You are currently browsing the tag archive for the ‘gula darah’ tag.

1.Pendahuluan
Kelor berasal dari barat laut India, kemudian ditanam di daerah tropis dan subtropis. Buah muda dan daunnya dipakai sebagai sayur. Selain sebagai sayur, daun, bunga, batang, serta akarnya sering dipakai sebagai herbal terutama di India, Pakistan, Banglades, Afrika, dan negara Asia lainnya1.

Selanjutnya agar pengaturan halaman dan tabel tidak berubah, makalah saya up load dalam format pdf.

Untuk membaca secara lengkap click judul di bawa ini!

Kelor Moringa Oleifera makalah

Synonim Lagurus cylindricus L., Imperata Arundinaqcea Cirillo
1.Pendahuluan
Alang-alang mempunyai banyak nama, nama-nama sesuai dimana tumbuh yaitu di Eropa, Afrika Timur, Asia, Australia, dan Amerika.
Di Indonesia juga berbagai nama sesuai dimana tumbuh, misalnya : Naleueng lakoe (Aceh); Jih (Gayo); Rih, Ri (Batak); Oo (Nias); Alalang, Hilalang, Ilalang (Minang kabau); Lioh (Lampung); Halalang, Tingen, Padang, Tingan, Puang, Buhang, Belalang, Bolalang (Dayak); Eurih (Sunda); Alang-alang kambengan (Jawa); Kebut, Lalang (Madura); Ambengan, Lalang (BaIi); Kii, Rii (FIores); Padengo, Padanga (Gorontalo); Deya (Bugis); Erer, Muis, Wen (Seram); Weli, Welia, Wed (Ambon). Bahasa Inggrisnya dikenal dengan nama Cogon grass atau satintail1.
Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman / kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi1. Akar alang-alang mengandung bahan kimia yang memungkinkan tumbuhan ini bisa menghambat tumbuhan lainnya dan alang-alang sendiri tumbuh dengan nyaman. Bahan kimia tersebut diantaranya “2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2.
Karena alang-alang ini tumbuh di lima benua (terutama di negara yang sudah maju), maka kandungan fitokimia telah banyak sekali yang sudah ditemukan/ ditentukan.
2.Kandungan Fitokimia dan mineral
Rizoma atau rimpang atau akar alang-alang mengandung banyak sekali senyawa kimia organik dan inorganik. Kandungan fenol dan turunannya yang telah ditemukan sangat banyak. Selain itu senyawa metabolit yang ada di rizoma alang-alng juga sudah banyak yang ditemukan. Diantara senyawa dan termasuk metabolit yang sudah ditemukan adalah: arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat. Adapun turunan flavonoid diantaranya 3′,4′,7-trihidroksi flavon, 2′,3′-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol1. Selain itu juga sudah ditetapkan adanya senyawa lainnya, diantaranya” iso-Eugenol, iso-ferulic acid, linoleic acid, ferulic acid, vanillin 4-acetyl-2-methoxyphenol, 2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2. Selanjutnya peneliti lainnya menemukan senyawa methoxylated flavonoids 1-4 , β-sitosterol-3-0-β-D-glucopyranosyl-6 ‘ -tetradecanoate 5 , 3-hydroxy-4-methoxy¬benzaldehyde 6 , daucosterol, β-sitosterol, dan α-amyrin5.
Dua minearal utama dalam rizoma alang-alang adalah potassium atau kalium dan kalsium1.
3.Manfaat rizoma/rimpang atau akar alang-alang sebagai obat tradisional
Sebagai obat tradisional biasa dipakai untuk1,3,4.
3.1.Menurunkan panas (anti piretik)
3.2.Munurunkan tekanan darah (anti hipertensi)
3.3.Menurunkan gula darah
3.4.Radang/nyeri sendi
3.5.Menghentikan perdarahan, misalnya dari hidung (epistaksis), dari saluran kencing (hematuria), bersama batuk (hemoptisis)
3.6.Melancarkan urinasi (diuretik)
3.7.Obat tidur (sedatif)
3.8.Hepatoprotektif
3.9.Infeksi saluran kencing.
3.10.Obat cacing
3.11.Luka dan infeksi kulit
4.Penelitian
4.1.Gamal A et al. (2009). Chemical Composition and Hepato-protective activity of Imperata cylindrica Beauv. Phcog Mag 2009;5:28-36. Dalam penelitian ini dibuktikan beberapa senyawa yang mereka temukan (isolasi), dapat melindungi hepar dari efek toksik CCl4, dan senyawa-senyawa tersebut dibuktikan juga tidak toksik terhadap hepar. Sebagai indikator SGOT dan SGPT5.
4.2.Antonius satria Jaya, Wisnu Setiari J, dan Ira Arundina (2009). Efek Antipiretik Infusum Batang Alang-Alang {Imperata cylindrica (L.) Beauv}. Journal Media Oral Biology Dental Journal / Vol. 1. No. 1. Infusa batang alang-alang dengan dosis tertentu (sampai dengan 20%) dapat menurunkan temperatur tikus yang dibuat panas dengan menginjeksi vaksin DPT. Dibandingkan dengan paracetamol (dalam abstractnya tidak disebut dosisnya berapa), pengaruh antiperetiknya kalah efektif6.
Catatan. Dalam penelitian di atas bahannya adalah batang (trunk), sedangkan sebagai obat tradisional yang dipakai adalah akarnya yang disebut juga rimpang atau rizoma.
4.3.Duan Du Dat et al. Studies on the individual and combined diuretic effects of four Vietnamese traditional herbal remedies (Zea mays, Imperata cylindrica, Plantago major and Orthosiphon stamineus). Hasil penelitian ini menyimpulkan perlunya direview kembali penggunaan obat tradisional dengan cara tradisional untuk diuretik, karena dengan menggunakan penelitian standar, tanaman tersebut tidak menunjukkan adanya efek diuretik7.
5.Efek samping
5.1.Herbal ini tidak boleh dikonsumsi oleh penderita jantung koroner. Herbal ini dapat meningkatkan pembekuan darah.
5.2.Bagi penderita diabetes mellitus yang sudah menjalani pengobatan harus hati-hati karena gula darahnya bisa makin turun.
5.3.Dapat menurunkan tekanan darah.
5.4.Dapat membuat ngantuk.
6.Cara membuat sediaan
6.1.Untuk membuat seduan herbal dari akar / rhizoma / rimpang rumput alang-alang. Ambillah 30-60 gram akar rumput basah, bisa dikeringkan dulu atau langsung dihaluskan. Direbus dengan satu liter air digadikan sepertiga, disaring kalau perlu. Diminum separuh pagi separuh malam.
6.2.Untuk obat luar. Akar rumput alang-alang yang masih basah dihaluskan dijadikan obat luar.
7.Kepustakaan:
1.http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=201
2.http://www.mendeley.com/research/chemical-interaction-invasiveness-cogongrass-imperata-cylindrica-l-beauv/
3.http://www.stuartxchange.org/Kogon.html
4.http://en.wikipedia.org/wiki/Imperata_cylindrica
5.http://www.phcog.com/article.asp?issn=0973-1296;year=2009;volume=5;issue=17;spage=28;epage=36;aulast=Mohamed
6.http://dentj.fkg.unair.ac.id/abstract.php?id=15
7.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/037887419290048V
8.http://www.epharmacognosy.com/2012/06/imperata-rhizome-baimaogen-imperata.html

Sinonim: Polymnia edulis, P. sonchifolia Nama lain: Yacón, Jicama (Equador), Peruvian ground apple1,2.

1.Pendahuluan

Nama yang paling populer untuk tanaman ini adalah Yacón. Tanaman ini secara tradisional ditanam di daerah Andes Utara hingga ke Andes Tengah, dari Colombia ke Argentina Utara. Tanaman ini tumbuh subur di Australia selatan termasuk Tasmania. Diperkenalkan ke Jepang tahun 1980. Hingga tahun 2000 masih belum dikenal diluar daerah asalnya, namun setelah reportase menyiarkan bahwa di Jepang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah, mulailah ditanam juga di Korea, Cina dan Filipina serta negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Di dekat negara asalnya menyebar ke Lima dan kota Peru lainnya1.

Tanaman dekat hubungannya dengan bunga matahari  “sunflower”, bunganya sangat mirip.

Umbinya terasa manis, beratnya dari beberapa ratus gram hingga satu kilo per biji1.

2.Kandungan kimiawi dan fitokimia

Umbinya mengandung inulin yang terasa manis, namun senyawa ini tidak bisa dicerna dan tidak bisa diserap oleh usus kita. Dalam umbi daun insulin (Yacón) banyak sekali mengandung fructooligosaccharides yang merupakan prebiotik (makanan untuk bakteri yang menguntungkan dalam usus)1. Telah ditemukan pula 5 derivatif dari Cafeic acid, dua golongan chlorogenic acid {chlorogenic acid (3-caffeoylquinic acid) and 3,5-dicaffeoylquinic acid}. Tiga lagi caffeic acid esters dari altraric acid: 2,4- or 3,5-dicaffeoylaltraric acid, 2,5-dicaffeoylaltraric acid, and 2,3,5- or 2,4,5-tricaffeoylaltraric acid3.

Daunnya mengandung: sonchifolin,  polymatin  A  and  B, uvedalin,  polyphenols,   enhydrin2,  flavonoid quercetin and an unidentified flavonoid

Kandungan senyawa dan mineral lainnya  (click dua kali)

Keterangan: Stem = batang, leaf = daun, dan tuber = umbi

Tiga asam lemak esensial yang ditemukan dalam daunnya adalah: beta-pinene, caryophylene dan y-cadinene4. flavonoid quercetin and an unidentified flavonoid

3.Manfaatnya sebagai obat tradisional

Daun dan umbi Daun Insulin atau Yacón dapat dipakai sebagai5:

3.1.Prebiotics (makanan untuk bakteri yang bermanfaat)

3.2.Anti diabetis (obat penurun gula darah)

3.3.Anti oksidan (anti oxidant)

3.4.Antibiotik

3.5.Hepatoprotektor

3.6.Sebagai makanan yang rendah kalori2.

4.Penelitian

4.1. Xiang Z et.al. (2010). Anti-diabetes constituents in leaves of Smallanthus sonchifolius. Nat Prod Commun. Jan;5(1):95-8 b. Dalam penelitian ini senyawa smallanthaditerpenic acids A, B, C and D yang ada dalam daun Yacón (daun insulin) dapat menghambat alfa glukosidase, suatu enzim yang mencerna amylopectin dan amylose (karbohidrat dalam nasi, kentang dan umbi-umbian dan makanan pokok karbohidrat lainnya). Dengan demikian penyerapan glukose berkurang atau dihambat.

4.2.Valentová K, Truong NT, Moncion A, de Waziers I, Ulrichová J. (2007). Induction of glucokinase mRNA by dietary phenolic compounds in rat liver cells in vitro. J Agric Food Chem. Sep 19;55(19):7726-31. Epub 2007 Aug 23. Dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa inkubasi sel hepar dengan senyawa poli fenol (sama dengan yang ditemukan dalam umbi daun insulin), dapat menurunkan produksi glukose oleh hepar dan dapat meningkatkan kadar enzim glukokinase dengan demikian meningkatkan pemakaian glukose.

4.3.Simonovska B, Vovk I, Andrensek S, Valentová K, Ulrichová J. (2003). Investigation of phenolic acids in Yacón (Smallanthus sonchifolius) leaves and tubers. J Chromatogr A. Oct 17;1016(1):89-98. Dalam penelitian ini, ditemukan kandungan polifenol dan flavonoid dalam daun Yacón (daun Insulin) yang mana dapat bertindak sebagai anti radikal bebas.

4.4.Lin F, Hasegawa M, and Kodama O (2003). Purification and Identification of Antimicrobial Sesquiterpene Lactones from Yacón (Smallanthus Sonchifolius) Leaves. Biosci. Biotechnol. Biochem. 67 (10), 2154-2150. Beberapa senyawa lakton ditemukan dapat berfungsi sebagai anti bakteri.

4.5.Valentová K, Moncion A, de Waziers I, Ulrichová J. (2004). The effect of Smallanthus sonchifolius leaf extracts on rat hepatic metabolism. Cell Biol Toxicol. Mar;20(2):109-20. Dalam air hasil ekstrak daun Yacón (daun insulin) dinyatakan dapat digunakan untuk mencegah dan merawat penyakit akibat oksidan dan radikal bebas terutama pada penderita diabetes mellitus (DM). Dalam penelitian ini dapat ditunjukkan pemulihan fungsi liver (glukoneogenesis) setelah pemberian air ektraks daun Yacón.

4.6.Acela Inés Arnao-Chambers et al. (2012). Hepatoprotective effect of Smallanthus sonchifolius (Yacón) in an Aqueous extract acetaminophen intoxication model. An Fac Med. V.73 n.3 Lima jul. Dalam penelitian in ditunjukkan pengaruh ekstrak menggunakan air daun Yacón (daun insulin) dapat menyembuhkan pengaruh keracuan paracetamol yang setara dengan silymarin sebagai hepatoprotektor.

5.Cara meramu atau membuat sediaan.

5.1.Umbinya bisa dimakan langsung atau dimasak. Terasa manis. Dimakan sebagai camilan, atau dibuat sirup pengganti gula dapur, bagi yang sedang diet rendah kalori dan penderita diabetes mellitus.

5.2.Untuk diabetes mellitus. Daunnya, 5 – 10 lembar direbus (jangan menggunakan aluminium) dengan 6 gelas air, dijadikan 3 gelas. Diminum 2 – 3 kali sehari. Dosisnya disesuaikan dengan kadar gula darahnya dan diperiksa hasilnya dengan cek gula darah.

5.3.Untuk keracunan (ada peningkatan SGOT SGPT, muntah-muntah), 5 lembar daun Yacón direbus dengan 6 gelas air dijadikan 3 gelas dan diminum tiga kali sehari.

6.Efek samping

Tidak ada efek sampning yang menonjol6

Apabila dalam perawatan dengan Yacón merasa lemas, gemetar dan keluar keringat dingin (tanda-tanda gula darah turun),  cepat minum air gula.

Untuk melihat fotonya di click dua kali di bawah ini!

Foto Yacón

7.Bahan bacaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Yac%C3%B3n

2.http://ejfa.info/index.php/ejfa/article/viewFile/16667/8974

3.http://yadda.icm.edu.pl/yadda/element/bwmeta1.element.elsevier-eae6148b-2fa9-3d1c-bada-60f802b82085

4.[J Chromatogr A. 2005] – PubMed – NCBI.htm

5.Kateřina Valentová, Jitka Ulrichová Biomed. Papers 147(2), 119–130 (2003) Biomed.Papers_bio-200302-0001.pdf

6.Ray Sahelian, MD. Yacón root, herb and syrup research studies, health benefits.htm

 

1.Pendahuluan

Kersen atau Keres mempunyai banyak nama, diantaranya: Baleci (Lumajang Jatim), Jamaican Cherry, Panama Berry, Singapore Cherry (Inggris), Manzanitas (Filipina), Takhop Farang (Thailan), Kerukup Siam (Malaysia), Japanis Kers (Belanda), dan banyak lagi1.

Tanaman ini berasal dari Sentral Benua Amerika (Mexico, Caribbean) dan daerah Subtropis Amerika Selatan, kemudian ditanam dan tersebar di daerah Asia yang tropis2,3.

Pohon Kersen bisa dipakai sebagai peneduh di pinggir jalan, tumbuh liar dan muncul di tengah retakan tembok, atau tepi trotoar, akhirnya tumbuh dengan cepat, biasanya dibiarkan saja1.

Di Meksiko, buahnya diolah menjadi bermacam campuran kue, sedangkan daunnya dipakai sebagai minuman seperti teh4.

Tulisan ini akan memaparkan kandungan fitokimia Kersen dan manfaatnya sebagai herbal, serta beberapa penelitian yang menunjangnya.

 2.Kandungan fitokimia

Tanaman ini mengandung bermacam-macam flavonoida, diantaranya flavone, flavanone, flavan, dan biflavan5,6. Selain itu juga ditemukan Alkaloid, Saponin dan Tannin7. (Poli fenol, Flavonoid, Saponin, Tannin, dan Alkaloid bisa dibaca di blog saya juga)

3.Manfaat Kersen

3.1.Secara tradisional daun dan buah Kersen dipakai sebagai:

3.1.1.Obat batuk pilek (flu)

3.1.2.Untuk mengurangi nyeri (analgesik)

3.1.3.Obat mag (ulcus peticum)

3.1.4.Untuk pembesaran prostat (prostate hypertropy)

3.2.Di laboratorium  (percobaan) telah dibuktikan mempunyai manfaat sebagai:

3.2.1. Mengurangi sakit atau nyeri (Antinociceptive)

3.2.2.Menurunkan panas (antipyretic)

3.2.3.Anti radang (anti inflammatory), anti rematik

3.2.4.Anti bakteri

3.2.5.Anti kanker6

3.2.6.Menurunkan kadar glukosa darah (diabetes mellitus)8

4.Penelitian

4.1.Rakhmi Rhamdani S. (2008). Tesis S1. Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Muntingia calaburaL. Terhadap Kadar Glukosa Darah  Mencit (Mus musculusL.) Swiss Webster JantanDewasa yang Dikondisikan. Ekstrak etanol daun Kersen dapat menurunkan glukosa darah mencit8.

4.2.Zakaria Z.A. et al. (2006). The in vitro Antibacterial Activity of Corchorus olitoriusand Muntingia calabura Extracts.Toxicology, 1: 108-114. Kesimpulan: Ekstrak daun Keres berpotensi mempunyai aktivitas anti bakteri terhjadap  Salmonella enteriditisCitrobacter fruendiiEnterobacter aerogenesKlebsiella pneumoniaeVibrio choleraeVibrio parahemolyticus,Pseudomonas aeruginosa and Salmonella typhi9.

4.3.Zakaria Z.A. et al. (2011). In Vitro Anti proliferative and Antioxidant Activities of the Extracts of Muntingia calabura Leaves. The American Journal of Chinese Medicine, Vol. 39, No. 1, 183–200.  Kesimpulan : Daun Keres mengandung polifenol yang potensial sebagai anti kanker dan mempunyai efek anti oksidan7.

5.Cara membuat sediaan

Untuk menurunkan gula darah:

10 sampai 20 lembar daun keres direbus dengan satu liter air, dijadikan sepertiganya, diminum tiap pagi sebelum makan pagi.

6.Efek samping

Keluar keringat, gemetar, dan merasa lemas. Ini timbul karena gula darahnya turun terlalu rendah. Cara menanggulanginya minum air gula sedikit hingga gejalanya hilang.

 7.Bahan bacaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Kersen 2.http://www.greenlandscape.in/site/mmbase/attachments/330638/Muntingia_calabura.pdf;jsessionid=B410DE5349B5846665E938B091F96A1B

3.http://www.ijpbs.net/volume2/issue1/biological/_41.pdf

4.http://www.ijplsjournal.com/issues%20PDF%20files/june_2012/4.pdf

5.http://proj3.sinica.edu.tw/~chem/servxx6/files/paper_8010_1269165966.pdf

6.http://www.unisa.it/uploads/4941/060.sridha.pdf

7.http://download.bioon.com.cn/upload/201102/12/194400exyxeoxxqccuzved.attach.pdf

8.http://www.sith.itb.ac.id/abstract/s1/Pengaruh%20Ekstrak%20Etanol%20Daun%20Muntingia%20calabura%20L.%20terhadap%20Kadar%20Glukosa%20darah%20Mencit%20(Mus%20musculus%20L.)%20Swiss%20Webster%20Jantan%20Dewasa%20yang%20Dikondisikan-Rakhmi-S1

9.http://scialert.net/fulltext/?doi=jpt.2006.108.114&org=10

1.Pendahuluan

Daun Salam (ada yang menyebut Salam saja) tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand). Di samping itu salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan yang lain, terutama untuk diambil daunnya. Daun Salam bila diremas berbau harum. Daunnya diambil sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu1,2. Daun salam liar hampir tak pernah dipergunakan dalam masakan, selain karena baunya sedikit berbeda dan kurang harum, salam liar juga menimbulkan rasa agak pahit2.

Nama Lokal : Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),; Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura)1. Bahasa Inggris: Indonesian Bay Leaf2.

2.Kandungan fitokimia

Salam mengandung : Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida1.Daun salam kering mengandung sekitar 0,17% minyak esensial, dengan komponen penting eugenol dan metil kavikol (methyl chavicol) di dalamnya3.

3.Manfaat Daun Salam sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional Daun Salam biasa dipakai sebagai1,2:

3.1.Diare

3.2.Obat mag

3.3.Menurunkan gula darah (diabetes mellitus)

3.4.Efek samping alkohol (mabuk)

3.5.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.6.Menurunkan asam urat

4.Penelitian

1.Hermana W (2008). Pemberian Tepung Daun Salam (Syzygium polyanthum(Wight) Walp.) dalam Ransum Sebagai Bahan Antibakteri Escherichia coli terhadap  Organ Dalam Ayam Broiler. Media Peternakan, April Vol. 31 No. 1, hlm. 63-70.Kesimpulan: Pemberian tepung daun salam hingga taraf 3% cenderung menekan jumlah koloni bakteri E. coli dalam ekskreta4.

2.Nety Wulandari Chrisnaningsih (2006). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Syzygium polyanthum TERHADAP PRODUKSI ROI MAKROFAG  PADA MENCIT BALB/c YANG DIINOKULASI  Salmonella typhimurium. Karya Ilmiah untuk S1 FK. Kesimpulan: Ekstrak Syzygium polyanthum tidak dapat meningkatkan produksi ROI (Reactive oxygen intermediates)  makrofag mencit yang diinfeksi Salmonella typhimurium5.

3.Nimim P Zahara, Aryoko Widodo (tahun ?). The Effect of Syzygium polyanthum on Nitric Oxide Production from Macrophage in Balb/c Mice Inoculated with Salmonella typhimurium. Kesimpulannya: Pemberianekstrak daun salam peroral dengan dosis 56,7mg, sebanyak 1ml/hari ternyata dapat meningkatkan produksi nitritoksida makrofag mencit Balb/c yang diinokulasi Salmonella typhimurium6.

4.Sukrasno et al. (2004?) dalam Antihypertensive Effect of Syzygium polyanthum (Wight) Walp. leafs extract and combined with Eucheuma cottoni and Cyclea barbata Miers. powder in male Wistar rats using the CODA rat tail-cuff system menunjukkan efek yang positif dalam penurunan tekanan darah sistol dan diastol7.

5.Efek samping pemberian daun salam

Daun salam dapat menyebabkan obstipasi, atau sulit buang air besar (BAB) pada orang normal, sedangkan bagi yang diare ringan bisa mengurangi frequensi BAB7.

6.Cara pemakaian

6.1. Diare:

15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu diminum.

6.2. Kencing manis:

7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum1.

Foto Daun Salam

 7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=97

2.http://id.wikipedia.org/wiki/Salam_(tumbuhan)

3.http://tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_syzygium_polyanthum_.pdf

4.http://journal.ipb.ac.id/index.php/mediapeternakan/article/download/1119/291

5.http://eprints.undip.ac.id/20911/1/Nety.pdf

6.http://eprints.undip.ac.id/20914/1/Nimim.pdf

7.http://asagbiotech.net/Recent/Activities/Bangkok_Symposium/PosterPresentation/Suci_Poster_hipertensi_new.pdf

1.Pendahuluan
Jintan Putih dengan nama local Jinten Putih (Jawa), Ginten (Bali); Jinten Bodas (Sunda), Jhinten pote (Madura); Jeura engkut, Jeura putih (Aceh), Jinten pute (Bugis), dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim sejuk, seperti di daerah India utara dekat kaki pegunungan Himalaya. Di Indonesia meskipun dapat tumbuh, tetapi pada umumnya kurang baik(1).
Diperkirakan orang Persia adalah yang pertama menanam Jintan Putih. Di Mesir kuno Jintan Putih selain dipakai untuk bumbu masak dan obat tradisional, juga sebagai salah satu komponen dari bahan untuk membuat mummi. Bukti Arkheologi pemakaian Jinten Putih di Mesir tercatat sejak abad ke 16 Sebelum Masehi(2).
Jintan Putih sering disamakan dengan “Caraway” (Jintan=Jintenjemuju), dan merupakan bumbu terpopuler kedua di dunia setelah lada hitam(3).
Dewasa ini pengekspor utama dunia adalah India (90%), dari daerah Rajasthan dan Gujarat.

2.Kandungan Jintan Putih
Biji Jintan putih mengandung unsur minyak menguap (terbang) sebanyak kurang dari 8%. Minyak menguap tersebut diperoleh dari biji jintan putih dengan cara disuling(1).
Dalam 100 gr Jintan Putih mengandung :
Energi 1,567 kJ (375 kcal). Karbohidrat 44.24 g. Serat 10.5 g. Lipida (lemak) 22.27 g. Lemak jenuh 1.535 g. Protein 17.81 g. Air 8.06 g. Vitamin A equiv. 64 μg (8%). Riboflavin (vit. B2) 0.327 mg (27%). Niasin (Niacin) (vit. B3) 4.579 mg (31%). Vitamin B6 0.435 mg (33%). Asam Folat (vit. B9) 10 μg (3%). Vitamin C 7.7 mg (9%). Vitamin E 3.33 mg (22%). Vitamin K 5.4 μg (5%). Calcium 931 mg (93%). Zat Besi 66.36 mg (510%). Magnesium 366 mg (103%). Phosphorus 499 mg (71%). Potassium (Kalium) 1788 mg (38%). Sodium (Natrium) 168 mg (11%). Zinc 4.8 mg (51%). (persentase dari kebutuhan orang Amerika yang direkomendasikan oleh otoritas USA)(3).
Dalam minyak terbang (volatile oil) mengandung 30% hingga 50% cuminaldehyde, sedikit alfa-pinene, beta-pinene, phellandrene,cuminic alcohol, hydrated cuminaldehyde dan hydro cuminine(4).
Selain itu Jinten Putih mengandung cuminol, cymino, hellandren, carvone dan cuminique alcohol(5).

3.Pemakaian sebagai Obat Tradisional
Sebagai obat tradisional Jintan Putih telah lama dipakai untuk penyakit Saluran Pencernaan, penyakit Kandungan, penyakit Saluran Nafas (obat batuk anti tusif, asma), untuk anti inflamasi, untuk relaksasi otot, menurunkan gula darah, menurunkan lipida darah, obat jantung dan untuk mengatasi sulit tidur1,5. Selain itu Jintan Putih terbukti mempunyai efek anti bakteri, anti oksidan, anti karsinogenik dan larvasidal(6).

4.Penelitian
4.1.Jintan Putih setara dengan kodein dalam menahan batuk pada tikus percobaan(5).
4.2.Minyak terbang Jintan Putih, mempunyai anti inflamasi setera denngan diclofenac(4).
4.3.Minyak terbang Jintan Putih mempunyai efek anti inflamasi tapi tidak mempunyai efek anti nyeri(6).
4.4.Percobaan menggunakan mencit menunjukkan air ekstrak biji Jintan Putih bisa memperpanjang wakttu berenang dan lebih tahan terhadap keadaan anaerobik(7).

5.Efek samping
Minyak terbang Jintan Putih mempunyai efek toksis sangat kecil ( lebih dari 47 kali dosis yang diperlukan untuk penngobatan)(8).

6.Contoh pemakaian Jintan Putih
Sebagai contoh saya ambil di Kepustakaan no. 1, untuk mengatasi sulit tidur:
Bahan: 1 sendok teh biji jintan putih, 3 potong kangkung sayur, 2 lembar daun pegagan
¼ sendok makan ketumbar.
Cara membuat: Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

7.Kepustakaan
1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=3
2.http://www.naturalstandard.com/index-abstract.asp?create-abstract=patient-cumin.asp&title=Cumin
3.http://en.wikipedia.org/wiki/Cumin
4.http://scholarsresearchlibrary.com/DPL-vol2-iss1/DerPharmaciaLettre-%202010-2-1-22-24.pdf
5.http://nopr.niscair.res.in/bitstream/123456789/7964/1/NPR%205(4)%20266-269.pdf
6. Jinten (Cuminum cyminum L.) « CCRC FARMASI UGM.htm
7.http://www.ijapronline.org/admin/images/20110217_venkatalakshmi%20et%20al%20IJAPR_2.pdf
8.http://www.sid.ir/en/VEWSSID/J_pdf/84920020408.pdf

Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum = C verum).

1.Pendahuluan

Kayu manis termasuk bumbu yang paling lama dikenal. Sejak 5000 tahun yang lalu kayu manis telah dikenal, konon tertulis di Old Testamen. Di jaman Mesir kuno dipakai untuk membalsem mummi, di China tertulis dalam buku pengobatan tradisional sejak 2700 tahun sebelum Masehi.

2.Manfaat kayu manis

Khasiat kayu manis untuk kesehatan diantaranya untuk: mengatur gula darah (Naturally-occurring compounds that have been shown to improve insulin sensitivity include Cr and polyphenols found in cinnamon), menurunkan kholesterol dan Trigliserida, artritis (linu persendian), mempertahankan daya ingat dan sistim syaraf, untuk kesehatan jantung dan sirkulasi darah, untuk kesehatan percernaan makanan, untuk meringankan penyakit flu, mengurangi sakit waktu mestruasi, untuk mengurangi percepatan perkembangan leukemi, mencegah kanker usus besar, dan mengandung anti bakteri dan anti jamur. Kayu manis dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu kayu manis dapat mengurangi lemak yang ada dalam tubuh kita dan sebaliknya meningkatkan massa otot.

Khasiat untuk kesehatan di atas, terutama karena kayu manis mengandung senyawa yang berfungsi sebagai anti oksidan. Kandungan senyawa lainnya berkhasiat dengan jalan membantu fungsi faal tubuh dan reaksi biokimiawi.

3.Kandungan fitokimia

Kandungan kayu  manis bisa dibagi menjadi dua macam yaitu yang larut dalam air dan yang larut dalam minyak. Kalau kita memakai kayu manis untuk bumbu masak dalam bentuk  batangan maka yang kita dapatkan hanya yang larut dalam air, sedangkan kalau kita memasukkan bubuk kayu manis, kedua macam kandungan kayu manis bisa kita dapatkan. Sebagai pengobatan alternatif  bisa dimasukkan kapsul.

Kandungan kedua macam kayu manis tersebut diantranya: cinnamaldehyde, eugenol,  trans-cinnamic acid; kelompok senyawa fenol; tannins; catechins; oligomeric proanthocyanidins; limonene dan alpha-terpineol; pinene; calcium monoterpenoid oxalates; gum; mucilages; resins; starch; complex sugars. Coumarin dalam jumlah yang sangat sedikit juga bisa ditemukan. Mineral yang ada dalam kayu manis diantaranya adalah kalsium, magnisium, zat besi , kalium, natrium, khromium (cr), selenium, tembaga (Cu), dan zing (Zn). Biarpun dalam jumlah yang kecil, kayu manis juga mengandung vitamin A, riboflavin (B2), niacin (B3), dan vitamin K

Karena banyak yang mencari kandungan kayu manis maka saya tambahkan data baru sebagai barikut :

Dalam 100 gr bubuk kayu manis mengandung :

Calories261.00

Protein (g)3.89

Fat Total (g)3.19

Carbohydrate (g)79.85

Fiber – Total (g)54.30

Sugar – Total (g)2.17

Calcium (mg)1228.00

Iron (mg)38.07

Magnesium (mg)56.00

Phosphorus (mg)61.00

Potassium (mg)500.00

Sodium (mg)26.00Zinc (mg)1.97

Copper (mg)0.23

Manganese (mg)16.67

Selenium (mg)1.10

Vitamin C (mg)28.50

Thiamin (mg)0.08

Riboflavin (mg)0.14

Niacin (mg)1.30

Vitamin B6 (mg)0.31

Folate – Total (mcg)29.00

Food – Folate (mcg)29.00

Folate – DFE (mcg_DEF)29.00

Vitamin B12 (mcg)0.00

Vitamin A (IU)280.00

Retinol (mcg)0.00

Vitamin E (mg)0.95

Vitamin K (mcg)31.20

Fat – Saturated (g)0.65

Fat – Monounsaturated (g)0.48

Fat – Polyunsaturated (g)0.53

Cholesterol (mg)0.00

4.Sumber :

http://www.nutritionanalyser.com/food_composition/?fid=02010

July 2017
M T W T F S S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis