Untuk menjawab apakah ada hubungan antara sakit mag dan berpuasa, maka perlu saya terangkan dalam bentuk tanya jawab mengenai penyakit mag atau ulkus peptikum, yang dapat terjadi di lambung, duodenum (usus kecil dekat lambung) atau di oesofagus (yang menghubungkan tenggorokan dan lambung).

1.Apakah sakit mag itu?

Sakit mag adalah kerusakan atau luka pada sel mukosa yang melapisi permukaan lambung, dan bisa juga pada duodenum,  dan oesofagus, yang menyebabkan gangguan fungsi lambung karena terjadi radang yang aktif.

2.Apa gejalanya?

2.1.Nyeri di daerah tengah bagian atas perut adalah gejala yang paling sering. Nyerinya seperti merasa panas atau sakit setelah terpukul benda  tumpul atau seperti perasaan lapar. Apabila nyeri bertambah parah setelah baru makan biasanya gejala mag lambung, namun apabila terjadi satu setengah jam sampai tiga jam lebih setelah makan, yang kadang-kadang dapat membangunkan penderita di tengah malam, biasanya merupakan tukak duadenum.

2.2.Mual (lebih sering pada lambung)

2.3.Kembung dan sering menyendawa.

2.3.Penurunan  berat badan (tukak lambung)

3.Apa penyebabnya?

3.1.Infeksi bakteri Campylobacter pyloridis yang kemudian dikenal dengan Helicobacter pylori. Sakit karena infeksi bakteri ini terjadinya berhubungan erat dengan higenis, sanitasi dan sosial ekonomi serta pendidikan. Di negara berkembang sekitar 80% penduduk yang berusia lebih dari 20 tahun telah terjangkit, kejadiannya makin menurun seiring dengan kemajuan. Di Amerika orang yang lahir sebelum 1950, secara kesuluruhan penduduk Amerika yang kena sekitar 30%. Cara penularannya adalah lewat rute oral-oral atau fecal-oral, artinya dengan cara berciumam (cara barat) atau melalui tangan kotor setelah buang kotoran, tangannya tidak dicuci dengan bersih dan tanpa sabun, kemudian memegang makanan yang kemudian dimakan orang lain.

3.2.Obat-obatan.

3.2.1.Obat-obatan penghilang rasa nyeri golongan bukan steroid (NSAID), contoh: metampiron (antalgin), ibuprofen, asetil salisilat, metamizol, fenil butason, tramadol, meloksikam, tenoksikam, diklofenak,  ketoprofen, dan lain-lain.

3.2.2.Obat golongan steroid. Obat ini sering dipakai sebagai obat tambahan  untuk mengurangi nyeri lutut, selain obat penghilang nyeri golongan NSAID. Sebenarnya obat ini paling tepat adalah untuk alergi, contoh:  prednison, deksametason, betametason, triamsinolon, metil prednisolon, dan lain-lain.

4.Apalagi yang beresiko menyebabkan penyakit ini (Faktor resiko=risk factors)?

4.1.Merokok dapat meningkatkan resiko menderita tukak lambung bagi orang yang terinfeksi H. Pylori.

4.2.Minum minuman yang mengandung akohol, kafein, makanan pedas.

4.3.Stres yang tidak terkendali. Biarpun stres saja tidak menyebabkan tukak lambung, namun stres adalah merupakan penyumbang/kontributor terjadinya penyakit ini. Stres fisik, misalnya setelah luka fisik akibat kecelakaan atau terbakar, stres psikhis/emosional karena kehilangan  seseorang atau barang yang sangat dicintai.

Sebagian dokter/peneliti  mengatakan makanan dan stres tidak menyebabkan tukak lambung dan tukak duodenum

5.Kalau berpuasa apakah dapat menyebabkan sakit mag (tukak lambung atau tukak duadenum)?

Bagi orang yang tidak menderita sakit mag, maka berpuasa tidak akan menyebabkan mag, tapi bagi orang yang sudah menderita sakit mag, apa lagi yang sudah khronis, maka berpuasa dapat menyebabkan sakit magnya kambuh, terutama yang sudah menderita tukak duodenum4.

Seperti dijelaskan diatas, berpuasa bukan penyebab ataupun merupakan faktor resiko terhadap sakit mag. Apabila berpuasa menyebabkan stres, maka mungkin bisa merupakan faktor resiko, namun apabila berpuasa merupakan harapan untuk memperoleh pahala dan bertujuan untuk menghapus dosa, maka berpuasa tidak akan menjadi penyebab terjadinya stres. Ada tulisan yang mengatakan bahwa berpuasa tidak akan menyebabkan sekresi asam lambung meningkat. Sekresi asam lambung yang tinggi dapat merusak lapisan permukaan lambung (mukosa) dan dapat menyebabkan mag3.

Bahan bacaan

1.http://www.mayoclinic.com/health/peptic-ulcer/DS00242/

2.John Del Valle, Harrison Principle Internal Medicine, Peptic Ulcer Disease and Related Disorders,

http://www.harrisonsonline.com/

3.http://www.islamicvoice.com/january.97/rama11.htm

4.http://downloads.hindawi.com/journals/dte/1996/736595.pdf