You are currently browsing the tag archive for the ‘anti oksidan’ tag.

1.Pendahuluan
Kelor berasal dari barat laut India, kemudian ditanam di daerah tropis dan subtropis. Buah muda dan daunnya dipakai sebagai sayur. Selain sebagai sayur, daun, bunga, batang, serta akarnya sering dipakai sebagai herbal terutama di India, Pakistan, Banglades, Afrika, dan negara Asia lainnya1.

Selanjutnya agar pengaturan halaman dan tabel tidak berubah, makalah saya up load dalam format pdf.

Untuk membaca secara lengkap click judul di bawa ini!

Kelor Moringa Oleifera makalah

Advertisements

Nama lokal : rumah  semut (Sumatra);  ulek ulek polo (Jawa); lokon, suhendep, nongon (Papua);

Nama lain: periok hantu, peruntak, sembuku (Malaysia); by ki nan, ki nam gai, ki nam kin (Vietnam)

1.Pendahuluan

Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) merupakan salah satu tumbuhan epifit (epiphytes) dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang dapat berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, hanya sebagai tempat menempel.

Genus tumbuhan sarang semut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Ditemukan sebanyak 26 spesies sarang semut. Semua spesies dari tumbuhan tersebut memiliki batang menggelembung dan berongga-rongga serta dihuni oleh semut. Tumbuhan ini dapat ditanam dengan mudah tanpa adanya semut dan etap membentuk batang menggelembung dan berongga-rongga secara normal1,2.

Tanaman ini tumbuh di Sumatra, Jawa, Papua, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan kepulauan Solomon3.

2.Kandungan phytokimia

Sarang semut mengandung4:

2.1.Flavonoid

2.2.Tanin

2.3.Kandungan dalam Sarang Semut yang lain:

No Parameter                   Satuan                         Nilai

01 Energi                          Kkal/100 g      350,52

02 Kadar air                     g/100 g            4,54

03 Kadar abu                   g/100 g            11,13

04 Kadar lemak                g/100 g            2,64

05 Kadar protein              g/100 g            2,75

06 Kadar karbohidrat       g/100 g            78,94

07 Tokoferol                    mg/100 g         31,34

08 Total fenol                   g/100 g            0,25

09 Kalsium (Ca)               g/100 g            0.37

10 Natrium (Na)               mg/100 g         68,58

11 Kalium (K)                  g/100 g            3,61

12 Seng (Zn)                    mg/100 g         1,36

13 Besi (Fe)                      mg/100 g         29,24

14 Fosfor (P)                    g/100 g            0,99

15 Magnesium (Mg)         g/100 g            1,50

3.Manfaatnya sebagai obat tradisioanl

Sebagai obat tradisional Sarang Semut  dimanfaatkan sebagai1,4,5,6:

3.1.Untuk obat mag (ulkus peptikum)

3.1.Obat untuk Wasir (hemorroid)

3.2.Menurunkan kadar gula darah (diabetes mellitus)

3.3.Ubat untuk rematik artritis (rheumathoid arthritis)

3.4.Obat jantung koroner

3.5.Untuk stroke

3.6.Meningkatkan stamina

3.7.Menghambat penyakit degenerasi lainnya

3.8.Untuk kanker paru, payu dara, kanker usus besar, kanker prostat, dan beberapa macam kanker lainnya.

4.Cara membuat sediaan

Apabila Sarang Semut (SR) belum siap pakai, ambil 10 – 15 gram. Diiris tipis, dicuci, dikeringkan dengan menjemur dibawah sinar matahari, dihaluskan. Direbus dengan 500 ml air, dijadikan 250 ml1,7.

Cara membuat sediaan, terutama untuk kanker paru-paru yaitu: sarang semut hasil rebusan, untuk penyembuhan, minumlah satu gelas air (250 cc) air hasil rebusan sarang semut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh1,5.

5.Penelitian

Beberapa penelitian yang berhasil dikumpulkan diantaranya:

5.1. A. Soeksmanto, M.A. Subroto, H. Wijaya and P. Simanjuntak, 2010. Anticancer Activity Test for Extracts of Sarang Semut Plant (Myrmecodya pendens) to HeLa and MCM-B2 Cells. Pakistan Journal of Biological Sciences, 13: 148-151. Our study concluded that polar extract (water) exhibited higher anticancer activity than non-polar extracts (ethylacetate and n-buthanol). Penelitian in menyimpulkan ekstraksi dengan air (polar) dari Sarang Semut mempunyai aktifitas lebih kuat bila dibandingkan dengan memakai solven nonpolar (etilasetat dan n-butanol).

5.2.Mujahid. Tesis S2. Pengaruh pemberian ekstrak batang Sarang Semut (Myrmecodia Pendens Merr & Perry) terhadap ekspresi p21 dan ekspresi ki67 pada jalur sel karsinoma mammae T47D. UNDIP Semarang. 2011. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak Sarang Semut dapat menginduksi tumor suppressor dan meningkatkan indeks apoptosis, sehingga dapat menghambat proliferasi sel kanker.

5.3.Partomuan Simanjuntak, Fanny, Muhammad Ahkam Subroyo. Isolasi senyawa aktif dari ekstrak hipokotil Sarang Semut sebagai penghambat xantin Oksidase. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, April 2010: 49-54. Setelah dimurnikan hasil ekstraksi dengan n-butanol dari Sarang Semut, mempunyai aktifitas menghambat Zantin Oksidase. Enzim ini menghambat pembentukan asam urat.

5.4.Triana Hertiani et al. Preliminary Study on Immunomodulatory Effect of Sarang-Semut Tubers Myrmecodia tuberosaand Myrmecodia pendens. OnLine Journal of Biological Sciences 10 (3): 136-141, 2010. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sarang Semut potensial sebagai immuno modulator (merangsang daya tahan tubuh).

6.Efek samping

Apabila minum tiga sendok makan perhari dari sediaan yang siap pakai dari produsen, atau 10 gram dari Sarang Semut yang sudah bersih dan kering, atau hasil rebusan sebagaimana cara membuat sediaan di atas, tiga kali sehari masih aman7. Untuk berapa lama minumnya dinyatakan aman? Masih belum ada informasi yang bisa didapat. Tergantung dari tujuan pengobatan, waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuannya adalah berbeda. Untuk pengobatan kanker dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sayang belum ada uji klinis yang bisa didapat dari internnet.

Seperti kebanyakan pengobatan dengan herbal lainnya, belum ada hasil penelitian yang mamakai manusia sebagai obyek penelitian yang sudah dilaporkan.

Untuk penderita penyakit ginjal khronik, hendaknya hati-hati, sebab kandungan Kalium atau potassiumnya sangat tinggi.

Untuk melihat gambar/fotonya bisa di “clic”k di bawah ini

Foto Sarang Semut

7.Kepustakaan

1.http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/08/potensi-sarang-semut-myrmecodia-pendens-sebagai-obat-penyakit-kanker-paru-paru/

2.http://saptriyawati.wordpress.com/2011/01/16/kajian-tumbuhan-sarang-semut-dalam-ilmu-pengetahuan/

3.http://scialert.net/qredirect.php?doi=pjbs.2010.148.151&linkid=pdf

4.http://www.deherba.com/kandungan-sarang-semut.html

5.http://expertscolumn.com/content/benefits-ant-nest-myrmecodia-pendans-papua

6.http://sarangnsemutpapuaco.itrademarket.com/

7.http://www.sarang-semut.co.id/Gatra_26_Juli_2006__Sarang_semut_.pdf

1.Pendahuluan

Nama daerah: Aceh: Bungong roja, Batak karo: Bunga-bunga, Nias: Soma-soma, Mentawai: Bekeju, Betawi: Kembang sepatu, Sunda: Kembang wera, Jawa Tengah: Kembang sepatu, Madura: Bunga rebong, Bali: Waribang, Sangir: Embuhanga, Timor: Bunga cepatu, Gorontalo: Ulange, Buol: Kulango, Makasar: Bunga cepatu, Bugis: Bunga bisu, Ternate: Ubu-ubu, Tidore: Bala bunga.

Tanaman ini berasal dari Cina (a native of China), dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Ditanam di halaman sebagai tanaman hias dan sebagai pagar hidup.

2.Kandungan fitokimia

Bunga, daun dan akarnya mengandung  hibisetin (flavonoid). Selain hibisetin, daunnya juga mengandung saponin dan polifenol, bunganya mengandung polifenol, sedangkan akarnya mengandung juga tanin, saponin, cleomiscosin A, dan cleomiscosin C.

3.Manfaat kembang sepatu sebagai obat tradisional

            Daun dan bunganya,  baik  yang masih segar atau yang telah dikeringkan, dapat dipakai  sebagai obat anti radang, peluruh kencing, peluruh dahak, dan menormalkan siklus haid (menstruasi).

Bunganya sering digunakan untuk pengobatan batuk, mimisan,  dan haid tidak teratur.

Sebagai obat luar  daunnya juga digunakan untuk  radang kulit (inflamasi), menyuburkan rambut, gondongan (mump) dan mimisan.

4.Penelitian

4.1.Özmen* Ali dari Adnan Menderes Üniversitesi, Fen-Edebiyat Fakültesi, Biyoloji Bölümü Aydın, Turkey. Dalam tulisannya yang berjudul Cytotoxicity of Hibiscus rosa-sinensis fl ower extract yang dimuat dalam majalah CARYOLOGIA Vol. 63, no. 2: 157-161, 2010, membuktikan ekstrak air dari bunga kembang sepatu dapat menghambat pertumbuhan akar dan mengusulkan bahwa dapat pula menghambat pembelahan sel dimana saja selain akar. Dalam tulisan tersebut banyak disitir hasil penelitian dari ekstrak bunga kembang sepatu yang bermanfaat diantaranya untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sebagai anti fertilitas (anti kesuburan), sebagai obat luar untuk menyuburkan rambut. Disamping itu bisa sebagai anti oksidan yang mana dapat mencegah penyakit degeneratif (lihat tulisan saya tentang oksidan dan anti oksidan).

4.2.Archana Sachdewa and L. D. Khemani (2003). Department of Chemistry, Faculty of Science, Dayalbagh Educational Institute, Dayalbagh, Agra 282 005, India. Ekstrak etanol bunga kembang sepatu yang diberikan per oral pada tikus percobaan dapat menurunkan gula darah, total kholestrol dan trigliserida, serta menaikkan HDL kholestrol.

4.3.S.K. Sharma, Department of Pharmaceutical Sciences, Guru Jambheshwar University of Science and Technology, Hisar 125001, India (2007). Ekstrak etanol bubuk akar kembang sepatu yang diberikan setelah dipertemukan (dikawinkan) dapat menghambat kehamilan pada tikus percobaan.

4.4.Sukirti Misra Upadhyay1*, Prashant Upadhyay1, Ashoke K Ghosh, 1 Vijayender  Singh2  and Vinod K Dixit3. Effect of ethanolic extract of Hibiscus rosa sinensis L., flowers on hair growth in female wistar rats. Der Pharmacia Lettre, 2011: 3 (4) 258-263. Dalam penelitian ini ekstrak etanol bunga kembang sepatu malah menghambat pertumbuhan rambut. Dianjurkan diberikan pada tempat dimana tidak menginginkan rambut tumbuh!

(http://scholarsresearchlibrary.com/archive.html).

5.Cara pemakaian

            Untuk obat minum, sebanyak 15 – 30 gram daun atau bunga segar dididihkan dengan satu liter air, dibiarkan hingga menjadi setengah liter. Diminum separuh pagi dan yang separuh di malam hari. Apabila menggunakan daun atau bunga kering sekitar 5 – 10 gram.

6.Efek samping

Tikus yang diberi dosis sebanyak sepuluh kali dosis percobaan tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan.

Untuk melihat gambar bunga kembang sepatu “click” di bawah ini

Foto Kembang Sepatu

7.Bahan bacaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Hibiscus_rosa-sinensis

2.http://www.aseanbiodiversity.info/Abstract/51011468.pdf

3.Health_Systems_Strengthening_Guideline_Herbal_Medicine_6._Annex.pdf

4.kea_hibiscus_rosa-sinensis_(kembang_sepatu).pdf

5.http://scholarsresearchlibrary.com/DPL-vol3-iss4/DPL-2011-3-4-258-263.pdf

1.Pendahuluan

Beluntas mempunyai banyak nama, diantaranya Luntas (Jawa), Bluntas (Madura); Baluntas, Baruntas (Sunda), Lamutasa (Makasar); Beluntas (Sumatra). Tumbuh liar di tanah tandus, sering juga ditanam sebagai pagar Biasanya dimakan sebagai sayur dicampur dengan bahan yang lain juga sebagai urap/lalapan (1,2).

2.Manfaat Beluntas

Beluntas sudah lama dipakai untuk menghilangkan bau badan, selain itu beluntas sebagi obat tradisional  juga bisa untuk :

2.1. Gangguan pencernaan pada anak-anak dan menambah nafsu makan.

2.2. Menurunkan panas, peluruh keringat.

2.3. Scabies.

2.4. Nyeri pada rheumatik, sakit pinggang (Lumbago).

2.5. Senyawa  anti oksidan yang ada dalam daun  Beluntas dapat mengegah macam-macam penyakit degeneratif (1,2,3).

3.Kandungan Beluntas

Daun dan bunga Beluntas (Pluchea indica) mengandung saponin,  tanin, flavonoida dan  polifenol, di samping itu bunganya juga mengandung alkaloida. Daun Beluntas juga mengandung minyak astiri yang terdiri dari benzil alkohol, benzil asetat, eugenol dan linolol. Kandungan mineral daun Beluntas diantaranya: natrium (Na), kalium (K), magnesium (Mg) dan fosfor (P)(1,2,3).

Traithip A. 2005 (Mahidol Univ.) dalam tesisnya untuk memperoleh gelar M.Sc. dalam Farmasi menunjukkan bahwa senyawa kimia yang mempunyai aktifias anti oksidan paling tinggi dalam daun Beluntas adalah quercetin (5,7,3’,4’ tetrahydroxyflavonol) (4).

4.Penelitian

Hasil penelitian yang berhasil dikumpulkan diantaranya adalah:

4.1.Sent T. dkk. 1993, membuktikan, ektrak metanol dari akar Beluntas dapat melindungi hepar dari bahan yang mengganggu fungsinya (5).

4.2.Setiaji D. dan Sudarman A. 2005  membuktikan, pemberian air ekstrak daun beluntas pada ayam boiler dapat mengurangi stress (6).

4.3.Gomes A. dkk. 2006, dalam percobaan yang dilakukan pada binatang, membuktikan ekstrak metanol dari akar Beluntas dapat menetralkan racun ular (7).

4.4.Rukmiasih dkk. 2006, melaporkan bahwa pemberian Beluntas pada itik, dapat meningkatkan jumlah asam lemak tidak jenuh dalam dagingnya (8).

4.5.Biswas R. 2007, membuktikan pada percobaan invitro bahwa ekstrak etanol dari akar Beluntas dapat membunuh amuba histolitika. Amuba ini dapat menyebabkan desentri (9).

4.6.Firmaresi (2010) dalam skripsinya yang berjudul : UJI  AKTIVITAS  ANTIBAKTERI  FRAKSI ETANOL INFUSA  DAUN  BELUNTAS  (Pluchea indica(L.) Less)  TERHADAP      Staphylococcus aureus ATCC 25923  DAN  Escherichia coli  ATCC 35218  SERTA PROFIL KROMATOGRAMNYA menunjukkan, Kadar Bunuh Minimum fraksi etanol infusa terhadap bakteri  staphylococcus aureus adalah sebesar  10% b/v (10).

5. Bahan  bacaan:

5.1. http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=26

5.2.http://www.medicineisanart.com/holistic/2010/02/beluntas-pluchea-indica-less/

5.3. http://id.wikipedia.org/wiki/Beluntas

5.4.http://mulinet10.li.mahidol.ac.th/e-thesis/4237867.pdf

5.5. http://globinmed.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62734:pluchea-indica&catid=380:p

5.6. http://journal.ipb.ac.id/index.php/mediapeternakan/article/viewFile/758/219

5.7. http://www.sciencedirect.com/science?_ob=ArticleURL&_udi=B6TH7-42WH1KP-NM&_user=10&_coverDate=01%2F02%2F1991&_rdoc=1&_fmt=high&_orig=search&_sort=d&_docanchor=&view=c&_searchStrId=1433838187&_rerunOrigin=google&_acct=C000050221&_version=1&_urlVersion=0&_userid=10&md5=936667d34a719495dd8096da779f7336

5.8. http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/6139/2/2006ruk_rukmi.doc

5.9.Biswas R. etal. Isolation of pure compound R/J/3 from Pluchea indica (L.) Less. and its anti-amoebic activities against Entamoeba histolytica. Phytomedicine. 2007 Aug;14(7-8):534-7. Epub 2006 Dec 15.

5.10. http://repo.uad.ac.id/index.php/farmasi/article/viewFile/49/79

(Di download  13 Januari  – 18 Agustus 2010)

Sambiloto atau sambiroto dikenal dengan sebutan bahasa inggris  green chiretta,  tumbuh subur di Asia Tenggara , Asia selatan, di China, dan Thailan.

Depkes, dengan istilah TOGA tahun 1992, memperkenalkan sambiroto untuk mengobati demam akibat Campak dengan ukuran dan cara sebagai berikut:

a. Bahan yang diperlukan

•  Daun sambiroto 4 lembar

•  Pule 1 ibu jari  (mungkin akar pulai pandak)

•  Air 1 gelas

b . Cara pembuatan

•  Daun sambiroto, pule  dibersihkan, kemudian

didihkan sampai menjadi 1/2 gelas

c. Cara pemakaian

•  Diminum 2 x sehari 1/2 gelas pagi dan sore, ulangi

tiap hari sampai panasnya mereda.

Banyak sekali peneitian sambiroto yang sudah dilakukan terutama di China, selain itu juga dilakukan di India, Thailan, Banglades dan di Amerika Serikat. Diantara hasil penelitian itu menunjukkan bahwa Sambiroto  mempunyai efek samping yang ringan,  ada yang mengalami jantung berdebar, agak “gliyeng” atau “dizzy” (mungkin disebabkan tekanan darahnya turun) dan timbul gejala alergi kulit. Namun dapat juga menyebabkan keguguran. Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk diminum olah ibu yang sedang hamil.

Selain untuk penurun panas (anti piretik), sambiroto juga mempunyai efek:

  • Anti oksidan  (baca tulisan saya oksidan, anti oksidan dan radikal bebas)
  • Meningkatkan daya tahan tubuh (Immune enhancer)
  • Melindungi hepar dari keracunan.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Meningkatkan waktu pembekuan darah.
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Anti radang
  • Menghambat perkembangan virus HIV
  • Menghambat pembentukan sperma

Sebagai anti piretik (penurun panas), telah dibuktikan dalam penelitian yang memakai 152 orang sebagai subyek, bahwa 1 gram sambiloto setara dengan 0,5 gram paracetamol.

Sambiloto mempunyai efek anti oksidan karena mengandung  andrographolide (AP) dan 14-deoxy-11,12-didehydroandrographolide (DIAP). Dalam penelitian pada tikus, pemberian ektrak metanol daun sambiloto yang mengandung AP dan DIAP (terbukti dengan meningkatnya AP dan DIAP dalam plasma), dapat mempertahankan aktivitas Catalase dan Superoxide Dismutase (SOD) dalam sel darah merah  setelah pemberian Carbon tetra khlorida (CCl4). Demikian pula lipid peroksidasi dan aktivitas alanine transaminase (ALT) dan  aspartate transaminase (AST) dipertahankan normal.

Andrographolide (ANDRO), dalam penelitian yang lain dengan menggunakan neutrofil tikus menyimpulkan bahwa ANDRO/AP dapat mencegah meningkatnya reactive oxygen species (ROS).

ANDRO/AP diperkirakan dapat meningkatkan produksi sel darah putih dalam menghadapi benda asing baik berupa virus, bakteri atau yang lainnya. Selain itu juga meningkatkan interferon, dan meningkatkan aktivitas sistem limfatik. Hal ini penting untuk memerangi virus dan menghentikannya  berkembang biak.

Percobaan pada tikus membuktikan bahwa ekstrak air daun sambiloto dapat mengurangi pengaruh kerusakan pada hepar yang disebabkan nikotin (nicotine) dan mempertahankan aktivitas enzim-enzim serta senyawa yang bertindak sebagai anti oksidan, juga mengurangi peroksidasi lipid yang ditimbulkan oleh keracunan nikotin.

ANDRO/AP dapat menurunkan tekanan darah diperkirakan dengan jalan menghambat pengaruh adrenalin pada otot pemuluh darah, yaitu denganjalan  mengendorkannnya (relaksasi).

Percobaan pada anjing yang mengalami serangan jantung, ekstrak sambiloto dapat mencegah kerusakan akibat terjadinya peningkatan kembali aliran darah setelah mengalami kekurangan (reperfusion injury) dan selanjutnya juga mencegah terjadinya pembekuan darah.

Pada tikus percobaan yang dibuat diabetes, pemberian ANDRO/AP dapat menurunkan kadar glukosa darah. ANDRO/AP juga dapat menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi akibat pemberian glukosa secara  intra vena. ANDRO/AP juga dapat meningkatkan “up take” glukosa otot pada diabetes tikus.

Dengan penjelasan ilmu Biologi molekuler dalam percobaan menggunakan sel kultur telah ditunjukkan pula bahwa sambiloto mempunyai efek anti radang. Dalam percobaan yang  sama sambiloto diperkirakan menghambat perkembangan HIV-1.

ANDRO/AP pada mencit dibuktikan dapat menghambat pembentukan sperma, peneliti lainnya membuktikan ANDRO/AP dapat menghambat ovulasi (lepasnya sel telur) pada tikus percobaan.

Sambiloto juga mengandung flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar.

Selain yang telah diterangkan di atas sambiloto sebagai obat tradisional dipakai  sebagai antibiotik,  anti jamur, anti malaria, dan penawar racun ular.

Bahan acuan :

http://www.sambiloto.com/

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Andrographolide.jpg

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1797953

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14750020

http://www.imm.ac.cn/journal/ccl/1603/160327-369-04-0178-p3.pdf

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=152

(Artikel di atas di “down load”  antara  4 Feruari sampai dengan 29 Juni 2010)

Mahoni disebut juga West Indian Mahogany adalah tanaman asli Florida selatan Amerika Serikat, Di Indonesia tumbuh liar di hutan jati, bisa tumbuh dekat pantai di pasir, juga ditanam di tepi jalan sebagai pelindung.

Bagian yang digunakan sebagai obat tradisional adalah biji buahnya yang sudah dikeringkan. Biji mahoni mengandung saponin dan flavonoida. Saponin dalam biji mahoni dapat merangsang sistem immun, mencegah penggumpalan darah, dapat meningkatkan kemampuan kontraksi otot jantung. Sedangkan flavonoidanya dapat mencegah penimbunan lemak dan sebagai anti oksidan. Selain sebagai anti oksidan, bagaimana mekanisme kerja kedua senyawa di atas sehingga bermanfaat sebagai obat  tradisional belum ada keterangan yang jelas.

Hasil penelitian yang sering dipublikasi adalah ekstrak biji mahoni untuk menurunkan kadar glukosa darah pada binatang percobaan  (untuk mengobati kencing manis). Ada juga laporan bahwa ekstrak biji mahoni termasuk salah satu obat tradisional yang dapat menghambat pertumbuhan HIV AID dalam laboratorium. Penelitian ekstrak mahoni sebagai antibiotik juga telah dilaporkan, bahkan penelitinya menganjurkan agar diteliti lebih jauh, karena potensial untuk digunakan sebagai  antibiotik baru terutama untuk bakteri yang resistan terhadap anti biotik yang ada.

Namun demikian telah dibuktikan juga bahwa mahoni mengandung bahan yang toksik pada kadar tertentu dalam air, sehingga dapat menyebabkan ikan kejang, tenggelam dan akhirnya mati. Belum diketahui berapa dosis maksimum yang bisa diterima oleh tikus percobaan agar bisa tetap hidup.

Sebagai obat tradisional, biji mahoni biasa digunakan untuk:

1.Tekanan darah tinggi (hipertensi)

2.Kencing manis (diabetes mellitus)

3.Tidak ada nafsu makan.  4.Rematik. 5.Demam. 6.Eksim

Seperti pengobatan lainnya, agar mengetahui apakah memang bermanfaat untuk mengobati penyakitnya, maka  harus dibuktikan dengan laboratorium atau cek up dan pemeriksaan fisik sesuai dengan kondisi yang diderita

Terong (Solanum melongena) Terong ialah tumbuhan pangan yang ditanam untuk buahnya. Ukuran buah terung berbeda-beda antara kecil hingga besar, bergantung kepada budidayanya. Buah tersebut mempunyai berbagai warna, terutama ungu, hijau, dan putih. Terong diperkirakan merupakan tumbuhan asli India. Di Nigeria, buah terong dimakan sebagai sayur dan bertujuan untuk kontrasepsi, terutama bagi kaum pria. Tidak heran jika terong kadang dianggap dapat menimbulkan impotensi. Namun sampai saat ini kami belum menemukan jurnal ilmiah yang memberikan penjelasan mengenai kaitan antara terong ungu dengan kemandulan. Khasiat lain dari sayur terong yang sering dilalap ini adalah sebagai zat anti rematik. Tidak hanya di Nigeria terong diyakini memiliki khasiat obat, di Korea pun terong dikonsumsi untuk mengobati sakit pinggang, encok, pinggang terasa kaku, dan nyeri lainnya. Secara empiris sayuran ini bahkan mampu mengurangi efek kulit dari campak atau cacar air, mengurangi ketergantungan alkohol, obat gastritis, dan bekas luka bakar. Fungsi lain dari terong adalah sebagai obat anti-kejang yang relatif sulit diketahui dengan pasti kapan terjadi serangannya. Selain itu di Nigeria, terong juga dipercaya sebagai obat untuk meredam penyakit gugup. Manfaat pengusir kepanikan ini telah dibuktikan secara ilmiah terhadap marmut dengan menggunakan sari terong mentah. Terong yang mengandung striknin dan skopolamin, juga skopoletin dan skoparon yang berfungsi sebagai penghambat serangan sawan dan gugup. Penelitian di Jepang menunjukkan jus terong, mengandung protease (tripsin) dipercaya dapat menolong melawan serangan zat penyebab kanker. Pada penelitian yang lebih spesifik, terong dikatakan bagus untuk mengurangi risiko penyakit kanker perut. Manfaat lain dari terong adalah untuk menurunkan kholesterol, mencegah timbulnya penyakit pembuluh darah (arterio sklerosis). Dalam tulisan lain dikatakan buah terong kaya akan senyawa saporin yang dapat membantu proses pembuatan hormon testosteron (hormon pria) yang memacu syahwat. Terong juga bermanfaat sebagai anti oksidan.

Jinten Hitam

     Di Negara Barat disebut “black seed” karena memang berwarna hitam, dikenal juga dengan nama Habbatus Sauda’, bahasa latinnya adalah Nigella sativa, merupakan obat tradisional Arab yang tertulis dalam kitab bapak kedokteran Ibnu Sina (980-1037). Dalam kitabnya yang dikenal orang barat dengan nama “the canon of medicine” beliau menerangkan bahwa jinten hitam baik untuk mengobati penyakit hati dan saluran cerna. Ratusan tahun sebelum Ibnu Sina, pada abat pertama, ahli kedokteran Yunani memakai jinten hitam sebagai obat untuk flu, sakit kepala, sakit gigi, sebagai obat cacing, untuk melancarkan kencing dan menstruasi dan untuk melancarkan air susu ibu. Ada hadis dalam bahasa Inggris: “hold onto the use of the black seed for in it is healing for all illnesses except death” (Sahih Bukhari vol 7 bk 71 #592); bahasa Indonesianya sudah tersebar luas.

     Dalam tulisan saya yang lalu tentang radikal bebas, tidak kurang dari 50 penyakit penyebabnya bisa dihubungkan dengan radikal bebas. Jinten hitam mengandung suatu zat anti oksidan. Kandungan zat aktif dalam jinten hitam diantaranya : thymoquinone, thymohydroquinone, dithymoquinone, thymol, carvacrol, nigellicine, nigellidine, nigellimine-N-oxide and alpha-hedrin.

     Selain itu juga mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 (total asam lemak 38%). Kandungan proteinnya 21% namun mengandung  8 dari 10 macam asam amino yang kita perlukan, karena kita tidak bisa membuatnya dalam tubuh (esensial asam amino).

     Dalam penelitian dengan memakai hewan coba, telah dibuktikan bahwa kandungan jinten hitam diantaranya dapat mengurangi kerusakan hati (hepar) akibat keracunan, dapat membunuh kuman, membunuh parasit malaria, membunuh cacing tertentu, menurunkan kadar gula, meningkatkan kerja hormon tiroksin, anti rematik dan banyak lagi. Yang menarik kandungan jinten hitam dapat juga mengurangi kecemasan.

     Pada hewan coba didapatkan efek samping jinten hitam sangat ringan (wide margin of safety).

Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum = C verum).

1.Pendahuluan

Kayu manis termasuk bumbu yang paling lama dikenal. Sejak 5000 tahun yang lalu kayu manis telah dikenal, konon tertulis di Old Testamen. Di jaman Mesir kuno dipakai untuk membalsem mummi, di China tertulis dalam buku pengobatan tradisional sejak 2700 tahun sebelum Masehi.

2.Manfaat kayu manis

Khasiat kayu manis untuk kesehatan diantaranya untuk: mengatur gula darah (Naturally-occurring compounds that have been shown to improve insulin sensitivity include Cr and polyphenols found in cinnamon), menurunkan kholesterol dan Trigliserida, artritis (linu persendian), mempertahankan daya ingat dan sistim syaraf, untuk kesehatan jantung dan sirkulasi darah, untuk kesehatan percernaan makanan, untuk meringankan penyakit flu, mengurangi sakit waktu mestruasi, untuk mengurangi percepatan perkembangan leukemi, mencegah kanker usus besar, dan mengandung anti bakteri dan anti jamur. Kayu manis dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu kayu manis dapat mengurangi lemak yang ada dalam tubuh kita dan sebaliknya meningkatkan massa otot.

Khasiat untuk kesehatan di atas, terutama karena kayu manis mengandung senyawa yang berfungsi sebagai anti oksidan. Kandungan senyawa lainnya berkhasiat dengan jalan membantu fungsi faal tubuh dan reaksi biokimiawi.

3.Kandungan fitokimia

Kandungan kayu  manis bisa dibagi menjadi dua macam yaitu yang larut dalam air dan yang larut dalam minyak. Kalau kita memakai kayu manis untuk bumbu masak dalam bentuk  batangan maka yang kita dapatkan hanya yang larut dalam air, sedangkan kalau kita memasukkan bubuk kayu manis, kedua macam kandungan kayu manis bisa kita dapatkan. Sebagai pengobatan alternatif  bisa dimasukkan kapsul.

Kandungan kedua macam kayu manis tersebut diantranya: cinnamaldehyde, eugenol,  trans-cinnamic acid; kelompok senyawa fenol; tannins; catechins; oligomeric proanthocyanidins; limonene dan alpha-terpineol; pinene; calcium monoterpenoid oxalates; gum; mucilages; resins; starch; complex sugars. Coumarin dalam jumlah yang sangat sedikit juga bisa ditemukan. Mineral yang ada dalam kayu manis diantaranya adalah kalsium, magnisium, zat besi , kalium, natrium, khromium (cr), selenium, tembaga (Cu), dan zing (Zn). Biarpun dalam jumlah yang kecil, kayu manis juga mengandung vitamin A, riboflavin (B2), niacin (B3), dan vitamin K

Karena banyak yang mencari kandungan kayu manis maka saya tambahkan data baru sebagai barikut :

Dalam 100 gr bubuk kayu manis mengandung :

Calories261.00

Protein (g)3.89

Fat Total (g)3.19

Carbohydrate (g)79.85

Fiber – Total (g)54.30

Sugar – Total (g)2.17

Calcium (mg)1228.00

Iron (mg)38.07

Magnesium (mg)56.00

Phosphorus (mg)61.00

Potassium (mg)500.00

Sodium (mg)26.00Zinc (mg)1.97

Copper (mg)0.23

Manganese (mg)16.67

Selenium (mg)1.10

Vitamin C (mg)28.50

Thiamin (mg)0.08

Riboflavin (mg)0.14

Niacin (mg)1.30

Vitamin B6 (mg)0.31

Folate – Total (mcg)29.00

Food – Folate (mcg)29.00

Folate – DFE (mcg_DEF)29.00

Vitamin B12 (mcg)0.00

Vitamin A (IU)280.00

Retinol (mcg)0.00

Vitamin E (mg)0.95

Vitamin K (mcg)31.20

Fat – Saturated (g)0.65

Fat – Monounsaturated (g)0.48

Fat – Polyunsaturated (g)0.53

Cholesterol (mg)0.00

4.Sumber :

http://www.nutritionanalyser.com/food_composition/?fid=02010

September 2017
M T W T F S S
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis