You are currently browsing the category archive for the ‘Obat Tradisional’ category.

Sinonim : Sauropus albicus BL. Sauropus sumatranus Miq Sauropus indicus Wight.

1.Pendahuluan

Katu atau Katuk dalam bahasa Inggrisnya disebut star gooseberry atau sweet leaf, adalah tanaman perdu yang tumbuh di daerah tropis. Di Malaysia disebut cekur manis, sayur manis, atau asin-asin. Orang Thailan menyebutnya pak waan, sedangkan di Cina disebut mani cai1.

Tumbuhan ini bisa diperbanyak dengan biji dan stek, namun dengan stek lebih cepat dan lebih disukai. Batang dewasa sepanjang 30 cm dengan tiga ruas ditanam separuhnya2.

Agar tumbuh subur maka perlu disiram dengan air yang cukup banyak. Pada musim hujan, apabila tidak hujan dua hari saja sudah kelihatan layu sebagian daunnya.

2.Kandungan daun Katu

Dalam 100 grams daun Katu mengandung bermacam senyawa diantaranya3:

  • Protein 4.8 grams
  • Lemak (Lipida) 1.0 grams
  • Karbohidrat (hidrat arang) 11.0 grams
  • Kalsium 204 mg (Ca)
  • Fosfor  83 mg (P)
  • Zat besi 2.7 mg  (Fe)
  • Vitamin A 10 370 SI
  • Vitamin B10 = 10 mg
  • Vitamin C 239 mg
  • Air  81 grams

Mineral tembaga (Cu) juga ditemukan dalam daun Katuk4.

Daun Katuk juga mengandung vitamin K dan alkaloid papaverin1. Kandungan lainnya adalah  Flavonoid (golongan Flavon, Flavonol dan Isiflavon), golongan Steroid dan Terpenoid baik dalam bentuk glokosida saponin ataupun dalam bentuk bebas (aglikonnya), Minyak Atsiri, senyawa Polifenol dan Tanin tipe Tanin terhidrolisis5.

3.Manfaat daun Katu

3.1.Katu dapat dimakan sebagai sayur, lalapan atau salad

3.2.Sebagai obat tradisional daun Katu biasanya dipakai untuk3:

3.2.1.Melancarkan ASI

3.2.2.Menurunkan demam

3.2.3.Menurunkan berat badan

3.2.4.Sebagai obat luar bisa untuk luka dan infeksi ringan

4.Penelitian

Beberapa hasil penelitian termuat dalam kepustakaan nomer 3 dan 6. Kebanyakan peneliti menggunakan mencit sebagai  binatang coba, untuk meneliti pengaruh pemberian air rebusan daun Katu terhadap produksi air susu maupun qualitasnya yang mana menghasilkan data yang positif.

5.Cara pemakaian

Untuk melancarkan ASI : Daun Katu segar beberapa helai, dibuat sayuran. Sebagai informasi tambahan untuk memperlancar ASI, selain daun Katu dapat digunakan daun Bayam, daun Lembayung, daun Sawi, Kacang Panjang, Kacang Koro, Jantung Pisang, buah Labu Air, buah Labu Merah, dan lain lain. Semua itu dijadikan sayuran dan dimakan secara bergantian6. Kacang kedele goreng juga baik sebagai “camilan”.

6.Efek samping

Terlalu banyak makan daun Katuk (mentahan, makan 150 gram tiap hari selama dua minggu, terjadi di Taiwan) dapat menyebabkan sulit tidur, nafsu makan berkurang, dan kelainan paru yang ditandai dengan sesak nafas. Keadaannya bisa membaik kembali, tapi apabila memakannya lebih dari 22 bulan, parunya akan mengalami kerusakan permanen3.

Untuk melihat foto Daun Katu “click” di bawah ini

Foto pohon Katuk / Katu

7.Bahan Pustaka

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Sauropus_androgynus

2.http://www.echonet.org/content/100underutilized/776

3.Katuk%20leaf,%20in%20addition%20to%20the%20benefits,%20be%20aware%20of%20side%20effects%20_%20Pelem%20Sewu.htm

(Katuk leaf, in addition to the benefits, be aware of side effects _ Pelem Sewu.htm)

4.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21615278

5.http://herbal2007.blogspot.com/2011/03/tanaman-katuk-sauropus-androginus.html

6.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=297

1.Pendahuluan

Nama daerah: Aceh: Bungong roja, Batak karo: Bunga-bunga, Nias: Soma-soma, Mentawai: Bekeju, Betawi: Kembang sepatu, Sunda: Kembang wera, Jawa Tengah: Kembang sepatu, Madura: Bunga rebong, Bali: Waribang, Sangir: Embuhanga, Timor: Bunga cepatu, Gorontalo: Ulange, Buol: Kulango, Makasar: Bunga cepatu, Bugis: Bunga bisu, Ternate: Ubu-ubu, Tidore: Bala bunga.

Tanaman ini berasal dari Cina (a native of China), dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Ditanam di halaman sebagai tanaman hias dan sebagai pagar hidup.

2.Kandungan fitokimia

Bunga, daun dan akarnya mengandung  hibisetin (flavonoid). Selain hibisetin, daunnya juga mengandung saponin dan polifenol, bunganya mengandung polifenol, sedangkan akarnya mengandung juga tanin, saponin, cleomiscosin A, dan cleomiscosin C.

3.Manfaat kembang sepatu sebagai obat tradisional

            Daun dan bunganya,  baik  yang masih segar atau yang telah dikeringkan, dapat dipakai  sebagai obat anti radang, peluruh kencing, peluruh dahak, dan menormalkan siklus haid (menstruasi).

Bunganya sering digunakan untuk pengobatan batuk, mimisan,  dan haid tidak teratur.

Sebagai obat luar  daunnya juga digunakan untuk  radang kulit (inflamasi), menyuburkan rambut, gondongan (mump) dan mimisan.

4.Penelitian

4.1.Özmen* Ali dari Adnan Menderes Üniversitesi, Fen-Edebiyat Fakültesi, Biyoloji Bölümü Aydın, Turkey. Dalam tulisannya yang berjudul Cytotoxicity of Hibiscus rosa-sinensis fl ower extract yang dimuat dalam majalah CARYOLOGIA Vol. 63, no. 2: 157-161, 2010, membuktikan ekstrak air dari bunga kembang sepatu dapat menghambat pertumbuhan akar dan mengusulkan bahwa dapat pula menghambat pembelahan sel dimana saja selain akar. Dalam tulisan tersebut banyak disitir hasil penelitian dari ekstrak bunga kembang sepatu yang bermanfaat diantaranya untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sebagai anti fertilitas (anti kesuburan), sebagai obat luar untuk menyuburkan rambut. Disamping itu bisa sebagai anti oksidan yang mana dapat mencegah penyakit degeneratif (lihat tulisan saya tentang oksidan dan anti oksidan).

4.2.Archana Sachdewa and L. D. Khemani (2003). Department of Chemistry, Faculty of Science, Dayalbagh Educational Institute, Dayalbagh, Agra 282 005, India. Ekstrak etanol bunga kembang sepatu yang diberikan per oral pada tikus percobaan dapat menurunkan gula darah, total kholestrol dan trigliserida, serta menaikkan HDL kholestrol.

4.3.S.K. Sharma, Department of Pharmaceutical Sciences, Guru Jambheshwar University of Science and Technology, Hisar 125001, India (2007). Ekstrak etanol bubuk akar kembang sepatu yang diberikan setelah dipertemukan (dikawinkan) dapat menghambat kehamilan pada tikus percobaan.

4.4.Sukirti Misra Upadhyay1*, Prashant Upadhyay1, Ashoke K Ghosh, 1 Vijayender  Singh2  and Vinod K Dixit3. Effect of ethanolic extract of Hibiscus rosa sinensis L., flowers on hair growth in female wistar rats. Der Pharmacia Lettre, 2011: 3 (4) 258-263. Dalam penelitian ini ekstrak etanol bunga kembang sepatu malah menghambat pertumbuhan rambut. Dianjurkan diberikan pada tempat dimana tidak menginginkan rambut tumbuh!

(http://scholarsresearchlibrary.com/archive.html).

5.Cara pemakaian

            Untuk obat minum, sebanyak 15 – 30 gram daun atau bunga segar dididihkan dengan satu liter air, dibiarkan hingga menjadi setengah liter. Diminum separuh pagi dan yang separuh di malam hari. Apabila menggunakan daun atau bunga kering sekitar 5 – 10 gram.

6.Efek samping

Tikus yang diberi dosis sebanyak sepuluh kali dosis percobaan tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan.

Untuk melihat gambar bunga kembang sepatu “click” di bawah ini

Foto Kembang Sepatu

7.Bahan bacaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Hibiscus_rosa-sinensis

2.http://www.aseanbiodiversity.info/Abstract/51011468.pdf

3.Health_Systems_Strengthening_Guideline_Herbal_Medicine_6._Annex.pdf

4.kea_hibiscus_rosa-sinensis_(kembang_sepatu).pdf

5.http://scholarsresearchlibrary.com/DPL-vol3-iss4/DPL-2011-3-4-258-263.pdf

1.Pendahuluan
Jintan Putih dengan nama local Jinten Putih (Jawa), Ginten (Bali); Jinten Bodas (Sunda), Jhinten pote (Madura); Jeura engkut, Jeura putih (Aceh), Jinten pute (Bugis), dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim sejuk, seperti di daerah India utara dekat kaki pegunungan Himalaya. Di Indonesia meskipun dapat tumbuh, tetapi pada umumnya kurang baik(1).
Diperkirakan orang Persia adalah yang pertama menanam Jintan Putih. Di Mesir kuno Jintan Putih selain dipakai untuk bumbu masak dan obat tradisional, juga sebagai salah satu komponen dari bahan untuk membuat mummi. Bukti Arkheologi pemakaian Jinten Putih di Mesir tercatat sejak abad ke 16 Sebelum Masehi(2).
Jintan Putih sering disamakan dengan “Caraway” (Jintan=Jintenjemuju), dan merupakan bumbu terpopuler kedua di dunia setelah lada hitam(3).
Dewasa ini pengekspor utama dunia adalah India (90%), dari daerah Rajasthan dan Gujarat.

2.Kandungan Jintan Putih
Biji Jintan putih mengandung unsur minyak menguap (terbang) sebanyak kurang dari 8%. Minyak menguap tersebut diperoleh dari biji jintan putih dengan cara disuling(1).
Dalam 100 gr Jintan Putih mengandung :
Energi 1,567 kJ (375 kcal). Karbohidrat 44.24 g. Serat 10.5 g. Lipida (lemak) 22.27 g. Lemak jenuh 1.535 g. Protein 17.81 g. Air 8.06 g. Vitamin A equiv. 64 μg (8%). Riboflavin (vit. B2) 0.327 mg (27%). Niasin (Niacin) (vit. B3) 4.579 mg (31%). Vitamin B6 0.435 mg (33%). Asam Folat (vit. B9) 10 μg (3%). Vitamin C 7.7 mg (9%). Vitamin E 3.33 mg (22%). Vitamin K 5.4 μg (5%). Calcium 931 mg (93%). Zat Besi 66.36 mg (510%). Magnesium 366 mg (103%). Phosphorus 499 mg (71%). Potassium (Kalium) 1788 mg (38%). Sodium (Natrium) 168 mg (11%). Zinc 4.8 mg (51%). (persentase dari kebutuhan orang Amerika yang direkomendasikan oleh otoritas USA)(3).
Dalam minyak terbang (volatile oil) mengandung 30% hingga 50% cuminaldehyde, sedikit alfa-pinene, beta-pinene, phellandrene,cuminic alcohol, hydrated cuminaldehyde dan hydro cuminine(4).
Selain itu Jinten Putih mengandung cuminol, cymino, hellandren, carvone dan cuminique alcohol(5).

3.Pemakaian sebagai Obat Tradisional
Sebagai obat tradisional Jintan Putih telah lama dipakai untuk penyakit Saluran Pencernaan, penyakit Kandungan, penyakit Saluran Nafas (obat batuk anti tusif, asma), untuk anti inflamasi, untuk relaksasi otot, menurunkan gula darah, menurunkan lipida darah, obat jantung dan untuk mengatasi sulit tidur1,5. Selain itu Jintan Putih terbukti mempunyai efek anti bakteri, anti oksidan, anti karsinogenik dan larvasidal(6).

4.Penelitian
4.1.Jintan Putih setara dengan kodein dalam menahan batuk pada tikus percobaan(5).
4.2.Minyak terbang Jintan Putih, mempunyai anti inflamasi setera denngan diclofenac(4).
4.3.Minyak terbang Jintan Putih mempunyai efek anti inflamasi tapi tidak mempunyai efek anti nyeri(6).
4.4.Percobaan menggunakan mencit menunjukkan air ekstrak biji Jintan Putih bisa memperpanjang wakttu berenang dan lebih tahan terhadap keadaan anaerobik(7).

5.Efek samping
Minyak terbang Jintan Putih mempunyai efek toksis sangat kecil ( lebih dari 47 kali dosis yang diperlukan untuk penngobatan)(8).

6.Contoh pemakaian Jintan Putih
Sebagai contoh saya ambil di Kepustakaan no. 1, untuk mengatasi sulit tidur:
Bahan: 1 sendok teh biji jintan putih, 3 potong kangkung sayur, 2 lembar daun pegagan
¼ sendok makan ketumbar.
Cara membuat: Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

7.Kepustakaan
1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=3
2.http://www.naturalstandard.com/index-abstract.asp?create-abstract=patient-cumin.asp&title=Cumin
3.http://en.wikipedia.org/wiki/Cumin
4.http://scholarsresearchlibrary.com/DPL-vol2-iss1/DerPharmaciaLettre-%202010-2-1-22-24.pdf
5.http://nopr.niscair.res.in/bitstream/123456789/7964/1/NPR%205(4)%20266-269.pdf
6. Jinten (Cuminum cyminum L.) « CCRC FARMASI UGM.htm
7.http://www.ijapronline.org/admin/images/20110217_venkatalakshmi%20et%20al%20IJAPR_2.pdf
8.http://www.sid.ir/en/VEWSSID/J_pdf/84920020408.pdf

1.Pengantar

Termasuk tanaman perdu, batang utama tidak nampak jelas (percabangan simpodial). Bentuk daun bulat telur ujung runcing, berwarna ungu tua atau hijau. Bunga majemuk, muncul dari ujung batang (terminalis). Buah kotak sejati (capsula), lonjong, warna ungu kecoklatan, bentuk biji bulat berwarna putih1.

Tanaman ini banyak ditanam di India di perkebunan. Ada dua varitas yang mereka sebut ‘white adulsa’ dan ‘black adulsa’2. Di Filipina daunnya hijau ada warna putih ditengahnya3.

Di Indonesia biasanya tumbuh liar dipedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat, daun ungu cocok tumbuh di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut4.

In Indosesia dikenal dengan banyak nama daerah, Daun Ungu (Indonesia), Demung, Tulak, Wungu (Jawa); Daun Temen-temen, Handeuleum (Sunda), Temen (Bali); Karotong (Madura), Daun Putri, Dongora (Ambon); Kobi-kobi (Ternate)4.

2.Kandungan Kimia

Daun ungu memiliki kandungan kimia, antara lain alkohol, Pektin, Asam formiat4.  Selain itu juga mengandung Alkaloid,  Glikosida, Steroid, Saponin, dan Tanin5.

3.Manfaat Daun Ungu

Sebagai obat tradisional biasanya dipakai untuk1,2,3,4,5:

3.1.Ambeien,(wasir=hemorrhoid)

3.2.Rematik

3.3.Anti radang, anti bengkak, anti sakit. (seperti habis terkilir)

3.4.Melancarkan buang air besar (BAB)

3.5.Melancarkan buang air seni

3.6.Melancarkan haid

Sebagai obat luar untuk:

3.7.Luka, bisul dan rematik

4.Penelitian

4.1.Oxytocic and anti-implantation activities of the leaf extracts of Graptophyllum pictum (Linn.) Griff. (Acanthaceae). Stella O. Olagbende-Dada et al. Afr. J. Biotechnol. Vol. 8 (21), pp. 5979-5984, 2 November, 2009. Hasil penelitian ini menyokong obat tradisional Daun Ungu untuk merangsang kelahiran, dan bisa digunakan untuk kontra sepsi yang efeknya menghalangi implantasi, sel telur yang sudah dibuahi sperma6 (kerjanya seperti IUD).

4.2.ALKALINE PHOSPHATASE ACTIVITY OF GRAPTOPHYLLUM PICTUM AND SPHILANTHES ACMELLA FRACTIONS AGAINST MC3T3E1 CELLS AS MARKER OF OSTEOBLAST DIFFERENTIATION CELLS. RETNO WIDYOWATI (2011). Int J Pharm Pharm Sci, Vol 3, Suppl 1, 3437. Tulisan ini mau membuktikan bahwa Daun Ungu dapat mencegah osteoporosis.

5.Cara penggunaan

5.1.Untuk ambeien

Bahan: 3-7 lembar daun ungu.

Cara membuat: direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring.

Cara menggunakan: Minum 1 kali setiap pagi secara teratur.

Cara lain. ± 20 gram daun segar Graptophyllum pictum, direbus dengan 2 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.

5.2.Reumatik/ Encok

Bahan:  1-2 genggam daun ungu

Cara membuat:  ditumbuk sampai halus

Cara menggunakan:  dioleskan pada bagian yang sakit sebagai param.

6.Efek samping

   Untuk ibu yang hamil dilarang minum ramuan ini. Bisa menyebabkan keguguran.

Untuk melihat foto Daun Ungu “click” di bawah ini

Foto atau gambar Daun Ungu

7.Bahan rujukan

7.1.http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku1/1-136.pdf

7.2.http://en.wikipedia.org/wiki/Graptophyllum_pictum

7.3.http://www.stuartxchange.org/Kalpueng.html

7.4.http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=11

7.5. http://dhuwuh.blogspot.com/2009/01/khasiat-tanaman-herbal-daun-ungu.html

7.6.http://www.ajol.info/index.php/ajb/article/viewFile/66084/53799

1.Pendahuluan

Pegagan mempunyai banyak nama, tergantung dimana anda berdomisili. Secara umum di Indonesia dikenal dengan nama daun kaki kuda, disebut juga Pegaga (Ujung Pandang); Antanan gede, Antanan rambat (Sunda), Dau tungke (Bugis); Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Kos tekosan ( Madura), Kori-kori (Halmahera)(1).Pengagan merupakan jenis tanaman liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia bagian tropis. Hidup di tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut(1). Di Cina, India, Sri Langka, Afrika dan Oseania sering ditanam sebagai sayuran atau obat tradisional(2).Pegagan tidak mempunyai batang, tetapi dengan rimpang pendek yang merayap dengan panjang 10 cm – 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm – 15 cm berbentuk ginjal. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm – 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 – 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit(1).

2.Kandungan kimia

Pegagan mengandung bermacam-macam senyawa. Penelitian pendahuluan menemukan 70 senyawa termasuk golongan saponin, poliasetilin (polyacetylenes), flavonoid (flavones), sitosterol dan lipida. Penelitian lebih lanjut menemukan diantaranya: Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside(1,2).

3.Manfaat Pegagan

Sebagai obat tradisional Pegagan digunakan untuk : Hepatitis, hipertensi, Campak, Demam, Amandel (Tonsilis), Sakit tenggorokan; Bronkhitis, Infeksi dan Batu saluran kencing, Mata merah, Wasir; Keracunan, Muntah darah, Batuk darah, mimisan, Cacingan, Lepra(1). Di Asia Tenggara selain Indonesia dipakai juga untuk rematik (rheumatism), epilepsi, histeri, dan diare. Di Eropa dipakai sebagai obat untuk luka baru atau yang khronik berupa ulkus(2).

Asiacoside diperkirakan senyawa aktif yang dapat membunuh kuman lepra. Sedangkan sitosterol dan tannin diyakini dapat membunuh protozoa dan sebagai anti spasmodik (perut melilit, sakit waktu menstruasi)(3). Bersama-sama asiacoside, asiatic acid, dan madecassic acid disebut triterpenes diduga dapat mempercepat penyembuhan luka dengan merangsang sintesis collagen(4).

4.Pengolahan

Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion(5).

5.Efek samping

Percobaan pada binatang menyimpulkan ekstrak murni asiacoside cukup aman. Per oral pada binatang coba hingga 1 gram per kilogam tidak menyebabkan  efek samping(4).

Penelitian  lainnya yang menggunakan tikus, pemberian ekstrak daun Pegagan menghasilkan kesimpulan bahwa Pegagan tidak mengganggu fungsi hepar(6).

6.Contoh penggunaan sebagai pengobatan alternatif (herbal)

6.1.Darah tinggi (hipertensi):

20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.

6.2.Wasir:

4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6.3.Pembengkakan hati (hepatittis) :

240 gram – 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.

Kecuali 6.2. pengobatan di atas belum didukung oleh penelitian.

Kalau ingin melihat foto Pegagan “click”di bawah ini

Foto atau gambar Pegagan

6.Bahan bacaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=50

2.http://www.mdpi.com/1420-3049/11/9/661/pdf

3.http://openmed.nic.in/2039/01/Microsoft_Word_-_Centella_asiatica.pdf

4.http://www.indena.com/pdf/centella.pdf

5.http://id.wikipedia.org/wiki/Pegagan

6.http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/101829882_abs.pdf

( Di down load tgl. 7 Desember 2010 )

Sinonim : O. longiflorum, Ham. O. grandiflorum et aristatum, Bl. O. spiralis, Merr. O. stamineus, Benth. O. grandiflorus, Bold. Clerodendranthus spicatus (Thunb.) C.Y. Wu. Trichostemma spiralis, Lour. Nama lain : Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura); Mao Xu Cao (China).; kidney tea plants/java tea (Inggris)1,2.

1.Pendahuluan

Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang, antara 500 – 900 m apl (di atas permukaan laut, suhu 28 – 34, kelembaban sedang, dan tanah lempung berpasir.

Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia1,2.

Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm – 25 cm atau beruas sekitar 2 buku – 3 buku2.

2.Bagian yang dipakai

Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

3.Kandungan kimia

Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, flavonoid (sinensitin), terpenoids, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol1,2,3,4,5.

4.Manfaat medis

Sebagai obat tradisional, Kumis kucing bisa untuk:

4.1. Mencegah terjadinya batu dalam saluran kencing

4.2. Menurunkan asam urat

4. 3.Peluruh air seni (Diuretic)

4.4.Menurunkan panas (anti piretik)

4.5.Anti hipertensi (menurunkan tekanan darah tinggi)

4.6.Anti radang (anti inflamasi)

4.7.Radang hepar (hepatitis, sakit kuning)

5.Pemakaian

Sebanyak 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

6.Penelitian

Dalam kepustakaan yang nomer 6 dan no.7 terdapat daftar laporan hasil penelitian dari seluruh dunia.

6.1.Penelitian dengan memakai tikus percobaan yang diberi ekstrak campuran air dan metanol dari Kumis kucing menyimpulkan dapat sebagai peluruh seni (diuretik) dan dapat menurunkan asam urat darah8.

6.2.Ekstrak etanol Kumis kucing dapat melindungi hepar dari bahan kimia yang meracuni hepar/liver pada tikus9,10.

7.Efek samping

Pemakaian yang lama dengan dosis tinggi, menyebabkan menurunnya kadar natrium darah, meningkatnya serum fosfatase alkali (mungkin ada kelainan hepar), dan kelainan anatomi ginjal (hydrocalyx)  pada tikus percobaan7.

Untuk kehati-hatian maka dengan ini tidak dianjurkan minum terlalu lama dengan dosis yang melebihi kebutuhan dari rebusan Kumis kucing.

Untuk melihat gambar Kumis kucing “click” di bawah ini

Foto Kumis Kucing

8.Kepustakaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Kumis_kucing

2.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=44

3.http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/kumis_kucing.pdf

4.http://www.asiamaya.com/jamu/isi/kumiskucing_orthosiphon%20aristatus.htm

5.http://portal.ics.trieste.it/MAPs/MedicinalPlants_Plant.aspx?id=636

6.http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Herbal_-_List_of_references_supporting_the_assessment_report/2011/05/WC500106883.pdf

7.http://www.stuartxchange.org/KablingGubat.html

8.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874108002080

9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3106356/

10.http://www.phcogres.com/article.asp?issn=0974-8490;year=2009;volume=1;issue=2;spage=53;epage=58;aulast=Chin

(Di download  12 – 7 s/d 15 – 8 – 2011 )

1.Pendahuluan

            Sinonim :S. marginata Vahl., S. pilosiuscula H.B.K., S. villosa Turcz., S. urticifolia Dalz. et Gibs., Verbena indica L., V. jamaicensis L.

Nama Lokal: Jarong (Sunda), biron, karomenal, sekar laru, ngadirenggo (Jawa), kakurang (Ambon)..

Nama asing:  Yu long bian (China), snakeweed (Inggris).

Tanaman ini berasal dari Caribbian (dekat teluk Meksiko).

Tumbuh liar di tepi jalan, tanah lapang, dan tempat-tempat terlantar lainnya di daerah cerah, sedang, terlindung dari sinar matahari, dan pada ketinggian 1-1500 m dpl. Diberi nama pecut kuda karena bunganya  majemuk tersusun dalam poros bulir yang memanjang, seperti pecut, panjangnya 4- 20 cm.

2.Kandungan fitokimia

Pecut kuda mengandung karbohidrat, glikosida, flavonoid, tannin, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Keterangan lebih rinci mengenai fenolik (flavonoid, tannin dll) dan alkaloid dapat dibaca dalam kepustakaan no. 8.

3.Sebagai obat tradisional

3.1.Daunnya biasanya digunakan untuk penggobatan:

3.1.1.Radang saluran kencing

3.1.2.Radang tenggorokan

3.1.3.Batuk

3.1.4.Radang persendian (artritis)

3.1.5.Haid tidak teratur

3.1.6.Hipertensi (darah tinggi)

3.1.7.Memperbaiki profil lipid, menurunkan resiko penyakit jantung koroner.

3.1.8.Sebagai obat luar, untuk bisul.

3.2.Bunganya biasa digunakan untuk:

3.2.1.Hepatitis A

3.3.Akar, digunakan untuk:

3.3.1.Keputihan (leukore)

4.Penelitian

4.1.Teh daun Pecut Kuda dapat menurunkan kadar garam NaCl darah, dan dapat menaikkan garam Kalium pada binatang percobaan dengan menggunakan kelinci. Penelitian ini menyokong pemakaian teh daun Pecut Kuda sebagai obat untuk darah tingggi dan oedema (2009)3.

4.2.Teh daun pecut Kuda dapat menurunkan Trigliserida, dan Kholesterol LDL. Juga dapat menaikkan Kholesterol HDL. Teh Pecut Kuda dinyatakan dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner. Ini adalah hasil temuan pada binatang percobaan dengan menggunakan kelinci  (2009)4.

4.3.Ekstrak etanol daun kering Pecut Kuda, menunjukkan anti infflamasi dan analgesik, pada tikus percobaan (2007)5.

4.4.Krim dari ekstrak etanol daun Pecut Kuda, memiliki aktifitas anti bakteri (2009)6

4.5.Ekstrak etanol daun Pecut Kuda, mempunyai aktifitas hepatoprotektif dari CCl4 pada tikus percobaan (2010)7.

4.6.Percobaan in vitro (disk diffusion method), menunjukkan etanol ekstrak daun dan akar Pecut Kuda mempunyai aktifitas anti bakteri (2010, tesis S2)8.

5.Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 15-30 g herba kering atau 30 – 60 g herba segar, lalu minum air rebusannya.

Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, radang kulit bernanah, dan luka.

Contoh : untuk  rematik (sakit persendian)1.

Cuci 30-60 g herba pecut kuda segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

6. Efek samping

6.1.Pada binatang percobaan dapat menyebabkan kelainan histologi, seperti infiltrasi sel lipid bahkan sel nekrosis pada hepar, ginjal, paru, pembuluh darah, dan testis, tetapi tidak terjadi di otak, mata dan jantung (normal). Sayang paper aslinya belum didapat. Dikatakan kelainan ringan dan tidak tergantung dosis.

6.2.Pada makalah yang sama dari lain sumber dikatakan pemberian ekstrak 4 gram per kilogram binatang percobaan, tidak menyebabkan efek samping dari analisa darah dan komponennya.(Dalam dua keterangan tentang efek samping di atas, kurang jelas, binatang apa yang dipakai, cara menyiapkan ekstraknya dan sebagainya, sedangkan makalah aslinya belum kami dapat)9.

6.3.Ibu hamil dilarang minum air rebusan Pecut Kuda karena bisa menyebabkan keguguran1.

Kalau ingin melihat fotonya bisa di “click” di bawah ini.

Foto atau gambar Pecut Kuda

7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=244

2.http://en.wikipedia.org/wiki/Stachytarpheta_jamaicensis

3.http://www.aensionline.com/jasr/jasr/2009/1741-1743.pdf

4.http://www.ajol.info/index.php/biokem/article/viewFile/56473/44900

5.http://content.karger.com/produktedb/produkte.asp?typ=pdf&file=000215723

6.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/133097176.pdf

7.http://www.ijrap.net/first-issue/Joshi%20VG%20174-179.pdf

8.http://eprints.utm.my/12715/1/KuAnisShazuraMFBB2010.pdf

9.http://www.uniben.edu/sites/default/files/inaugural_lectures/Prof_M.Idu_.pdf

1.Pendahuluan

Sambung nyawa nama latinnya adalah Gynura procumbens (Lour) Merr. Tanaman ini berasal dari China atau Myanmar, yang dimasukkan ke Indonesia melalui Sri Lanka oleh VOC (Vereenigde Oost Indische  Compagnie). Di daratan China tanaman ini dikenal dengan nama She Juan Jao atau Tien Chi. Suku Hokian menamakannya Ngokilo, suku Hoope menyebutnya Fuyung Jao. Sedangkan tanaman yang dikenal Daun Dewa Di Jawa, sedangkan di Sumatra disebut Beluntas China adalah varietas dari Sambung Nyawa yang disebut dengan nama latinnya Gynura procumbens Varietas Macropylla (Gynura procumbens Back).

Tanaman ini mudah tumbuh bahkan dengan menancapkan batangnya ke tanah atau stek, terutama di tempat yang cukup air dan sinar matahari. Biasanya ditanam sebagai tanaman hias untuk pagar.

2.Kandungan Kimia

Sambung nyawa mengandung senyawa yang termasuk kelompok:

2.1.Alkaloida

2.2.Flavonoida

2.3.Saponin, dan

2.4.Tanin

3.Sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional, daun sambung nyawa biasanya digunakan untuk mengobati/sebagai obat untuk:

3.1.Penurun panas (anti piretik)

3.2.Diabetes Mellitus

3.3.Tekanan darah tinggi

3.4.Kelainan liver (hepar)

3.5.Radang tenggorokan dan sinusitis

3.6.Obat maag (ulcus peptikum)

3.7.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.8.Peluruh batu kandung kemih

3.9.Ambeien ( wasir )

3.10.Tumor payudara (tidak menganjurkan, lebih baik ke dokter secepatnya agar tidak terlambat)

3.11.Sebagai obat luar untuk menghilangkan rasa gatal setelah digigit semut atau binatang lainnya.

4.Toksisitas (efek keracunan)

Menurut penggolongan Gleason M. N. daun Sambung Nyawa termasuk tidak toksik.

Untuk ibu yang hamil muda tidak dianjurkan mengkonsumsi daun Sambung Nyawa, karena percobaan dengan etanol ekstrak  pada binatang menunjukkan adanya sifat mutagenik (dapat menyebabkan kelainan janin).

5.Cara memanfaatkannya

Untuk penggobatan tradisional biasanya dimakan sebagai lalap dalam keadaan mentah, atau sebagai pecel setelah direbus atau dikukus, sebanyak tiga sampai tujuh lembar daun. Dimakan secara teratur, hingga manfaat yang diharapkan tercapai.

Dengan pengobatan memakai cara apa saja, baik tradisional maupun  menggunakan  pertolongan dokter, hendaknya di cek hasilnya dengan pemeriksaan yang sesuai dengan penyakitnya.

6.Penelitian

6.1.Telah diteliti dengan memakai binatang percobaan, Sambung Nyawa sebagai anti piretik, anti analgesik (mengurangi rasa sakit), anti Diabetes Mellitus, dan pencegahan batu kandung kemih dengan hasil yang cukup baik.

6.2.Penelitian untuk memperoleh gelar S1, komponen daun Sambung Nyawa sebagai penangkap radikal bebas oleh Anita Tri Wahyuningsih (2004).

6.3.Penelitian dengan ekstrak air daun Sambung Nyawa, membuktikan peningkatan pengambilan glukosa oleh otot hingga dapt menurunkan glukosa (glucose) darah ( Z. Hassan dkk. 2010 ).

6.4.Etanol ekstrak daun Sambung Nyawa dapat menghambat perkembangan kanker payu dara pada tikus percobaan (Sri Susilowati, 2004).

Untuk melihat foto atau gambar Sambung Nyawa “click” di bawah ini

Foto atau gambar Sambung Nyawa

7.Bahan Bacaan

7.1.http://balipadmaherbal.com/article/26447/sambung-nyawa-gynura-procumbens-back.html

7.2.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/28972433.pdf

7.3.http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/51087992.pdf

7.4.http://www.mdpi.com/1420-3049/15/12/9008/pdf

7.5.http://mot.farmasi.ugm.ac.id/files/71Gynura%20procumbens_%20sri%20susilowati.pdf

1.Pendahuluan

Sirsat atau sirsak, nama lainnya durian benggala, nangka blanda, and nangka londa.      bahasa Inggrisnya Soursop, membutuhkan banyak air untuk tumbuh, biasanya tumbuh di daerah tropis. Dibudidayakan di Sentral dan Amirika latin, Florida Selatan, Asia, dan Afrika Barat. Selain dimakan mentah sirsat diolah juga sebagai es krim, manisan dan banyak lagi. Kandungan kalori, vitamin dan mineral bisa diliha di tabel!

2.Sebagai obat tradisional

Air rebusan daunnya biasa dipakai untuk:

-menurunkan panas (anti piretik)

-tekanan darah tinggi

-sebagai obat penenang dan obat tidur.

-sebagai minuman teh untuk flu.

Air rebusan bisa dipakai untuk obat luar, misalnya luka, sebagai kompres, untuk membunuh kutu rambut. Daun muda bisa ditempelkan untuk rematik

Buahnya dimakan untuk radang saluran kemih, diare, melancarkan air susu dan kelainan fungsi hepar.

Senyawa yang ada di buah, kulit pohon, akar,  dan daunnya biasa dipakai untuk mengurangi rasa mual dan muntah, dan untuk kram perut (anti spasmodik).

Penelitian terus berlangsung dalam hal sirsat sebagai  pengobatan bermacam-macam kanker.

Banyak orang yang sudah memakai sebagai obat kanker, atau sebagai tambahan obat dalam pengobatan kanker yang diderritanya.

3.Kandungan kimia

Dalam daun, bunga, buah, kulit pohon, dan akar sirsat mengandung suatu kelompok  khemikal yang disebut Annonaceous acetogenins, dimana senyawa ini terdiri dari  14 macam. Penelitian dimulai tahun 1940. Banyak laporan dipublikasi oleh Universitas Perdue Amerika tentang kandungan kimia dalam sirsat. Diantara 14 khemikalia ada satu namanya annonacin, dan inilah yang sudah dicobakan sebagai obat untuk bermacam-macam kanker. Effek samping jauh lebih ringan dari khemo terapi.

4.Efek samping

Dalam kulit kayu sirsat mengandung senyawa muricine dan muricinine, sedikit dalam daun dan sangat sedikit dalam buahnya yang dapat menyebabkan gejala penyakit seperti Parkirson (buyuten).

 

5.Penelitian

Laporan penelitian dalam bentuk abstrak diantaranya ada 70 laporan terkumpul dalam daftar bacaan yang kelima.

6.Daftar bacaan

1.http://www.philippineherbalmedicine.org/guyabano.htm

2.http://www.rain-tree.com/graviola.htm

3.Guayabano.htm

4.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14675150

5.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez

6.http://www.nutritionanalyser.com/food_composition/?fid=09315

Guyabano Nutritional Value

Per 100g of edible portion

Calories 65
Protein 1.0 g
Fat 0.95g
Carbohydrates 16.5g
Fiber 3.2 g
Ash 58g
Calcium 10.3 mg
Phosphorus 26.9 mg
Potassium 270 mg
Iron 0.64 mg
Vitamin A 2 IU
Vitamin C 28.5 mg
Thiamine 0.10 mg
Riboflavin 0.06 mg
Niacin 1.3 mg
Tryptophan 11 mg
Methionine 8 mg
Lysine 60 mg
Dari lain sumber
Fat (lemak) 0,3 g
Lemak jenuh 0,05 g
Tak jenuh tunggal 0,09 gr
Tak jenuh banyak 0,07
Zinc 0,1 mg
Selenium (penting sbg anti radikal bebas) 0,6 mg

1.Pendahuluan

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Ada juga yang menulis bahwa jahe pertama kali ditanam di Asia Tenggara, kemudian menyebar ke Afrika bagian timur dan Caribian. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia (1,2).

Dewasa ini kita bisa menemukan jahe tersebar di seluruh Indonesia, ditanam di kebun dan di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka,  Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India (selain Equador dan Brazil) juga merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia (3).

Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate) (3).

2.Kandungan kimia

Jahe kering mengandung minyak astiri hingga sekitar 3%. Minyak ini mengeluarkan aroma jahe yang khas. Komponen utama minyak astiri dalam jahe adalah zingiberen dan zingiberol (4). Kandungan minyak atsiri lainnya diantaranya adalah, bisabolena, farnesena, kurkumen dan filandrena (2 ,5). Ada komponen yang tidak mudah menguap terutama golongan fenolik, terbanyak adalah  gingerol dan zingerone (2). Jahe juga mengandung oleoresin yang terasa pedas (5).

3.Manfaat jahe

3.1.Manfaat medis

3.1.1.Untuk mag, perut kembung. mules, anti muntah

3.1.2.Membangkitkan nafsu makan.

3.1.3.Untuk menahan batuk.

3.1.4.Untuk menghilangkan bau ASI (Air Susu Ibuu) yang kurang enak.

3.1.5.Anti piretik dan analgesik (menurunkan panas dan mengurangi sakit)

3.1.6.Obat luar untuk luka dan gatal-gatal (dicampur herbal lain).

3.2.Manfaat lainnya

3.2.1.Campuran minuman serbat,sebagai penghangat badan (5).

3.2.2.Sebagai bumbu penghilang bau anyir dari ikan bebek ikan laut dll.

4.Penelitian

Banyak sekali penelitian tentang jahe yang telah dilakukan baik di dalam maupun di luar negri. Diantara penelitian tersebut, misalnya:

4.1.Latifah,1987. Telah melakukan penelitian pengaruh analgesik perasan rimpang Jahe Merah pada mencit (5).

4.2.Ema Viaza,1991. Telah melakukan penelitian yang menujukkan efek anti jamur Jahe terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis (5).

4.3.Septiana A.T. dkk. Aktivitas antioksidan ekstrak dikhlorometan dan air jahe (Zingiber Officinale Roscoe) pada asam linoleat. Jurnal Teknol. dan Industri Pangan, vol. XIII, No.2 2002; 105-110. Hasilnya menunjukkan bahwa, aktivitas antioksidan ekstrak jahe lebih besar dari alfa tokoferol. Anti oksidan ekstrak dikhlorometan lebih besar dari ekstrak air. Besarnya antioksidan ekstrak jahe berkorelasi dengan jumlah fenol dan zat besi dalam jahe (6).

4.4.Siddaraju M et.al. Gastroprotective Effect of Ginger Rhizome (Zingiber officinale) Extract: Role of Gallic Acid and Cinnamic Acid in H+, K+-ATPase/H. pylori Inhibition and Anti-oxidative Mechanism. Penelitian pada tikus ini menunjukkan ektstrak air jahe dapat mencegah timbulnya mag atau ulkus peptikum buatan, karena mengandung asam gallat dan asam sinnamat. Asam sinnamat lebih besar daya hambatan terhadap aktivitas bakteri H. Pilorus, sedangkan asam gallat mempunyai efek anti oksidan lebih beasar dari asam sinnamat (7).

4.5.Antihypercholesterolaemic effect of ginger rhizome (Zingiber officinale) in rats. Hiperkholesterol tikus yang diberi air ekstrak jahe selama 4 minggu akan menjadi normal kembali (8).

4.6.Influence of ginger rhizome (Zingiber officinale Rosc) on survival, glutathione and lipid peroxidation in mice after whole-body exposure to gamma radiation. Pemberian alkohol ekstrak jahe sebelum tikus diberi radiasi doses tertentu, dapat melindunginya terhadap akibat  pemaparan radiasi tersebut. Dalam penelitian ini juga ditunjukkan bahwa ekstrak alkohol jahe mempunyai efek anti bakteri terhdap Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhimurium, Escherichia coli, dan anti jamur Candida albicans (9).

5.Efek samping

5.1.Jahe dinyatakan aman, namun bisa menyebabkan ngantuk bagi orang yang peka atau sensitif terhadap Jahe.

5.2.Apabila minum obat untuk mengurangi sakit atau untuk melancarkan darah (salisilat, aspirin) dari dokter lebih baik tidak dicampur dengan minuman jahe, karena dapat menyebabkan perdarahan lambung.

5.3.Sebelum dioperasi sebaiknnya jangan diberi minuman Jahe, karena dengan pemberian Anestesi (untuk menidurkan pasen) Jahe dapat memperlama waktu anestesi, menghambat penyembuhan luka dan dapat menyebabkan detak Jantung tidak teratur (arrhythmia)(10).

6.Bahan bacaan

6.1.http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe

6.2.http://en.wikipedia.org/wiki/Ginger

6. 3.http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/jahe.pdf

6.4.http://www.ebookpangan.com/ARTIKEL/JAHE,%20RIMPANG%20DENGAN%20BERBAGAI%20KHASIAT.pdf

6. 5.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=293

6.6.http://www.iptek.net.id/ind/pustaka_pangan/pdf/Jurnal_PATPI/vol_XIII_no_2_2002/Pdf_dan_doc/vol_XIII_no_2_2002_hal_105.pdf

6. 7.http://ecam.oxfordjournals.org/cgi/content/abstract/nep060

6. 8.http://www.bioportfolio.com/resources/pmarticle/55876/Antihypercholesterolaemic-Effect-Of-Ginger-Rhizome-zingiber-Officinale-In-Rats.html

6. 9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14565823

6.10http://www.zhion.com/herb/Ginger.html

(Di down load Desember 2010 – Jnnuari 2011)

May 2016
M T W T F S S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 367 other followers