1.Pendahuluan
Permukaan bumi penuh dengan silikon. Bisa di bebatuan, lempung, di pasir. Sebagai kristal Si meliputi sekitar 28% dari bahan kerak bumi (the earth’s crust).
Silikon biasanya ditemukan dalam bentuk silikat yang komplek, lebih jarang lagi dalam bentuk silika (Si adalah komponen utama dalam pasir). Kristal Silikon murni (Si) sangat jarang ditemukan dalam alam.
Penemuan oleh E. Carlisle dan K. Schwarz (1972), merupakan pioner dari penelitian Silikon dalam makanan, yang dibutuhkan oleh binatang dan manusia. Pada penelitian tersebut ditunjukkan bahwa kekurangan Silikon pada tikus dan ayam dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan tulang. Selanjutnya C. Seaborn dkk (1994, 2002), membuktikan Silikon dibutuhkan sebagai mikronutrisi untuk integritas dan pertumbuhan jaringan ikat.
Dalam Ilmu Biokimia dan Gizi, Si dimasukkan dalam kelompok mungkin esensial bersama dengan Ni (Nikel), Sn (Stannum, dipakai untuk melapisi kaleng untuk makanan), dan V (Vanadium, dipakai dalam industri metal untuk mencegah korosif).
Karena kekurangan bukti yang dihasilkan dari penelitian, terutama tentang pengaruh dosis terhadap manfaat Silikon, dan karena efek Silikon terhadap manfaatnya juga tidak konsisten, sedangkan vitamin dan mineral lain mempunyai efek yang konsisten, maka Silikon belum bisa dinyatakan suatu mineral yang esensial, namun tetap mungkin esensial.
2.Manfaat Silikon
Silikon berfungsi dalam kalsifikasi tulang dan pembentukan matrik tulang muda. Mungkin juga mempunyai peran dalam metabolisme mukopolisakarida, dan dapat memperkuat jaringan ikat dengan membentuk ikatan penghubung antar senyawa (a biological cross-linking agent).
Silikon membantu pertumbuhan rambut, kuku, dan gigi. Membuat mata lebih cerah, dan kulit kencang.
Silikon juga diperlukan oleh otot, jaringan ikat, pankreas dan thimus.
Silikon, membantu mencegah penyakit Alzheimer dan osteoporosis.
Manfaat Silikon bisa juga ditulis sebagai berkut:
2.1.Penguat jaringan ikat dalam persendian, ligamen, dan otot.
2.2.Diperlukan dalam pembentukan kolagen tempat kalsium diletakkan dalam tulang, oleh karena itu dapat dikatakan sebagai penguat tulang.
2.3.Penguat gigi dan gusi
2.4.Dalam jumlah yang cukup, dapat menghambat timbulnya penyakit jantung koroner.
2.5.Mempertahankan keutuhan lambung dan usus. Silika diperlukan dalam membentuk sel baru untuk mengganti sel usus yang rusak.
2.6.Mempertahankan keutuhan kulit, sebagai pertahanan dari bakteri dan patogen lainnya.
2.7.Mempercepat penyembuhan luka pada kulit.
2.8.Mempertahankan kesehatan rambut, dan kuku.
2.9.Mempercepat pembuangan Aluminium keluar tubuh. Aluminium dianggap ikut menjadi penyebab penyakit Alzheimer’s.
3.Keperluan tubuh
Berapa Silikon dalam makanan yang dibutuhkan kita? Sebenarnya belum secara pasti ditentukan. Kemungkinan kita memerlukan sekitar 1 hingga 2 mg saja perhari.. Namun dalam artikel lain dikatakan asupan 20 hingga 60 mg per hari dinyatakan tidak cukup!
Asupan orang Amerika tiap harinya berkisar antara 20 hingga 50 mg.
4.Kekurangan silikon
Kekurangan Si, bisa menyebabkan kuku mudah retak (brittle), kulit cepat menua dan kisut, rambut menjadi tipis dan rontok, pertumbuhan tulang kurang bagus, dan osteoporosis.
Menjadi sensitif terhadap dingin, biarpun hawa panas merasa kedinginan.
5.Sumber makanan
Kandungan silikon sangat tinggi dalam makanan yang berasal dari dalam tanah, seperti kentang, kacang tanah, bit (beets), terutama dalam kulitnya. Silikon juga tinggi dalam makanan yang berserat, seperti mangga, tangkai seledri (kebiasaan orang Australi, memakan tangkainya daunnya dibuang).
Dalam biji gandum.
Di bawah ini daftar dari beberapa makanan yang sering kita jumpai yang kandungan silikonnya cukup tinggi:

Tabel makanan tinggi Silikon
6.Kandungan silikon dalam makanan.
Di bawah ini ada beberapa makanan yang telah ditentukan kandungan silikonnya, sayang sekali data tentang makanan lainnya belum didapat.
6.1.Banana (yellow, peeled) (pisang yang matang tanpa kulit), dalam 250 gram – 13.60 mg
6.2.High bran cereal, 100 g – 10.17 mg
6.3.Bread (wholegrain), 200 g – 8.94 mg
6.4.Mineral water (high silica), 500 mL – 7.23 mg
6.5.Green beans (cooked), 250 g – 6.10 mg
6.6.Carrot (raw, peeled) (wortel mentah sudah dikupas), 200 g – 4.58 mg
6.7.Bread (wholemeal), 200 g – 4.50 mg
6.8.Brown rice (beras merah), 200 g – 4.14 mg
6.9.Mineral water (regular) (air mineral, bukan isi ulang), 500 mL – 3.44 mg
6.10.Bread (white) (roti putih), 200g – 3.38 mg
6.11.Wheat biscuits (biskuit gandum), 100g – 2.78 mg
6.12.White rice (beras putih), 200 g – 2.48 mg
6.13.Cornflakes (emping jagung), 100 g – 2.42 mg
Perhatikan kandungan pisang (yang juga mengandung Kalium yang cukup tinggi). Satu pisang yang agak kecil beratnya sekitar 120 gram. Bandingkan dengan beras putih!
7.Ketimun, mentimun, atau timun (Cucumbers, Cucumis sativus).
Dalam Timun terutama kulitnya banyak mengandung Silikon. Sayang sekali berapa kandungan silikon dalam Timun belum juga ditemukan jawabannya. Adapun manfaat dari Timun diantaranya adalah karena kandungan silikanya.
8.Metabolisme Silikon
Hingga sekitar 2007, metode untuk menentukan kadar Si dalam darah dan jaringan manusia belum ada yang dianggap akurat. Lagi pula hanya beberapa sentral penelitian saja yang melakukan pemeriksaan kadar Si dalam darah dan jaringna manusia.
Makanan yang berasal dari tumbuhan mengandung Si yang agak tinggi, namun setelah mengalami proses pengolahan untuk disajikan sebagai makanan kadarnya turun drastis. Sedangkan makanan dari sumber hewani mengandung Si yang relatif rendah.
8.1.Penyerapan
Sedikit sekali data tersedia mengenai metabolisme Si dalam tubuh manusia. Hal ini disebabkan karena banyak sekali bentuk atau formula Si yang terjadi dalam usus. Pemberian Aluminosilikat hanya diserab 1%, sedangkan dalam penelitian yang menggunakan Asam Monosilkat yang sudah mengalami stabilisasi (stabilized monosilicic acid, mono = ortho) diserap 80%. Dalam usus Si tersedia dalam bentuk orthosilikat (berasal dari minuman, sekitar 20 – 30%) dan dalam bentuk Silika yang bersal dari makanan yang padat (70 – 80%). Silika dalam makanan padat setelah mengalami hidrolisis akan berubah menjadi orthosilikat. Rata-rata penyerapan Si berkisar sekitar kurang dari 50%. Penyerapan Si difasilitasi oleh aquaporin, suatu protein yang berbentuk kanal terletak pada bagian dalam sel membran. Aquaporin berfungsi untuk memfasilitasi teranspor air, dan atau solut yang netral seperti Urea, asam borak (boric acid) dan asam silikat. Eksresi Si bersama urine berkorelasi dengan asupan Si.
Cara lain mendapatkan Si, adalah dengan penyerapan melalui kulit (Lassus, 1993). Namun dari penelitiannya, belum bisa diambil kesimpulan yang meyakinkan. Biarpun demikian, penyerapan melalui kulit adalah suatu hal yang perlu diteliti lebih lanjut mengingat pemberian Si dengan spray pada tumbuhan memberikan hasil biologi yang meyakinkan.
8.2.Distribusi
Total kandungan Si dalam tubuh manusia berkisar sekitar 7 gram. Kandungan Si tinggi dalam tulang, kuku, tendon, dan dinding aorta. Kuku dan ginjal mengandung Si yang paling tinggi (1500 mg/kg), sedangkan dalam sel darah merah (44 mg/kg), plasma darah (20 mg/kg), liver, limpa dan pru kadarnya rendah. Silikon juga bisa dideteksi dalam ASI.
9.Bahan bacaan
1.https://answers.yahoo.com/question/index;_ylt=A2oKmM8ihsFVIEsAFv73RQx.;_ylu=X3oDMTByZWY0N3NuBHNlYwNzcgRwb3MDNQRjb2xvA3NnMwR2dGlkAw–?qid=20070904163058AAtGY2q
2.http://www.wingspanartsintl.com/specials/strengthentissues2.pdf
3.http://www.indiacurry.com/nutrients/silica.htm
4.http://www.eidon.com/silica_article/
5.http://www.vitalhealthzone.com/nutrition/nutrition-questions/Lesa-Rusher1/foods-with-highest-silica-content-amount-of-silica.html
6.http://www.eidon.com/silica_article/
7.https://en.wikipedia.org/wiki/Silicate
8.http://aob.oxfordjournals.org/content/100/7/1383.full
9.http://agrisilica.co.za/pdf/eng/Silicon%20in%20Humansessensial%20or%20benificial.pdf