You are currently browsing the tag archive for the ‘flavonoid’ tag.

Synonim Lagurus cylindricus L., Imperata Arundinaqcea Cirillo
1.Pendahuluan
Alang-alang mempunyai banyak nama, nama-nama sesuai dimana tumbuh yaitu di Eropa, Afrika Timur, Asia, Australia, dan Amerika.
Di Indonesia juga berbagai nama sesuai dimana tumbuh, misalnya : Naleueng lakoe (Aceh); Jih (Gayo); Rih, Ri (Batak); Oo (Nias); Alalang, Hilalang, Ilalang (Minang kabau); Lioh (Lampung); Halalang, Tingen, Padang, Tingan, Puang, Buhang, Belalang, Bolalang (Dayak); Eurih (Sunda); Alang-alang kambengan (Jawa); Kebut, Lalang (Madura); Ambengan, Lalang (BaIi); Kii, Rii (FIores); Padengo, Padanga (Gorontalo); Deya (Bugis); Erer, Muis, Wen (Seram); Weli, Welia, Wed (Ambon). Bahasa Inggrisnya dikenal dengan nama Cogon grass atau satintail1.
Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman / kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi1. Akar alang-alang mengandung bahan kimia yang memungkinkan tumbuhan ini bisa menghambat tumbuhan lainnya dan alang-alang sendiri tumbuh dengan nyaman. Bahan kimia tersebut diantaranya “2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2.
Karena alang-alang ini tumbuh di lima benua (terutama di negara yang sudah maju), maka kandungan fitokimia telah banyak sekali yang sudah ditemukan/ ditentukan.
2.Kandungan Fitokimia dan mineral
Rizoma atau rimpang atau akar alang-alang mengandung banyak sekali senyawa kimia organik dan inorganik. Kandungan fenol dan turunannya yang telah ditemukan sangat banyak. Selain itu senyawa metabolit yang ada di rizoma alang-alng juga sudah banyak yang ditemukan. Diantara senyawa dan termasuk metabolit yang sudah ditemukan adalah: arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat. Adapun turunan flavonoid diantaranya 3′,4′,7-trihidroksi flavon, 2′,3′-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol1. Selain itu juga sudah ditetapkan adanya senyawa lainnya, diantaranya” iso-Eugenol, iso-ferulic acid, linoleic acid, ferulic acid, vanillin 4-acetyl-2-methoxyphenol, 2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2. Selanjutnya peneliti lainnya menemukan senyawa methoxylated flavonoids 1-4 , β-sitosterol-3-0-β-D-glucopyranosyl-6 ‘ -tetradecanoate 5 , 3-hydroxy-4-methoxy¬benzaldehyde 6 , daucosterol, β-sitosterol, dan α-amyrin5.
Dua minearal utama dalam rizoma alang-alang adalah potassium atau kalium dan kalsium1.
3.Manfaat rizoma/rimpang atau akar alang-alang sebagai obat tradisional
Sebagai obat tradisional biasa dipakai untuk1,3,4.
3.1.Menurunkan panas (anti piretik)
3.2.Munurunkan tekanan darah (anti hipertensi)
3.3.Menurunkan gula darah
3.4.Radang/nyeri sendi
3.5.Menghentikan perdarahan, misalnya dari hidung (epistaksis), dari saluran kencing (hematuria), bersama batuk (hemoptisis)
3.6.Melancarkan urinasi (diuretik)
3.7.Obat tidur (sedatif)
3.8.Hepatoprotektif
3.9.Infeksi saluran kencing.
3.10.Obat cacing
3.11.Luka dan infeksi kulit
4.Penelitian
4.1.Gamal A et al. (2009). Chemical Composition and Hepato-protective activity of Imperata cylindrica Beauv. Phcog Mag 2009;5:28-36. Dalam penelitian ini dibuktikan beberapa senyawa yang mereka temukan (isolasi), dapat melindungi hepar dari efek toksik CCl4, dan senyawa-senyawa tersebut dibuktikan juga tidak toksik terhadap hepar. Sebagai indikator SGOT dan SGPT5.
4.2.Antonius satria Jaya, Wisnu Setiari J, dan Ira Arundina (2009). Efek Antipiretik Infusum Batang Alang-Alang {Imperata cylindrica (L.) Beauv}. Journal Media Oral Biology Dental Journal / Vol. 1. No. 1. Infusa batang alang-alang dengan dosis tertentu (sampai dengan 20%) dapat menurunkan temperatur tikus yang dibuat panas dengan menginjeksi vaksin DPT. Dibandingkan dengan paracetamol (dalam abstractnya tidak disebut dosisnya berapa), pengaruh antiperetiknya kalah efektif6.
Catatan. Dalam penelitian di atas bahannya adalah batang (trunk), sedangkan sebagai obat tradisional yang dipakai adalah akarnya yang disebut juga rimpang atau rizoma.
4.3.Duan Du Dat et al. Studies on the individual and combined diuretic effects of four Vietnamese traditional herbal remedies (Zea mays, Imperata cylindrica, Plantago major and Orthosiphon stamineus). Hasil penelitian ini menyimpulkan perlunya direview kembali penggunaan obat tradisional dengan cara tradisional untuk diuretik, karena dengan menggunakan penelitian standar, tanaman tersebut tidak menunjukkan adanya efek diuretik7.
5.Efek samping
5.1.Herbal ini tidak boleh dikonsumsi oleh penderita jantung koroner. Herbal ini dapat meningkatkan pembekuan darah.
5.2.Bagi penderita diabetes mellitus yang sudah menjalani pengobatan harus hati-hati karena gula darahnya bisa makin turun.
5.3.Dapat menurunkan tekanan darah.
5.4.Dapat membuat ngantuk.
6.Cara membuat sediaan
6.1.Untuk membuat seduan herbal dari akar / rhizoma / rimpang rumput alang-alang. Ambillah 30-60 gram akar rumput basah, bisa dikeringkan dulu atau langsung dihaluskan. Direbus dengan satu liter air digadikan sepertiga, disaring kalau perlu. Diminum separuh pagi separuh malam.
6.2.Untuk obat luar. Akar rumput alang-alang yang masih basah dihaluskan dijadikan obat luar.
7.Kepustakaan:
1.http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=201
2.http://www.mendeley.com/research/chemical-interaction-invasiveness-cogongrass-imperata-cylindrica-l-beauv/
3.http://www.stuartxchange.org/Kogon.html
4.http://en.wikipedia.org/wiki/Imperata_cylindrica
5.http://www.phcog.com/article.asp?issn=0973-1296;year=2009;volume=5;issue=17;spage=28;epage=36;aulast=Mohamed
6.http://dentj.fkg.unair.ac.id/abstract.php?id=15
7.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/037887419290048V
8.http://www.epharmacognosy.com/2012/06/imperata-rhizome-baimaogen-imperata.html

Sinonim :
Phylanthus alatus, Bl. P. cantonensis, Hornem. P. echinatus, Wall. P. lepidocarpus, Sieb.et Zucc P. leprocarpus, Wight.

Nama lain: Child pick a back (Inggris), Kilanelli (India), Meniran (Jawa); Zhen chu cao, Ye xia zhu (Cina), Gasau madungi (Ternate)1

1.Pendahuluan

Meniran, tumbuh subur di daerah tropis seperti di China,  India Selatan, Amerika latin2. Tanaman ini bisa didapatkan juga di daerah tropis lainnya seperti di Sri Lanka, Pakistan,  Laos, Camboja, Myanmar, Thailan, Taiwan, Filipina, Malaysia, Indonesia, Papua New Guinea, Cuba, Guam, Micronesia, dan Nigeria3.

Meniran tumbuh liar di hutan-hutan, ladang-ladang, kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah; pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut1.

Meniran sudah lama digunakan sebagai obat tradisional di negara-negara tersebut di atas untuk bermacam-macam kelainan.

2.Kandungan fitokimia

Diantara senyawa yang banyak ditemukan dalam Meniran adalah: flavonoid, triterpenoid dan tannin4. Didapatkan juga alkaloid, coumarin, cinnamic acid,  lignan, phenolic, dan steroid5. Lebih detil lagi telah ditentukan pula senyawa seperti gallic acid (GA), corilagin (Cor) and ellagic acid (EA)6. Ada lagi empat senyawa lignan telah di identifikasi yaitu 5-demethoxy-niranthin, urinatetralin, dextrobursehernin, urinaligran7.

3.Manfaatnya sebagai obat herbal

Sebagai obat alternative Meniran bisa dipakai untuk1,4,8,9,10,12,13:

3.1.Anti piretik1

3.2.Hepatitis1

3.3.Obat batuk1

3.4.Obat untuk diare1

3.5.Menorrhagi (haid berlebih) 1

3.6.Menurunkan gula darah (diabetes mellitus)4

3.7.Dapat menurunkan Trigliserida, total Kholesterol dan menaikkan HDL Kholesterol4

3.8.Obat malaria8

3.9.Penghancur batu ginjal dan batu empedu9

3.10.Untuk kanker10

3.11.Mengurangi pengaruh keracunan Paracetamol12

3.12.Melonggarkan saluran nafas13

3.13.Obat luar untuk, luka bakar dan infeksi1

4.Penelitian atau artikel

4.1.Garg Munish and Garg Chancha (2012). Effect of Phyllanthus Urinaria in Biochemical Profile of  Experimental Hyperglycemic Albino Rats. Res. J. Pharmaceutical Sci. Vol. 1(1), 2-6, September. p 2-5. Peneliti menyimpulkan pemberian ekstrak Meniran dapat memperbaiki tidak hanya kadar gula darah, namun juga memperbaiki profil lipid, fungsi hepar dan ginjal akibat diabetes mellitus yang dibuat dengan intra peritonial alloxan monohydrate4.

4.2.Huang Sheng-Teng, MD, PhD. Et al. (2010). Review Article. Anti-cancer Effects of Phyllanthus urinaria and Relevant Mechanisms. Chang Gung Med J;33:477-87. Dalam tulisan ini diterangkan bahwa ekstrak Meniran dalam laboratorium (in vitro) bisa untuk kanker paru, kanker liver, dan leukemia. Diterangkan juga mekanisme kerjanya10.

4.3.Xu M. Et al. (2007). Phenolic antioxidants from the whole plant of Phyllanthus urinaria. Chemistry & biodiversity 4:9. Sep pg 2246-52. Abstrak penelitian ini menerangkan kandungan dari ekstrak Meniran (beberapa senyawa) dan aktifitas sebagai anti radikal bebas11.

4.4.Anoname. Ekstrak meniran dapat mengurangi efek keracunan dari paracetamol12

4.5.Huang Sheng-Teng et al. (2003). Phyllanthus urinariatriggers the apoptosis and Bcl-2

down-regulation in Lewis lung carcinoma cells. Life Sciences 72:1705–1716. Ekstrak Meniran dapat menginduksi apoptosis pada sel kanker paru14.

4.6.Gunawan Putri, Kato E. And Kawabata J. (2011). α-Amylase inhibitors from an Indonesian medicinal herb, Phyllanthus urinaria. J Sci Food Agric. Sep 23. doi: 10.1002/jsfa.4615. Abstrak. Ekstrak Meniran dapat menghambat kerja enzim amilase pankreas, mungkin bisa digunakan untuk diabetes ringan15.

5.Cara membuat sediaan1

5.1.Sakit Kuning (jaundice)

5.1.1.Bahan Utama: 16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun). Bahan Tambahan: 2 gelas air.       Cara membuat: Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan direbus dengan 2 air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.Cara menggunakan:  disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.

5.1.2.Bahan Utama: 7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan bunga). Bahan Tambahan: 7 buah. Bunga cengkeh kering,  5 cm rimpang  umbi temulawak, 1 potong kayu manis. Cara Membuat: Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

5.2.Malaria. Bahan utama: 7 Batang tanaman Meniran lengkap. Bahan tambahan: 5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis. Cara membuat:  Seluruh  bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan:   disaring dan diminum 2 kali sehari.

5.3.Batuk. Bahan Utama: 3 – 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, bunga). Bahan tambahan:  Madu secukupnya. Cara membuat:  Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur dengan 1 sendok makan madu sampai merata. Cara menggunakan:  diminum  sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari

5.4.Haid berlebihan. Bahan Utama: 3 – 7  potong akar Meniran kering. Bahan tambahan: 1 gelas air tajin. Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air  sampai mendidih, kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata.Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

5.5.Disentri. Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga ). Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

5.6.Luka koreng. Bahan Utama:  9 – 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga). Cara membuat:  Bahan Utama dicuci Bersih dan ditumbuk halus.  Kemudian direbus dengan 1 cerek air. Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk mandi.

5.7.Jerawat. Bahan Utama:  7 Batang tanaman meniran. Bahan Tambahan:  1 Rimpang umbi kunyit (4 cm). Cara membuat:  Seluruh  bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk  sampai halus, kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur setiap hari.

6.Efek samping

Tulisan mengenai efek samping minum ramuan Meniran belum ketemu, namun dengan minum 5 gram “teh” Meniran (menambahkan air panas pada daunnya tapi tidak dididihkan) yang dijadikan 3 kali ( tiap kali 1/3 x 5 gram) selama beberapa minggu tidak akan menimbulkan efek samping.

Untuk jangka panjang dosisnya separuhnya16.

Untuk amannya, bagi yang menderita stroke karena pembekuan atau gumpalan darah atau thrombus dan yang menderita penyakit jantung koroner yang minum obat pngencer darah (salisilat dan lainnya) lebih baik jangan minum ramuan dari Meninran, dikhawatirkan mengganngu usaha untuk mengencerkan darah (pendapat pribadi).

Apabila ingin melihat foto Meniran “click” dibawah ini.

Foto Meniran 

7.Bahan bacaan:

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=18

2.http://www.erbeofficinali.org/dati/nacci/studi/PHYLLATHUS%20provoca%20APOPTOSI%20su%20tumori.pdf

3.http://flowers.la.coocan.jp/Euphorbiaceae/Phyllanthus%20urinaria.htm

4.http://www.isca.in/IJPS/Archive/v1i1/1.ISCA-RJPcS-2012-002.pdf

5.http://books.google.co.id/books?id=ordQCHqPy9gC&pg=PA134&lpg=PA134&dq=phyllanthus+urinaria+phytochemistry&source=bl&ots=i1pHCEtMSB&sig=tDnnHGa08jAYh3wcyK1y9D_1gQE&hl=en&sa=X&ei=qkwpUdCiGIOMrgfJloGwBg&redir_esc=y#v=onepage&q=phyllanthus%20urinaria%20phytochemistry&f=false

6.http://www.academicjournals.org/ajpp/pdf/pdf2011/8%20November/Mahdi%20et%20al.pdf

7.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12877924

8.Mustofa, Eti Nurwening Sholikhah,Subagus Wahyuono (2007).  Anti plasmodial activity of fractions isolated from methanolic extract ofmeniranherb (Phyllanthus niruriL) traditionally used to treat malariaBerkala/lmuKedokteran Vol.39, No.1, Maret: 7-13

9.http://www.stuartxchange.com/Ibaibaan.html

10.http://memo.cgu.edu.tw/cgmj/3305/330501.pdf

11.http://www.unboundmedicine.com/medline/citation/17886844/Phenolic_antioxidants_from_the_whole_plant_of_Phyllanthus_urinaria_

12.http://www.thefreelibrary.com/Phyllanthus+urinaria+extract+attenuates+acetaminophen+induced…-a0221083824

13.http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.2042-7158.1996.tb03913.x/abstract

14.http://www.erbeofficinali.org/dati/nacci/studi/PHYLLATHUS%20provoca%20APOPTOSI%20su%20tumori.pdf

15.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22095704

16.http://www.phyllanthus.net/phyllantus-dosage.htm

Nama lain: Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). Nama simplisia Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa)1.

1.Pendahuluan

Mahkota Dewa (MD) bisa ditemukan di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Tanaman ini kemungkinan berasal dari Papua. Mahkota Dewa tumbuh subur di tanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200 m dpl. Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m1.

2.Kandungan fitokimia

Daun Mahkota Dewa mengandung anti histamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (gallic acid, lignan). Kulit buah mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid (kaempferol, myricetin, naringin, dan rutin)1,2,3. Bijinya mengandung fevicordin A4.

3.Manfaat

Secara tradisional Mahkota Dewa biasa dipakai untuk1,2,3:

3.1.Gangguan liver

3.2.Gangguan ginjal

3.3.Gangguan jantung

3.4.Hemorroid (ambeien)

3.5.Diare

3.6.Menurunkan gula darah (diabetes mellitus)

3.7.Impotensi

3.8.Migrain

3.9.Stroke

3.10.Anti radang, dan anti nyeri. (rematik)

3.11.Alergi

3.12.Acne (jerawat), dan penyakit kulit lainnya (psoriasis).

3.13.Kanker

4.Penelitian

4.1.Hendra R. et al. (2011). Antioxidant, Anti-inflammatory and Cytotoxicity of Phaleria macrocarpa(Boerl.) Scheff Fruit. BMC Complementary and Alternative Medicine,11:110. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah MD, mempunyai aktifitas anti oksidan yang kuat, selain itu juga sebagai anti radang dan anti kanker3.

4.2.Diantini A et al. (2012). Cytotoxicity of fevicordin-A from Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl on P 388, HeLa, CasKi, TE-2, TE-8 andPrepuce’s Fibroblast cells. E3 Journal of Medical Research Vol. 1(1). pp. 001-005. Kesimpulan: Fevicordin yang terdapat dalam biji buah MD berpotensi sebagai obat kanker cervix dan leukemia4.

4.3.Ali R. B. Et al. (2012). Hypoglycemic and anti-hyperglycemic study of Phaleria  macrocarpa fruits pericarp. Journal of Medicinal Plants Research Vol. 6(10), pp. 1982-1990. Penelitian ini menyimpulkan, penggunaan buah MD (pericap) dalam pengobatan tradisional untuk kencing manis (diabetis mellitus) dapat dibenarkan5.

4.4.Faried A. Et al. (2007). Anticancer effects of gallic acid isolated from Indonesian herbal medicine, Phaleria macrocarpa(Scheff.) Boerl, on human cancer cell lines. INTERNATIONAL JOURNAL OF ONCOLOGY 30: 605-613. Kesimpulan: Asam Gallat (gallic acid) yang ada dalam buah MD, berpotensi sebagai obat anti kanker6.

4.5.Fariza Nor et al. (2012). Anti-inflammatory Activity of the Major Compound from Methanol Extract of Phaleria macrocarpa Leaves. Journal of Applied Sciences. Vol 12, 11: 1195-1198. Phalerin yang didapat dengan mengekstrak daun MD memakai metanol mempunyai efek anti radang dengan kekuatan sedang7.

4.6.Tjandrawinata R. et al. (2011). EXTRACT OF PHALERIA MACROCARPA AS AN ANTINEOPLASTIC, ANTI-INFLAMMATORY AND ANTIANGIOGENIC AGENT. Publication date: 2011-04-21 Patent application number: 20110091395. Kesimpulan: Dengan cara yang sudah dipatenkan buah MD diekstrak dan senyawa darinya dapat dipakai untuk menghilangkan radang dan nyeri serta untuk anti kanker dan penyakit wanita lainnya8.

4.7.Suryanto, Teguh (2007) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PHALERIA MACROCARPA TERHADAP INDEKS APOPTOSIS SEL ADENOKARSINOMA MAMMA DAN PERKEMBANGAN MASSA TUMOR PAYUDARA MENCIT C3H. Masters thesis, Diponegoro University. Polifenol yang didapat dari ekstrak MD dapat merangsang pembentukan Interferon. Interferon dapat meningkatkan CTL dan NK-Cell. Selanjutnya senyawa dalam ekstrak dapat meningkatkan apoptosis indeks dan menghambat pertumbuhan sel kanker9.

4.8.Tjandrawinata R. et al. (2011). Symptomatic treatment of premenstrual syndrome and/or primary dysmenorrhea with DLBS1442, a bioactive extract of Phaleria macrocarpa. Int J Gen Med. 2011; 4: 465–476. Kesimpulan: Senyawa ekstrak MD yang dimasukkan kedalam kapsul sebanyak 100 mg dapat mengurangi gejala (nyeri dan lainnya) yang disebabkan oleh  menstruasi10.

5.Cara membuat sediaan

Secara ilmiah sebenarnya untuk beberapa keadaan atau penyakit (kecuali 4.8 di atas sementara ini), dosis yang diperlukan belum diketahui. Oleh karena itu untuk ramuan yang diminum, gunakan beberapa irisan buah kering (tanpa biji), atau beberapa helai daun dipakai beberapa hari, baru dosisnya ditingkatkan sedikit demi sedikit, sampai dirasakan manfaatnya. Untuk penyakit lainnya, misalnya penyakit kulit seperti psoriasis, dosis pemakaiannya kadang harus lebih besar agar mendapat manfaat yang diinginkan. Perhatikan efek samping yang timbul1.

5.1.Untuk disentri (diare bercampur darah).

Rebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15 g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring kemudian minum airnya sekaligus. Lakukan 2-3 kali dalam sehari1.

5.2. Psoriasis.

Belah buah mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis-tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya. Jika timbul gejala keracunan, turunkan dosis atau hentikan penggunaannya1.

5.3.Untuk rematik atau linu lutut.

Antara 10-20 lembar daun MD direbus dengan satu liter air, dijadikan sepertiganya. Diminum separuh pagi dan separuh sore hari. Ingat petunjuk membuat sediaan seperti yang tertulis di atas. Dimulai dengan 10 lembar.

6.Efek samping

Buah, dan terutama bijinya dapat menyebabkan sakit kepala, mabuk, kejang, dan pingsan. Ibu hamil tidak boleh minum ramuan MD1.

Kalau ingin melihat foto Mahkota Dewa “click” di bawah ini!

Foto Mahkota Dewa

7.Bahan bacaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=238

2.http://www.ijpbs.net/vol-3/issue-3/pharma/51.pdf

3.http://www.biomedcentral.com/content/pdf/1472-6882-11-110.pdf

4.http://www.academia.edu/1528568/Cytotoxicity_of_fevicordin-A_from_Phaleria_macrocarpa_Scheff._Boerl_on_P_388_HeLa_CasKi_TE-2_TE-8_and_Prepuces_Fibroblast_cells

5.http://www.academicjournals.org/jmpr/pdf/pdf2012/16Mar/Ali%20et%20al.pdf

6.http://www.internationalsurgery.org/doi/abs/10.9738/1404.1

7.http://scialert.net/abstract/?doi=jas.2012.1195.1198

8.http://www.faqs.org/patents/app/20110091395

9.http://eprints.undip.ac.id/29412/

10.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3133514/

1.Pendahuluan

Kersen atau Keres mempunyai banyak nama, diantaranya: Baleci (Lumajang Jatim), Jamaican Cherry, Panama Berry, Singapore Cherry (Inggris), Manzanitas (Filipina), Takhop Farang (Thailan), Kerukup Siam (Malaysia), Japanis Kers (Belanda), dan banyak lagi1.

Tanaman ini berasal dari Sentral Benua Amerika (Mexico, Caribbean) dan daerah Subtropis Amerika Selatan, kemudian ditanam dan tersebar di daerah Asia yang tropis2,3.

Pohon Kersen bisa dipakai sebagai peneduh di pinggir jalan, tumbuh liar dan muncul di tengah retakan tembok, atau tepi trotoar, akhirnya tumbuh dengan cepat, biasanya dibiarkan saja1.

Di Meksiko, buahnya diolah menjadi bermacam campuran kue, sedangkan daunnya dipakai sebagai minuman seperti teh4.

Tulisan ini akan memaparkan kandungan fitokimia Kersen dan manfaatnya sebagai herbal, serta beberapa penelitian yang menunjangnya.

 2.Kandungan fitokimia

Tanaman ini mengandung bermacam-macam flavonoida, diantaranya flavone, flavanone, flavan, dan biflavan5,6. Selain itu juga ditemukan Alkaloid, Saponin dan Tannin7. (Poli fenol, Flavonoid, Saponin, Tannin, dan Alkaloid bisa dibaca di blog saya juga)

3.Manfaat Kersen

3.1.Secara tradisional daun dan buah Kersen dipakai sebagai:

3.1.1.Obat batuk pilek (flu)

3.1.2.Untuk mengurangi nyeri (analgesik)

3.1.3.Obat mag (ulcus peticum)

3.1.4.Untuk pembesaran prostat (prostate hypertropy)

3.2.Di laboratorium  (percobaan) telah dibuktikan mempunyai manfaat sebagai:

3.2.1. Mengurangi sakit atau nyeri (Antinociceptive)

3.2.2.Menurunkan panas (antipyretic)

3.2.3.Anti radang (anti inflammatory), anti rematik

3.2.4.Anti bakteri

3.2.5.Anti kanker6

3.2.6.Menurunkan kadar glukosa darah (diabetes mellitus)8

4.Penelitian

4.1.Rakhmi Rhamdani S. (2008). Tesis S1. Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Muntingia calaburaL. Terhadap Kadar Glukosa Darah  Mencit (Mus musculusL.) Swiss Webster JantanDewasa yang Dikondisikan. Ekstrak etanol daun Kersen dapat menurunkan glukosa darah mencit8.

4.2.Zakaria Z.A. et al. (2006). The in vitro Antibacterial Activity of Corchorus olitoriusand Muntingia calabura Extracts.Toxicology, 1: 108-114. Kesimpulan: Ekstrak daun Keres berpotensi mempunyai aktivitas anti bakteri terhjadap  Salmonella enteriditisCitrobacter fruendiiEnterobacter aerogenesKlebsiella pneumoniaeVibrio choleraeVibrio parahemolyticus,Pseudomonas aeruginosa and Salmonella typhi9.

4.3.Zakaria Z.A. et al. (2011). In Vitro Anti proliferative and Antioxidant Activities of the Extracts of Muntingia calabura Leaves. The American Journal of Chinese Medicine, Vol. 39, No. 1, 183–200.  Kesimpulan : Daun Keres mengandung polifenol yang potensial sebagai anti kanker dan mempunyai efek anti oksidan7.

5.Cara membuat sediaan

Untuk menurunkan gula darah:

10 sampai 20 lembar daun keres direbus dengan satu liter air, dijadikan sepertiganya, diminum tiap pagi sebelum makan pagi.

6.Efek samping

Keluar keringat, gemetar, dan merasa lemas. Ini timbul karena gula darahnya turun terlalu rendah. Cara menanggulanginya minum air gula sedikit hingga gejalanya hilang.

 7.Bahan bacaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Kersen 2.http://www.greenlandscape.in/site/mmbase/attachments/330638/Muntingia_calabura.pdf;jsessionid=B410DE5349B5846665E938B091F96A1B

3.http://www.ijpbs.net/volume2/issue1/biological/_41.pdf

4.http://www.ijplsjournal.com/issues%20PDF%20files/june_2012/4.pdf

5.http://proj3.sinica.edu.tw/~chem/servxx6/files/paper_8010_1269165966.pdf

6.http://www.unisa.it/uploads/4941/060.sridha.pdf

7.http://download.bioon.com.cn/upload/201102/12/194400exyxeoxxqccuzved.attach.pdf

8.http://www.sith.itb.ac.id/abstract/s1/Pengaruh%20Ekstrak%20Etanol%20Daun%20Muntingia%20calabura%20L.%20terhadap%20Kadar%20Glukosa%20darah%20Mencit%20(Mus%20musculus%20L.)%20Swiss%20Webster%20Jantan%20Dewasa%20yang%20Dikondisikan-Rakhmi-S1

9.http://scialert.net/fulltext/?doi=jpt.2006.108.114&org=10

1.Pendahuluan

Daun Salam (ada yang menyebut Salam saja) tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand). Di samping itu salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan yang lain, terutama untuk diambil daunnya. Daun Salam bila diremas berbau harum. Daunnya diambil sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu1,2. Daun salam liar hampir tak pernah dipergunakan dalam masakan, selain karena baunya sedikit berbeda dan kurang harum, salam liar juga menimbulkan rasa agak pahit2.

Nama Lokal : Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),; Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura)1. Bahasa Inggris: Indonesian Bay Leaf2.

2.Kandungan fitokimia

Salam mengandung : Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida1.Daun salam kering mengandung sekitar 0,17% minyak esensial, dengan komponen penting eugenol dan metil kavikol (methyl chavicol) di dalamnya3.

3.Manfaat Daun Salam sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional Daun Salam biasa dipakai sebagai1,2:

3.1.Diare

3.2.Obat mag

3.3.Menurunkan gula darah (diabetes mellitus)

3.4.Efek samping alkohol (mabuk)

3.5.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.6.Menurunkan asam urat

4.Penelitian

1.Hermana W (2008). Pemberian Tepung Daun Salam (Syzygium polyanthum(Wight) Walp.) dalam Ransum Sebagai Bahan Antibakteri Escherichia coli terhadap  Organ Dalam Ayam Broiler. Media Peternakan, April Vol. 31 No. 1, hlm. 63-70.Kesimpulan: Pemberian tepung daun salam hingga taraf 3% cenderung menekan jumlah koloni bakteri E. coli dalam ekskreta4.

2.Nety Wulandari Chrisnaningsih (2006). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Syzygium polyanthum TERHADAP PRODUKSI ROI MAKROFAG  PADA MENCIT BALB/c YANG DIINOKULASI  Salmonella typhimurium. Karya Ilmiah untuk S1 FK. Kesimpulan: Ekstrak Syzygium polyanthum tidak dapat meningkatkan produksi ROI (Reactive oxygen intermediates)  makrofag mencit yang diinfeksi Salmonella typhimurium5.

3.Nimim P Zahara, Aryoko Widodo (tahun ?). The Effect of Syzygium polyanthum on Nitric Oxide Production from Macrophage in Balb/c Mice Inoculated with Salmonella typhimurium. Kesimpulannya: Pemberianekstrak daun salam peroral dengan dosis 56,7mg, sebanyak 1ml/hari ternyata dapat meningkatkan produksi nitritoksida makrofag mencit Balb/c yang diinokulasi Salmonella typhimurium6.

4.Sukrasno et al. (2004?) dalam Antihypertensive Effect of Syzygium polyanthum (Wight) Walp. leafs extract and combined with Eucheuma cottoni and Cyclea barbata Miers. powder in male Wistar rats using the CODA rat tail-cuff system menunjukkan efek yang positif dalam penurunan tekanan darah sistol dan diastol7.

5.Efek samping pemberian daun salam

Daun salam dapat menyebabkan obstipasi, atau sulit buang air besar (BAB) pada orang normal, sedangkan bagi yang diare ringan bisa mengurangi frequensi BAB7.

6.Cara pemakaian

6.1. Diare:

15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu diminum.

6.2. Kencing manis:

7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum1.

Foto Daun Salam

 7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=97

2.http://id.wikipedia.org/wiki/Salam_(tumbuhan)

3.http://tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_syzygium_polyanthum_.pdf

4.http://journal.ipb.ac.id/index.php/mediapeternakan/article/download/1119/291

5.http://eprints.undip.ac.id/20911/1/Nety.pdf

6.http://eprints.undip.ac.id/20914/1/Nimim.pdf

7.http://asagbiotech.net/Recent/Activities/Bangkok_Symposium/PosterPresentation/Suci_Poster_hipertensi_new.pdf

Tulisan dalam format PDF. tentang kandungan fitokimia herbal secara umum, manfaatnya dalam kesehatan, serta mekanisme kerjanya sebagai anti oksidan dan  “radical scavenger” bisa di “click” dibawah ini.

FITOKIMIA DALAM HERBAL DAN CARA KERJANYA DALAM MENCEGAH ATAU MENGATASI GANGGUAN KESEHATAN

Dalam tulisan di atas, disajikan macam-macam polifenol (ada dua kelompok, yaitu flavonoid dan non flavonoid).

Contoh-contoh non flavonoid, golongan asam benzoat juga ditunjukkan rumus bangunnya.

Flavonoid juga banyak contohnya.

Ditunjukkan mekanisme kerja Flavonoid Galangin sebagai anti radikal bebas secara lengkap.

Bagi yang ingin mengingat kembali apa itu oksidan, anti oksidan, radikal bebas, yang lebih rinci bisa membaca tulisan Prof. Purnomo Suryohudoyo , “click”: di bawah ini. (Sebenarnya juga ada di Judul  yang lain dalam blog ini juga)

Oksidan, anti Oksidan , dan Radikal bebas

Sinonim : Sauropus albicus BL. Sauropus sumatranus Miq Sauropus indicus Wight.

1.Pendahuluan

Katu atau Katuk dalam bahasa Inggrisnya disebut star gooseberry atau sweet leaf, adalah tanaman perdu yang tumbuh di daerah tropis. Di Malaysia disebut cekur manis, sayur manis, atau asin-asin. Orang Thailan menyebutnya pak waan, sedangkan di Cina disebut mani cai1.

Tumbuhan ini bisa diperbanyak dengan biji dan stek, namun dengan stek lebih cepat dan lebih disukai. Batang dewasa sepanjang 30 cm dengan tiga ruas ditanam separuhnya2.

Agar tumbuh subur maka perlu disiram dengan air yang cukup banyak. Pada musim hujan, apabila tidak hujan dua hari saja sudah kelihatan layu sebagian daunnya.

2.Kandungan daun Katu

Dalam 100 grams daun Katu mengandung bermacam senyawa diantaranya3:

  • Protein 4.8 grams
  • Lemak (Lipida) 1.0 grams
  • Karbohidrat (hidrat arang) 11.0 grams
  • Kalsium 204 mg (Ca)
  • Fosfor  83 mg (P)
  • Zat besi 2.7 mg  (Fe)
  • Vitamin A 10 370 SI
  • Vitamin B10 = 10 mg
  • Vitamin C 239 mg
  • Air  81 grams

Mineral tembaga (Cu) juga ditemukan dalam daun Katuk4.

Daun Katuk juga mengandung vitamin K dan alkaloid papaverin1. Kandungan lainnya adalah  Flavonoid (golongan Flavon, Flavonol dan Isiflavon), golongan Steroid dan Terpenoid baik dalam bentuk glokosida saponin ataupun dalam bentuk bebas (aglikonnya), Minyak Atsiri, senyawa Polifenol dan Tanin tipe Tanin terhidrolisis5.

3.Manfaat daun Katu

3.1.Katu dapat dimakan sebagai sayur, lalapan atau salad

3.2.Sebagai obat tradisional daun Katu biasanya dipakai untuk3:

3.2.1.Melancarkan ASI

3.2.2.Menurunkan demam

3.2.3.Menurunkan berat badan

3.2.4.Sebagai obat luar bisa untuk luka dan infeksi ringan

4.Penelitian

Beberapa hasil penelitian termuat dalam kepustakaan nomer 3 dan 6. Kebanyakan peneliti menggunakan mencit sebagai  binatang coba, untuk meneliti pengaruh pemberian air rebusan daun Katu terhadap produksi air susu maupun qualitasnya yang mana menghasilkan data yang positif.

5.Cara pemakaian

Untuk melancarkan ASI : Daun Katu segar beberapa helai, dibuat sayuran. Sebagai informasi tambahan untuk memperlancar ASI, selain daun Katu dapat digunakan daun Bayam, daun Lembayung, daun Sawi, Kacang Panjang, Kacang Koro, Jantung Pisang, buah Labu Air, buah Labu Merah, dan lain lain. Semua itu dijadikan sayuran dan dimakan secara bergantian6. Kacang kedele goreng juga baik sebagai “camilan”.

6.Efek samping

Terlalu banyak makan daun Katuk (mentahan, makan 150 gram tiap hari selama dua minggu, terjadi di Taiwan) dapat menyebabkan sulit tidur, nafsu makan berkurang, dan kelainan paru yang ditandai dengan sesak nafas. Keadaannya bisa membaik kembali, tapi apabila memakannya lebih dari 22 bulan, parunya akan mengalami kerusakan permanen3.

Untuk melihat foto Daun Katu “click” di bawah ini

Foto pohon Katuk / Katu

7.Bahan Pustaka

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Sauropus_androgynus

2.http://www.echonet.org/content/100underutilized/776

3.Katuk%20leaf,%20in%20addition%20to%20the%20benefits,%20be%20aware%20of%20side%20effects%20_%20Pelem%20Sewu.htm

(Katuk leaf, in addition to the benefits, be aware of side effects _ Pelem Sewu.htm)

4.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21615278

5.http://herbal2007.blogspot.com/2011/03/tanaman-katuk-sauropus-androginus.html

6.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=297

Sinonim : O. longiflorum, Ham. O. grandiflorum et aristatum, Bl. O. spiralis, Merr. O. stamineus, Benth. O. grandiflorus, Bold. Clerodendranthus spicatus (Thunb.) C.Y. Wu. Trichostemma spiralis, Lour. Nama lain : Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura); Mao Xu Cao (China).; kidney tea plants/java tea (Inggris)1,2.

1.Pendahuluan

Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang, antara 500 – 900 m apl (di atas permukaan laut, suhu 28 – 34, kelembaban sedang, dan tanah lempung berpasir.

Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia1,2.

Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm – 25 cm atau beruas sekitar 2 buku – 3 buku2.

2.Bagian yang dipakai

Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

3.Kandungan kimia

Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, flavonoid (sinensitin), terpenoids, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol1,2,3,4,5.

4.Manfaat medis

Sebagai obat tradisional, Kumis kucing bisa untuk:

4.1. Mencegah terjadinya batu dalam saluran kencing

4.2. Menurunkan asam urat

4. 3.Peluruh air seni (Diuretic)

4.4.Menurunkan panas (anti piretik)

4.5.Anti hipertensi (menurunkan tekanan darah tinggi)

4.6.Anti radang (anti inflamasi)

4.7.Radang hepar (hepatitis, sakit kuning)

5.Pemakaian

Sebanyak 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

6.Penelitian

Dalam kepustakaan yang nomer 6 dan no.7 terdapat daftar laporan hasil penelitian dari seluruh dunia.

6.1.Penelitian dengan memakai tikus percobaan yang diberi ekstrak campuran air dan metanol dari Kumis kucing menyimpulkan dapat sebagai peluruh seni (diuretik) dan dapat menurunkan asam urat darah8.

6.2.Ekstrak etanol Kumis kucing dapat melindungi hepar dari bahan kimia yang meracuni hepar/liver pada tikus9,10.

7.Efek samping

Pemakaian yang lama dengan dosis tinggi, menyebabkan menurunnya kadar natrium darah, meningkatnya serum fosfatase alkali (mungkin ada kelainan hepar), dan kelainan anatomi ginjal (hydrocalyx)  pada tikus percobaan7.

Untuk kehati-hatian maka dengan ini tidak dianjurkan minum terlalu lama dengan dosis yang melebihi kebutuhan dari rebusan Kumis kucing.

Untuk melihat gambar Kumis kucing “click” di bawah ini

Foto Kumis Kucing

8.Kepustakaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Kumis_kucing

2.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=44

3.http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/kumis_kucing.pdf

4.http://www.asiamaya.com/jamu/isi/kumiskucing_orthosiphon%20aristatus.htm

5.http://portal.ics.trieste.it/MAPs/MedicinalPlants_Plant.aspx?id=636

6.http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Herbal_-_List_of_references_supporting_the_assessment_report/2011/05/WC500106883.pdf

7.http://www.stuartxchange.org/KablingGubat.html

8.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874108002080

9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3106356/

10.http://www.phcogres.com/article.asp?issn=0974-8490;year=2009;volume=1;issue=2;spage=53;epage=58;aulast=Chin

(Di download  12 – 7 s/d 15 – 8 – 2011 )

1.Pendahuluan

            Sinonim :S. marginata Vahl., S. pilosiuscula H.B.K., S. villosa Turcz., S. urticifolia Dalz. et Gibs., Verbena indica L., V. jamaicensis L.

Nama Lokal: Jarong (Sunda), biron, karomenal, sekar laru, ngadirenggo (Jawa), kakurang (Ambon)..

Nama asing:  Yu long bian (China), snakeweed (Inggris).

Tanaman ini berasal dari Caribbian (dekat teluk Meksiko).

Tumbuh liar di tepi jalan, tanah lapang, dan tempat-tempat terlantar lainnya di daerah cerah, sedang, terlindung dari sinar matahari, dan pada ketinggian 1-1500 m dpl. Diberi nama pecut kuda karena bunganya  majemuk tersusun dalam poros bulir yang memanjang, seperti pecut, panjangnya 4- 20 cm.

2.Kandungan fitokimia

Pecut kuda mengandung karbohidrat, glikosida, flavonoid, tannin, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Keterangan lebih rinci mengenai fenolik (flavonoid, tannin dll) dan alkaloid dapat dibaca dalam kepustakaan no. 8.

3.Sebagai obat tradisional

3.1.Daunnya biasanya digunakan untuk penggobatan:

3.1.1.Radang saluran kencing

3.1.2.Radang tenggorokan

3.1.3.Batuk

3.1.4.Radang persendian (artritis)

3.1.5.Haid tidak teratur

3.1.6.Hipertensi (darah tinggi)

3.1.7.Memperbaiki profil lipid, menurunkan resiko penyakit jantung koroner.

3.1.8.Sebagai obat luar, untuk bisul.

3.2.Bunganya biasa digunakan untuk:

3.2.1.Hepatitis A

3.3.Akar, digunakan untuk:

3.3.1.Keputihan (leukore)

4.Penelitian

4.1.Teh daun Pecut Kuda dapat menurunkan kadar garam NaCl darah, dan dapat menaikkan garam Kalium pada binatang percobaan dengan menggunakan kelinci. Penelitian ini menyokong pemakaian teh daun Pecut Kuda sebagai obat untuk darah tingggi dan oedema (2009)3.

4.2.Teh daun pecut Kuda dapat menurunkan Trigliserida, dan Kholesterol LDL. Juga dapat menaikkan Kholesterol HDL. Teh Pecut Kuda dinyatakan dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner. Ini adalah hasil temuan pada binatang percobaan dengan menggunakan kelinci  (2009)4.

4.3.Ekstrak etanol daun kering Pecut Kuda, menunjukkan anti infflamasi dan analgesik, pada tikus percobaan (2007)5.

4.4.Krim dari ekstrak etanol daun Pecut Kuda, memiliki aktifitas anti bakteri (2009)6

4.5.Ekstrak etanol daun Pecut Kuda, mempunyai aktifitas hepatoprotektif dari CCl4 pada tikus percobaan (2010)7.

4.6.Percobaan in vitro (disk diffusion method), menunjukkan etanol ekstrak daun dan akar Pecut Kuda mempunyai aktifitas anti bakteri (2010, tesis S2)8.

5.Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 15-30 g herba kering atau 30 – 60 g herba segar, lalu minum air rebusannya.

Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, radang kulit bernanah, dan luka.

Contoh : untuk  rematik (sakit persendian)1.

Cuci 30-60 g herba pecut kuda segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

6. Efek samping

6.1.Pada binatang percobaan dapat menyebabkan kelainan histologi, seperti infiltrasi sel lipid bahkan sel nekrosis pada hepar, ginjal, paru, pembuluh darah, dan testis, tetapi tidak terjadi di otak, mata dan jantung (normal). Sayang paper aslinya belum didapat. Dikatakan kelainan ringan dan tidak tergantung dosis.

6.2.Pada makalah yang sama dari lain sumber dikatakan pemberian ekstrak 4 gram per kilogram binatang percobaan, tidak menyebabkan efek samping dari analisa darah dan komponennya.(Dalam dua keterangan tentang efek samping di atas, kurang jelas, binatang apa yang dipakai, cara menyiapkan ekstraknya dan sebagainya, sedangkan makalah aslinya belum kami dapat)9.

6.3.Ibu hamil dilarang minum air rebusan Pecut Kuda karena bisa menyebabkan keguguran1.

Kalau ingin melihat fotonya bisa di “click” di bawah ini.

Foto atau gambar Pecut Kuda

7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=244

2.http://en.wikipedia.org/wiki/Stachytarpheta_jamaicensis

3.http://www.aensionline.com/jasr/jasr/2009/1741-1743.pdf

4.http://www.ajol.info/index.php/biokem/article/viewFile/56473/44900

5.http://content.karger.com/produktedb/produkte.asp?typ=pdf&file=000215723

6.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/133097176.pdf

7.http://www.ijrap.net/first-issue/Joshi%20VG%20174-179.pdf

8.http://eprints.utm.my/12715/1/KuAnisShazuraMFBB2010.pdf

9.http://www.uniben.edu/sites/default/files/inaugural_lectures/Prof_M.Idu_.pdf

1.Pendahuluan

Sambung nyawa nama latinnya adalah Gynura procumbens (Lour) Merr. Tanaman ini berasal dari China atau Myanmar, yang dimasukkan ke Indonesia melalui Sri Lanka oleh VOC (Vereenigde Oost Indische  Compagnie). Di daratan China tanaman ini dikenal dengan nama She Juan Jao atau Tien Chi. Suku Hokian menamakannya Ngokilo, suku Hoope menyebutnya Fuyung Jao. Sedangkan tanaman yang dikenal Daun Dewa Di Jawa, sedangkan di Sumatra disebut Beluntas China adalah varietas dari Sambung Nyawa yang disebut dengan nama latinnya Gynura procumbens Varietas Macropylla (Gynura procumbens Back).

Tanaman ini mudah tumbuh bahkan dengan menancapkan batangnya ke tanah atau stek, terutama di tempat yang cukup air dan sinar matahari. Biasanya ditanam sebagai tanaman hias untuk pagar.

2.Kandungan Kimia

Sambung nyawa mengandung senyawa yang termasuk kelompok:

2.1.Alkaloida

2.2.Flavonoida

2.3.Saponin, dan

2.4.Tanin

3.Sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional, daun sambung nyawa biasanya digunakan untuk mengobati/sebagai obat untuk:

3.1.Penurun panas (anti piretik)

3.2.Diabetes Mellitus

3.3.Tekanan darah tinggi

3.4.Kelainan liver (hepar)

3.5.Radang tenggorokan dan sinusitis

3.6.Obat maag (ulcus peptikum)

3.7.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.8.Peluruh batu kandung kemih

3.9.Ambeien ( wasir )

3.10.Tumor payudara (tidak menganjurkan, lebih baik ke dokter secepatnya agar tidak terlambat)

3.11.Sebagai obat luar untuk menghilangkan rasa gatal setelah digigit semut atau binatang lainnya.

4.Toksisitas (efek keracunan)

Menurut penggolongan Gleason M. N. daun Sambung Nyawa termasuk tidak toksik.

Untuk ibu yang hamil muda tidak dianjurkan mengkonsumsi daun Sambung Nyawa, karena percobaan dengan etanol ekstrak  pada binatang menunjukkan adanya sifat mutagenik (dapat menyebabkan kelainan janin).

5.Cara memanfaatkannya

Untuk penggobatan tradisional biasanya dimakan sebagai lalap dalam keadaan mentah, atau sebagai pecel setelah direbus atau dikukus, sebanyak tiga sampai tujuh lembar daun. Dimakan secara teratur, hingga manfaat yang diharapkan tercapai.

Dengan pengobatan memakai cara apa saja, baik tradisional maupun  menggunakan  pertolongan dokter, hendaknya di cek hasilnya dengan pemeriksaan yang sesuai dengan penyakitnya.

6.Penelitian

6.1.Telah diteliti dengan memakai binatang percobaan, Sambung Nyawa sebagai anti piretik, anti analgesik (mengurangi rasa sakit), anti Diabetes Mellitus, dan pencegahan batu kandung kemih dengan hasil yang cukup baik.

6.2.Penelitian untuk memperoleh gelar S1, komponen daun Sambung Nyawa sebagai penangkap radikal bebas oleh Anita Tri Wahyuningsih (2004).

6.3.Penelitian dengan ekstrak air daun Sambung Nyawa, membuktikan peningkatan pengambilan glukosa oleh otot hingga dapt menurunkan glukosa (glucose) darah ( Z. Hassan dkk. 2010 ).

6.4.Etanol ekstrak daun Sambung Nyawa dapat menghambat perkembangan kanker payu dara pada tikus percobaan (Sri Susilowati, 2004).

Untuk melihat foto atau gambar Sambung Nyawa “click” di bawah ini

Foto atau gambar Sambung Nyawa

7.Bahan Bacaan

7.1.http://balipadmaherbal.com/article/26447/sambung-nyawa-gynura-procumbens-back.html

7.2.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/28972433.pdf

7.3.http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/51087992.pdf

7.4.http://www.mdpi.com/1420-3049/15/12/9008/pdf

7.5.http://mot.farmasi.ugm.ac.id/files/71Gynura%20procumbens_%20sri%20susilowati.pdf

July 2017
M T W T F S S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis