1.Pendahuluan

HIV adalah singkatan dari Human immunodeficiency virus; adalah suatu lentivirus (termasuk famili retrovirus) yang dapat menyebabkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome), suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh mengalami kegagalan secara progresif sehingga penderitanya dapat meninggal karena infeksi (infeksi opportunistik) atau kanker.

HIV menyerang sistem immun seperti T Helper (terutama sel CD4+ T), sel makrofag, dan sel denrit. Apabila jumlah sel CD+4 turun hingga mencapai level tertentu maka immun sistem selluler akan hilang dan penderita akan dengan mudah terserang penyakit opportunistik1.

HIV adalah penyakit yang ditularkan lewat hubungan sek. HIV juga bisa ditularkan lewat transfusi darah yang terinfeksi HIV, atau dari ibu ke bayinya waktu hamil, waktu melahirkan atau waktu menyusui. Untuk berkembang dari HIV menjadi AIDS bisa diperlukan beberapa tahun.

Hingga tulisan ini dibuat, masih belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS. Yang ada adalah suatu obat yang dapat menghambat perjalanan HIV menjadi AIDS atau menghambat kematian penderita AID. Obat-obatan ini mengurangi jumlah kematian penderita HIV/AIDS di negara yang sudah maju. Di negara Afrika, Haiti dan beberapa negara Asia penderita HIV/AIDS terus bertambah2.

Sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1% di seluruh negeri, dengan pengecualian Provinsi Papua, di mana angka epidemik diperkirakan mencapai 2,4%, dan cara penularan utamanya adalah melalui hubungan seksual tanpa menggunakan pelindung (kondom).

Jumlah kasus kematian akibat AIDS di Indonesia diperkirakan mencapai 5.500 jiwa. Epidemi tersebut terutama terkonsentrasi di kalangan pengguna obat terlarang melalui jarum suntik dan pasangan intimnya, orang yang berkecimpung dalam kegiatan prostitusi dan pelanggan mereka, dan pria yang melakukan hubungan seksual dengan sesama pria. Sejak 30 Juni 2007, 42% dari kasus AIDS yang dilaporkan ditularkan melalui hubungan heteroseksual dan 53% melalui penggunaan obat terlarang3.

Tulisan ini menitik beratkan pada gejala dan komplikasi. Hendaknya yang merasa menderita HIV cepat berkonsultasi ke tenaga medis yang siap akan membantu.

2.Gejala

Gejala dari HIV dan AIDS tergantung dari fase infeksi.

2.1.Infeksi primer atau infeksi HIV akuta.

Sebulan atau dua bulan setelah terinfeksi virus HIV, penderita mengalami apa yang disebut sebagai infeksi primer atau infeksi HIV akuta yang berlangsung beberapa minggu dengan gejala diantaranya:

2.1.1.Panas

2.1.2.Nyeri otot

2.1.3.Keluar bintik-bintik di kulit (ruam)

2.1.4.Sakit kepala

2.1.5.Sakit tenggorokan

2.1.6.Timbul ulkus pada genital atau mulut

2.1.7.Kelenjar terutama sekitar leher membengkak

2.1.8.Linu persendian

2.1.9.Berkeringat di malam hari

2.1.10.Diare

Kadang-kadang gejalanya ringan hingga tidak dirasakan oleh penderita, namun virus HIV berkembang pesat.

2.2.Keadaan klinis laten

Beberapa penderita mengalami pembesaran kelenjar yang tidak kunjung mengecil, namun tidak ada gejala yang khas. Namun demikian virusnya tetap berada dalam keadaan bebas dalam darah atau dalam sel darah putih (leukosit). Keadaan laten ini berlangsung hingga 8 atau 10 tahun. Beberapa penderita berlangsung lebih lama lagi, namun beberapa berkembang menjadi AIDS lebih dini.

2.3.Infeksi khronik HIV

Dalam perjalanannya HIV bertambah terus, penderitanya mungkin mengalami gejala:

2.3.1.Panas

2.3.2.Merasa lelah (fatigue)

2.3.3.Pembesaran kelenjar

3.3.4.Diare

3.3.5.Berat badan menurun

3.3.6.Batuk dan mudah sesak/menggeh-menggeh kalau berjalan (shortness of breath)

2.4.Perkembangan HIV menjadi AIDS

Apabila tidak mendapat pengobatan, penderita HIV akan berkembang menjadi AIDS. Penderita akan mudah mengalami infeksi oportunistik. Gejala penderita HIV/AIDS dengan infeksi penyakit oportunistik diantaranya:

2.4.1. Berkeringat di malam hari (makin parah)

2.4.2.Menggigil karena panas dingin

2.4.3.Batuk dan sesak

2.4.4.Diare yang khronik

2.4.5.Ada bintik putih dan ulkus di mulut yang persisten

2.4.6.Sakit kepala

2.4.7.Merasa letih yang persisten tapi tidak ada penyebab yang jelas

2.4.8.Penglihatan kurang jelas

2.4.9.Berat badan menurun

2.4.10.Timbul ruam di kulit atau benjolan kecil (skin rash or bumps)4.

3.Penyebab

3.1.Para peneliti percaya bahwa virus mirip dengan HIV yang menginfeksi kera atau Zimpanse, menular ke manusia pada waktu penyembelihan atau persiapan untuk disajikan sebagai makanan. Dalam tubuh manusia kemudian berubah menjadi HIV.

3.2.Bagaimana HIV menjadi AID. HIV merusak CD4, suatu sel yang melawan kuman penyakit yang datang menyerang. Pertahanan tubuh makin melemah akibat semakin menurunnya jumlah sel CD4. Selang beberapa tahun apabila jumlah sel CD4 turun menjadi kurang dari 200 / μL (harga normal 500 – 1600 /μL)5 atau penderita mengalami komplikasi infeksi Pneumocystis pneumonia, Cytomegalo virus, Tuberkulosis, Cryptosporidiosis, maka HIV telah berkembang menjadi AIDS.

3.3.Penularan.

3.3.1.Melalui hubungan sek (vaginal, anal atau oral) apabila virus dari sekresi vagina, sperma masuk kedalam tubuh sang patner. Virus bisa masuk melalui luka di mulut, di anus atau di vagina.

3.3.2.Transfusi darah. Dewasa ini sebelum darah digunakan darahnya di tes dulu.

3.3.3.Melalui jarum suntik yang diapakai bersama, oleh pecandu narkoba, immunisasi (dulu)

3.3.4.Ibu ke bayi, waktu hamil, melahirkan, dan menyusui. Apabila si ibu mendapat perawatan untuk HIV-nya pada waktu kehamilannya, maka resiko penularan menurun secara bermakna6.

4.Pencegahan

Kalau dilihat dari cara penularannya maka pencegahannya bisa dengan jalan:

4.1.Menghindari hubungan sek yang tidak wajar dan melanggar norma  (norma agama atau sosial). Kalau mengadakan hubungan sex dengan pasangan  yang belum diketahui kesehatannya hendaknya memakai pelindung (kondom).

4.2.Sebelum diambil untuk donor darah, hendaknya di cek dulu apakah menderita HIV

4.3.Hindari penggunaan jarum suntik bersama. Sekali pakai harus terus dibuang.

4.4.Ibu yang sedang hamil harus mendapat pengobatan yang sesuai.

4.5.Immunisasi dengan vaksin HIV. Ada vaksin HIV yang baru yang dikenal dengan vaksin SAV001 yang menjanjikan. Setelah diteliti selama 20 tahun di Universitas Ontario Barat akhirnya menunjukkan hasil yang menggembirakan. Vaksin ini menunjukkan immun respon yang kuat, mempunyai efek samping ringan  dan dinyatakan aman. Namun demikian masih dalam taraf uji klinik fase 1, dan belum pasti apakah vaksin ini dapat mencegah penyebaran HIV/AIDS7.

5.Komplikasi

Penderita HIV/AIDS mengalami penurunan daya tahan tubuh, sehingga mudah sekali menderita infeksi dan kanker tertentu.

5.1.Infeksi yang sering  dialami, seperti:

5.1.1Tuberculosis (TB/TBC). Di negara yang pendapatan per kapitanya rendah, TBC merupakan penyakit oportunistik yang paling sering yang menyertai HIV/AIDS. Jutaan penduduk dunia menderita HIV dan TBC bersama-sama, sehingga dikenal dengan sebutan “twin epidemics”.

5.1.2.Salmonellosis. Biasanya karena terminum air yang terkontaminasi dengan bakteri salmonella. Gejalanya seperti panas tinggi, menggigil, diare, sakit perut, dan kadang-kadang muntah. Penderita HIV/AIDS lebih sering menderita penyakit ini dibandingkan dengan orang lainnya.

5.1.4.Candidiacis. Infeksi ini sering menyertai penderita HIV. Penderitanya akan mengalami peradangan dan akan timbul lapisan mukus yang berwarna putih dalam mulut, pada lidah tenggorokan atau vagina. Kalau terjadi pada anak akan mengalami susah menelan dan merasa sakit kalau menelan.

5.1.5.Cryptococcal meningitis. Radang pada selaput otak dan selaput spinal cord serta cairan disekitarnya yang disebabkan oleh sebangsa jamur ini sering terjadi pada penderita HIV. Jamur tersebut bisa didapatkan di halaman (tanah) atau pada kotoran burung atau kelelawar.

5.1.6.Toxoplasmosis. Infeksi parasit ini potensial mematikan. Toxoplasma gondii, disebarkan melalui  kotoran kucing. Kemudian bisa menyebar ke binatang lain.

5.1.7.Cryptosporidiosis. Penderita AIDS, bisa terinfeksi parasit ini melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Parasit ini biasa ditemukan pada kotoran binatang. Penderita AIDS yang terkena infeksi cryptosporidiosis akan mengalami chronic diare. Parasit tersebut akan tumbuh dan berkembang di saluran cerna (terutama usus kecil) dan duktus asam empedu.

5.2.Kanker yang sering diderita, seperti:

5.2.1.Kaposi’s sarcoma. Tumor ini jarang diderita oleh HIV negatif, namun sering ditemukan pada penderita HIV. Kaposi’s sarcoma adalah tumor pembuluh darah. Kalau  terjadi di kulit, akan nampak lesi coklat tua atau agak kehitaman. Di mulut dan pada kulit orang yang berkulit putih bisa kelihatan pink, merah atau ungu.

5.2.1.Lymphomas. Limfoma adalah kanker sel darah putih. Pada gejala dini biasanya ada pembesaran kelenjar di leher, ketiak dan lipatan paha, yang tidak nyeri.

5.3.Komplikasi lainnya, seperti

5.3.1.Wasting syndrome. Adalah suatu keadaan dimana terjadi kehilangan berat badan paling tidak 10%, dan sering bersamaan dengan diare, perasaan lemah dan panas yang berkepanjangan.

5.3.2.Komplikasi neurologi. Biarpun kelihatannya AIDS tidak menginfeksi sel syaraf, namun dapat menimbulkan gejala yang berhubungan dengan gejala kelainan syaraf, seperti:merasa bingung, pelupa, depresi, cemas, dan sulit berjalan. Yang sering terjadi pada penderita AIDS adalah apa yang disebut “AIDS dementia complex”. Penderita AIDS sering mengalami perobahan sifat dan kehilangn fungsi mental.

5.3.3.Penyakit ginjal. HIV AN adalah kelainan ginjal yang berhubungan dengan HIV. Penderita ini mengalami inflamasi pada filter Bowman dari nephron. Kelainan in dipengaruhi oleh faktor genetik. Orang Amerika Afrika mempunyai resiko lebih besar dari ras lain. Penderita  HIV AN yang belum mendapat terapi hendaknya dimulai mendapatkan terapi dan tidak perlu memperhatikan jumlah CD4 dalam darahnya8.

6.Kepustakaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/HIV

2.http://www.mayoclinic.com/health/hiv-aids/DS00005

3.http://id.wikipedia.org/wiki/HIV/AIDS_di_Indonesia

4.http://www.mayoclinic.com/health/hiv-aids/DS00005/DSECTION=symptoms

5.http://spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=124

6.http://www.mayoclinic.com/health/hiv-aids/DS00005/DSECTION=causes

7.http://www.afao.org.au/news/new-preventative-hiv-vaccine-approved-for-human-trials,-beginning-2012

8.http://www.mayoclinic.com/health/hiv-aids/DS00005/DSECTION=complications