You are currently browsing the category archive for the ‘Kesehatan’ category.

1.Pendahuluan

Sakit kepala, atau sering dikeluhkan sebagai pusing, adalah perasaan sakit seperti menderita luka tajam, atau terpukul barang tumpul, kadang sakitnya terasa seirama dengan detak jantung dalam kepala. Bisa terasa sebelah kiri atau kanan saja, kadang di bagian depan kepala sekitar mata dan dahi, kadang di bagian belakang kepala atau di seluruh kepala. Datangnya bisa mendadak atau pelan, berahir atau sembuh dalam waktu kurang dari satu jam atau sampai beberapa hari1.

Dalam otak tidak ada reseptor untuk rasa sakit, sehingga otak tidak sensitif terhadap rasa sakit. Rasa sakit di kepala timbul karena gangguan dari jaringan sekitar otak yang sensitif terhadap rasa sakit. Ada sembilan tempat atau bagian di sekitar leher dan kepala yang sensitif terhadap rasa sakit, yaitu periostium (yang melapisi atau selaput) tulang kepala, otot, syaraf, pembuluh darah arteri dan vena, jaringan bawah kulit, mata, telinga, sinus, dan membran mukosa2. Apabila kesembilan tempat ini terangsang karena sesuatu, maka kepala akan terasa sakit.

Sakit kepala merupakan gejala dari sekitar  200 macam penyakit atau keadaan2.

2.Penyebab sakit kepala. Sebagian besar penyebab sakit kepala tidak berbahaya, namun ada penyebab sakit kepala merupakan suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa, sehingga memerlukan penanganan darurat3.

Sakit kepala sesuai dengan penyebabnya dibagi menjadi dua, yaitu3:

2.1.Sakit kepala Primer

Sakit kepala jenis ini, disebabkan oleh masalah atau over active dari bagian yang sensitif terhadap rasa sakit dalam kepala (sebagian dari kesembilan tempat). Namun sakit kepala primer  bukan gejala dari penyakit yang ada di dalam rongga kepala sendiri. Sakit kepala primer bisa disebabkan oleh aktifitas kimia dari otak, atau syaraf, serta pembuluh darah di luar rongga kepala, atau otot di kepala dan leher, atau kombinasi aktifitas kimia dari beberapa jaringan  tersebut. Sebagian orang karena faktor genetik lebih mudah mengalami sakit kepala primer3.

Sakit kepala primer yang paling sering adalah3:

2.1.1.Sakit kepala cluster (cluster headache). Sering menyerang ketika tidur, sakit disekitar mata.

2.1.2.Migrain

2.1.3.Sakit kepala tegang (tension headache)

2.1.4.Trigeminal Neuralgia (Trigeminal autonomic cephalalgia, TAC))

Ada beberapa macam sakit kepala biarpun dinyatakan tergolong primer, namun bisa merupakan suatu gejala dari suatu penyakit, diantaranya:

2.1.5.Sakit kepala tiap hari yang khronik (chronic daily headache)

2.1.6.Sakit kepala waktu batuk (cough headache)

2.1.7.Sakit kepala waktu olah raga (exercise headeache)

2.1.8.Sakit kepala waktu berkumpul dengan istri (sex headache)

Sebagian sakit kepala terangsang oleh gaya hidup, misalnya:

2.1.9.Alkohol

2.1.10.Makanan tertentu, misalnya daging olahan, karena mengandung asam Nitrat

2.1.11.Perubahan waktu tidur, atau kekurangan tidur

2.1.12.Postur atau posisi tegak atau duduk yang kurang tepat

2.1.13.Tidak makan pada waktu yang seharusnya makan (skipped meals)

2.1.14.Stress

2.2.Sakit kepala sekunder

Adalah gejala dari penyakit yang dapat merangsang syaraf disekitar leher dan kepala yang sensitif terhadap rasa sakit. Sakit kepala jenis ini sangat banyak, diantaranya

2.2.1.Sinusitis akuta

2.2.2.Masalah pada gigi

2.2.3.Infeksi telinga tengah

2.2.4.Glukoma

2.2.5.Flu

2.2.6.Meningitis

2.2.7.Pembesaran arteri dalam otak (brain anuerym)

2.2.8.Pecahnya pembuluh darah dalam otak (adanya hematoma)

2.2.8.Keracunan CO (cabon monoxide)

2.2.9.Terlalu banyak minum obat anti nyeri

2.2.10.MSG (mono sodium glutamat)

2.2.11.Pemakaian helm yang terlalu ketat.

2.2.12.Ada juga sakit kepala sekunder yang spesifik, misalnya akit kepala karena makan es krim

2.2.13 dan masih banyak lagi.

3.Migrain

Khusus sakit kepala jenis ini akan diterangkan lebih lanjut secara singkat.

3.1.Migrain yang tipikal menyerang separuh kepala, kadang sebelah kiri kadang yang kanan. Berlangsung dua sampai 72 jam. Bisa terasa sakit sekali atau moderat dan berdenyut. Kadang bersamaan dengan mual, muntah, lebih sensitif terhadap cahaya, suara dan bau-bauan. Rasa sakit bertambah parah dengan aktifitas fisik. Hampir sepertiga penderita migrain mempunyai aura. Aura adalah gangguan penglihatan atau gejala visual singkat yang menandai akan terjadi migrain. Namun kadang ada aura tapi tidak diikuti migrain atau hanya menderita migrain yang ringan.

Penyebab migrain yang sebenarnya belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor yang sudah diketahui, diantaranya adalah,  migrain diyakini karena gabungan antara pengaruh lingkungan dan faktor genetik. Sebanyak dua pertiga migrain menyerang populasi yang ada hubungan darah. Faktor yang lain adalah jenis kelamin, penderita wanita lebih banyak dari pada pria. Pada sebagian wanita, selama hamil serangan migrain berkurang kejadiannya4.

Salah satu teori terjadinya migrain adalah sebagai berikut:

Menurunnya Serotonin dalam darah akan menyebabkan sistem trigeminal mengeluarkan neuropetida. Senyawa ini akan sampai di selaput otak (meninges) dan terjadilah migrain5.

3.2.Pemicu timbulnya migrain

Apapun teori terjadinya,  ada beberapa hal yang dapat memicu  migrain, diantaranya yaitu5:

3.2.1.Perubahan kadar hormon pada wanita. Naik turunnya estrogen selama siklus menstruasi. Wanita menderita migrain sesaat sebelum dan selama menstruasi. Yang lain menderita migrain ketika sedang hamil atau setelah menapause. Ada wanita apabila minum pil KB sering menderita migrain , namun ada yang sebaliknya, malah jarang menderita migrain waktu minum pil KB.

3.2.2.Makanan. Coklat, keju, pisang, makanan olahan seperti sosis makanan dalam kaleng, tidak makan pada waktu yang seharusnya makan (skip meal).

3.2.3.Minuman. Minuman anggur dan yang beralkohol lainnya

3.2.4.Aspartam (pemanis), pengawet, dan MSG

3.2.5.Stress. Stress karena pekerjaan atau dalam rumah tangga.

3.2.6.Rangsangan saraf mata, pendengaran, dan bau. Sinar terang, suara keras, bau perfume, thinner, asap dan banyak lagi

3.2.7.Perubahan tidur. Terlalu lama tidur , kurang tidur, jet lag.

3.2.8.Aktivitas fisik yang inten. Misalnya aktivitas seks.

3.2.9.Perubahan cuaca atau tekanan barometer.

3.2.10.Obat-obatan. Pil KB, vasodilator (nitrogliserin) dapat memperparah migrain.

3.3.Pencegahan

3.3.1.Migrain bisa dicegah dengan menghindari apa yang dapat mencetuskannya.

3.3.2.Dengan minum obat tertentu untuk penderita tertentu pula.

3.3.2.1.Apabila sering sekali menderita migrain dan sakitnya parah, tidak menderita asma dan tidak menderita darah rendah, bisa minum beta bloker6.

3.3.2.2.Antidepresan. Amiptriptillin dianggap yang paling berhasil untuk mencegah migrain7.

3.4.Pengobatan migrain4,8.

Sebenarnya hingga saat ini tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan migrain. Yang ada adalah obat-obatan yang dapat meringankan gejala migrain. Adapula obat untuk mencegah timbulnya migrain, seperti yang diterangkan di atas (3.3.2.).

Mungkin memerlukan waktu untuk mencari kombinasi obat yang cocok untuk meringankan gejala penderita migrain.

3.4.1.Obat penghilang rasa sakit (painkillers)

3.4.2.Sumatriptan. Efektif apabila diberikan sejak awal timbulnya gejala. Penderita jantung koroner sebaiknya tidak memakai obat ini. Pernah ada penderita yang shock biarpun obat tersebut diminum9.

3.4.3.Ergotamin. Harganya lebih murah dari sumatriptan dan mempunyai efek samping yang lebih ringan. Ergotamin dengan kombinasi obat yang lain (chlorpromazine) baik untuk penderita  migrain yang berat (severe) dan penderita yang mengalami migrain lama, muntah-muntah, tidak bisa berfikir normal dan ada gangguan penglihatan (sparkling light), penderita ini disebut Status Migrainosus4,10.

3.4.4.Kopi. Kopi mengandung caffeine yang dapat mempercepat dan meningkatkan kerja obat penghilang sakit (painkillers), selain itu memperlama kerja obat tersebut11.

4.Bahan bacaan

1.http://www.mayoclinic.org/symptoms/headache/basics/definition/sym-20050800

2.https://en.wikipedia.org/wiki/Headache

3.http://www.mayoclinic.org/symptoms/headache/basics/causes/SYM-20050800

4.https://en.wikipedia.org/wiki/Migraine

5.http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/basics/causes/con-20026358

6.https://migraine.com/migraine-treatment/prevention-medications/

7.https://migraine.com/migraine-treatment/antidepressants-for-migraine-headaches/

8.http://www.nhs.uk/Conditions/Migraine/Pages/Treatment.aspx

9.https://en.wikipedia.org/wiki/Sumatriptan

10.http://www.webmd.com/migraines-headaches/guide/status-migrainosus-symptoms-causes-treatment

11.http://www.webmd.com/migraines-headaches/guide/triggers-caffeine

Advertisements

1.Pendahuluan
Permukaan bumi penuh dengan silikon. Bisa di bebatuan, lempung, di pasir. Sebagai kristal Si meliputi sekitar 28% dari bahan kerak bumi (the earth’s crust).
Silikon biasanya ditemukan dalam bentuk silikat yang komplek, lebih jarang lagi dalam bentuk silika (Si adalah komponen utama dalam pasir). Kristal Silikon murni (Si) sangat jarang ditemukan dalam alam.
Penemuan oleh E. Carlisle dan K. Schwarz (1972), merupakan pioner dari penelitian Silikon dalam makanan, yang dibutuhkan oleh binatang dan manusia. Pada penelitian tersebut ditunjukkan bahwa kekurangan Silikon pada tikus dan ayam dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan tulang. Selanjutnya C. Seaborn dkk (1994, 2002), membuktikan Silikon dibutuhkan sebagai mikronutrisi untuk integritas dan pertumbuhan jaringan ikat.
Dalam Ilmu Biokimia dan Gizi, Si dimasukkan dalam kelompok mungkin esensial bersama dengan Ni (Nikel), Sn (Stannum, dipakai untuk melapisi kaleng untuk makanan), dan V (Vanadium, dipakai dalam industri metal untuk mencegah korosif).
Karena kekurangan bukti yang dihasilkan dari penelitian, terutama tentang pengaruh dosis terhadap manfaat Silikon, dan karena efek Silikon terhadap manfaatnya juga tidak konsisten, sedangkan vitamin dan mineral lain mempunyai efek yang konsisten, maka Silikon belum bisa dinyatakan suatu mineral yang esensial, namun tetap mungkin esensial.
2.Manfaat Silikon
Silikon berfungsi dalam kalsifikasi tulang dan pembentukan matrik tulang muda. Mungkin juga mempunyai peran dalam metabolisme mukopolisakarida, dan dapat memperkuat jaringan ikat dengan membentuk ikatan penghubung antar senyawa (a biological cross-linking agent).
Silikon membantu pertumbuhan rambut, kuku, dan gigi. Membuat mata lebih cerah, dan kulit kencang.
Silikon juga diperlukan oleh otot, jaringan ikat, pankreas dan thimus.
Silikon, membantu mencegah penyakit Alzheimer dan osteoporosis.
Manfaat Silikon bisa juga ditulis sebagai berkut:
2.1.Penguat jaringan ikat dalam persendian, ligamen, dan otot.
2.2.Diperlukan dalam pembentukan kolagen tempat kalsium diletakkan dalam tulang, oleh karena itu dapat dikatakan sebagai penguat tulang.
2.3.Penguat gigi dan gusi
2.4.Dalam jumlah yang cukup, dapat menghambat timbulnya penyakit jantung koroner.
2.5.Mempertahankan keutuhan lambung dan usus. Silika diperlukan dalam membentuk sel baru untuk mengganti sel usus yang rusak.
2.6.Mempertahankan keutuhan kulit, sebagai pertahanan dari bakteri dan patogen lainnya.
2.7.Mempercepat penyembuhan luka pada kulit.
2.8.Mempertahankan kesehatan rambut, dan kuku.
2.9.Mempercepat pembuangan Aluminium keluar tubuh. Aluminium dianggap ikut menjadi penyebab penyakit Alzheimer’s.
3.Keperluan tubuh
Berapa Silikon dalam makanan yang dibutuhkan kita? Sebenarnya belum secara pasti ditentukan. Kemungkinan kita memerlukan sekitar 1 hingga 2 mg saja perhari.. Namun dalam artikel lain dikatakan asupan 20 hingga 60 mg per hari dinyatakan tidak cukup!
Asupan orang Amerika tiap harinya berkisar antara 20 hingga 50 mg.
4.Kekurangan silikon
Kekurangan Si, bisa menyebabkan kuku mudah retak (brittle), kulit cepat menua dan kisut, rambut menjadi tipis dan rontok, pertumbuhan tulang kurang bagus, dan osteoporosis.
Menjadi sensitif terhadap dingin, biarpun hawa panas merasa kedinginan.
5.Sumber makanan
Kandungan silikon sangat tinggi dalam makanan yang berasal dari dalam tanah, seperti kentang, kacang tanah, bit (beets), terutama dalam kulitnya. Silikon juga tinggi dalam makanan yang berserat, seperti mangga, tangkai seledri (kebiasaan orang Australi, memakan tangkainya daunnya dibuang).
Dalam biji gandum.
Di bawah ini daftar dari beberapa makanan yang sering kita jumpai yang kandungan silikonnya cukup tinggi:

Tabel makanan tinggi Silikon
6.Kandungan silikon dalam makanan.
Di bawah ini ada beberapa makanan yang telah ditentukan kandungan silikonnya, sayang sekali data tentang makanan lainnya belum didapat.
6.1.Banana (yellow, peeled) (pisang yang matang tanpa kulit), dalam 250 gram – 13.60 mg
6.2.High bran cereal, 100 g – 10.17 mg
6.3.Bread (wholegrain), 200 g – 8.94 mg
6.4.Mineral water (high silica), 500 mL – 7.23 mg
6.5.Green beans (cooked), 250 g – 6.10 mg
6.6.Carrot (raw, peeled) (wortel mentah sudah dikupas), 200 g – 4.58 mg
6.7.Bread (wholemeal), 200 g – 4.50 mg
6.8.Brown rice (beras merah), 200 g – 4.14 mg
6.9.Mineral water (regular) (air mineral, bukan isi ulang), 500 mL – 3.44 mg
6.10.Bread (white) (roti putih), 200g – 3.38 mg
6.11.Wheat biscuits (biskuit gandum), 100g – 2.78 mg
6.12.White rice (beras putih), 200 g – 2.48 mg
6.13.Cornflakes (emping jagung), 100 g – 2.42 mg
Perhatikan kandungan pisang (yang juga mengandung Kalium yang cukup tinggi). Satu pisang yang agak kecil beratnya sekitar 120 gram. Bandingkan dengan beras putih!
7.Ketimun, mentimun, atau timun (Cucumbers, Cucumis sativus).
Dalam Timun terutama kulitnya banyak mengandung Silikon. Sayang sekali berapa kandungan silikon dalam Timun belum juga ditemukan jawabannya. Adapun manfaat dari Timun diantaranya adalah karena kandungan silikanya.
8.Metabolisme Silikon
Hingga sekitar 2007, metode untuk menentukan kadar Si dalam darah dan jaringan manusia belum ada yang dianggap akurat. Lagi pula hanya beberapa sentral penelitian saja yang melakukan pemeriksaan kadar Si dalam darah dan jaringna manusia.
Makanan yang berasal dari tumbuhan mengandung Si yang agak tinggi, namun setelah mengalami proses pengolahan untuk disajikan sebagai makanan kadarnya turun drastis. Sedangkan makanan dari sumber hewani mengandung Si yang relatif rendah.
8.1.Penyerapan
Sedikit sekali data tersedia mengenai metabolisme Si dalam tubuh manusia. Hal ini disebabkan karena banyak sekali bentuk atau formula Si yang terjadi dalam usus. Pemberian Aluminosilikat hanya diserab 1%, sedangkan dalam penelitian yang menggunakan Asam Monosilkat yang sudah mengalami stabilisasi (stabilized monosilicic acid, mono = ortho) diserap 80%. Dalam usus Si tersedia dalam bentuk orthosilikat (berasal dari minuman, sekitar 20 – 30%) dan dalam bentuk Silika yang bersal dari makanan yang padat (70 – 80%). Silika dalam makanan padat setelah mengalami hidrolisis akan berubah menjadi orthosilikat. Rata-rata penyerapan Si berkisar sekitar kurang dari 50%. Penyerapan Si difasilitasi oleh aquaporin, suatu protein yang berbentuk kanal terletak pada bagian dalam sel membran. Aquaporin berfungsi untuk memfasilitasi teranspor air, dan atau solut yang netral seperti Urea, asam borak (boric acid) dan asam silikat. Eksresi Si bersama urine berkorelasi dengan asupan Si.
Cara lain mendapatkan Si, adalah dengan penyerapan melalui kulit (Lassus, 1993). Namun dari penelitiannya, belum bisa diambil kesimpulan yang meyakinkan. Biarpun demikian, penyerapan melalui kulit adalah suatu hal yang perlu diteliti lebih lanjut mengingat pemberian Si dengan spray pada tumbuhan memberikan hasil biologi yang meyakinkan.
8.2.Distribusi
Total kandungan Si dalam tubuh manusia berkisar sekitar 7 gram. Kandungan Si tinggi dalam tulang, kuku, tendon, dan dinding aorta. Kuku dan ginjal mengandung Si yang paling tinggi (1500 mg/kg), sedangkan dalam sel darah merah (44 mg/kg), plasma darah (20 mg/kg), liver, limpa dan pru kadarnya rendah. Silikon juga bisa dideteksi dalam ASI.
9.Bahan bacaan
1.https://answers.yahoo.com/question/index;_ylt=A2oKmM8ihsFVIEsAFv73RQx.;_ylu=X3oDMTByZWY0N3NuBHNlYwNzcgRwb3MDNQRjb2xvA3NnMwR2dGlkAw–?qid=20070904163058AAtGY2q
2.http://www.wingspanartsintl.com/specials/strengthentissues2.pdf
3.http://www.indiacurry.com/nutrients/silica.htm
4.http://www.eidon.com/silica_article/
5.http://www.vitalhealthzone.com/nutrition/nutrition-questions/Lesa-Rusher1/foods-with-highest-silica-content-amount-of-silica.html
6.http://www.eidon.com/silica_article/
7.https://en.wikipedia.org/wiki/Silicate
8.http://aob.oxfordjournals.org/content/100/7/1383.full
9.http://agrisilica.co.za/pdf/eng/Silicon%20in%20Humansessensial%20or%20benificial.pdf

1.Pendahuluan HP singkatan dari Hand Phone. Istilah ini sudah dimengerti oleh semua pengguna alat tersebut. Nama lainnya adalah telpon selluler, atau telpon genggam. Di luar negri dikenal sebagai Cellular Phone atau Mobile Phone. Pemakaian HP kian meningkat. Tercatat hingga tahun 2009 ada 6 millyar pelanggan kartu GSM diseluruh dunia, sudah tentu pengguna HP yang sebenarnya jauh melampaui angka itu. Di Inggris sekitar 70% anak yang berusia antara 11 hingga 12 tahun mempunyai HP, dan mencapai 90% pada waktu berusia 14 tahun (dilaporkan 21 Mei 2014). Kehawatiran pemakai HP terhadap kesehatan terutama kanker otak, dipicu oleh tuntutan David Reynard (Amerika Serikat) pada pertengahan 1992, yang menyatakan bahwa istrinya meninggal karena kanker otak, sebagai akibat dari pemakaian HP. Tuntutan David Reynard dan beberapa orang lainnya yang mirip, ditolak karena tidak ada bukti yang cukup. Akibat tuntutan tersebut, gelombang penelitian mengenai dampak pemakaian HP terhadap kesehatan terutama hubungannya dengan tumor otak dimulai.
2.Radiasi HP dan macam penelitian Penelitian untuk melihat pengaruh pemakaian HP dilakukan karena HP dapat memancarkan radiasi yang dapat diserap oleh pemakainya. Pemancaran radiasi ini terjadi karena HP memakai radiasi elektro magnetik (electromagnetic radiation) dalam rentang mikrowave (microwave range). Pada tahun 2011, International Agency for Research on Cancer (IARC) memasukkan klasifikasi radiasi HP pada kelompok atau Group 2B, artinya tidak seperti kelompok G 1 yang berbahaya, dan kelompok G 2A yang probably carcinogenic (almost certainly; as far as one knows or can tell), namun “hanya” prossibly carcinogenic (perhaps used to indicate doubt or hesitancy). Dalam bahasa Inggris antara probably dan possibly berbeda. Jadi kelompok G 2B masih ada keraguan atau ketidak pastian. Pengaruh radiasi ini diteliti dengan memakai in vitro (di laboratorium, memakai benda mati), memakai binatang percobaan, dan meneliti para pemakai HP menurut ilmu epidemioplogi (pengaruh pemakaian HP, dan jumlah penyakit misalnya kanker otak, distribusi, dan perhitungan lainnya dalam populasi). Selain kanker otak, juga diteliti pengaruhnya terhadap perubahan sifat (behaviour), kecerdasan (cognitive), catarak, jumlah sperma, dan lainnya. Karena keterbatasan informasi yang tersedia, tulisan kali ini terfokus pada hubungan antara pemakaian HP dan tumor otak
3.Hubungan antara pemakaian HP dan tumor otak
3.1.Tumor dan kanker otak. Tumor adalah sel yang tumbuh tidak terkendali, namun tidak invasif dan tidak menyebar (jinak). Kanker adalah sel yang tumbuh tidak terkendali bersifat invasif dan menyebar, biasanya dapat menyebabkan kematian (ganas). Di Canada, setiap hari ada 27 orang dinyatakan sakit kanker otak. Ada 120 macam kanker otak. Kanker otak primer (berasal dari otak, bukan dari luar) terjadi pada 8 orang dari 100000 populasi ( di Canada). Kanker otak primer yang paling sering adalah glioblastoma multiforme. Dengan pengobatan yang paling agresif sekalipun rata-rata keberhasilan hidupnya (average survival) kurang dari satu tahun.

3.1.1.Macam tumor dan kanker otak:
3.1.1.1.Glioma, adalah tumor berasal dari jaringan sel yang menyangga atau menopang sel otak (sel astrosit, astrocyte), ada beberapa macam mulai dari yang berkembang/tumbuh perlahan (stadium 1,2) dan yang tumbuhnya cepat dan menginfasif jaringan sekitar (stadium 3,4; glioblastomas, anaplastic astrocytomas, Oligodendroglioma) .
3.1.1.2.Acoustic Neuromas / Schwannomas, adalah tumor yang berasal dari sel yang membungkus sel otak. Tumor ini dapat mengebabkan berkurangnya pendengaran dan keseimbangan.
3.1.1.3.Meningioma, berasal dari sel pembungkus otak.
3.1.1.4.Pituitary adenoma, tumor ini belum pernah dihubungkan dengan pemakaian HP. 3.1.2.Penyebab tumor atau kanker otak.
3.1.2.1.Glioma. Penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Kemungkinan : kelainan genetik, radiasi HP, infeksi cytomegalovirus mempercepat pertumbuhan glioblastoma.
3.1.2.2.Acoustic Neuroma. Penyebabnya belum jelas. Kemungkinan: kelainan genetik dan radiasi.
3.1.2.3.Meningioma. Penyebabnya belum jelas. Kemungkinan: kelainan genetik, radiasi (bom atom, X rays pada kepala atau gigi, HP), dan trauma pada kepala.
3.1.2.4.Pituitary adenoma. Kemungkinan penyebabnya, kelainan genetik.
3.1.3.Tumor atau kanker otak serta hubungannya dengan pemakaian HP. Ada beberapa laporan penelitian tentang tumor atau kanker otak dan hubungannya dengan pemakaian HP, serta beberapa komentar terhadap hasil penelitian mereka. Diantara laporan penelitian itu adalah : 3.1.3.1.Inskip P.D., Hoover R.N., Devesa S.S. Brain cancer incidence trends in relation to cellular telephone use in the United States. Neuro Oncol. 2010 Nov;12(11):1147-51. doi: 10.1093/neuonc/noq077. Epub 2010 Jul 16. Hasil penelitian ini menyimpulkan, secara keseluruhan data yang didapat tidak mendukung pandangan yang menyatakan bahwa HP dapat menyebabkan kanker otak.
3.1.3.2.Larjavaara S. et al. Location of gliomas in relation to mobile telephone use: a case-case and case-specular analysis. Am J Epidemiol. 2011 Jul 1;174(1):2-11. doi: 10.1093/aje/kwr071. Epub 2011 May 24. Peneliti memilih penderita glioma (888 orang) sebagai objek penelitiannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, glioma didapatkan bukan ditempat yang mendapatkan radio-frekuensi tertinggi yang dipancarkan oleh HP.
3.1.3.3.Frei P. et al. Use of mobile phones and risk of brain tumours: update of Danish cohort study BMJ. 2011 Oct 19;343:d6387. doi: 10.1136/bmj.d6387. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada kenaikan resiko menderita tumor otak dalam pemakaian HP.
3.1.3.4.Hardell L. et al. Case-control study of the association between malignant brain tumours diagnosed between 2007 and 2009 and mobile and cordless phone use, yang dipublikasi on line pada tgl. 24 September 2013. Dengan memakai tumor meningioma sebagai sasaran, penelitian ini menyimpulkan bahwa radiofrequency electromagnetic fields (RF-EMFs) yang dipancarkan HP berperan dalam inisiasi dan promosi perkembangangan kanker (play a role both in the initiation and promotion stages of carcinogenesis).
3.1.3.5.Coureau G et al. Mobile phone use and brain tumours in the CERENAT case-control study. Occup Environ Med doi:10.1136/oemed-2013-101754. Published Online First 9 May 2014. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada asosiasi antara pemakai reguler HP (regular mobile phone users) dan glioma bila dibandingkan dengan bukan pemakai HP, dengan kata lain sama resikonya kena penyakit Glioma antara pemakai regular dan bukan pemakai HP. Namun untuk pemakai “berat” (heaviest users) HP, yaitu pemakaian secara kumulatif lebih dari 896 jam atau melakukan lebih dari 18360 panggilan dengan HP, ada positif asosiasi dengan Glioma atau Meningioma. Kesimpulannya, menyokong penemuan terdahulu yang menyatakan adanya hubungan antara pemakai berat HP dan tumor otak. Komentar tentang hasil penelitian:
3.1.3.6.Kenneth R. Foster and John E. Moulder. Health Effects of Mobile Phones: Recent Scientific and Policy Developments. Presented at COST259 workshop. “The Mobile Terminal and Human Body Interaction”. Bergen, Norway 27 April 2000. Menurut penulis, percobaan pada binatang dan penelitian epidemiologi sementara ini tidak menunjukkan data yang dapat mendukung adanya bahaya disebabkan energy radiofrequency (RF) yang dipancarkan HP.
3.1.3.7.1.National Cancer Institue. Reviewed: June 24, 2013. Dikutip dari tulisan oleh Nasional Cancer Isntitue, ACS atau American Cancer Society menyatakan, mungkin ada hubungan antara pemakaian HP dan kanker otak namun buktinya tidak cukup kuat untuk menyatakan sebagai sebab akibat.
3.1.3.7.2.NIEHS atau National Institute of Environmental Health Sciences menyatakan, bukti ilmiah hingga sekarang tidak dapat secara konklusif menyimpulkan hubungan antara pemakaian HP dengan masalah kesehatan (adverse health problems), namun penelitian lebih lanjut diperlukan.
3.1.3.7.3.FDA atau U.S. Food and Drug Administration menulis bahwa yang menyatakan adanya hubungan antara energi RF dan perubahan biologi, gagal dibuktikan oleh peneliti lainnya. Penelitian epidemiologi tidak bisa menunjukkan adanya hubungan antara energi RF dan pemakaian HP dan masalah kesehatan.
3.1.3.7.4.CDC atau U.S. Centers for Disease Control and Prevention mengeluarkan pernyataan bahwa, biarpun menimbulkan kehawatiran adanya kemungkinan resiko kesehatan pada pemakai HP, namun sebagian besar penelitian epidemiologi tidak bisa menunjukkan adanya hubungan tersebut.
4.Saran Dari tulisan di atas, rupanya masih belum bisa secara meyakinkan dinyatakan adanya hubungan antara tumor otak dan pemakaian HP. Namun demikian pemakaian HP, apa lagi bagi pemakai “berat”, resiko radiasi yang dipancarkan HP tidak bisa diabaikan. Disarankan:
4.1.Tidak terlalu sering dan terlalu lama memakai HP.
4.2.Usahakan memakai hands-free kit.

4.3.Usahakan memakai HP apabila signalnya kuat, sebab pada signal yang rendah HP akan memakai energi yang lebih kuat untuk berkomunikasi.

4.4.Usahakan HP jauh dari tubuh kita, bila dalam keadaan standby.
5.Penelitian tentang dampak kesehatan lainnya. Di Inggris mulai bulan Mei tahun 2014 telah dilakukan penelitian tentang pengaruh HP pada kecerdasan. Penelitian ini melibatkan anak berusia 11-12 tahun dari 160 sekolahan dan akan diikuti perkembangannya selama 9 tahun. Laporan penelitian tentang dampak pemakaian HP terhadap perubahan sifat (behaviour), kecerdasan (cognitive), catarak, dan jumlah sperma belum banyak ditemukan.
6.Bahan bacaan
http://en.wikipedia.org/wiki/Mobile_phone_radiation_and_health http://www.ehhi.org/reports/cellphones/health_risks.shtml http://www.braintumour.ca/2494/brain-tumour-facts
http://www.spandidos-publications.com/10.3892/ijo.2013.2111
http://www.ini.org/services/brain-tumor-clinic/types-of-brain-tumors.html http://www.cancer.gov/cancertopics/causes-prevention/risk/radiation/cell-phones-fact-sheet http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20639214 http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21610117 http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22016439 http://oem.bmj.com/content/early/2014/05/09/oemed-2013-101754.abstract?sid=bb168dfc-bb3d-41c4-bcf9-b5b75d64a8c3#aff-4
http://en.wikipedia.org/wiki/Glioma http://www.webmd.com/brain/acoustic-neuroma-causes-symptoms-treatments
http://en.wikipedia.org/wiki/Meningioma
http://phys.org/wire-news/162095258/new-study-on-mobile-phones-and-childrens-cognitive-development.html http://www.nhs.uk/Conditions/Mobile-phone-safety/Pages/Recommendations.aspx

Kalau anda baru pulang dari Arab Saudi (AS) atau dalam 14 hari setibanya dari AS, menderita panas batuk dan sesak hendaknya cepat memeriksakan diri anda ke petugas kesehatan.

1.Apa arti dari MERS-CoV ?
Adalah singkatan dari Middle East respiratory syndrome coronavirus.
2.Kecurigaan akan terjadinya MERS-CoV (selanjutnya akan disebut MERS saja)
Untuk seorang dokter yang berpraktek maupun orang awam pada umumnya, hendaknya ingat apabila pasien atau seseorang dengan keadaan berikut:
Panas, dan berdasarkan pemeriksaan klinik dan foto thorak kena pneumonia atau Respiratori Distres Sindroma Acuta (radang paru yang luas, sesak, pOA menurun) DAN memenuhi salah satu dibawah ini
2.1.Ada riwayat perjalanan kembali dari negara Jazirah Arab dalam waktu 14 hari sebelum terjadinya gejala panyakit.
2.2.Berhubungan erat (close contact) dengan orang yang kembali dari negara-negara Jazirah Arab dimana orang tersebut dalam waktu 14 hari sekembalinya timbul gejala panas dan menderita infeksi saluran atas biarpun bukan pneumonia.
2.3.Keluarga atau orang yang tinggal bersama dengan penderita infeksi paru berat (yang memerlukan opname) yang tidak diketahui dengan pasti penyebabnya namun dicurigai kena MERS oleh rumah sakit.
2.4.Berhubungan erat dengan penderita yang sudah dinyatakan menderita MERS atau kemungkinan MERS.

3.Gejala klinik
Gejala klinik meliputi spektrum yang luas seperti (didapat dari pasien yang dirawat inap):
3.1.Tidak ada gejala
3.2.Panas
3.3.Menggigil
3.4.Sakit kepala
3.5.Batuk tidak berdahak
3.6.Sesak
3.7.Nyeri otot
3.8.Sakit tenggorokan
3.9.Pilek
3.10.Mual dan atau muntah
3.11.Gliyeng
3.12.Diare
3.13.Kram perut
Tidaklah mudah mendeteksi penderita MRES pada awal perjalanan penyakit. Sebab gejalanya bisa ringan bahkan ada penderita positif MERS tanpa gejala (diperiksa karena ada kontak dengan penderita MERS dalam proses penelusuran penderita yang merupakan salah satu tindakan pencegahan). Lagi pula bisa saja mempunyai gejala yang jauh dari klasikal (tidak biasa, misalnya diare dan nyeri otot).

4.Penyebab
Penyebab penyakit ini adalah anggota baru dari grup beta corona virus (Betacoronavirus lineage C). Virus ini tidak sama dengan virus yang dapat menyebabkan flu endemik maupun SARS (swevere acute respiratory syndrome). Hingga tgl. 23 Mei 2013, virus ini sering disebut “SARS-like virus”, atau dikenal juga dengan nama “Saudi SARS”.

5.Riwayat penyakit dan virus MERS
Kasus pertama terjadi di salah satu rumah sakit Amman Yordania pada April 2012. Kemudian ada seorang pasien 60 tahun dengan pneumonia akuta, dan gagal ginjal akut yang akhirnya meninggal di Jeddah Arab Saudi pada tgl. 24 Juni 2012.
Kasus kedua dideteksi pada September 2012. Dia adalah seorang pria 49 tahun yang tinggal di Qatar dengan gejala seperti flu biasa. Pada pemeriksaan genetik virusnya identik dengan kasus sebelumnya. Pada bulan Nopember terjadi kasus lagi di Qatar dan Arab Saudi, kali ini menyebabkan kematian.
Waktu itu belum pasti apakah kasus tersebut disebabkan oleh penyebaran dari binatang yang sama dan selanjutnya menyebar dari manusia ke manusia, ataukah dari binatang yang berlainan yang terinfeksi dari satu sumber yang belum diketahui.
WHO dalam laporan yang ditulis 15 Mei 2014 diantaranya menerangkan bahwa:
Di Belanda kasus positif MERS pertama adalah seorang pria 70 tahun yang kembali dari Saudi. Tercatat dia mengadakan perjalanan ke Saudi Arabia (SA) tgl. 26 April serta kembali ke Belanda tgl. 10 Mei 2014. Waktu di SA tepatnya di Medina tgl. 1 Mei timbul gejala pertama (tidak disebut apa). Tgl. 6 Mei waktu di Mekkah penderita dievaluasi di UGD (emergency care department) dan diberi antibiotik. Penderita tidak menunjukkan gejala penyakit paru. Pada waktu kembali ke Belanda tgl. 10 Mei kondisinya memburuk juga menunjukkan gejala infeksi paru sehingga dirawat di rumah sakit pada hari yang sama. Pada tgl. 13 Mei diadakan pemeriksaan laboratorium dan ternyata positif MERS. Tanggal 14 Mei dilaporkan ke WHO. Kondisi penderita dinyatakan stabil (tgl. 14 Mei). Penderita menyatakan tidak pernah kontak dengan binatang dan tidak pernah mengkonsumsi produk makanan dari binatang dalam keadaan mentah.
Amerika Serikat melaporkan kasus yang kedua dengan positif MERS ke WHO pada tgl. 12 Mei 2014. Dia adalah seorang pria 40 tahun pekerja kesehatan, hidup dan tinggal di Jeddah Saudi Arabia. Terbang dari Jeddah tgl. 1 Mei lewat London, Boston, Atlanta, hingga tiba di Orlando Florida. Pada waktu itu sudah ada gejala batuk dan panas ringan kadang menggigil. Pada tgl. 9 Mei datang ke UGD dan dirawat di Rumah Sakit. Sekarang (hingga tgl. 15 Mei) dalam kondisi stabil.
Menurut WHO kasus yang dilaporkan oleh Uni Emirat Arab tgl. 8 Mei 2014, ada 4 penderita diantaranya:
Wanita 38 tahun seorang pegawai administrasi di salah satu Klinik Kesehatan di Abu Dhabi menderita sakit pada tgl. 20 April 2014. Dia kemudian dirawat di Rumah Sakit tgl. 26 April, pada hari itu hasil tesnya negatif untuk MERS-CoV, namun keesokan harinya diulang ternyata menjadi positif dan juga tgl. 1 Mei 2014. Penderitanya dirawat di ICU, kondisinya stabil. Dia tidak pernah bepergian, tidak pernah terjadi kontak antara dirinya dengan penderita yang positif MERS CoV, tidak juga terjadi kontak dengan binatang, dan tidak pernah menkonsumsi susu unta mentah.
Yang lain, wanita 38 tahun adalah orang asing yang bekerja dan tinggal di Abu Dhabi, tidak ada gejala. Dia diambil darahnya karena di tempat kerjanya diadakan tes skrining yang diadakan tgl. 29 April. Tanggal 1 Mei dinyatakan positif dalam pemeriksaan laboratorium. Tidak mengalami gejala sakit apapun. Tidak ada dokumen yang menyatakan bepergian, tidak ada kontak dengan penderita maupun binatang dengan positif MERS.
Beberapa kasus di atas merupakan contoh yang menggambarkan keadaan atau gejala dan perjalanan penyakit yang berbeda.

6.Cara penularan
Menurut Ibu Mentri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, SPA., MPH. dalam pidatonya (diunduh lewat youtube) penularan MERS CoV dapat melalui:
6.1.Kontak langsung dengan penderita virus MERS CoV
6.2.Percikan cairan batuk atau bersin
6.3.Benda yang terpapar virus MERS CoV
Namun belum ada penularan antara manusia yang secara luas

7.Pencegahan
Untuk mencegah penularan penyakit menurut Menkes dapat dilakukan dengan:
7.1.Berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
7.2.Istirahat yang cukup
7.3.Makan makanan yang bergizi
7.4.Tidak merokok
7.5.Menggunakan masker jika sakit
7.6.Sering mencuci tangan pakai sabun
7.7.Tidak menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak bersih
7.8.Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit
7.9.Menutup hidung dan mulut jika bersin
Namun sayang belum ada vaksin yang sudah dibuktikan efektivitasnya.

Untuk melihat gambar atau diagram dari MERS-CoV “click” dibawah ini

Gambar dan diagram MERS-CoV

8.Kepustakaan
http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/
http://en.wikipedia.org/wiki/Middle_east_respiratory_syndrome_coronavirus
http://www.cdc.gov/media/releases/2014/p0512-US-MERS.html
http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/interim-guidance.html
http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/case-def.html
http://pppl.depkes.go.id/berita?id=1428
http://www.who.int/csr/don/2014_05_15_mers/en/

1.Pendahuluan

Gastroenteritis adalah kondisi yang ditandai dengan adanya radang (inflamasi) pada lambung dan usus, sehingga dapat menyebabkan muntah, diare, sakit perut atau kram perut. Penyebabnya bisa virus, bakteri atau toksin bakteri, dan parasit.

Keracunan makanan adalah gastroenteritis akuta, yang memerlukan penanganan di rumah sakit di UGD (unit gawat darurat) biasanya karena muntahnya hebat. Penyebabnya kebanyakan adalah bakteri, namun bisa juga karena toksin dari bakteri.

2.Berita keracunan makanan yang bisa didapat di internet

2.1.SURYA Online, BANGKALAN – Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Syamrabu Bangkalan mendadak dipadati ratusan santri, Jumat (14/9/2012) pukul 22.00 WIB. Mereka keracunan makanan usai acara dzikir dan sholawat bersama.

2.2.SURYA Online, GUANGZHOU – 150 Staf dari perusahaan makanan di Provinsi Guangdong, China Selatan, diduga menderita keracunan makanan setelah makan malam di kantin ketiga Dongguan Hsu Chi Food Co. Ltd, yang berpusat di Kota Dongguan, kata satu sumber perusahaan, Rabu (12/6/2013).

2.3.Curie Kim tak bisa lagi merasakan nikmatnya makan sambal. Dalam lima jam, finalis kontes makan sambal yang digelar sebuah restoran kari di Edinburgh, Inggris, itu dua kali masuk Unit Gawat Darurat (UGD). Tubuhnya tak mampu menahan keganasan sambal yang mereka sebut ‘Kismot’.
“Saya pertama masuk rumah sakit pukul 4 sore, lalu kembali lagi malam harinya pukul 9. Sungguh buruk. Saya belum pernah merasakan sakit seperti ini sebelumnya,” kata Curie, seperti dikutip dari Telegraph. (Blognya Diditz)

Dua contoh di atas adalah gastroenteritis yang digolongkan keracunan makanan, biasanya penyebabnya tidak pernah dimuat diinternet atau menjadi konsumsi media. Contoh yang ketiga adalah gastritis akuta yang kemudian diikuti oleh enteritis 5 jam kemudian, yang disebabkan adanya iritasi oleh lombok.

3.Gejala gastroenteritis

3.1.Tergantung bakteri penyebab, namun semua bakteri menyebabkan diare

3.2.Mual

3.3.Muntah

3.4.Sakit dan atau kram perut

3.5.Panas (biasanya disebabkan oleh Salmonella)

4.Penyebab gastroenteritis

4.1.Virus. Diantaranya: Rotavirus, norovirus, adenovirus, and astrovirus

4.2.Bakteri. Viobrio Cholera, Salmonella enterica, Escherichia coli, Shigella, Campylobacter jejuni.

4.3.Karena toksin dari bakteri: Clostridium difficile, Staphylococcus aureus

4.4.Parasit.Giardia lamblia (paling sering), Entamoeba histolytica dan spesies Cryptosporidium

4.5.Penyebab lain. Lombok, kecut (biasanya tidak sampai muntah).

5.Mencegah gastroenteritis.

5.1.Memilih makanan yang akan disantap.

5.1.1.Orang yang tidak tahan lombok jangan makan yang pedas.

5.1.2.Pilihlah makanan yang baru dimasak yang masih panas.

5.1.3.Hindari sambal yang kira-kira sudah lama.

5.1.4.Untuk makanan dalam kaleng atau dalam kemasan lainnya hendaknya diperhatikan “expire date”nya, bentuk kalengnya (kalau agak menggelembung, dibuang saja).

5.2.Menjaga kebersihan. Hendaknya mencuci tangan dan memakai sabun sebelum memegang atau memasak makanan.

5.3.Alat-alat pemasak hendaknya juga bersih

5.4.Hati-hati dengan air yang dipakai. Kalau makanan yang dicuci nantinya tidak akan dimasak (dididihkan, dipanasi), maka airnya harus dimasak dulu. Air PDAM di Surabaya harus dimasak dulu sebelum dikonsumsi. Setelah dicuci dengan air PDAM yang tidak dimasak harus dikeringkan dulu sebelum dipakai.

5.5.Jangan mencampur makanan yang mentah dengan makanan yang sudah dimasak dalam satu tempat tertutup.

5.6.Temperatur tempat mengimpan makanan. Ada makanan yang cepat rusak apabila disimpan pada temperatur di atas 5oC dan di bawah 60oC

5.7.Masak makanan dalam waktu yang cukup, jangan setengah masak.

5.8.Apabila tutup tempat makanan masak yang sudah dingin terbuka, atau tersentuh sendok atau cendung, maka sebelum dimakan hendaknya dipanasi lagi.

6.Syarat terjadinya keracunan makanan

6.1.Bakteri ada di makanan

6.2.Kondisi tepat untuk berkembang biak

6.2.1.Temperatur antara 5oC – 60oC

6.2.2.Lembab atau basah

6.3.Bakteri mempunyai waktu yang cukup untuk berkembang biak.

Dengan mencegah keadaan di atas, kita bisa mencegah keracunan makanan karena bakteri atau toksin bakteri.

7.Makanan yang beresiko tinggi bisa menyebabkan keracunan makanan

7.1.Daging

7.2.Yang mengandung susu

7.3.Yang mengandung telor, dan daging ayam

7.4.Pasta, salad

7.5.Ikan laut yang basah.

8.Bahan bacaan

http://en.wikipedia.org/wiki/Gastroenteritis

http://www.health.vic.gov.au/foodsafety/downloads/poison_prevent.pdf

http://www.health.vic.gov.au/foodsafety/downloads/unrefrig_jan05.pdf

1.Pendahuluan

Ahli epidemiologi telah menduga bahwa ada hubungan antara kanker serviks dan hubungan seks sejak awal abad 20. Hasil penelitian mereka waktu itu diantaranya menyatakan:

            1.Kanker serviks sering diderita oleh pekerja seks

            2.Kanker serviks jarang diderita biarawati dan orang Yahudi.

3.Kanker serviks lebih sering diderita oleh istri kedua, yang istri pertamanya meninggal karena kanker serviks.

Pada tahun 1980 Human Papilloma Virus (HPV) ditemukan di jaringan kanker serviks.

Penelitian untuk mengembangkan vaksin terhadap HPV dimulai tahun 1980 di tiga pusat penelitian (Georgetown UniversityUniversity of Rochester, dan University of Queensland). Namun baru tahun 2006 U.S. Food and Drug Administration (FDA) memberi izin pemakaian vaksin untuk mencegah infeksi oleh HPV.

Kanker serviks merupakan penyebab kematian kelima dari semua macam kanker pada wanita di seluruh dunia, dan adalah kanker yang paling sering kedua dari macam kanker yang diderita wanita . Tiap tahunnya ada 16 wanita per 100.000 menderita kanker serviks, 9 orang diantaranya meninggal karena kanker serviks. Kira-kira 80% penderita kanker serviks ditemukan di negara berkembang1.

Di Indonesia kanker serviks menduduki rangking yang pertama yang diderita wanita diantara 10 macam kanker (31% dari 10 macam kanker yang diderita wanita)2.

Di Inggris pada tahun 2009 ada 3.378 wanita di diagnose kanker serviks. Pada tahun 2010 sebanyak 936 wanita meninggal karena kanker serviks3.

2.Definisi

Kanker serviks adalah kanker (sel/jaringan ganas) yang terjadi pada sel/jaringan serviks, yaitu bagian bawah dari uterus (kandungan) yang berhubungan langsung dengan vagina (jalan lahir)4.

3.Penyebab dan faktor resiko

Apa yang menyebabkan kanker serviks sebenarnya belum begitu jelas5. Namun infeksi oleh HPV ikut berperan sebagai penyebab kanker serviks, sebab HPV ditemukan pada lebih dari 80% penderita kanker serviks; (tipe 16 dan 17 ditemukan pada 70% wanita dengan kanker serviks, sedangkan yang 10% adalah tipe 31 dan 45)1. Tidak semua wanita, bahkan sebagian besar wanita dengan infeksi HPV tidak kena kanker serviks. Jadi masih ada faktor lainnya seperti: genetik, perokok, kena infeksi HIV, infeksi Chlamydia, jarang makan buah dan sayur warna hijau, kegemukan, pemakai pil kontrasepsi lebih dari lima tahun, mempunyai banyak anak, mempunyai suami yang tidak dihitan, kawin dan hamil pada usia muda, dan miskin5,6,7.

4.Gejala

Serviks yang abnormal mungkin tidak akan menimbulkan gejala, namun apabila telah berubah menjadi kanker serviks akan timbul gejala seperti:

4.1.Keluar darah dari vagina yang tidak seperti biasanya (abnormal), perubahan siklus menstruasi yang tidak tahu penyebabnya.

4.2.Perdarahan setelah hubungan suami istri.

4.3.Merasa sakit ketika berhubungan seks dengan suami.

4.4.Keluar “darah putih” atau fluor yang bercampur darah.

5.Tes dan diagnosis

5.1.Tes. Karena diagnosis kanker serviks biasanya terlambat ditegakkan, maka lebih baik para ibu memeriksakan lebih dini biarpun belum ada gejala. Kalau dilihat dari sisi lain,  yang berkompeten hendaknya mengadakan skrining tes. Diantara skrining itu adalah:

5.1.1.Pap tes (Pap smear/smir). Ibu-ibu yang berumur antara 30th sampai dengan 65th hendaknya menjalani Pap tes setiap 3 tahun. Agar Pap tesnya lebih berhasil hendaknya jangan berhubungan paling tidak 48 jam sebelum tes, atau memasukkan suatu cairan atau obat-obatan kedalam vagina 48 jam sebelum tes7.

5.1.2.Inspeksi serviks dengan menggunakan asam asetat (VIA). Tahapannya mirip  dengan Pap tes, hanya serviknya di kuas dengan larutan asam asetat 3-5%, kemudian beberapa saat dilihat lagi dengan mata telanjang memakai cahaya. Apabila ada selaput putih maka dinyatakan tes positif. Dalam penelitian yang melibatkan  22,989 wanita 4,21% positif dan 0,08% (19 wanita) menderita kanker serviks yang invasif (invasive cervical cancer)2. Sayang sekali dalam penelitian tersebut tidak dicantumkan tentang akurasi dan spesifisitas metode.

5.1.3.Tes HPV DNA. Tes ini mirip Pap tes dengan mengambil sel dari serviks, kemudian diperiksa untuk HPV DNA. Tes ini bisa diadakan bersamaan dengan Pap tes, namun tidak menghilangkan Pap tes. Bisa juga diadakan apabila Pap tesnya tidak normal7.

5.2.Diagnosis. Apabila penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala seperti di atas atau hasil Pap Tes positif adanya kanker serviks, maka pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan selanjutnya menentukan stadiumnya. Pemeriksaa lanjutan adalah:

5.2.1.Colposcopy. Dengan alat khusus (spesial mikroskop) servik diperiksa. Apabila ada sel yang tidak normal, maka dilanjutkan dengan

5.2.2.Biopsy. Dengan alat khusus diambil sebagian jaringan dari serviks

5.2.3.Cone biopsy. Mengambil jaringan serviks lebih banyak berbentuk tertentu sesuai namanya, dengan pisau (scapel), laser atau kawat listrik yang berbentuk lonjong (loop) untuk memotong sebagian serviks9.

6.Stadium (staging)

Apabila dari hasil pemeriksaan biopsi dinyatakan kanker serviks, maka perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat apakah kanker serviks tersebut telah menyebar dan seberapa jauh penyebarannya. Pemeriksaan selanjutnya adalah dengan:

6.1.Imaging tests. Bisa dengan X-rays, computerized tomography (CT) scan dan magnetic resonance imaging (MRI).

6.2.Pemeriksaan kandung kemih dan rektum secara visual. Dengan alat cystoscopy (melihat kandung kemih) dan proctoscopy (melihat rektum) dapat dilihat apakah kanker serviknya sudah menjalar ke kandung kemih atau ke rektum. Selanjutnya dapat ditentukan sudah stadium berapa kanker serviks tersebut9.

6.3.Stadium kanker servik ada empat9. Tiap stadium ada sub stadium sehingga ada 18 stadium (stage)7,10. Dan apabila dikatagorikan menurut TNM, ada 26 kategori10. Disini hanya menunjukkan stadium yang sederhana (empat stadium). Apabila pembaca ingin tahu lebih jauh bisa “click” kepustakaan no. 7 dan 10.

6.3.1.Stadium I (stage I). Kanker hanya ada di serviks

6.3.2.Stadium II. Kanker menyerang serviks dan uterus (kandungan), tapi belum kena dinding pelvis atau bagian bawah vagina (jalan lahir)

6.3.3.Stadium III. Kanker telah menyerang dinding pelvis dan bagian bawah vagina

6.3.4.Stadium IV. Kanker telah menyebar ke organ sekitar seperti kandung kemih, rektum, atau telah menyebar ke organ lain seperti paru, hepar atau tulang9.

7.Pengobatan (treatment)

Pengobatan kanker serviks tergantung beberapa faktor, diantaranya sadalah tadium kanker, kondisi kesehatan penderita pada umumnya, penyakit lain yang diderita, dan kemauan atau pilihan penderita itu sendiri11. Pengobatan kanker serviks diantaranya:

7.1.Operasi

7.1.1.Simple hysterectomy, adalah membuang jaringan kanker, serviks, dan uterus (kandungan). Operasi ini dilakukan untuk penderita kanker dini, dimana invasi sel kanker kedalam serviks kurang dari 3 mm.

7.1.2.Radical hysterectomy, membuang serviks, uterus, bagian dari vagina, dan kelenjar getah bening (lymph node) disekitarnya. Operasi ini dilakukan apabila terjadi invasi sel kanker masuk ke serviks lebih dari 3 mm11. Radikal histerektomi bisa dilakukan pada stadium II8. Dalam operasi ini ovarium tetap utuh, tidak dibuang, agar terus dapat mensuplai estrogen8.

7.2.Radiasi

Terapi radiasi (radio terapi), bisa diberikan secara eksternal dengan memakai sinar radiasi eksternal atau secara internal (brachytherapy) dengan meletakkan materi yang mampu memberi radiasi di dekat serviks. Terapi radiasi efektif untuk penderita kanker serviks stadium dini. Untuk penderita yang lebih parah (more advanced cervical cancer) terapi radiasi dikombinasi dengan khemoterapi dinyatakan pengobatan paling efektif.

Terapi radiasi atau dikombinasikan dengan khemoterapi diberikan sebelum operasi berguna untuk menyusutkan kanker (to shrink a tumor), dan apabila diberikan setelah operasi bisa berguna untuk membunuh sel kanker yang tersisa. Wanita premanapause, bisa mengalami menapause setelah diberi terapi radiasi11.

8.Five-year survival rates (prognosis)

Five-year survival rate atau tingkat kelangsungan hidup lima tahun adalah persentasi jumlah pasien yang masih hidup lima tahun setelah kanker mereka terdiagnosis untuk pertama kali. Wanita dengan kanker serviks bisa saja meninggal oleh sebab lain, tapi apabila ini terjadi maka tidak termasuk dalam perhitungan.

Angka-angka di bawah ini diambil dari Data Base Nasional (USA) yang berdasarkan wanita terdiagnosis antara tahun 2000 hingga 2002 dan mendapat perawatan7.

No.

Stadium

(stage)

Tingkat Kelangsungan Hidup Lima Tahun (Five Year Survival Rate)

1.

0

93%

2.

IA

93%

3.

IB

80%

4.

IIA

63%

5.

IIB

58%

6.

IIIA

35%

7.

IIIB

32%

8.

IVA

16%

9.

IVB

15%

9.Pencegahan

Untuk mencegah kanker serviks hendaknya menghindri penyebabnya apabila memungkinkan, diantaranya5,6,7:

9.1.Menghindari pernikahan dini

9.2.Suaminya hendaknya sudah khitan, sebelum berhubungan pertama kali

9.3.Tidak sering berganti pasangan seks

9.4.Tidak berhubungan seks dengan pasangan yang sering berganti pasangan

9.5.Memakai kondom, untuk para ”hidung belang”

9.6.Tidak merokok

9.7.Sering makan sayur hijau dan atau kuning

9.8.Jangan terlalu gemuk

9.9.Setiap 5 tahun memakai pil KB hendaknya ada waktu istirahat (memakai metode yang lain, dengan IUD resiko kena kanker serviks lebih rendah7)

9.10.Tidak mempunya banyak anak. Ibu yang mempunyai lebih dari tiga anak dengan masa kehamilan penuh (full term) mempunyai resiko lebih besar

9.11.Mendapat vaksinasi. Di Amerika Komite Nasional Dalam Praktek Immunisasi (ACIP) tahun 2009, merekomendasikan anak wanita umur 11 hingga 12 mendapatkan rutin vaksinasi (HPV) tiga kali injeksi (satu seri). Bagi yang belum jika sudah berumur 13 hingga 26 tahun hendaknya mendapat vaksinasi untuk mengejar ketinggalannya7.

10.Kepustakaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Cervical_cancer

2.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3395009/

3.http://www.cancerresearchuk.org/cancer-info/cancerstats/types/cervix/

4.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167

5.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167/DSECTION=causes

6.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167/DSECTION=risk%2Dfactors

7.http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003094-pdf.pdf

8.http://220.128.112.10/ftp/medical/Medical%20Slides/Cervical%20Cancer.ppt

9.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167/DSECTION=tests%2Dand%2Ddiagnosis

10.http://emedicine.medscape.com/article/2006486-overview

11.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167/DSECTION=treatments%2Dand%2Ddrugs

1.Pendahuluan.

Lansia atau Lanjut Usia atau usia lanjut adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (UU. No. 13 1998).

1.1.Kelompok Lansia. Penggolongan lansia menurut Depkes (1994) menjadi tiga kelompok yaitu:

1.1.1.Kelompok lansia dini (55 – 64 tahun), merupakan kelompok yang baru memasuki lansia.

1.1.2.Kelompok lansia (65 tahun ke atas).

1.1.3.Kelompok lansia resiko tinggi, yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun.

1.2.Menurut WHO:

1.2.1.Usia pertengahan (middle age) 49 – 59 tahun

1.2.2.Lanjut usia (elderly) 60 – 74 tahun

12.3.Lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun

1.2.4.Sangat tua (very old) lebih tua dari 90 rahun

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah lansia terus meningkat dari 5,3 jiwa (1971), meningkat menjadi 14,4 juta (2000) dan diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 28,8 juta jiwa. Jumlah lansia: 2025 jumlah penduduk Indonesia ± 273 juta ± 62,4 juta kelompok lansia (Bappenas, 2007).

Lansia pedesaan perlu mendapatkan perhatian  karena  60% lansia tinggal di pedesaan.

2.Masalah yang sering dihadapi lansia diantaranya adalah:

2.1.Kesehatan

2.1.1.Fisik. Karena adanya perubahan fisik, yang juga akan mempengaruhi

2.1.2.Psikis atau mental

2.2.Spiritual

2.3.Ekonomi

2.4.Sosial

Dalam tulisan ini akan dibahas secara singkat bagaimana mengupayakan agar kesehatan Lansia terjaga dan dipertahankan menurut kemampuan yang ada.

Namun sebelum membahas upaya agar kesehatan lansia terjaga maka akan dibahas terlebih dahulu perubahan fisik yang terjadi pada lansia.

3.Perubahan fisik

Semakin tua usia kita semakin banyak perubahan yang terjadi pada tubuh kita, diantaranya:

3.1.Kulit.

Kulit kita akan menjadi keriput, tipis, dan mudah luka. Selain itu juga lebih kering dan mudah gatal.

3.2.Tulang, persendian dan otot.

Tulang mengalami pengurangan densitas (osteoporosis), mengerut, dan mudah patah. Persendian kurang fleksibel dan terasa sakit. Otot massanya berkurang dan kekuatannya juga berkurang.

3.3.Mobilitas dan keseimbangan

Kemampuan bergerak kita berkurang akibat menurunnya fungsi tulang, persendian dan otot. Bersamaan dengan itu fungsi otak dalam keseimbangan juga menurun. Semua ini akan menyebabkan para lansia mudah terjatuh.

3.4.Bentuk tubuh

Tubuh menjadi lebih pendek karena ada penciutan dan osteoporosis dari tulang belakang. Ada perubahan tempat tertimbunnya lemak.

3.5.Muka atau wajah

Perubahan tulang, otot, lemak dan kulit akan merubah bentuk wajah kita.

3.6.Rambut dan kuku

Rambut lansia menjadi lebih tipis,sering menjadi botak. Kuku juga berubah menjadi lebih tipis pada jari tangan atau menebal pada jari kaki.

3.7.Gigi dan gusi

Gusi menyusut, sehingga gigi kelihatan lebih panjang. Gigi akan rontok. Air ludah produksinya berkurang. Mulut mudah infeksi.

3.8.Penglihatan dan pendengaran juga fungsinya menurun, sehingga akan menimbulkan banyak masalah.

3.9.Rasa pengecapan dan pembauan berkurang sehingga dapat menurunkan nafsu makan

3.10.Perubahan pola tidur

Lansia sering mengeluh sulit tidur. Kualitas tidur berkurang, sering terbangun di malam hari.

3.11.Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah mengalami infeksi

3.12.Fungsi pencernaan dan kandung kemih menurun hingga sering kembung dan sulit BAB, sulit mengontrol air seni.

3.13.Fungsi jantung dan paru juga menurun. Orang merasa sesak bisa karena jantungnya atau parunya.

Merokok mempercepat kerusakan bagian terkecil paru yang disebut alveolus.

Darah tinggi atau hipertensi kalau tidak terkontrol, mempercepat jantung menjadi lemah

3.14.Fungsi hormon berkurang.

Hormon yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, Tiroid, metabolisme kalsium, metabolisme kholesterol, juga mengalami kemunduran, yang berakibat diabetes mellitus, kulit kering, osteoporosis, dan kadar kholesterol meningkat.

Menurunnya fungsi hormon seks, akan menurunkan juga fungsi seks lansia. Pada pria kesulitan “berdiri”, sedangkan pada wanita vagina kering.

4.Perubahan Psikis atau mental

Kesehatan mental akan dipengaruhi oleh perubahan fisik, tingkat pendidikan, lingkungan dan faktor keturunan. Masalah mental pada lansia diantaranya adalah:

4.1.Agresif

4.2.Mudah marah

4.3.Cemas dan galau

4.4.Merasa ditolak

4.5.Depresi

Depresi adalah suatu perasaan sedih dan pesimis yang berhubungan dengan suatu penderitaan. Dapat berupa serangan yang ditujukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang dalam.

Pengkajian pada pasien depresi akan diperoleh data sebagai berikut :

4.5.1.Pandangan kosong

4.5.2.Kurang/hilangnya perhatian diri, orang lain/lingkungannya.

4.5.3.Inisiatif menurun

4.5.4.Tidak mampu berkonsentrasi

4.5.5.Aktifitas menurun

4.5.6.Kurang minat nafsu makan

4.5.7.Mengeluh tidak enak badan dan kehilangan semangat, sedih atau cepat capek disepanjang waktu, mungkin susah tidur disiang hari.

4.6.Ingatan menurun, lama-lama bisa menjadi pikun (dimensia)

5.Masalah Spiritual

Seorang peneliti menyatakan bahwa sebagian  besar orang usia lanjut dalam kehidupannya masih mampu mengisi hari-hari tuanya dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan spiritual keagamaan, mengasuh cucu, memantau pekerjaan sehari-hari, membuat kerajinan seperti menyulam dan lain-lain.

Pada lansia biarpun berbeda latar belakang sosial, kepercayaan, pengalaman hidup dan lainnya namun ada satu perasaan yang sama yang dimiliki sebagian lasia yaitu sama-sama mengalami ketakutan dalam menghadapi kematian. Mungkin berbeda dalam tingkatan ketakutannya.

Kehilangan pasangan hidup pada Lansia lebih sering menyebabkan depresi, dari pada kehilangan pasangannya waktu usianya lebih muda.

Bagaimana cara menghadapi hal ini. Cara terbaik adalah mendalami agamanya masing-masing sesuai dengan keyakinannya. Sering ikut pengajian, aktif dalam perkumpulan yang bisa menambah kenalan.

Pengalaman pribadi. Ada teman dekat menyampaikan bahwa beliau takut sekali mengadapi kematian. Beliau kena kanker prostat. Kebetulan saya mempunyai buku yang sudah saya baca judulnya “Menentang kematian”. Saya pinjamkan saya beri waktu 3 bulan. Dapat dua minggu sudah dikembalikan beliau beli. Beberapa saat beliau berterima kasih dan sudah tidak takut lagi menghadapi kematian. Beliau meninggal beberapa bulan kemudian. Sebenarnya isi buku tersebut sama sekali tidak menentang kematian, malah sebaliknya.

6.Masalah ekonomi dan sosial

Karena perubahan fisik dan psikis, lansia terpaksa atau dipaksa untuk mengurangi aktifitas kesehariannya, yang bisa berupa dipensiun atau menyerahkan sebagian atau semua usaha atau pekerjaannya kepada anaknya atau orang terdekat. Ini bisa berakibat kehilangan kekuasaan, berkurangnya pendapatan, dan berkurangnya interaksi sosial. Apabila tidak diantisipasi dengan baik, bisa menyebabkan depresi. Diantaranya “post power syndromes”

Pemerintah telah mengeluarkan Kebijaksanaan yang mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan dan interaksi sosial berupa UU , PP dan Keppres yang kesemuanya bertujuan untuk …. Memperpanjang usia harapan hidup & masa produktif  lansia…..

7.Pola hidup sehat untuk lansia

Masalah utama terjadi adalah akibat  adanya perubahan fisik. Oleh karena itu upaya untuk mempertahankan kesehatan fisik adalah merupakan yang paling penting. Sudah tentu bersamaan dengan upaya tersebut tidak boleh dilupakan adalah untuk meningkatkan ketaqwaan.

7.1.Pola makan. Banyak keluhan dan penyakit timbul akibat dari pola makan yang kurang tepat. Oleh karena itu pola makan kita harus sehat.

7.1.1.Kebutuhan kalori. Rata-rata orang Indonesia diatas 50 tahun dengan berat badan sekitar 55-70 kg membutukan sekitar 2000 –  2600 kkal. Kalau diterjemahkan kedalam jumlah gram, maka yang diperlukan adalah:

7.1.1.1.Karbohidrat. Kebutuhan minimum adalah 50 – 100 gr/hari ( 1.1 gr/kg/hari) = 60-80 %

7.1.1.2.Protein. Masukan protein yang aman 50 -200 gr/hari (12 – 20% dari energi total)

7.1.1.3.Berapa total lemak atau lipid yang dibutuhkan tidak ditemukan angka yang pasti, namun dianjurkan meningkatkan lemak atau asam lemak yang tidak jenuh yang berasal dari lemak atau lipid nabati atau tumbuhan hingga lebih dari 10% total kalori ( 3 gram lebih). Ada pendapat total lemak sekitar 30% total kalori.

7.1.2.Makanan yang harus dikurangi atau asupannya dibatasi adalah

7.1.2.1.Garam

7.1.2.2.Lemak yang berasal dari hewan

7.1.2.3.Manis-manis

7.1.2.4.Karbohidratnya lebih baik dari tumbuhan yang lebih sulit dicerna, misalnya kentang lebih baik dari pada nasi. Kue dari kanji (tepung tapioka) lebih baik dari pada tepung gandum. Bute atau tales lebih baik dari kue apapun.

7.1.3.Makanan yang dianjurkan

7.1.3.1.Buah. Pisang, jeruk, anggur, apel, straw berry, semangka, melon. Ada pepatah orang Australia: An apple a day keep a doctor away. Artinya satu apel per hari akan menjauhkan dari dokter. Dan mereka betul-betul melaksanakan hal itu. Kita bisa makan yang mana saja diantara buah-buahan tersebut, tergantung ketersediaannya. Buah-buahan merupakan sumber mineral dan vitamin C (juga merupakan anti oksidan) dan A (pro vitamin A) dan mengandung serat, yang membantu memperlancar BAB.

7.1.3.2.Sayur-sayuran yang berwarna. Sumber pro vitamin A, anti oksidan dan mineral, zat besi, dan mengandung serat.

7.1.3.3.Asupan kalsium yang cukup. Untuk lansia kebutuhan perhari 800 mgr kalsium yang bisa berasal dari susu, keju, tablet kalsium (mungkin bersama vitamin lainnya), tulang muda, tulang dalam teri, ikan tulang lunak / ikan dalam makanan kaleng. Kalsium bagi lansia terutama untuk mencegah osteoporosis.

7.1.3.4.Air. Lansia mudah mengalami dehidrasi, karena regulator dalam tubuh dan rasa haus berkurang fungsinya. Sebaiknya tiap satu atau dua jam minum seperlunya. Total keperluan sehari rata-rata antara 1,5 L hingga 2,5 L. Kalau kita mengalami kekurangan air maka bisa sulit BAB, mudah infeksi saluran kencing, bahkan menjadi merasa bingung.

7.1.3.5.Vitamin dan mineral. Apabila makanan yang dikonsumsi terdiri dari nasi dan sebangsanya (karbohidrat), ada protein dari ikan, daging, hati (ayam, sapi, kambing, bebek, burung dara dll), kacang hijau, atau kacang-kancangan yang lain, ada lipida (lemak) terutama yang dari tumbuhan (minyak jagung), sayur, dan buah; apa lagi ada susu, maka dalam makanan tersebut vitamin dan mineralnya insyaAllah cukup. Namun karena fungsi lambung yang menurun, kemungkinan masih perlu tambahan vitamin B 12. Sumber: hati, susu, telur, ikan, tiram. Apabila kekurangan vit. B 12, bisa mengalami gangguan syaraf perifer dan anemi pernisiosa. Kebutuhan 3 mikrogram per hari.

Vitamin D diperlukan untuk membantu menyerap kalsium. Sinar matahari yang cukup, ikan yang berlemak, putih telur kaya akan vitamin D. Pada lansia fungsi kulit untuk membuat vitamin D berkurang.

Apabila karena sesuatu hal, komposisi makanannya tidak lengkap maka perlu tambahan vitamin dan mineral. Berikut ini adalah contoh komposisi 3 tablet vitamin dan mineral.

7.1.3.5.1.Theragran-M tablet: Vitamin A-10 000 i.u.; Vitamin D-400 i.u.; Vitamin B1-10 mg; Vitamin B2-10 mg; Vitamin B6-5 mg; Vitamin B12-5 mcg; Niacinamide 100 mg; Calcium Pantothenate 20 mg; Vitamin C-200 mg; Vitamin E-15 i.u.; Iodine 0,15 mg; Iron 12 mg; Copper 2 mg; Manganese 1 mg; Magnesium 65 mg; Zinc 1,5 mg.

7.1.3.5.2.Supradyn tablet: Vitamin A 3333 IU,Thiamine P.A.E.C. (Vit B1) 11.1mg, Riboflavine sodium phosphate (Vit B2) 13.0mg, Nicotinamide (Vit B3) 40mg, Calcium pantothenate (Vit B5) 8.0mg, Pyridoxine hydrochloride (Vit B6) 3.0mg, Cyanocobalamin (Vit B12) 4mcg, Ascorbic acid (Vit C) 80.0mg, Ergocaliferol (Vit D2) 7.5mcg, Alpha Tocopheryl acetate (Vit E) 10.0mg, Biotin (Vit H) 200mcg, Folic acid 200mcg, Calcium 100mg, Magnesium 9.0mg, Iron (as Ferrous sulfate) 1.5mg, Copper 500mcg, Zinc 1.0mg, Manganese 500mcg.

7.1.3.5.3.Pervita:Vit A 10,000 IU, vit B1 20 mg, vit B2 5 mg, nicotinamide 50 mg, vit B6 10 mg, Ca pantothenate 11.6 mg, biotin 0.25 mg, vit B12 5 mcg, vit C 150 mg, vit D3 400 IU, vit E 10 mg, folic acid 0.4 mg, Ca 50 mg, phosphorus 38.64 mg, Fe 10 mg, Mg 16.4 mg, manganese 0.379 mg, K 0.035 mg, selenium 0.061 mg, fluoride 0.045 mg, copper 0.712 mg, Zn 0.343 mg, molybdenum 0.083 mg

7.1.3.6.Probiotic.     Probiotik adalah bakteri eksogen (dari luar tubuh) yang diberikan per oral, dan dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Probiotik yang biasanya  ditambahkan kedalam makanan  adalah the lactic acid bacteria lactobacillus and bifidobacterium; yang dipakai untuk membuat yoghurt adalah streptococcus thermophilus and L. Delbrueckii.

Manfaat probiotik. Manfaat dari makan makanan yang mengandung probioktik secara teratur diantranya adalah : meningkatkan daya tahan tubuh, dapat mencegah dan mengobati tipe diare tertentu, mengurangi kembung karena gas, dapat memperbaiki /membantu mencerna susu, dapat mencegah dan mengobati kesulitan BAB (obstipasi),  dapat mencegah kanker usus besar (colon) dan kanker lainnya, dan dapat menurunkan kholesterol.

Penelitian terus berlanjut,  diantaranya dibuktikan adanya manfaat untuk mag yang disebabkan oleh bakteri H. Pylori. Mag yang disebabkan bakteri ini pada orang dewasa, pengobatannya mahal sekali bagi orang yang berpenghasilan pas-pasan. Pemberian probiotik tertentu telah dibuktikan dapat mengontrol perkembangan H pylorus.

Makanan yang mengandung probitik, yoghurt dan  kafier. Tablet/serbuk ini mengandung probiotik: lacbon, dan lacto-B., Protexin, L Bio dan synbio.

7.1.3.7.Setelah mempelajari beberapa herbal, maka saya tiap hari minum kapsul yang mengandung bubuk jinten hitam, kayu manis, dan kencur sudah berlangsung setahun lebih. Manfaatnya ada di blog saya, alamatnya ada di bawah (daftar bacaan).

7.2.Kebutuhan istirahat atau tidur

Menurut S. Choroverty, ahli fisiologi syaraf dan ahli tidur (professor and co-chair of neurology and program director for clinical neurophysiology and sleep medicine at the New Jersey Neuroscience Institute at JFK Medical Center in Edison, N.J.) keperluan tidur orang dewasa sekitar 7,5 hingga 8 jam hari. Namun ada orang tua yang merasa cukup istirahat dengan tidur 6 jam perhari. Ada pula yang memerlukan 9 jam atau lebih.

7.3.Olah raga

7.3.1.Olah raga fisik. Olah raga teratur 3-5 kali perminggu sangat dianjurkan. Tiap kali berlangsung sekitar 30 menit. Olah raga yang cukup dan efektif adalah apabila pada akhir olah raga denyut jantungnya naik  menjadi 75% dari denyut maksimum. Denyut maksimum seseorang besarnya adalah 220 dikurangi umur. Contoh seseorang berumur 68 tahun, maka denyut jantung maksimumnya adalah 220 – 68 adalah 152 / menit. 75%-nya adalah 0,75 x 152 = 114. Jadi pada waktu olah raga selesai denyut nadinya sekitar 114 / menit atau 16 kali per 10 sekon, jangan lebih dari itu. Ini berlaku bagi orang yang tidak menderita jantung koroner. Ada yang mengatakan denyut  jantungnya naik menjadi 60% dari denyut maksimum.

7.3.1.1.Jalan pagi.Olah raga yang sangat baik dan murah adalah jalan pagi. Apabila musim hujan dan mempunyai alat bisa memakai mesin olah raga.

7.3.1.2.Latihan keseimbangan dengan mengangkat satu kaki,

7.3.1.3.Melatih kelenturan otot dan persendian,

7.3.1.3.1.Kelenturan statik. Misalnya mengangkat kedua lengan hingga sejajar dengan bahu, dan tetap dipertahankan selama 30 sekon

7.3.1.3.2.Kelenturan dinamik.  Mengangkat kedua lengan, telapak tangan dipertemukan diatas kepala, kemudian tapak tangan menepuk paha, diulang beberapa kali.

7.3.1.4.Mengangkat beban juga bermanfaat.

7.3.1.5.Renang. Tidak kalah pentingnya adalah berenang bagi yang mampu, terutama bagi yang mempunyai kelainan lutut, yang apabila berjalan agak jauh terasa sakit.

Peringatan: Apabila waktu berolah raga dadanya terasa tidak enak, terasa berat seperti diberi beban atau terasa sakit, maka cepat berhenti dan tarik nafas, cari pertolongan dokter. Demikian juga apabila merasa sulit bernafas.

7.3.2.Olah raga otak. Agar tidak gampang pikun, paling tidak untuk mempertahankan kemampuan berfikir, mengingat, dan mempertahankan kesehatan mental pada umumnya, maka ada beberapa cara yang perlu dilakukan, diantaranya dengan:

7.3.2.1.Bagi umat muslim, membaca Al Qur’an

7.3.2.2.Membaca apa saja yang disenangi kemudian menulisnya kembali.

7.3.2.3.Menjawab teka teki silang.

7.3.2.4.Waktu membaca koran coba dicari dan dihitung berapa jumlah kata “dengan” dalam satu halaman.

7.3.2.5.Bermain catur

7.3.2.6.Bermain “game” di internet

7.3.2.7.Belajar ilmu baru

7.3.2.8.Aktif dalam perkumpulan sosial

7.3.2.9.Mencoba mengingat nama orang yang baru dijumpai.

7.3.2.10.Berfikir positif (positive thinking)

7.3.2.11.Rekreasi

7.4.Monitoring kesehatan (checkup)

Apa saja yang perlu diperiksa dan kapan diulang. Pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium bisa dilakukan untuk general check-up tergantung kondisi dan dana yang tersedia.

7.4.Tekanan darah. Biarpun tidak sakit, harus di cek tekanan darahnya minimum, tiga bulan sekali. Banyak sekali orang mengalami perdarahan otak (stroke) karena tidak tahu tekanan darahnya tinggi.

7.5.Untuk melakukan general check-up, pemeriksaan dasar diantaranya:

7.5.1.Hematogram (darah lengkap).

7.5.2.Fungsi hepar (SGOT, SGPT, serum albumin)

7.5.3.Fungsi ginjal (BUN, serum kretinin, asam urat)

7.5.4.Kadar gula (glukosa) puasa dan dua jam pos prandial (habis makan)

7.5.5.Lipid profile (total kholesterol, LDL kholesterol, HDL kholesterol, TG)

7.5.6.Foto X-Ray dada.

7.5.7.ECG / EKG

Kalau ingin lebih lengkap bisa ditambah

7.5.8.Pemeriksaan urine lengkap

7.5.9.Pemeriksaan feces lengkap

7.5.10.PSA (marker kanker prostat)

7.5.11.Pap smear (cek apakah ada sel ganas pada serviks)

7.5.12.Pemeriksaan fungsi hormon tiroid (thyroid) TSH, T3 dan T4

7.5.13.USG Abdomen, termasuk kandungan dan prostat

Kalau ingin melihat kebutuhan vitamin dan mineral bisa click di bawah ini!

Daftar keperluan Vitamin dan Mineral

8.Daftar bacaan

1.http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/lansia/

2.http://www.medicinenet.com/senior_health/article.htm#changes

3.http://radiefwisnu.blogspot.com/2012/08/kesehatan-mental-pada-lansia-lanjut-usia.html

4.http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/fullchapter/06410088-devi-nur-avita.ps

5.http://ocw.usu.ac.id/course/download/1280000150-keperawatan-komunitas/pks_123_slide_kebijakan_khusus_lansia.pdf

6.http://www.health24.com/Lifestyle/Ageing-well/Nutrition-to-stay-young/A-healthy-diet-for-older-people-20120721

7.http://www.helpguide.org/life/senior_nutrition.htm

8.http://www.webmd.com/sleep-disorders/features/adult-sleep-needs-and-habits

9.http://www.medicinenet.com/senior_health/page4.htm#exercise

10.http://www.eldergym.com/elderly-flexibility.html

11.http://www.boomers-with-elderly-parents.com/elderly-parents-brain-mind.html

12.Alamat blog saya https://mhanafi123.wordpress.com

Setelah mempelajari puluhan herbal (43) saya membuat fomulasi (racikan):

1.JINTEN ( HITAM HABBATUS SAUDA  = BLACK SEED )

2.KAYU MANIS  ( CINNAMOMUM ZEYLANICUM = C VERUM )

3.KENCUR ( KAEMPFERIA GALANGA L. SONCURUS RUMPH )

Bahannya ( kayu manis dan kencur ) dalam bentuk bubuk atau serbuk mudah dibeli di toko swalayan. Jinten hitam banyak dijual dalam bentuk kapsul atau beli di pasar tradisional biasanya dijual sebagai jamu kemudian ditumbuk atau diblender (asal bijinya pecah/sudah tidak utuh sudah cukup, tapi lebih halus makin baik).

Ketiga bahan diatas dicampur kira-kira sama banyak.

Apabila Jinten hitam sudah dalam bentuk kapsul, tidak usah dicampur, bisa diminum terpisah, jumlahnya tidak sama tidak masalah.

Manfaat sebagai obat tradisional, secara turun temurun dan sebagian khsiat sudah dibuktikan dalam percobaan menggunakan binatang:

Jinten hitam, dapat mengurangi kerusakan hati akibat keracunan, dapat membunuh kuman, membunuh parasit malaria, membunuh cacing tertentu, menurunkan kadar gula, meningkatkan kerja hormon tiroksin, anti rematik dan banyak lagi. Yang menarik kandungan jinten hitam dapat juga mengurangi kecemasan. Jinten hitam mengandung suatu zat anti oksidan. Dapat mencegah kanker liver. Pada hewan coba didapatkan efek samping jinten hitam sangat ringan (wide margin of safety).

Kayu manis, untuk mengatur gula darah, menurunkan kholesterol dan Trigliserida, artritis, mempertahankan daya ingat dan sistim syaraf, untuk kesehatan jantung dan sirkulasi darah, untuk kesehatan percernaan makanan, untuk meringankan penyakit flu, mengurangi sakit waktu mestruasi, untuk mengurangi percepatan perkembangan leukemi, mencegah kanker usus besar, dan mengandung anti bakteri dan anti jamur. Kayu manis dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Bagi yang mempunyai penyakit turunan mudah mengalami perdarahan, lebih baik membeli yang dari Ceylon.

Kencur, digunakan untuk mengobati masuk angin (sebagai flatulens), radang lambung, kejang perut, mual, diare, penawar racun, serta sebagai obat batuk. Di Visayas (Filipina), sejak tahun 1668 diberikan kepada seorang ibu habis melahirkan. Di Cina, kencur digunakan untuk obat berbagai penyakit, diantaranya, sakit gigi, memar, nyeri dada, sakit kepala, dan sembelit. Ringkasnya, kencur bisa dipakai untuk mengobati keluhan saluran cerna, mulai dari mulut sampai usus besar, susunan syaraf dan otot, saluran nafas, penyakit kulit, saluran urogenetalis. Kencur dapat dipakai sebagai antibiotik dan analgesik (mengurangi rasa sakit)

1.Pendahuluan

HIV adalah singkatan dari Human immunodeficiency virus; adalah suatu lentivirus (termasuk famili retrovirus) yang dapat menyebabkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome), suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh mengalami kegagalan secara progresif sehingga penderitanya dapat meninggal karena infeksi (infeksi opportunistik) atau kanker.

HIV menyerang sistem immun seperti T Helper (terutama sel CD4+ T), sel makrofag, dan sel denrit. Apabila jumlah sel CD+4 turun hingga mencapai level tertentu maka immun sistem selluler akan hilang dan penderita akan dengan mudah terserang penyakit opportunistik1.

HIV adalah penyakit yang ditularkan lewat hubungan sek. HIV juga bisa ditularkan lewat transfusi darah yang terinfeksi HIV, atau dari ibu ke bayinya waktu hamil, waktu melahirkan atau waktu menyusui. Untuk berkembang dari HIV menjadi AIDS bisa diperlukan beberapa tahun.

Hingga tulisan ini dibuat, masih belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS. Yang ada adalah suatu obat yang dapat menghambat perjalanan HIV menjadi AIDS atau menghambat kematian penderita AID. Obat-obatan ini mengurangi jumlah kematian penderita HIV/AIDS di negara yang sudah maju. Di negara Afrika, Haiti dan beberapa negara Asia penderita HIV/AIDS terus bertambah2.

Sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1% di seluruh negeri, dengan pengecualian Provinsi Papua, di mana angka epidemik diperkirakan mencapai 2,4%, dan cara penularan utamanya adalah melalui hubungan seksual tanpa menggunakan pelindung (kondom).

Jumlah kasus kematian akibat AIDS di Indonesia diperkirakan mencapai 5.500 jiwa. Epidemi tersebut terutama terkonsentrasi di kalangan pengguna obat terlarang melalui jarum suntik dan pasangan intimnya, orang yang berkecimpung dalam kegiatan prostitusi dan pelanggan mereka, dan pria yang melakukan hubungan seksual dengan sesama pria. Sejak 30 Juni 2007, 42% dari kasus AIDS yang dilaporkan ditularkan melalui hubungan heteroseksual dan 53% melalui penggunaan obat terlarang3.

Tulisan ini menitik beratkan pada gejala dan komplikasi. Hendaknya yang merasa menderita HIV cepat berkonsultasi ke tenaga medis yang siap akan membantu.

2.Gejala

Gejala dari HIV dan AIDS tergantung dari fase infeksi.

2.1.Infeksi primer atau infeksi HIV akuta.

Sebulan atau dua bulan setelah terinfeksi virus HIV, penderita mengalami apa yang disebut sebagai infeksi primer atau infeksi HIV akuta yang berlangsung beberapa minggu dengan gejala diantaranya:

2.1.1.Panas

2.1.2.Nyeri otot

2.1.3.Keluar bintik-bintik di kulit (ruam)

2.1.4.Sakit kepala

2.1.5.Sakit tenggorokan

2.1.6.Timbul ulkus pada genital atau mulut

2.1.7.Kelenjar terutama sekitar leher membengkak

2.1.8.Linu persendian

2.1.9.Berkeringat di malam hari

2.1.10.Diare

Kadang-kadang gejalanya ringan hingga tidak dirasakan oleh penderita, namun virus HIV berkembang pesat.

2.2.Keadaan klinis laten

Beberapa penderita mengalami pembesaran kelenjar yang tidak kunjung mengecil, namun tidak ada gejala yang khas. Namun demikian virusnya tetap berada dalam keadaan bebas dalam darah atau dalam sel darah putih (leukosit). Keadaan laten ini berlangsung hingga 8 atau 10 tahun. Beberapa penderita berlangsung lebih lama lagi, namun beberapa berkembang menjadi AIDS lebih dini.

2.3.Infeksi khronik HIV

Dalam perjalanannya HIV bertambah terus, penderitanya mungkin mengalami gejala:

2.3.1.Panas

2.3.2.Merasa lelah (fatigue)

2.3.3.Pembesaran kelenjar

3.3.4.Diare

3.3.5.Berat badan menurun

3.3.6.Batuk dan mudah sesak/menggeh-menggeh kalau berjalan (shortness of breath)

2.4.Perkembangan HIV menjadi AIDS

Apabila tidak mendapat pengobatan, penderita HIV akan berkembang menjadi AIDS. Penderita akan mudah mengalami infeksi oportunistik. Gejala penderita HIV/AIDS dengan infeksi penyakit oportunistik diantaranya:

2.4.1. Berkeringat di malam hari (makin parah)

2.4.2.Menggigil karena panas dingin

2.4.3.Batuk dan sesak

2.4.4.Diare yang khronik

2.4.5.Ada bintik putih dan ulkus di mulut yang persisten

2.4.6.Sakit kepala

2.4.7.Merasa letih yang persisten tapi tidak ada penyebab yang jelas

2.4.8.Penglihatan kurang jelas

2.4.9.Berat badan menurun

2.4.10.Timbul ruam di kulit atau benjolan kecil (skin rash or bumps)4.

3.Penyebab

3.1.Para peneliti percaya bahwa virus mirip dengan HIV yang menginfeksi kera atau Zimpanse, menular ke manusia pada waktu penyembelihan atau persiapan untuk disajikan sebagai makanan. Dalam tubuh manusia kemudian berubah menjadi HIV.

3.2.Bagaimana HIV menjadi AID. HIV merusak CD4, suatu sel yang melawan kuman penyakit yang datang menyerang. Pertahanan tubuh makin melemah akibat semakin menurunnya jumlah sel CD4. Selang beberapa tahun apabila jumlah sel CD4 turun menjadi kurang dari 200 / μL (harga normal 500 – 1600 /μL)5 atau penderita mengalami komplikasi infeksi Pneumocystis pneumonia, Cytomegalo virus, Tuberkulosis, Cryptosporidiosis, maka HIV telah berkembang menjadi AIDS.

3.3.Penularan.

3.3.1.Melalui hubungan sek (vaginal, anal atau oral) apabila virus dari sekresi vagina, sperma masuk kedalam tubuh sang patner. Virus bisa masuk melalui luka di mulut, di anus atau di vagina.

3.3.2.Transfusi darah. Dewasa ini sebelum darah digunakan darahnya di tes dulu.

3.3.3.Melalui jarum suntik yang diapakai bersama, oleh pecandu narkoba, immunisasi (dulu)

3.3.4.Ibu ke bayi, waktu hamil, melahirkan, dan menyusui. Apabila si ibu mendapat perawatan untuk HIV-nya pada waktu kehamilannya, maka resiko penularan menurun secara bermakna6.

4.Pencegahan

Kalau dilihat dari cara penularannya maka pencegahannya bisa dengan jalan:

4.1.Menghindari hubungan sek yang tidak wajar dan melanggar norma  (norma agama atau sosial). Kalau mengadakan hubungan sex dengan pasangan  yang belum diketahui kesehatannya hendaknya memakai pelindung (kondom).

4.2.Sebelum diambil untuk donor darah, hendaknya di cek dulu apakah menderita HIV

4.3.Hindari penggunaan jarum suntik bersama. Sekali pakai harus terus dibuang.

4.4.Ibu yang sedang hamil harus mendapat pengobatan yang sesuai.

4.5.Immunisasi dengan vaksin HIV. Ada vaksin HIV yang baru yang dikenal dengan vaksin SAV001 yang menjanjikan. Setelah diteliti selama 20 tahun di Universitas Ontario Barat akhirnya menunjukkan hasil yang menggembirakan. Vaksin ini menunjukkan immun respon yang kuat, mempunyai efek samping ringan  dan dinyatakan aman. Namun demikian masih dalam taraf uji klinik fase 1, dan belum pasti apakah vaksin ini dapat mencegah penyebaran HIV/AIDS7.

5.Komplikasi

Penderita HIV/AIDS mengalami penurunan daya tahan tubuh, sehingga mudah sekali menderita infeksi dan kanker tertentu.

5.1.Infeksi yang sering  dialami, seperti:

5.1.1Tuberculosis (TB/TBC). Di negara yang pendapatan per kapitanya rendah, TBC merupakan penyakit oportunistik yang paling sering yang menyertai HIV/AIDS. Jutaan penduduk dunia menderita HIV dan TBC bersama-sama, sehingga dikenal dengan sebutan “twin epidemics”.

5.1.2.Salmonellosis. Biasanya karena terminum air yang terkontaminasi dengan bakteri salmonella. Gejalanya seperti panas tinggi, menggigil, diare, sakit perut, dan kadang-kadang muntah. Penderita HIV/AIDS lebih sering menderita penyakit ini dibandingkan dengan orang lainnya.

5.1.4.Candidiacis. Infeksi ini sering menyertai penderita HIV. Penderitanya akan mengalami peradangan dan akan timbul lapisan mukus yang berwarna putih dalam mulut, pada lidah tenggorokan atau vagina. Kalau terjadi pada anak akan mengalami susah menelan dan merasa sakit kalau menelan.

5.1.5.Cryptococcal meningitis. Radang pada selaput otak dan selaput spinal cord serta cairan disekitarnya yang disebabkan oleh sebangsa jamur ini sering terjadi pada penderita HIV. Jamur tersebut bisa didapatkan di halaman (tanah) atau pada kotoran burung atau kelelawar.

5.1.6.Toxoplasmosis. Infeksi parasit ini potensial mematikan. Toxoplasma gondii, disebarkan melalui  kotoran kucing. Kemudian bisa menyebar ke binatang lain.

5.1.7.Cryptosporidiosis. Penderita AIDS, bisa terinfeksi parasit ini melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Parasit ini biasa ditemukan pada kotoran binatang. Penderita AIDS yang terkena infeksi cryptosporidiosis akan mengalami chronic diare. Parasit tersebut akan tumbuh dan berkembang di saluran cerna (terutama usus kecil) dan duktus asam empedu.

5.2.Kanker yang sering diderita, seperti:

5.2.1.Kaposi’s sarcoma. Tumor ini jarang diderita oleh HIV negatif, namun sering ditemukan pada penderita HIV. Kaposi’s sarcoma adalah tumor pembuluh darah. Kalau  terjadi di kulit, akan nampak lesi coklat tua atau agak kehitaman. Di mulut dan pada kulit orang yang berkulit putih bisa kelihatan pink, merah atau ungu.

5.2.1.Lymphomas. Limfoma adalah kanker sel darah putih. Pada gejala dini biasanya ada pembesaran kelenjar di leher, ketiak dan lipatan paha, yang tidak nyeri.

5.3.Komplikasi lainnya, seperti

5.3.1.Wasting syndrome. Adalah suatu keadaan dimana terjadi kehilangan berat badan paling tidak 10%, dan sering bersamaan dengan diare, perasaan lemah dan panas yang berkepanjangan.

5.3.2.Komplikasi neurologi. Biarpun kelihatannya AIDS tidak menginfeksi sel syaraf, namun dapat menimbulkan gejala yang berhubungan dengan gejala kelainan syaraf, seperti:merasa bingung, pelupa, depresi, cemas, dan sulit berjalan. Yang sering terjadi pada penderita AIDS adalah apa yang disebut “AIDS dementia complex”. Penderita AIDS sering mengalami perobahan sifat dan kehilangn fungsi mental.

5.3.3.Penyakit ginjal. HIV AN adalah kelainan ginjal yang berhubungan dengan HIV. Penderita ini mengalami inflamasi pada filter Bowman dari nephron. Kelainan in dipengaruhi oleh faktor genetik. Orang Amerika Afrika mempunyai resiko lebih besar dari ras lain. Penderita  HIV AN yang belum mendapat terapi hendaknya dimulai mendapatkan terapi dan tidak perlu memperhatikan jumlah CD4 dalam darahnya8.

6.Kepustakaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/HIV

2.http://www.mayoclinic.com/health/hiv-aids/DS00005

3.http://id.wikipedia.org/wiki/HIV/AIDS_di_Indonesia

4.http://www.mayoclinic.com/health/hiv-aids/DS00005/DSECTION=symptoms

5.http://spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=124

6.http://www.mayoclinic.com/health/hiv-aids/DS00005/DSECTION=causes

7.http://www.afao.org.au/news/new-preventative-hiv-vaccine-approved-for-human-trials,-beginning-2012

8.http://www.mayoclinic.com/health/hiv-aids/DS00005/DSECTION=complications

1.Pendahuluan.

Alkaloid adalah senyawa yang mengandung unsur Nitrogen, yang biasanya terasa pahit. Selain unsur Nitrogen, Carbon dan Hidrogen, Alkaloid juga mengandung Oksigen dan Sulfur. Jarang sekali mengandung Chlorin, Bromin dan Fosfor. Alkaloid diproduksi oleh bakteri, jamur, tumbuhan dan hewan. Sebagian Alkaloid menjadi racun bagi organisme lain.

Agar susunan makalah tidak berubah, maka saya tulis dalam format pdf. Bisa di “click” di bawah ini:

ALKALOID SEBAGAI OBAT MODEREN DAN DALAM TANAMAN OBAT

Tulisan dalam format PDF. tentang kandungan fitokimia herbal secara umum, manfaatnya dalam kesehatan, serta mekanisme kerjanya sebagai anti oksidan dan  “radical scavenger” bisa di “click” dibawah ini.

FITOKIMIA DALAM HERBAL DAN CARA KERJANYA DALAM MENCEGAH ATAU MENGATASI GANGGUAN KESEHATAN

Dalam tulisan di atas, disajikan macam-macam polifenol (ada dua kelompok, yaitu flavonoid dan non flavonoid).

Contoh-contoh non flavonoid, golongan asam benzoat juga ditunjukkan rumus bangunnya.

Flavonoid juga banyak contohnya.

Ditunjukkan mekanisme kerja Flavonoid Galangin sebagai anti radikal bebas secara lengkap.

Bagi yang ingin mengingat kembali apa itu oksidan, anti oksidan, radikal bebas, yang lebih rinci bisa membaca tulisan Prof. Purnomo Suryohudoyo , “click”: di bawah ini. (Sebenarnya juga ada di Judul  yang lain dalam blog ini juga)

Oksidan, anti Oksidan , dan Radikal bebas

September 2017
M T W T F S S
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis