1.Pendahuluan

Daun Salam (ada yang menyebut Salam saja) tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand). Di samping itu salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan yang lain, terutama untuk diambil daunnya. Daun Salam bila diremas berbau harum. Daunnya diambil sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu1,2. Daun salam liar hampir tak pernah dipergunakan dalam masakan, selain karena baunya sedikit berbeda dan kurang harum, salam liar juga menimbulkan rasa agak pahit2.

Nama Lokal : Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),; Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura)1. Bahasa Inggris: Indonesian Bay Leaf2.

2.Kandungan fitokimia

Salam mengandung : Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida1.Daun salam kering mengandung sekitar 0,17% minyak esensial, dengan komponen penting eugenol dan metil kavikol (methyl chavicol) di dalamnya3.

3.Manfaat Daun Salam sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional Daun Salam biasa dipakai sebagai1,2:

3.1.Diare

3.2.Obat mag

3.3.Menurunkan gula darah (diabetes mellitus)

3.4.Efek samping alkohol (mabuk)

3.5.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.6.Menurunkan asam urat

4.Penelitian

1.Hermana W (2008). Pemberian Tepung Daun Salam (Syzygium polyanthum(Wight) Walp.) dalam Ransum Sebagai Bahan Antibakteri Escherichia coli terhadap  Organ Dalam Ayam Broiler. Media Peternakan, April Vol. 31 No. 1, hlm. 63-70.Kesimpulan: Pemberian tepung daun salam hingga taraf 3% cenderung menekan jumlah koloni bakteri E. coli dalam ekskreta4.

2.Nety Wulandari Chrisnaningsih (2006). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Syzygium polyanthum TERHADAP PRODUKSI ROI MAKROFAG  PADA MENCIT BALB/c YANG DIINOKULASI  Salmonella typhimurium. Karya Ilmiah untuk S1 FK. Kesimpulan: Ekstrak Syzygium polyanthum tidak dapat meningkatkan produksi ROI (Reactive oxygen intermediates)  makrofag mencit yang diinfeksi Salmonella typhimurium5.

3.Nimim P Zahara, Aryoko Widodo (tahun ?). The Effect of Syzygium polyanthum on Nitric Oxide Production from Macrophage in Balb/c Mice Inoculated with Salmonella typhimurium. Kesimpulannya: Pemberianekstrak daun salam peroral dengan dosis 56,7mg, sebanyak 1ml/hari ternyata dapat meningkatkan produksi nitritoksida makrofag mencit Balb/c yang diinokulasi Salmonella typhimurium6.

4.Sukrasno et al. (2004?) dalam Antihypertensive Effect of Syzygium polyanthum (Wight) Walp. leafs extract and combined with Eucheuma cottoni and Cyclea barbata Miers. powder in male Wistar rats using the CODA rat tail-cuff system menunjukkan efek yang positif dalam penurunan tekanan darah sistol dan diastol7.

5.Efek samping pemberian daun salam

Daun salam dapat menyebabkan obstipasi, atau sulit buang air besar (BAB) pada orang normal, sedangkan bagi yang diare ringan bisa mengurangi frequensi BAB7.

6.Cara pemakaian

6.1. Diare:

15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu diminum.

6.2. Kencing manis:

7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum1.

Foto Daun Salam

 7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=97

2.http://id.wikipedia.org/wiki/Salam_(tumbuhan)

3.http://tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_syzygium_polyanthum_.pdf

4.http://journal.ipb.ac.id/index.php/mediapeternakan/article/download/1119/291

5.http://eprints.undip.ac.id/20911/1/Nety.pdf

6.http://eprints.undip.ac.id/20914/1/Nimim.pdf

7.http://asagbiotech.net/Recent/Activities/Bangkok_Symposium/PosterPresentation/Suci_Poster_hipertensi_new.pdf