Sinonim: Polymnia edulis, P. sonchifolia Nama lain: Yacón, Jicama (Equador), Peruvian ground apple1,2.

1.Pendahuluan

Nama yang paling populer untuk tanaman ini adalah Yacón. Tanaman ini secara tradisional ditanam di daerah Andes Utara hingga ke Andes Tengah, dari Colombia ke Argentina Utara. Tanaman ini tumbuh subur di Australia selatan termasuk Tasmania. Diperkenalkan ke Jepang tahun 1980. Hingga tahun 2000 masih belum dikenal diluar daerah asalnya, namun setelah reportase menyiarkan bahwa di Jepang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah, mulailah ditanam juga di Korea, Cina dan Filipina serta negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Di dekat negara asalnya menyebar ke Lima dan kota Peru lainnya1.

Tanaman dekat hubungannya dengan bunga matahari  “sunflower”, bunganya sangat mirip.

Umbinya terasa manis, beratnya dari beberapa ratus gram hingga satu kilo per biji1.

2.Kandungan kimiawi dan fitokimia

Umbinya mengandung inulin yang terasa manis, namun senyawa ini tidak bisa dicerna dan tidak bisa diserap oleh usus kita. Dalam umbi daun insulin (Yacón) banyak sekali mengandung fructooligosaccharides yang merupakan prebiotik (makanan untuk bakteri yang menguntungkan dalam usus)1. Telah ditemukan pula 5 derivatif dari Cafeic acid, dua golongan chlorogenic acid {chlorogenic acid (3-caffeoylquinic acid) and 3,5-dicaffeoylquinic acid}. Tiga lagi caffeic acid esters dari altraric acid: 2,4- or 3,5-dicaffeoylaltraric acid, 2,5-dicaffeoylaltraric acid, and 2,3,5- or 2,4,5-tricaffeoylaltraric acid3.

Daunnya mengandung: sonchifolin,  polymatin  A  and  B, uvedalin,  polyphenols,   enhydrin2,  flavonoid quercetin and an unidentified flavonoid

Kandungan senyawa dan mineral lainnya  (click dua kali)

Keterangan: Stem = batang, leaf = daun, dan tuber = umbi

Tiga asam lemak esensial yang ditemukan dalam daunnya adalah: beta-pinene, caryophylene dan y-cadinene4. flavonoid quercetin and an unidentified flavonoid

3.Manfaatnya sebagai obat tradisional

Daun dan umbi Daun Insulin atau Yacón dapat dipakai sebagai5:

3.1.Prebiotics (makanan untuk bakteri yang bermanfaat)

3.2.Anti diabetis (obat penurun gula darah)

3.3.Anti oksidan (anti oxidant)

3.4.Antibiotik

3.5.Hepatoprotektor

3.6.Sebagai makanan yang rendah kalori2.

4.Penelitian

4.1. Xiang Z et.al. (2010). Anti-diabetes constituents in leaves of Smallanthus sonchifolius. Nat Prod Commun. Jan;5(1):95-8 b. Dalam penelitian ini senyawa smallanthaditerpenic acids A, B, C and D yang ada dalam daun Yacón (daun insulin) dapat menghambat alfa glukosidase, suatu enzim yang mencerna amylopectin dan amylose (karbohidrat dalam nasi, kentang dan umbi-umbian dan makanan pokok karbohidrat lainnya). Dengan demikian penyerapan glukose berkurang atau dihambat.

4.2.Valentová K, Truong NT, Moncion A, de Waziers I, Ulrichová J. (2007). Induction of glucokinase mRNA by dietary phenolic compounds in rat liver cells in vitro. J Agric Food Chem. Sep 19;55(19):7726-31. Epub 2007 Aug 23. Dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa inkubasi sel hepar dengan senyawa poli fenol (sama dengan yang ditemukan dalam umbi daun insulin), dapat menurunkan produksi glukose oleh hepar dan dapat meningkatkan kadar enzim glukokinase dengan demikian meningkatkan pemakaian glukose.

4.3.Simonovska B, Vovk I, Andrensek S, Valentová K, Ulrichová J. (2003). Investigation of phenolic acids in Yacón (Smallanthus sonchifolius) leaves and tubers. J Chromatogr A. Oct 17;1016(1):89-98. Dalam penelitian ini, ditemukan kandungan polifenol dan flavonoid dalam daun Yacón (daun Insulin) yang mana dapat bertindak sebagai anti radikal bebas.

4.4.Lin F, Hasegawa M, and Kodama O (2003). Purification and Identification of Antimicrobial Sesquiterpene Lactones from Yacón (Smallanthus Sonchifolius) Leaves. Biosci. Biotechnol. Biochem. 67 (10), 2154-2150. Beberapa senyawa lakton ditemukan dapat berfungsi sebagai anti bakteri.

4.5.Valentová K, Moncion A, de Waziers I, Ulrichová J. (2004). The effect of Smallanthus sonchifolius leaf extracts on rat hepatic metabolism. Cell Biol Toxicol. Mar;20(2):109-20. Dalam air hasil ekstrak daun Yacón (daun insulin) dinyatakan dapat digunakan untuk mencegah dan merawat penyakit akibat oksidan dan radikal bebas terutama pada penderita diabetes mellitus (DM). Dalam penelitian ini dapat ditunjukkan pemulihan fungsi liver (glukoneogenesis) setelah pemberian air ektraks daun Yacón.

4.6.Acela Inés Arnao-Chambers et al. (2012). Hepatoprotective effect of Smallanthus sonchifolius (Yacón) in an Aqueous extract acetaminophen intoxication model. An Fac Med. V.73 n.3 Lima jul. Dalam penelitian in ditunjukkan pengaruh ekstrak menggunakan air daun Yacón (daun insulin) dapat menyembuhkan pengaruh keracuan paracetamol yang setara dengan silymarin sebagai hepatoprotektor.

5.Cara meramu atau membuat sediaan.

5.1.Umbinya bisa dimakan langsung atau dimasak. Terasa manis. Dimakan sebagai camilan, atau dibuat sirup pengganti gula dapur, bagi yang sedang diet rendah kalori dan penderita diabetes mellitus.

5.2.Untuk diabetes mellitus. Daunnya, 5 – 10 lembar direbus (jangan menggunakan aluminium) dengan 6 gelas air, dijadikan 3 gelas. Diminum 2 – 3 kali sehari. Dosisnya disesuaikan dengan kadar gula darahnya dan diperiksa hasilnya dengan cek gula darah.

5.3.Untuk keracunan (ada peningkatan SGOT SGPT, muntah-muntah), 5 lembar daun Yacón direbus dengan 6 gelas air dijadikan 3 gelas dan diminum tiga kali sehari.

6.Efek samping

Tidak ada efek sampning yang menonjol6

Apabila dalam perawatan dengan Yacón merasa lemas, gemetar dan keluar keringat dingin (tanda-tanda gula darah turun),  cepat minum air gula.

Untuk melihat fotonya di click dua kali di bawah ini!

Foto Yacón

7.Bahan bacaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Yac%C3%B3n

2.http://ejfa.info/index.php/ejfa/article/viewFile/16667/8974

3.http://yadda.icm.edu.pl/yadda/element/bwmeta1.element.elsevier-eae6148b-2fa9-3d1c-bada-60f802b82085

4.[J Chromatogr A. 2005] – PubMed – NCBI.htm

5.Kateřina Valentová, Jitka Ulrichová Biomed. Papers 147(2), 119–130 (2003) Biomed.Papers_bio-200302-0001.pdf

6.Ray Sahelian, MD. Yacón root, herb and syrup research studies, health benefits.htm