Nama lain: Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). Nama simplisia Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa)1.

1.Pendahuluan

Mahkota Dewa (MD) bisa ditemukan di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Tanaman ini kemungkinan berasal dari Papua. Mahkota Dewa tumbuh subur di tanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200 m dpl. Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m1.

2.Kandungan fitokimia

Daun Mahkota Dewa mengandung anti histamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (gallic acid, lignan). Kulit buah mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid (kaempferol, myricetin, naringin, dan rutin)1,2,3. Bijinya mengandung fevicordin A4.

3.Manfaat

Secara tradisional Mahkota Dewa biasa dipakai untuk1,2,3:

3.1.Gangguan liver

3.2.Gangguan ginjal

3.3.Gangguan jantung

3.4.Hemorroid (ambeien)

3.5.Diare

3.6.Menurunkan gula darah (diabetes mellitus)

3.7.Impotensi

3.8.Migrain

3.9.Stroke

3.10.Anti radang, dan anti nyeri. (rematik)

3.11.Alergi

3.12.Acne (jerawat), dan penyakit kulit lainnya (psoriasis).

3.13.Kanker

4.Penelitian

4.1.Hendra R. et al. (2011). Antioxidant, Anti-inflammatory and Cytotoxicity of Phaleria macrocarpa(Boerl.) Scheff Fruit. BMC Complementary and Alternative Medicine,11:110. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah MD, mempunyai aktifitas anti oksidan yang kuat, selain itu juga sebagai anti radang dan anti kanker3.

4.2.Diantini A et al. (2012). Cytotoxicity of fevicordin-A from Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl on P 388, HeLa, CasKi, TE-2, TE-8 andPrepuce’s Fibroblast cells. E3 Journal of Medical Research Vol. 1(1). pp. 001-005. Kesimpulan: Fevicordin yang terdapat dalam biji buah MD berpotensi sebagai obat kanker cervix dan leukemia4.

4.3.Ali R. B. Et al. (2012). Hypoglycemic and anti-hyperglycemic study of Phaleria  macrocarpa fruits pericarp. Journal of Medicinal Plants Research Vol. 6(10), pp. 1982-1990. Penelitian ini menyimpulkan, penggunaan buah MD (pericap) dalam pengobatan tradisional untuk kencing manis (diabetis mellitus) dapat dibenarkan5.

4.4.Faried A. Et al. (2007). Anticancer effects of gallic acid isolated from Indonesian herbal medicine, Phaleria macrocarpa(Scheff.) Boerl, on human cancer cell lines. INTERNATIONAL JOURNAL OF ONCOLOGY 30: 605-613. Kesimpulan: Asam Gallat (gallic acid) yang ada dalam buah MD, berpotensi sebagai obat anti kanker6.

4.5.Fariza Nor et al. (2012). Anti-inflammatory Activity of the Major Compound from Methanol Extract of Phaleria macrocarpa Leaves. Journal of Applied Sciences. Vol 12, 11: 1195-1198. Phalerin yang didapat dengan mengekstrak daun MD memakai metanol mempunyai efek anti radang dengan kekuatan sedang7.

4.6.Tjandrawinata R. et al. (2011). EXTRACT OF PHALERIA MACROCARPA AS AN ANTINEOPLASTIC, ANTI-INFLAMMATORY AND ANTIANGIOGENIC AGENT. Publication date: 2011-04-21 Patent application number: 20110091395. Kesimpulan: Dengan cara yang sudah dipatenkan buah MD diekstrak dan senyawa darinya dapat dipakai untuk menghilangkan radang dan nyeri serta untuk anti kanker dan penyakit wanita lainnya8.

4.7.Suryanto, Teguh (2007) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PHALERIA MACROCARPA TERHADAP INDEKS APOPTOSIS SEL ADENOKARSINOMA MAMMA DAN PERKEMBANGAN MASSA TUMOR PAYUDARA MENCIT C3H. Masters thesis, Diponegoro University. Polifenol yang didapat dari ekstrak MD dapat merangsang pembentukan Interferon. Interferon dapat meningkatkan CTL dan NK-Cell. Selanjutnya senyawa dalam ekstrak dapat meningkatkan apoptosis indeks dan menghambat pertumbuhan sel kanker9.

4.8.Tjandrawinata R. et al. (2011). Symptomatic treatment of premenstrual syndrome and/or primary dysmenorrhea with DLBS1442, a bioactive extract of Phaleria macrocarpa. Int J Gen Med. 2011; 4: 465–476. Kesimpulan: Senyawa ekstrak MD yang dimasukkan kedalam kapsul sebanyak 100 mg dapat mengurangi gejala (nyeri dan lainnya) yang disebabkan oleh  menstruasi10.

5.Cara membuat sediaan

Secara ilmiah sebenarnya untuk beberapa keadaan atau penyakit (kecuali 4.8 di atas sementara ini), dosis yang diperlukan belum diketahui. Oleh karena itu untuk ramuan yang diminum, gunakan beberapa irisan buah kering (tanpa biji), atau beberapa helai daun dipakai beberapa hari, baru dosisnya ditingkatkan sedikit demi sedikit, sampai dirasakan manfaatnya. Untuk penyakit lainnya, misalnya penyakit kulit seperti psoriasis, dosis pemakaiannya kadang harus lebih besar agar mendapat manfaat yang diinginkan. Perhatikan efek samping yang timbul1.

5.1.Untuk disentri (diare bercampur darah).

Rebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15 g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring kemudian minum airnya sekaligus. Lakukan 2-3 kali dalam sehari1.

5.2. Psoriasis.

Belah buah mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis-tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya. Jika timbul gejala keracunan, turunkan dosis atau hentikan penggunaannya1.

5.3.Untuk rematik atau linu lutut.

Antara 10-20 lembar daun MD direbus dengan satu liter air, dijadikan sepertiganya. Diminum separuh pagi dan separuh sore hari. Ingat petunjuk membuat sediaan seperti yang tertulis di atas. Dimulai dengan 10 lembar.

6.Efek samping

Buah, dan terutama bijinya dapat menyebabkan sakit kepala, mabuk, kejang, dan pingsan. Ibu hamil tidak boleh minum ramuan MD1.

Kalau ingin melihat foto Mahkota Dewa “click” di bawah ini!

Foto Mahkota Dewa

7.Bahan bacaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=238

2.http://www.ijpbs.net/vol-3/issue-3/pharma/51.pdf

3.http://www.biomedcentral.com/content/pdf/1472-6882-11-110.pdf

4.http://www.academia.edu/1528568/Cytotoxicity_of_fevicordin-A_from_Phaleria_macrocarpa_Scheff._Boerl_on_P_388_HeLa_CasKi_TE-2_TE-8_and_Prepuces_Fibroblast_cells

5.http://www.academicjournals.org/jmpr/pdf/pdf2012/16Mar/Ali%20et%20al.pdf

6.http://www.internationalsurgery.org/doi/abs/10.9738/1404.1

7.http://scialert.net/abstract/?doi=jas.2012.1195.1198

8.http://www.faqs.org/patents/app/20110091395

9.http://eprints.undip.ac.id/29412/

10.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3133514/