You are currently browsing the tag archive for the ‘Alang Alang’ tag.

Synonim Lagurus cylindricus L., Imperata Arundinaqcea Cirillo
1.Pendahuluan
Alang-alang mempunyai banyak nama, nama-nama sesuai dimana tumbuh yaitu di Eropa, Afrika Timur, Asia, Australia, dan Amerika.
Di Indonesia juga berbagai nama sesuai dimana tumbuh, misalnya : Naleueng lakoe (Aceh); Jih (Gayo); Rih, Ri (Batak); Oo (Nias); Alalang, Hilalang, Ilalang (Minang kabau); Lioh (Lampung); Halalang, Tingen, Padang, Tingan, Puang, Buhang, Belalang, Bolalang (Dayak); Eurih (Sunda); Alang-alang kambengan (Jawa); Kebut, Lalang (Madura); Ambengan, Lalang (BaIi); Kii, Rii (FIores); Padengo, Padanga (Gorontalo); Deya (Bugis); Erer, Muis, Wen (Seram); Weli, Welia, Wed (Ambon). Bahasa Inggrisnya dikenal dengan nama Cogon grass atau satintail1.
Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman / kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi1. Akar alang-alang mengandung bahan kimia yang memungkinkan tumbuhan ini bisa menghambat tumbuhan lainnya dan alang-alang sendiri tumbuh dengan nyaman. Bahan kimia tersebut diantaranya “2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2.
Karena alang-alang ini tumbuh di lima benua (terutama di negara yang sudah maju), maka kandungan fitokimia telah banyak sekali yang sudah ditemukan/ ditentukan.
2.Kandungan Fitokimia dan mineral
Rizoma atau rimpang atau akar alang-alang mengandung banyak sekali senyawa kimia organik dan inorganik. Kandungan fenol dan turunannya yang telah ditemukan sangat banyak. Selain itu senyawa metabolit yang ada di rizoma alang-alng juga sudah banyak yang ditemukan. Diantara senyawa dan termasuk metabolit yang sudah ditemukan adalah: arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat. Adapun turunan flavonoid diantaranya 3′,4′,7-trihidroksi flavon, 2′,3′-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol1. Selain itu juga sudah ditetapkan adanya senyawa lainnya, diantaranya” iso-Eugenol, iso-ferulic acid, linoleic acid, ferulic acid, vanillin 4-acetyl-2-methoxyphenol, 2,4-di-tert-butylphenol, iso-eugenol, dan 4-acetyl-2-methoxyphenol”2. Selanjutnya peneliti lainnya menemukan senyawa methoxylated flavonoids 1-4 , β-sitosterol-3-0-β-D-glucopyranosyl-6 ‘ -tetradecanoate 5 , 3-hydroxy-4-methoxy¬benzaldehyde 6 , daucosterol, β-sitosterol, dan α-amyrin5.
Dua minearal utama dalam rizoma alang-alang adalah potassium atau kalium dan kalsium1.
3.Manfaat rizoma/rimpang atau akar alang-alang sebagai obat tradisional
Sebagai obat tradisional biasa dipakai untuk1,3,4.
3.1.Menurunkan panas (anti piretik)
3.2.Munurunkan tekanan darah (anti hipertensi)
3.3.Menurunkan gula darah
3.4.Radang/nyeri sendi
3.5.Menghentikan perdarahan, misalnya dari hidung (epistaksis), dari saluran kencing (hematuria), bersama batuk (hemoptisis)
3.6.Melancarkan urinasi (diuretik)
3.7.Obat tidur (sedatif)
3.8.Hepatoprotektif
3.9.Infeksi saluran kencing.
3.10.Obat cacing
3.11.Luka dan infeksi kulit
4.Penelitian
4.1.Gamal A et al. (2009). Chemical Composition and Hepato-protective activity of Imperata cylindrica Beauv. Phcog Mag 2009;5:28-36. Dalam penelitian ini dibuktikan beberapa senyawa yang mereka temukan (isolasi), dapat melindungi hepar dari efek toksik CCl4, dan senyawa-senyawa tersebut dibuktikan juga tidak toksik terhadap hepar. Sebagai indikator SGOT dan SGPT5.
4.2.Antonius satria Jaya, Wisnu Setiari J, dan Ira Arundina (2009). Efek Antipiretik Infusum Batang Alang-Alang {Imperata cylindrica (L.) Beauv}. Journal Media Oral Biology Dental Journal / Vol. 1. No. 1. Infusa batang alang-alang dengan dosis tertentu (sampai dengan 20%) dapat menurunkan temperatur tikus yang dibuat panas dengan menginjeksi vaksin DPT. Dibandingkan dengan paracetamol (dalam abstractnya tidak disebut dosisnya berapa), pengaruh antiperetiknya kalah efektif6.
Catatan. Dalam penelitian di atas bahannya adalah batang (trunk), sedangkan sebagai obat tradisional yang dipakai adalah akarnya yang disebut juga rimpang atau rizoma.
4.3.Duan Du Dat et al. Studies on the individual and combined diuretic effects of four Vietnamese traditional herbal remedies (Zea mays, Imperata cylindrica, Plantago major and Orthosiphon stamineus). Hasil penelitian ini menyimpulkan perlunya direview kembali penggunaan obat tradisional dengan cara tradisional untuk diuretik, karena dengan menggunakan penelitian standar, tanaman tersebut tidak menunjukkan adanya efek diuretik7.
5.Efek samping
5.1.Herbal ini tidak boleh dikonsumsi oleh penderita jantung koroner. Herbal ini dapat meningkatkan pembekuan darah.
5.2.Bagi penderita diabetes mellitus yang sudah menjalani pengobatan harus hati-hati karena gula darahnya bisa makin turun.
5.3.Dapat menurunkan tekanan darah.
5.4.Dapat membuat ngantuk.
6.Cara membuat sediaan
6.1.Untuk membuat seduan herbal dari akar / rhizoma / rimpang rumput alang-alang. Ambillah 30-60 gram akar rumput basah, bisa dikeringkan dulu atau langsung dihaluskan. Direbus dengan satu liter air digadikan sepertiga, disaring kalau perlu. Diminum separuh pagi separuh malam.
6.2.Untuk obat luar. Akar rumput alang-alang yang masih basah dihaluskan dijadikan obat luar.
7.Kepustakaan:
1.http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=201
2.http://www.mendeley.com/research/chemical-interaction-invasiveness-cogongrass-imperata-cylindrica-l-beauv/
3.http://www.stuartxchange.org/Kogon.html
4.http://en.wikipedia.org/wiki/Imperata_cylindrica
5.http://www.phcog.com/article.asp?issn=0973-1296;year=2009;volume=5;issue=17;spage=28;epage=36;aulast=Mohamed
6.http://dentj.fkg.unair.ac.id/abstract.php?id=15
7.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/037887419290048V
8.http://www.epharmacognosy.com/2012/06/imperata-rhizome-baimaogen-imperata.html

1.Pendahuluan

Dari sekitar 43 herbal atau tanaman obat yang sudah saya pelajari, ada 16 diantaranya secara turun temurun (tradisional) dipakai untuk menurunkan gula darah (diabetes mellitus).

Identik dengan pemakaian obat modern (bahan kimia maupun ekstrak murni dari tanaman obat) maka kombinasi dari beberapa macam tanaman obat, secara sinergis (bersama-sama) bekerja untuk tujuan yang diinginkan. Dengan mengkombinasi beberapa herbal atau tanaman obat maka dapat mengurangi jumlah/dosis (kebutuhan) masing-masing tanaman/herbal, yang mengakibatkan akan menurunkan efek sampingnya apabila ada.

Secara tradisi, biasanya seduhan jamu dibuat dengan mendidihkan pelan-pelan daun, bunga, batang atau akar tanaman obat dengan sejumlah air ( satu liter atau tiga gelas)  dijadikan sepertiganya (sepertiga liter atau satu gelas).

Biasanya memakai alat pendidih yang terbuat dari lempung (tanah), namun bisa diganti dengan stainless steel, dan tidak boleh memakai aluminium. Karena dalam herbal mengandung senyawa yang dapat melarutkan aluminium, sedangkan aluminium sendiri bisa berbahaya terutama bagi penderita gagal ginjal.

2.Herbal untuk Diabetes Mellitus (untuk menurunkan kadar gula darah)

Adapun tanaman obat (herbal) yang dapat menurunkan kadar gula darah diantaranya adalah:

1.Brotowali  (daun dan batang) 9.Meniran

2.Jinten hitam                     10.Mahkota dewa

3.Kayu manis                       11.Pare

4.Kembang sepatu             12.Salam (daun salam)

5.Kersen (keres)                 13.Sambiloto

6.Krokot                                14.Sambung nyawa

7.Lidah buaya                    15.Sarang semut

8.Mahoni                              16.Tapak dara.

3.Efek hipotensi (menurunkan tekanan darah)

Hendaknya diingat bahwa diantara herbal atau tanaman obat di atas  dapat juga menurunkan tekanan darah (brotowali, kembang sepatu, mahoni, meniran, sambung nyawa, tapak dara). Oleh karena itu apabila darahnya sudah rendah ( kurang dari 100/70) maka hindari memakai herbal yang dapat menurunkan tekanan darah tersebut.

4.Memilih herbal atau tanaman obat

Hendaknya memilih tanaman atau herbal yang paling mudah didapat di daerahnya masing-masing. Jumlah tiap herbal bisa dikurangi hingga menjadi sepertiganya (apabila tiga atau lebih kombinasi herbal).

5.Cara meramu atau meracik herbal

Khusus untuk herbal yang sudah tersedia dalam bentuk serbuk (kayu manis) maka bisa dimasukkan kapsul (no. 00, bisa beli di Apotek). Bahkan seperti jinten hitam sudah banyak tersedia dalam bentuk kapsul.

Contoh meracik jamu untuk Diabetes Mellitus yang kadar gulanya puasa sekitar 160 mg/dl dan 2 jam setelah makan 200 mg/dl dan belum minum obat dari dokter karena satu dan lain hal.

1.Brotowali (batang) kering atau basah 10 cm dan 10 lembar daun Brotowali

2.Daun Keres atau Kersen 20 lembar

3.Daun Salam 10 lembar

4.Daun Tapak dara 10 lembar

Daun dan batang (brotowali) di potong-potong.

Dididihkan dengan 1 liter air dijadikan sepertiganya (± 300 ml), disaring kalau perlu. Diminum separuhnya (dijadikan dua hari) pagi hari  lima menit sebelum makan pagi atau bersamaan dengan makan pagi.

Apabila tidak ada tanda-tanda gula darah terlalu rendah, diteruskan hingga dua minggu. Hasilnya harus dilihat dari pemeriksaan gula darah di laboratorium. Apabila belum turun dosisnya dinaikkan seperlunya.

Apabila sudah minum obat dari dokter dan perlu untuk menurunkan gula darahnya lebih lanjut, sebaiknya obat-obatan tersebut diteruskan dan ditambah jamu dengan dosis yang disesuaikan, artinya dosis jamunya dikurangi dan sering dimonitor gula darahnya hingga normal dan diteruskan; namun hati-hati hendaknya ingat akan tanda-tanda kalau kadar gula darahnya terlalu rendah! Ini berlaku juga untuk bubuk kayu manis dan kapsul jinten hitam.

6.Gejala gula darah rendah dan gula darah tinggi

6.1.Kalau gula darahnya terlalu rendah akan timbul gejala:

keluar keringat, gemetaran, merasa lapar, detak jantung meningkat, merasa lemah dan bisa semaput dan tidak sadarkan diri. Hendaknya minum air gula secepatnya dan secukupnya!

6.2.Sebaliknya kalau kadar gulanya tinggi sering timbul gejala:

sering haus dan sering kencing, mudah ngantuk. Sering menderita infeksi kulit (bakteri atau jamur). Merasa sakit semua, terutama otot. Kalau sudah terjadi komplikasi maka timbul gangguan penglihatan, sering kesemutan. Kalau lebih parah lagi alat peraba kulit terutama di kaki berkurang. Bisa menurunkan fungsi ginjal bahkan bisa menderita gagal ginjal.

7.Peristiwa nyata

Terjadi pada teman kami. Karena minum rebusan daun keres terlalu banyak gulanya drop hingga harus masuk rumah sakit!

8.Informasi tambahan

Hingga tanggal 17  Juli 2014, ada tambahan herbal yang dapat menurunkan gula darah yaitu:

8.1.Meniran

8.2.Daun insulin atau Daun Yacon Smallanthus sonchifolius Philanthus urinaria Linn

8.3.Akar rumput alang-alang Imperata Cylindrica (L) Beauv.

Keterangan lebih jauh bisa dibaca dalam blok ini (cari lewat kotak search dalam blok ini).

9.Bahan bacaan

1.https://mhanafi123.wordpress.com

2.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/?mnu=2

Hingga tanggal 7 Juli 2012 saya telah menulis sekitar 45 macam obat tradisional, ternyata yang bisa dipakai untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah:

1.Tapak Dara (bunga dan daun)         8.Brotowali

2.Kembang sepatu (bunga)                 9.Sosor bebek

3.Pegagan                                                   10.Sambiloto

4.Kumis kucing                                        11.Bilmbing Wuluh (buahnya)

5.Pecut kuda                                             12.Meniran

6.Sambung Nyawa                                  13.Mahoni

7.Daun Sirsat                                            14.Rosella

Prinsip menggunakan obat tradisional

1.Untuk menggurangi efek samping dari suatu obat tradisional seperti halnya obat modern sebaiknya dipakai beberapa macam tumbuhan obat. Dengan demikian jumlah yang diperlukan tiap tumbuhan obat jumlahnya lebih sedikit, sehingga tujuan tercapai (menurunkan tekanan darah), dengan efek samping minimum. (Bukti ilmiah belum ada)

2.Dipakai tumbuhan yang paling mudah didapat di daerahnya masing-masing.

Di Rungkut Harapan Kalirungkut yang paling banyak didapat adalah Kumis kucing. Di Balai RW 02 sering sekali dibuang karena menghambat pertumbuhan tanaman  lainnya.

Selain itu Brotowali, Belimbing Wuluh juga banyak.

3.Meracik dua atau tiga macam tumbuhan dengan dosis kira-kira sepertiga sampai separuh dosis masing-masing.

Misalnya kita mau meracik obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi menggunakan tiga macam tumbuhan obat:

1.Kumis Kucing

2.Brotowali

3.Blimbing Wuluh.

Sebanyak 30 gram lembar daun Kumis Kucing basah atau 10 gram daun Kumis Kung kering, 6 – 10 cm batang Brotowali basah atau 5 – 9 cm batang Brotowali kering, dan 8 buah Belimbing Wuluh dicampur setelah diiris-iris, dididihkan  dengan 9 gelas air, dijadikan tiga gelas. Disaring, airnya diminum, dijadikan dua kali (pagi dan malam)

Rosella banyak dijual di toko jamu atau di apotek. Enak dibuat teh, jadi tidak perlu dicampur.

Rosella:

Antara 10 -15 bunga Rosella dididihkan dengan 250 ml air, didinginkan disaring (kalau perlu) dan diminum setelah dingin

Daun sirsat

Antara 5-8 lembar daun sirsat dipotong-potong direbus dengan tiga gelas air kemudian dijadikan satu gelas. Air rebusannya diminum tiap pagi.

Daun Sirsat sekarang banyak dipakai untuk mengobati kanker.

Mahoni.

Cara membuat:
a. 8 gram biji segar diseduh dengan 2 gelas air panas. Setelah dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sorehari.
b. 1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi hangat, lakukan 2-3 kali sehari.

Bisa dicampur denggn herbal yang lain dan dosisnya bisa dikurangi hingga sepertiganya.

Hati-hati dengan Mahoni dosisnya jangan terlalu melebihi yang ditentukan.

Untuk mengetahui hasil pengobatan, maka perlu ditensi setelah seminggu minum ramuan. Pengobatan  harus diteruskan. Apabila tensinya sudah rendah (sekitar 100/70 mg Hg), pengobatan bisa dihentikan beberapa hari. Artinya tekanan darahnya harus dimonitor terus. Target 140/90 untuk orang normal, atau 135/80-85 untuk penderita Diabetes Mellitus, dan tidak dipengaruhi oleh umur (pendapat lama dikatakan umur lebih tua harga normalnya lebih tinggi, itu sudah tidak dianut lagi).

Keterangan tambahan (Juli 2014)

Akar alang-alang juga bisa menurunkan tekanan darah. Selanjutnya baca dalam Judul Alang-alang (Imperata Cylindrica (L) Beauv.

July 2017
M T W T F S S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis