencing manis)1,4

3.5.Leukemia1,2,4

3.6.Kanker payu dara4

3.7.Penyakit Hodgkin2,4

3.8.Obat luar untuk

3.8.1.Luka baru1

3.8.2.Luka bakar1

3.8.3.Kanker kulit4

4.Cara membuat sediaan1

4.1.Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis)

Bahan: 10 – 16 lembar daun Tapak Dara

Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas

Bahan: 3 lembar daun Tapak Dara, 15 kuntum bunga tapakdara

Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas

Cara menggunakan: diminum pagi dan sore setelah makan.

Setelah minum untuk waktu tertentu yang teratur, hendaknya hasilnya di cek dengan pemeriksaan gula darah

4.2.Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Bahan: 7 lembar daun atau bunga Tapak Dara

Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring

Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

Setelah minum teratur untuk waktu tertentu, hasilnya di cek dengan pengukuran tekanan darahnya.

4.3.Asma dan bronkhitis

Bahan: 1 potong bonggol akar Tapak Dara

Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

4.4.Leukemia (bagi mereka yang tidak terjangkau oleh perawatan secara medis)

Bahan: 20-25 gram daun Tapak Dara kering, adas pulawaras.

Cara membuat: direbus dengan 1 liter air dan disaring.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

5.Penelitian

5.1.Ekstrak etanol daunTapak Dara mempunyai aktivitas anti bakteri (pseudomonas aeruginosa)3.

5.2.Ekstrak etanol bunga Tapak Dara mempunyai daya penyembuhan luka pada percobaan menggunakan mencit5.

5.3.Ekstrak daun Tapak Dara dengan menggunakan campuran dichloromethane:methanol (1:1) mempunyai efek anti Diabetes Mellitus6.

5.4.Belum ada penelitian yang menggunakan manusia sebagai obyek yang bisa penulis jumpai (mencari di internet; oleh karena itu pada pengobatan seperti leukemia dan lainnya apabila Rumah Sakit terjangkau hendaknya berobat di Rumah Sakit saja).

6.Efek samping

Pemakaian daun Tapak Dara (bunga dan daunnya) harus hati-hati. Dosisnya tidak boleh berlebihan karena bisa keracunan dengan gejala : muntah, panas, halusinasi, merasa kesemutan, hingga bisa koma dan meninggal2,4.

Untuk melihat foto/gambar bisa di “click” di bawah ini

Foto Tapak Dara

Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=1

2.http://id.wikipedia.org/wiki/Tapak_dara

3.http://www.ijprbs.com/issuedocs/2012/02/7-59-5-IJPRBS-18.pdf

4.http://www.floridata.com/ref/c/cath_ros.cfm

5.http://www.biomedcentral.com/1472-6882/6/41

6.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11448549

1.Pendahuluan

Pegagan mempunyai banyak nama, tergantung dimana anda berdomisili. Secara umum di Indonesia dikenal dengan nama daun kaki kuda, disebut juga Pegaga (Ujung Pandang); Antanan gede, Antanan rambat (Sunda), Dau tungke (Bugis); Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Kos tekosan ( Madura), Kori-kori (Halmahera)(1).Pengagan merupakan jenis tanaman liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia bagian tropis. Hidup di tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut(1). Di Cina, India, Sri Langka, Afrika dan Oseania sering ditanam sebagai sayuran atau obat tradisional(2).Pegagan tidak mempunyai batang, tetapi dengan rimpang pendek yang merayap dengan panjang 10 cm – 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm – 15 cm berbentuk ginjal. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm – 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 – 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit(1).

2.Kandungan kimia

Pegagan mengandung bermacam-macam senyawa. Penelitian pendahuluan menemukan 70 senyawa termasuk golongan saponin, poliasetilin (polyacetylenes), flavonoid (flavones), sitosterol dan lipida. Penelitian lebih lanjut menemukan diantaranya: Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside(1,2).

3.Manfaat Pegagan

Sebagai obat tradisional Pegagan digunakan untuk : Hepatitis, hipertensi, Campak, Demam, Amandel (Tonsilis), Sakit tenggorokan; Bronkhitis, Infeksi dan Batu saluran kencing, Mata merah, Wasir; Keracunan, Muntah darah, Batuk darah, mimisan, Cacingan, Lepra(1). Di Asia Tenggara selain Indonesia dipakai juga untuk rematik (rheumatism), epilepsi, histeri, dan diare. Di Eropa dipakai sebagai obat untuk luka baru atau yang khronik berupa ulkus(2).

Asiacoside diperkirakan senyawa aktif yang dapat membunuh kuman lepra. Sedangkan sitosterol dan tannin diyakini dapat membunuh protozoa dan sebagai anti spasmodik (perut melilit, sakit waktu menstruasi)(3). Bersama-sama asiacoside, asiatic acid, dan madecassic acid disebut triterpenes diduga dapat mempercepat penyembuhan luka dengan merangsang sintesis collagen(4).

4.Pengolahan

Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion(5).

5.Efek samping

Percobaan pada binatang menyimpulkan ekstrak murni asiacoside cukup aman. Per oral pada binatang coba hingga 1 gram per kilogam tidak menyebabkan  efek samping(4).

Penelitian  lainnya yang menggunakan tikus, pemberian ekstrak daun Pegagan menghasilkan kesimpulan bahwa Pegagan tidak mengganggu fungsi hepar(6).

6.Contoh penggunaan sebagai pengobatan alternatif (herbal)

6.1.Darah tinggi (hipertensi):

20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.

6.2.Wasir:

4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6.3.Pembengkakan hati (hepatittis) :

240 gram – 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.

Kecuali 6.2. pengobatan di atas belum didukung oleh penelitian.

Kalau ingin melihat foto Pegagan “click”di bawah ini

Foto atau gambar Pegagan

6.Bahan bacaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=50

2.http://www.mdpi.com/1420-3049/11/9/661/pdf

3.http://openmed.nic.in/2039/01/Microsoft_Word_-_Centella_asiatica.pdf

4.http://www.indena.com/pdf/centella.pdf

5.http://id.wikipedia.org/wiki/Pegagan

6.http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/101829882_abs.pdf

( Di down load tgl. 7 Desember 2010 )

Sinonim : O. longiflorum, Ham. O. grandiflorum et aristatum, Bl. O. spiralis, Merr. O. stamineus, Benth. O. grandiflorus, Bold. Clerodendranthus spicatus (Thunb.) C.Y. Wu. Trichostemma spiralis, Lour. Nama lain : Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura); Mao Xu Cao (China).; kidney tea plants/java tea (Inggris)1,2.

1.Pendahuluan

Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang, antara 500 – 900 m apl (di atas permukaan laut, suhu 28 – 34, kelembaban sedang, dan tanah lempung berpasir.

Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia1,2.

Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm – 25 cm atau beruas sekitar 2 buku – 3 buku2.

2.Bagian yang dipakai

Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

3.Kandungan kimia

Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, flavonoid (sinensitin), terpenoids, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol1,2,3,4,5.

4.Manfaat medis

Sebagai obat tradisional, Kumis kucing bisa untuk:

4.1. Mencegah terjadinya batu dalam saluran kencing

4.2. Menurunkan asam urat

4. 3.Peluruh air seni (Diuretic)

4.4.Menurunkan panas (anti piretik)

4.5.Anti hipertensi (menurunkan tekanan darah tinggi)

4.6.Anti radang (anti inflamasi)

4.7.Radang hepar (hepatitis, sakit kuning)

5.Pemakaian

Sebanyak 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

6.Penelitian

Dalam kepustakaan yang nomer 6 dan no.7 terdapat daftar laporan hasil penelitian dari seluruh dunia.

6.1.Penelitian dengan memakai tikus percobaan yang diberi ekstrak campuran air dan metanol dari Kumis kucing menyimpulkan dapat sebagai peluruh seni (diuretik) dan dapat menurunkan asam urat darah8.

6.2.Ekstrak etanol Kumis kucing dapat melindungi hepar dari bahan kimia yang meracuni hepar/liver pada tikus9,10.

7.Efek samping

Pemakaian yang lama dengan dosis tinggi, menyebabkan menurunnya kadar natrium darah, meningkatnya serum fosfatase alkali (mungkin ada kelainan hepar), dan kelainan anatomi ginjal (hydrocalyx)  pada tikus percobaan7.

Untuk kehati-hatian maka dengan ini tidak dianjurkan minum terlalu lama dengan dosis yang melebihi kebutuhan dari rebusan Kumis kucing.

Untuk melihat gambar Kumis kucing “click” di bawah ini

Foto Kumis Kucing

8.Kepustakaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Kumis_kucing

2.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=44

3.http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/kumis_kucing.pdf

4.http://www.asiamaya.com/jamu/isi/kumiskucing_orthosiphon%20aristatus.htm

5.http://portal.ics.trieste.it/MAPs/MedicinalPlants_Plant.aspx?id=636

6.http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Herbal_-_List_of_references_supporting_the_assessment_report/2011/05/WC500106883.pdf

7.http://www.stuartxchange.org/KablingGubat.html

8.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874108002080

9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3106356/

10.http://www.phcogres.com/article.asp?issn=0974-8490;year=2009;volume=1;issue=2;spage=53;epage=58;aulast=Chin

(Di download  12 – 7 s/d 15 – 8 – 2011 )

1.Pendahuluan

            Sinonim :S. marginata Vahl., S. pilosiuscula H.B.K., S. villosa Turcz., S. urticifolia Dalz. et Gibs., Verbena indica L., V. jamaicensis L.

Nama Lokal: Jarong (Sunda), biron, karomenal, sekar laru, ngadirenggo (Jawa), kakurang (Ambon)..

Nama asing:  Yu long bian (China), snakeweed (Inggris).

Tanaman ini berasal dari Caribbian (dekat teluk Meksiko).

Tumbuh liar di tepi jalan, tanah lapang, dan tempat-tempat terlantar lainnya di daerah cerah, sedang, terlindung dari sinar matahari, dan pada ketinggian 1-1500 m dpl. Diberi nama pecut kuda karena bunganya  majemuk tersusun dalam poros bulir yang memanjang, seperti pecut, panjangnya 4- 20 cm.

2.Kandungan fitokimia

Pecut kuda mengandung karbohidrat, glikosida, flavonoid, tannin, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Keterangan lebih rinci mengenai fenolik (flavonoid, tannin dll) dan alkaloid dapat dibaca dalam kepustakaan no. 8.

3.Sebagai obat tradisional

3.1.Daunnya biasanya digunakan untuk penggobatan:

3.1.1.Radang saluran kencing

3.1.2.Radang tenggorokan

3.1.3.Batuk

3.1.4.Radang persendian (artritis)

3.1.5.Haid tidak teratur

3.1.6.Hipertensi (darah tinggi)

3.1.7.Memperbaiki profil lipid, menurunkan resiko penyakit jantung koroner.

3.1.8.Sebagai obat luar, untuk bisul.

3.2.Bunganya biasa digunakan untuk:

3.2.1.Hepatitis A

3.3.Akar, digunakan untuk:

3.3.1.Keputihan (leukore)

4.Penelitian

4.1.Teh daun Pecut Kuda dapat menurunkan kadar garam NaCl darah, dan dapat menaikkan garam Kalium pada binatang percobaan dengan menggunakan kelinci. Penelitian ini menyokong pemakaian teh daun Pecut Kuda sebagai obat untuk darah tingggi dan oedema (2009)3.

4.2.Teh daun pecut Kuda dapat menurunkan Trigliserida, dan Kholesterol LDL. Juga dapat menaikkan Kholesterol HDL. Teh Pecut Kuda dinyatakan dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner. Ini adalah hasil temuan pada binatang percobaan dengan menggunakan kelinci  (2009)4.

4.3.Ekstrak etanol daun kering Pecut Kuda, menunjukkan anti infflamasi dan analgesik, pada tikus percobaan (2007)5.

4.4.Krim dari ekstrak etanol daun Pecut Kuda, memiliki aktifitas anti bakteri (2009)6

4.5.Ekstrak etanol daun Pecut Kuda, mempunyai aktifitas hepatoprotektif dari CCl4 pada tikus percobaan (2010)7.

4.6.Percobaan in vitro (disk diffusion method), menunjukkan etanol ekstrak daun dan akar Pecut Kuda mempunyai aktifitas anti bakteri (2010, tesis S2)8.

5.Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 15-30 g herba kering atau 30 – 60 g herba segar, lalu minum air rebusannya.

Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, radang kulit bernanah, dan luka.

Contoh : untuk  rematik (sakit persendian)1.

Cuci 30-60 g herba pecut kuda segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

6. Efek samping

6.1.Pada binatang percobaan dapat menyebabkan kelainan histologi, seperti infiltrasi sel lipid bahkan sel nekrosis pada hepar, ginjal, paru, pembuluh darah, dan testis, tetapi tidak terjadi di otak, mata dan jantung (normal). Sayang paper aslinya belum didapat. Dikatakan kelainan ringan dan tidak tergantung dosis.

6.2.Pada makalah yang sama dari lain sumber dikatakan pemberian ekstrak 4 gram per kilogram binatang percobaan, tidak menyebabkan efek samping dari analisa darah dan komponennya.(Dalam dua keterangan tentang efek samping di atas, kurang jelas, binatang apa yang dipakai, cara menyiapkan ekstraknya dan sebagainya, sedangkan makalah aslinya belum kami dapat)9.

6.3.Ibu hamil dilarang minum air rebusan Pecut Kuda karena bisa menyebabkan keguguran1.

Kalau ingin melihat fotonya bisa di “click” di bawah ini.

Foto atau gambar Pecut Kuda

7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=244

2.http://en.wikipedia.org/wiki/Stachytarpheta_jamaicensis

3.http://www.aensionline.com/jasr/jasr/2009/1741-1743.pdf

4.http://www.ajol.info/index.php/biokem/article/viewFile/56473/44900

5.http://content.karger.com/produktedb/produkte.asp?typ=pdf&file=000215723

6.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/133097176.pdf

7.http://www.ijrap.net/first-issue/Joshi%20VG%20174-179.pdf

8.http://eprints.utm.my/12715/1/KuAnisShazuraMFBB2010.pdf

9.http://www.uniben.edu/sites/default/files/inaugural_lectures/Prof_M.Idu_.pdf

1.Pendahuluan

Sambung nyawa nama latinnya adalah Gynura procumbens (Lour) Merr. Tanaman ini berasal dari China atau Myanmar, yang dimasukkan ke Indonesia melalui Sri Lanka oleh VOC (Vereenigde Oost Indische  Compagnie). Di daratan China tanaman ini dikenal dengan nama She Juan Jao atau Tien Chi. Suku Hokian menamakannya Ngokilo, suku Hoope menyebutnya Fuyung Jao. Sedangkan tanaman yang dikenal Daun Dewa Di Jawa, sedangkan di Sumatra disebut Beluntas China adalah varietas dari Sambung Nyawa yang disebut dengan nama latinnya Gynura procumbens Varietas Macropylla (Gynura procumbens Back).

Tanaman ini mudah tumbuh bahkan dengan menancapkan batangnya ke tanah atau stek, terutama di tempat yang cukup air dan sinar matahari. Biasanya ditanam sebagai tanaman hias untuk pagar.

2.Kandungan Kimia

Sambung nyawa mengandung senyawa yang termasuk kelompok:

2.1.Alkaloida

2.2.Flavonoida

2.3.Saponin, dan

2.4.Tanin

3.Sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional, daun sambung nyawa biasanya digunakan untuk mengobati/sebagai obat untuk:

3.1.Penurun panas (anti piretik)

3.2.Diabetes Mellitus

3.3.Tekanan darah tinggi

3.4.Kelainan liver (hepar)

3.5.Radang tenggorokan dan sinusitis

3.6.Obat maag (ulcus peptikum)

3.7.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.8.Peluruh batu kandung kemih

3.9.Ambeien ( wasir )

3.10.Tumor payudara (tidak menganjurkan, lebih baik ke dokter secepatnya agar tidak terlambat)

3.11.Sebagai obat luar untuk menghilangkan rasa gatal setelah digigit semut atau binatang lainnya.

4.Toksisitas (efek keracunan)

Menurut penggolongan Gleason M. N. daun Sambung Nyawa termasuk tidak toksik.

Untuk ibu yang hamil muda tidak dianjurkan mengkonsumsi daun Sambung Nyawa, karena percobaan dengan etanol ekstrak  pada binatang menunjukkan adanya sifat mutagenik (dapat menyebabkan kelainan janin).

5.Cara memanfaatkannya

Untuk penggobatan tradisional biasanya dimakan sebagai lalap dalam keadaan mentah, atau sebagai pecel setelah direbus atau dikukus, sebanyak tiga sampai tujuh lembar daun. Dimakan secara teratur, hingga manfaat yang diharapkan tercapai.

Dengan pengobatan memakai cara apa saja, baik tradisional maupun  menggunakan  pertolongan dokter, hendaknya di cek hasilnya dengan pemeriksaan yang sesuai dengan penyakitnya.

6.Penelitian

6.1.Telah diteliti dengan memakai binatang percobaan, Sambung Nyawa sebagai anti piretik, anti analgesik (mengurangi rasa sakit), anti Diabetes Mellitus, dan pencegahan batu kandung kemih dengan hasil yang cukup baik.

6.2.Penelitian untuk memperoleh gelar S1, komponen daun Sambung Nyawa sebagai penangkap radikal bebas oleh Anita Tri Wahyuningsih (2004).

6.3.Penelitian dengan ekstrak air daun Sambung Nyawa, membuktikan peningkatan pengambilan glukosa oleh otot hingga dapt menurunkan glukosa (glucose) darah ( Z. Hassan dkk. 2010 ).

6.4.Etanol ekstrak daun Sambung Nyawa dapat menghambat perkembangan kanker payu dara pada tikus percobaan (Sri Susilowati, 2004).

Untuk melihat foto atau gambar Sambung Nyawa “click” di bawah ini

Foto atau gambar Sambung Nyawa

7.Bahan Bacaan

7.1.http://balipadmaherbal.com/article/26447/sambung-nyawa-gynura-procumbens-back.html

7.2.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/28972433.pdf

7.3.http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/51087992.pdf

7.4.http://www.mdpi.com/1420-3049/15/12/9008/pdf

7.5.http://mot.farmasi.ugm.ac.id/files/71Gynura%20procumbens_%20sri%20susilowati.pdf

Disebut juga Miracle Leave, Life Plant, Air Plant, merupakan tanaman asli Madagaskar dan tersebar di daerah tropik. Tumbuh liar di tepi jurang, pinggir jalan dan tempat-tempat   yang tanahnya berbatu-batu, di daerah panas dan lembab. Tumbuh antara satu meter hingga 1000 m diatas permukaan laut.

Sebagai obat tradisional sosor bebek (SB) diberikan untuk mengobati reumatik, tekanan darah tinggi (hipertensi), obat mag (ulcus pepticum), melancarkan air kencing (diuretik), menghancurkan batu ginjal, untuk batuk, menurunkan panas, mengurangi sakit (analgesik), melemaskan otot (muscle relaxan), obat penenang. Sebagai obat luar, bisa untuk mencegah dan mengobati infeksi kulit, dan juga mengurangi sakit karena bengkak. Sosor bebek dapat juga menurunkan kholesterrol.

Sosor bebek kaya akan alkaloids, triterpenes, glycosides, flavonoids, steroids. Daun sosor bebek mengandung kelompok kimiawi golongan  bufadienolides yang struktur dan aktivitasnya mirip cardiac glycosides, digoxin and digitoxin (obat untuk gagal jantung). Bufadienolides dalam sosor bebek telah dibuktikan secara klinis mempunyai aktivitas anti bakteri, anti virus, anti jamur, insektisida, anti kanker dan mencegah kanker (sayang tidak disebut kanker apa). Selain dari senyawa  di atas sosor bebek juga mengandung lebih dari 40 macam lagi senyawa yang lain.

Penelitian membuktikan, pemberian daun sosor bebek hingga sebanyak 5/1000x berat badan tikus dalam gram  masih aman. Kambing dan sapi yang makan daun serta bunga sosor bebek sebanyak 20 gram per kilo berat badannya, dapat menyebabkan kematiannya. Jadi kalau berat kambing 20 kilogram makan daun dan bunga sosor bebek sebanyak 400 gram, kambing tersebut bisa mati. Dari penelitian di atas, untuk kita, mungkin aman kalau makan/minum sosor bebek tidak melebihi 5 gram perkilo gram berat badan kita. Kalau berat badan kita 50 kg, kita aman kalau makan 100 gram daun sosor bebek.

Sebaiknnya tidak dipakai sebagai obat untuk diminum jangka panjang karena dapat menekan immunitas (daya tahan tubuh).

November 2017
M T W T F S S
« Nov    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis