1.Pendahuluan

Ahli epidemiologi telah menduga bahwa ada hubungan antara kanker serviks dan hubungan seks sejak awal abad 20. Hasil penelitian mereka waktu itu diantaranya menyatakan:

            1.Kanker serviks sering diderita oleh pekerja seks

            2.Kanker serviks jarang diderita biarawati dan orang Yahudi.

3.Kanker serviks lebih sering diderita oleh istri kedua, yang istri pertamanya meninggal karena kanker serviks.

Pada tahun 1980 Human Papilloma Virus (HPV) ditemukan di jaringan kanker serviks.

Penelitian untuk mengembangkan vaksin terhadap HPV dimulai tahun 1980 di tiga pusat penelitian (Georgetown UniversityUniversity of Rochester, dan University of Queensland). Namun baru tahun 2006 U.S. Food and Drug Administration (FDA) memberi izin pemakaian vaksin untuk mencegah infeksi oleh HPV.

Kanker serviks merupakan penyebab kematian kelima dari semua macam kanker pada wanita di seluruh dunia, dan adalah kanker yang paling sering kedua dari macam kanker yang diderita wanita . Tiap tahunnya ada 16 wanita per 100.000 menderita kanker serviks, 9 orang diantaranya meninggal karena kanker serviks. Kira-kira 80% penderita kanker serviks ditemukan di negara berkembang1.

Di Indonesia kanker serviks menduduki rangking yang pertama yang diderita wanita diantara 10 macam kanker (31% dari 10 macam kanker yang diderita wanita)2.

Di Inggris pada tahun 2009 ada 3.378 wanita di diagnose kanker serviks. Pada tahun 2010 sebanyak 936 wanita meninggal karena kanker serviks3.

2.Definisi

Kanker serviks adalah kanker (sel/jaringan ganas) yang terjadi pada sel/jaringan serviks, yaitu bagian bawah dari uterus (kandungan) yang berhubungan langsung dengan vagina (jalan lahir)4.

3.Penyebab dan faktor resiko

Apa yang menyebabkan kanker serviks sebenarnya belum begitu jelas5. Namun infeksi oleh HPV ikut berperan sebagai penyebab kanker serviks, sebab HPV ditemukan pada lebih dari 80% penderita kanker serviks; (tipe 16 dan 17 ditemukan pada 70% wanita dengan kanker serviks, sedangkan yang 10% adalah tipe 31 dan 45)1. Tidak semua wanita, bahkan sebagian besar wanita dengan infeksi HPV tidak kena kanker serviks. Jadi masih ada faktor lainnya seperti: genetik, perokok, kena infeksi HIV, infeksi Chlamydia, jarang makan buah dan sayur warna hijau, kegemukan, pemakai pil kontrasepsi lebih dari lima tahun, mempunyai banyak anak, mempunyai suami yang tidak dihitan, kawin dan hamil pada usia muda, dan miskin5,6,7.

4.Gejala

Serviks yang abnormal mungkin tidak akan menimbulkan gejala, namun apabila telah berubah menjadi kanker serviks akan timbul gejala seperti:

4.1.Keluar darah dari vagina yang tidak seperti biasanya (abnormal), perubahan siklus menstruasi yang tidak tahu penyebabnya.

4.2.Perdarahan setelah hubungan suami istri.

4.3.Merasa sakit ketika berhubungan seks dengan suami.

4.4.Keluar “darah putih” atau fluor yang bercampur darah.

5.Tes dan diagnosis

5.1.Tes. Karena diagnosis kanker serviks biasanya terlambat ditegakkan, maka lebih baik para ibu memeriksakan lebih dini biarpun belum ada gejala. Kalau dilihat dari sisi lain,  yang berkompeten hendaknya mengadakan skrining tes. Diantara skrining itu adalah:

5.1.1.Pap tes (Pap smear/smir). Ibu-ibu yang berumur antara 30th sampai dengan 65th hendaknya menjalani Pap tes setiap 3 tahun. Agar Pap tesnya lebih berhasil hendaknya jangan berhubungan paling tidak 48 jam sebelum tes, atau memasukkan suatu cairan atau obat-obatan kedalam vagina 48 jam sebelum tes7.

5.1.2.Inspeksi serviks dengan menggunakan asam asetat (VIA). Tahapannya mirip  dengan Pap tes, hanya serviknya di kuas dengan larutan asam asetat 3-5%, kemudian beberapa saat dilihat lagi dengan mata telanjang memakai cahaya. Apabila ada selaput putih maka dinyatakan tes positif. Dalam penelitian yang melibatkan  22,989 wanita 4,21% positif dan 0,08% (19 wanita) menderita kanker serviks yang invasif (invasive cervical cancer)2. Sayang sekali dalam penelitian tersebut tidak dicantumkan tentang akurasi dan spesifisitas metode.

5.1.3.Tes HPV DNA. Tes ini mirip Pap tes dengan mengambil sel dari serviks, kemudian diperiksa untuk HPV DNA. Tes ini bisa diadakan bersamaan dengan Pap tes, namun tidak menghilangkan Pap tes. Bisa juga diadakan apabila Pap tesnya tidak normal7.

5.2.Diagnosis. Apabila penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala seperti di atas atau hasil Pap Tes positif adanya kanker serviks, maka pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan selanjutnya menentukan stadiumnya. Pemeriksaa lanjutan adalah:

5.2.1.Colposcopy. Dengan alat khusus (spesial mikroskop) servik diperiksa. Apabila ada sel yang tidak normal, maka dilanjutkan dengan

5.2.2.Biopsy. Dengan alat khusus diambil sebagian jaringan dari serviks

5.2.3.Cone biopsy. Mengambil jaringan serviks lebih banyak berbentuk tertentu sesuai namanya, dengan pisau (scapel), laser atau kawat listrik yang berbentuk lonjong (loop) untuk memotong sebagian serviks9.

6.Stadium (staging)

Apabila dari hasil pemeriksaan biopsi dinyatakan kanker serviks, maka perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat apakah kanker serviks tersebut telah menyebar dan seberapa jauh penyebarannya. Pemeriksaan selanjutnya adalah dengan:

6.1.Imaging tests. Bisa dengan X-rays, computerized tomography (CT) scan dan magnetic resonance imaging (MRI).

6.2.Pemeriksaan kandung kemih dan rektum secara visual. Dengan alat cystoscopy (melihat kandung kemih) dan proctoscopy (melihat rektum) dapat dilihat apakah kanker serviknya sudah menjalar ke kandung kemih atau ke rektum. Selanjutnya dapat ditentukan sudah stadium berapa kanker serviks tersebut9.

6.3.Stadium kanker servik ada empat9. Tiap stadium ada sub stadium sehingga ada 18 stadium (stage)7,10. Dan apabila dikatagorikan menurut TNM, ada 26 kategori10. Disini hanya menunjukkan stadium yang sederhana (empat stadium). Apabila pembaca ingin tahu lebih jauh bisa “click” kepustakaan no. 7 dan 10.

6.3.1.Stadium I (stage I). Kanker hanya ada di serviks

6.3.2.Stadium II. Kanker menyerang serviks dan uterus (kandungan), tapi belum kena dinding pelvis atau bagian bawah vagina (jalan lahir)

6.3.3.Stadium III. Kanker telah menyerang dinding pelvis dan bagian bawah vagina

6.3.4.Stadium IV. Kanker telah menyebar ke organ sekitar seperti kandung kemih, rektum, atau telah menyebar ke organ lain seperti paru, hepar atau tulang9.

7.Pengobatan (treatment)

Pengobatan kanker serviks tergantung beberapa faktor, diantaranya sadalah tadium kanker, kondisi kesehatan penderita pada umumnya, penyakit lain yang diderita, dan kemauan atau pilihan penderita itu sendiri11. Pengobatan kanker serviks diantaranya:

7.1.Operasi

7.1.1.Simple hysterectomy, adalah membuang jaringan kanker, serviks, dan uterus (kandungan). Operasi ini dilakukan untuk penderita kanker dini, dimana invasi sel kanker kedalam serviks kurang dari 3 mm.

7.1.2.Radical hysterectomy, membuang serviks, uterus, bagian dari vagina, dan kelenjar getah bening (lymph node) disekitarnya. Operasi ini dilakukan apabila terjadi invasi sel kanker masuk ke serviks lebih dari 3 mm11. Radikal histerektomi bisa dilakukan pada stadium II8. Dalam operasi ini ovarium tetap utuh, tidak dibuang, agar terus dapat mensuplai estrogen8.

7.2.Radiasi

Terapi radiasi (radio terapi), bisa diberikan secara eksternal dengan memakai sinar radiasi eksternal atau secara internal (brachytherapy) dengan meletakkan materi yang mampu memberi radiasi di dekat serviks. Terapi radiasi efektif untuk penderita kanker serviks stadium dini. Untuk penderita yang lebih parah (more advanced cervical cancer) terapi radiasi dikombinasi dengan khemoterapi dinyatakan pengobatan paling efektif.

Terapi radiasi atau dikombinasikan dengan khemoterapi diberikan sebelum operasi berguna untuk menyusutkan kanker (to shrink a tumor), dan apabila diberikan setelah operasi bisa berguna untuk membunuh sel kanker yang tersisa. Wanita premanapause, bisa mengalami menapause setelah diberi terapi radiasi11.

8.Five-year survival rates (prognosis)

Five-year survival rate atau tingkat kelangsungan hidup lima tahun adalah persentasi jumlah pasien yang masih hidup lima tahun setelah kanker mereka terdiagnosis untuk pertama kali. Wanita dengan kanker serviks bisa saja meninggal oleh sebab lain, tapi apabila ini terjadi maka tidak termasuk dalam perhitungan.

Angka-angka di bawah ini diambil dari Data Base Nasional (USA) yang berdasarkan wanita terdiagnosis antara tahun 2000 hingga 2002 dan mendapat perawatan7.

No.

Stadium

(stage)

Tingkat Kelangsungan Hidup Lima Tahun (Five Year Survival Rate)

1.

0

93%

2.

IA

93%

3.

IB

80%

4.

IIA

63%

5.

IIB

58%

6.

IIIA

35%

7.

IIIB

32%

8.

IVA

16%

9.

IVB

15%

9.Pencegahan

Untuk mencegah kanker serviks hendaknya menghindri penyebabnya apabila memungkinkan, diantaranya5,6,7:

9.1.Menghindari pernikahan dini

9.2.Suaminya hendaknya sudah khitan, sebelum berhubungan pertama kali

9.3.Tidak sering berganti pasangan seks

9.4.Tidak berhubungan seks dengan pasangan yang sering berganti pasangan

9.5.Memakai kondom, untuk para ”hidung belang”

9.6.Tidak merokok

9.7.Sering makan sayur hijau dan atau kuning

9.8.Jangan terlalu gemuk

9.9.Setiap 5 tahun memakai pil KB hendaknya ada waktu istirahat (memakai metode yang lain, dengan IUD resiko kena kanker serviks lebih rendah7)

9.10.Tidak mempunya banyak anak. Ibu yang mempunyai lebih dari tiga anak dengan masa kehamilan penuh (full term) mempunyai resiko lebih besar

9.11.Mendapat vaksinasi. Di Amerika Komite Nasional Dalam Praktek Immunisasi (ACIP) tahun 2009, merekomendasikan anak wanita umur 11 hingga 12 mendapatkan rutin vaksinasi (HPV) tiga kali injeksi (satu seri). Bagi yang belum jika sudah berumur 13 hingga 26 tahun hendaknya mendapat vaksinasi untuk mengejar ketinggalannya7.

10.Kepustakaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Cervical_cancer

2.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3395009/

3.http://www.cancerresearchuk.org/cancer-info/cancerstats/types/cervix/

4.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167

5.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167/DSECTION=causes

6.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167/DSECTION=risk%2Dfactors

7.http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003094-pdf.pdf

8.http://220.128.112.10/ftp/medical/Medical%20Slides/Cervical%20Cancer.ppt

9.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167/DSECTION=tests%2Dand%2Ddiagnosis

10.http://emedicine.medscape.com/article/2006486-overview

11.http://www.mayoclinic.com/health/cervical-cancer/DS00167/DSECTION=treatments%2Dand%2Ddrugs