Kalau anda baru pulang dari Arab Saudi (AS) atau dalam 14 hari setibanya dari AS, menderita panas batuk dan sesak hendaknya cepat memeriksakan diri anda ke petugas kesehatan.

1.Apa arti dari MERS-CoV ?
Adalah singkatan dari Middle East respiratory syndrome coronavirus.
2.Kecurigaan akan terjadinya MERS-CoV (selanjutnya akan disebut MERS saja)
Untuk seorang dokter yang berpraktek maupun orang awam pada umumnya, hendaknya ingat apabila pasien atau seseorang dengan keadaan berikut:
Panas, dan berdasarkan pemeriksaan klinik dan foto thorak kena pneumonia atau Respiratori Distres Sindroma Acuta (radang paru yang luas, sesak, pOA menurun) DAN memenuhi salah satu dibawah ini
2.1.Ada riwayat perjalanan kembali dari negara Jazirah Arab dalam waktu 14 hari sebelum terjadinya gejala panyakit.
2.2.Berhubungan erat (close contact) dengan orang yang kembali dari negara-negara Jazirah Arab dimana orang tersebut dalam waktu 14 hari sekembalinya timbul gejala panas dan menderita infeksi saluran atas biarpun bukan pneumonia.
2.3.Keluarga atau orang yang tinggal bersama dengan penderita infeksi paru berat (yang memerlukan opname) yang tidak diketahui dengan pasti penyebabnya namun dicurigai kena MERS oleh rumah sakit.
2.4.Berhubungan erat dengan penderita yang sudah dinyatakan menderita MERS atau kemungkinan MERS.

3.Gejala klinik
Gejala klinik meliputi spektrum yang luas seperti (didapat dari pasien yang dirawat inap):
3.1.Tidak ada gejala
3.2.Panas
3.3.Menggigil
3.4.Sakit kepala
3.5.Batuk tidak berdahak
3.6.Sesak
3.7.Nyeri otot
3.8.Sakit tenggorokan
3.9.Pilek
3.10.Mual dan atau muntah
3.11.Gliyeng
3.12.Diare
3.13.Kram perut
Tidaklah mudah mendeteksi penderita MRES pada awal perjalanan penyakit. Sebab gejalanya bisa ringan bahkan ada penderita positif MERS tanpa gejala (diperiksa karena ada kontak dengan penderita MERS dalam proses penelusuran penderita yang merupakan salah satu tindakan pencegahan). Lagi pula bisa saja mempunyai gejala yang jauh dari klasikal (tidak biasa, misalnya diare dan nyeri otot).

4.Penyebab
Penyebab penyakit ini adalah anggota baru dari grup beta corona virus (Betacoronavirus lineage C). Virus ini tidak sama dengan virus yang dapat menyebabkan flu endemik maupun SARS (swevere acute respiratory syndrome). Hingga tgl. 23 Mei 2013, virus ini sering disebut “SARS-like virus”, atau dikenal juga dengan nama “Saudi SARS”.

5.Riwayat penyakit dan virus MERS
Kasus pertama terjadi di salah satu rumah sakit Amman Yordania pada April 2012. Kemudian ada seorang pasien 60 tahun dengan pneumonia akuta, dan gagal ginjal akut yang akhirnya meninggal di Jeddah Arab Saudi pada tgl. 24 Juni 2012.
Kasus kedua dideteksi pada September 2012. Dia adalah seorang pria 49 tahun yang tinggal di Qatar dengan gejala seperti flu biasa. Pada pemeriksaan genetik virusnya identik dengan kasus sebelumnya. Pada bulan Nopember terjadi kasus lagi di Qatar dan Arab Saudi, kali ini menyebabkan kematian.
Waktu itu belum pasti apakah kasus tersebut disebabkan oleh penyebaran dari binatang yang sama dan selanjutnya menyebar dari manusia ke manusia, ataukah dari binatang yang berlainan yang terinfeksi dari satu sumber yang belum diketahui.
WHO dalam laporan yang ditulis 15 Mei 2014 diantaranya menerangkan bahwa:
Di Belanda kasus positif MERS pertama adalah seorang pria 70 tahun yang kembali dari Saudi. Tercatat dia mengadakan perjalanan ke Saudi Arabia (SA) tgl. 26 April serta kembali ke Belanda tgl. 10 Mei 2014. Waktu di SA tepatnya di Medina tgl. 1 Mei timbul gejala pertama (tidak disebut apa). Tgl. 6 Mei waktu di Mekkah penderita dievaluasi di UGD (emergency care department) dan diberi antibiotik. Penderita tidak menunjukkan gejala penyakit paru. Pada waktu kembali ke Belanda tgl. 10 Mei kondisinya memburuk juga menunjukkan gejala infeksi paru sehingga dirawat di rumah sakit pada hari yang sama. Pada tgl. 13 Mei diadakan pemeriksaan laboratorium dan ternyata positif MERS. Tanggal 14 Mei dilaporkan ke WHO. Kondisi penderita dinyatakan stabil (tgl. 14 Mei). Penderita menyatakan tidak pernah kontak dengan binatang dan tidak pernah mengkonsumsi produk makanan dari binatang dalam keadaan mentah.
Amerika Serikat melaporkan kasus yang kedua dengan positif MERS ke WHO pada tgl. 12 Mei 2014. Dia adalah seorang pria 40 tahun pekerja kesehatan, hidup dan tinggal di Jeddah Saudi Arabia. Terbang dari Jeddah tgl. 1 Mei lewat London, Boston, Atlanta, hingga tiba di Orlando Florida. Pada waktu itu sudah ada gejala batuk dan panas ringan kadang menggigil. Pada tgl. 9 Mei datang ke UGD dan dirawat di Rumah Sakit. Sekarang (hingga tgl. 15 Mei) dalam kondisi stabil.
Menurut WHO kasus yang dilaporkan oleh Uni Emirat Arab tgl. 8 Mei 2014, ada 4 penderita diantaranya:
Wanita 38 tahun seorang pegawai administrasi di salah satu Klinik Kesehatan di Abu Dhabi menderita sakit pada tgl. 20 April 2014. Dia kemudian dirawat di Rumah Sakit tgl. 26 April, pada hari itu hasil tesnya negatif untuk MERS-CoV, namun keesokan harinya diulang ternyata menjadi positif dan juga tgl. 1 Mei 2014. Penderitanya dirawat di ICU, kondisinya stabil. Dia tidak pernah bepergian, tidak pernah terjadi kontak antara dirinya dengan penderita yang positif MERS CoV, tidak juga terjadi kontak dengan binatang, dan tidak pernah menkonsumsi susu unta mentah.
Yang lain, wanita 38 tahun adalah orang asing yang bekerja dan tinggal di Abu Dhabi, tidak ada gejala. Dia diambil darahnya karena di tempat kerjanya diadakan tes skrining yang diadakan tgl. 29 April. Tanggal 1 Mei dinyatakan positif dalam pemeriksaan laboratorium. Tidak mengalami gejala sakit apapun. Tidak ada dokumen yang menyatakan bepergian, tidak ada kontak dengan penderita maupun binatang dengan positif MERS.
Beberapa kasus di atas merupakan contoh yang menggambarkan keadaan atau gejala dan perjalanan penyakit yang berbeda.

6.Cara penularan
Menurut Ibu Mentri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, SPA., MPH. dalam pidatonya (diunduh lewat youtube) penularan MERS CoV dapat melalui:
6.1.Kontak langsung dengan penderita virus MERS CoV
6.2.Percikan cairan batuk atau bersin
6.3.Benda yang terpapar virus MERS CoV
Namun belum ada penularan antara manusia yang secara luas

7.Pencegahan
Untuk mencegah penularan penyakit menurut Menkes dapat dilakukan dengan:
7.1.Berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
7.2.Istirahat yang cukup
7.3.Makan makanan yang bergizi
7.4.Tidak merokok
7.5.Menggunakan masker jika sakit
7.6.Sering mencuci tangan pakai sabun
7.7.Tidak menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak bersih
7.8.Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit
7.9.Menutup hidung dan mulut jika bersin
Namun sayang belum ada vaksin yang sudah dibuktikan efektivitasnya.

Untuk melihat gambar atau diagram dari MERS-CoV “click” dibawah ini

Gambar dan diagram MERS-CoV

8.Kepustakaan
http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/
http://en.wikipedia.org/wiki/Middle_east_respiratory_syndrome_coronavirus
http://www.cdc.gov/media/releases/2014/p0512-US-MERS.html
http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/interim-guidance.html
http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/case-def.html
http://pppl.depkes.go.id/berita?id=1428
http://www.who.int/csr/don/2014_05_15_mers/en/