1.Pendahuluan

Suatu Nodul di Paru adalah bulatan atau oval yang sering ditemukan pada Toraks foto (X-ray) atau computed tomography (CT) scan. Pada satu dari 500 pembacaan foto Toraks bisa ditemukan suatu Nodul. Mungkin satu atau beberapa Nodul dapat ditemukan pada waku membaca X-ray dari Toraks seorang penderita. Nodul in besar kemungkinan jinak atau benign apabila ditemukan pada orang yang masih berumur di bawah 40 tahun, yang bukan perokok, pada Nodul ada Kalsiumnya, sedangkan Nodul tersebut kecil.

Tumor jinak Paru adalah suatu jaringan yang tumbuh tanpa fungsi yang jelas, yang bisa tumbuh dari bagian jaringan Paru. Tumor jinak atau Noduler Paru biasanya tidak menyebabkan suatu gejala atau tanda-tanda, biasanya ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan foto toraks atau CT, namun bisa menyebabkan bersin, batuk, batuk darah, nafas pendek, dan panas apabila mengalami infeksi. Penentuan suatu Tumor benign atau suatu kanker ganas stadium awal adalah penting sekali karena mempengaruhi prognosis atau kesembuhan dari penderitanya1.

Kanker Paru adalah penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel paru yang tidak terkontrol. Apabila tidak diobati dan dibiarkan maka pertumbuhan sel Paru akan berkembang dan menyebar keluar Paru. Keadaan ini dinamakan metastasis. Pada tahun 2004, diperkirakan 1,3 juta meninggal diseluruh dunia2. Pada tahun 2007 di Amerika Serikat didiagnosis menderita Kanker Paru sebanyak 203.536 orang (109.643 laki dan 93.893 wanita) dan pada tahun yang sama terdapat 158.683 kematian karena Kanker Paru (88.329 laki dan 70.354 wanita)3.

Di Amerika Serikat Kanker Paru adalah penyebab kematian kedua diantara semua macam kanker. Kanker Paru bahkan menyebabkan kematian melebihi kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar, apabila kematian ketiga macam kanker ini bersama-sama dihitung4.

Kanker Paru merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi pada pria, dan merupakan kanker terbesar ketiga bagi wanita di Singapura. Pria beresiko terkena kanker Paru 3 kali lebih besar daripada wanita. Di antara ketiga kelompok etnis utama, etnis Cina mempunyai risiko yang tertinggi, diikuti etnis Melayu dan India5.

2.Tipe Nodul dan Tumor Paru

Beberapa tipe tumor Paru Jinak (benign) diantaranya:

2.1.Hamartoma

Tipe ini yang paling sering ditemukan, biasanyya soliter. Bentuknya bulat seperti kelereng, terbentuk dari jaringan mukosa, lemak maupun tulang muda. Biasanya letaknya di perifer (pinggir).

2.2.Bronchial adenoma

Meliputi hingga separuh dari tumor jinak Paru. Terbenttuk dari mukosa kelenjar dan duktus dari bronchus. Kelenjar mukosa adenoma (mucous gland adenoma) adalah suatu contoh adenoma bronchial.

2.3.Chondromas, fibromas, or lipomas, adalah tumor Paru yang jarang ditemukan, yang terbentuk dari sel jaringan dan sel lipid.

 3.Tipe Kanker Paru

Kanker Paru dikenal dengan nama karsinoma bronkhogenik dibagi menjadi dua tipe (berdasarkan mikroskopik)6:

3.1.Kanker sel paru kecil, small cell lung cancers (SCLC)

3.2.Kanker sel paru yang tidak kecil, non-small cell lung cancers (NSCLC)

Kedua tipe kanker ini berkembang dan menyebar dengan cara yang berbeda demikian juga cara penanganannya.

SCLC meliputi sekitar 20%  dari Kanker Paru, merupakan kanker yang sangat agressif dan tumbuh dengan cepat sekali. Kanker tipe ini berhubungan erat sekali dengan perokok, dan hanya 1%  Kanker tipe ini terjadi pada orang bukan perokok. Kanker ini menyebar (metastasis) ke beberapa bagian dari tubuh, dan sering didiagnosis setelah penyebaran terjadi. Karena dalam pemeriksaan mikroskop sering nampak seperti sel oat  maka dikenal juga dengan nama oat cell carcinomas.

NSCLC merupakan tipe Kanker Paru yang sering dijumpai, dan meliputi sekitar 80% dari Kanker Paru. Ada tiga subtipe, yaitu

3.2.1.Adenocarcinomas 

Tipe ini paling sering didapatkan di Amerika Serikat dan mencapai 50% dari tipe NSCLC. Seperti halnya tipe SCLC (tipe 2.1.) kanker tipe ini bisa berhubungan dengan perokok namun bisa terjadi pada orang yang bukan perokok. Ada pula subtipe dari kanker ini dengan nama Bronchioloalveolar carcinoma yang secara spontan timbul pada beberapa tempat dari paru dan menyebar melalui dinding alveolar.

3.2.2.Squamous cell carcinomas 

Dulu dikenal dengan nama adenokasinoma. Meliputi 30% dari tipe NSCLC, dinamakan juga epidermoid karsinoma. Kanker tipe ini biasanya tumbuh disekitar dada bagian tengah di daerah bronchus.

3.2.3.Large cell carcinomas

Kadang-kadang diberi nama undifferentiated carcinomas, merupakan kanker paru yang paling jarang dijumpai.

3.2.4.Mixtures, campuran dari ketiga ipe di atas, dan ada lagi

3.2.5.Other types of cancers  ( 5- 10% )

3.2.6.Bronchial carcinoids

Meliputi 5% dari kanker Paru. Tumor ini biasanya kecil dengan diameter sekitar 3-4 cm. Pada waktu didiagnose penderitanya biasanya berumur di bawah empat puluh tahun. Tidak ada hubungannya dengan perokok. Kanker ini bisa menyebar (metastasis) dan mengeluarkan sejenis hormon. Tipe Carcinoid tumbuh dan menyebar lebih  pelan dibandingkan kanker bronchogenik, sehingga penanganan dengan operasi lebih berhasil.

4.Stadium Kanker Paru

Untuk menentukan stadium Kanker Paru, perlu diadakan beberapa macam pemeriksaan, diantaranya: pemeriksaan darah, X-ray, CT scans. Scan tulang, MRI scans dan lainnya7.

4.1.Tipe NSCLC

4.1.1.Stadium (stage) I

Kanker masih di Paru

4.1.2.Stadium II dan III, kanker masih di dalam rongga dada. Stadium III yang lebih besar dan invasif.

4.1.3.Stadium IV, kanker Paru menyebar keluar rongga dada ke bagian tubuh yang lain.

4.2.Tipe SCLC

4.2.1.Limited-stage (LS), kanker tetap di daerah asalnya di dalam rongga dada.

4.2.2.Extensive-stage (ES), kanker telah menyebar keluar rongga dada ke bagian trubuh yang lain.

Pada Kepustakaan 8 keterangan tentang stadium kanker Paru lebih lengkap.

5.Penyebab Tumor dan Nodul

Penyebab Tumor dan Nodul Paru masih belum begitu jelas, tapi pada umumnya ada masalah dengan peradangan (inflamasi) akibat infeksi (histoplasmosis, coccidioidomycosis, cryptococcosis, or aspergillosis). Dapat juga inflamasi bukan karena infeksi namun akibat dari Rheumatoid arthritis, Wegener granulomatosis. Sarcoidosis. Diantara penyebab lainnya adalah kelainan bawaan (birth defect) seperti cistik paru dan malformasi paru9.

6.Penyebab kanker Paru

Bagi seorang dokter untuk mengatakan apa penyebab kanker Paru dari seorang pasien bukanlah hal yang mudah, bahkan boleh dikatakan tidak mungkin. Namun demikian telah diketahui dari banyak penelitian adanya faktor resiko yang menyebabkan seseorang lebih mungkin menderita kanker Paru dibandingkan orang lain. Faktor resiko itu diantaranya adalah10:

6.1.Asap tembakau (Tobacco smoke). Asap tembakau merupakan faktor resiko dari kanker Paru. Senyawa yang ada dalam asap tembakau dapat merusak sel paru. Itulah sebabnya mengapa perokok sigaret, perokok pipa dan perokok cerutu dapat menderita kanker Paru, demikian juga perokok pasif dari bukan perokok. Makin lama seseorang terpapar asap tembakau makin besar resiko untuk menderita kanker Paru.

6.2.Radon. Radon adalah gas radio aktif yang terbentuk di batu-batuan dan di tanah tertentu. Orang yang bekerja di dalam pertambangan lebih terpapar gas ini.

6.3.Asbestos dan bahan kimia seperti arsenic, chromium, nickel, soot, tar. Orang yang bekerja di dalam proyek konstruksi atau yang berhubungan dengan bahan kimia tersebut mempunyai resiko tinggi akan menderita kanker Paru.

6.4.Polusi udara. Polusi udara dari bermacam-macam komponen gas

6.5.Faktor keturunan. Seseorang apabila mempunyai ayah, ibu atau anggota keluaga yang lain menderita kanker paru

6.6.Seseorang yang sudah menderita kanker Paru, mempunyai resiko yang tinggi untuk menderrita yang kedua kalinya.

6.7.Orang dengan umur lebih dari 65 tahun. Ternyata pasen penderita kanker umumnya lebih dari 65 tahun.

7.Gejala dan tanda-tanda penyakit kanker Paru

Hingga 20% penderita kanker Paru tidak mempunyai gejala namun ditemukan pada waktu rutin pemeriksaan toraks X-ray atau scan. Dalam laporan x-ray dinyatakan dengan coin lesion.

Gejala yang bisa timbul karena adanya perkembangan kanker yang bisa mendesak jaringan sekitar, dan dapat menimbulkan11:

7.1.Batuk

7.2.Pendek nafas

7.3.Nafas berbunyi (wheezing)

7.4.Sakit atau nyeri dada

7.5.Batuk darah

7.6.Sakit atau nyeri bahu

7.7.Suara parau

7.8.Kesulitan menelan

7.9.Abses paru atau pneumonia

Gejala timbul sebagai akibat penyebaran ke otak

7.10.Mata kabur

7.11.Sakit kepala

7.12.Kejang

7.13.Timbul gejala stroke seperti lemah atau kehilangan rasa sentuh di daerah tertentu

Gejala akibat sekresi kanker Paru. Kadang kanker Paru mengeluarkan sebangsa hormon, gejala ini disebut Paraneoplastic symptoms, seperti

7.14.Cushing’s syndrome, diantaranya mukanya bulat seperti bulan purnama, perut buncit, kulit tipis. Tangan dan kaki di pangkalnya gemuk tapi di ujung kurus.

8.Diagnosis Kanker Paru

Apabila ada kecurigaan seorang menderita kanker Paru, maka diadakan pemeriksaan lebih lanjut dengan12:

8.1.Foto toraks (chest X-ray), terlihat gambaran tumor atau cairan.

8.2.CT Scan, terlihat suatu tumor, cairan atau pembesaran kelenjar limpa.

Selanjutnya akan diadakan pemeiksaan dari sampel yang diambil dengan cara:

8.3.Pemeriksaan sputum, dahak dikumpulkan dan diperiksa

8.4.Thoracentesis, dengan jarum sampel cairan diambil

8.5.Bronchoscopy, dengan alat bronchoscope yang bisa dimasukkan lewat hidung (yang kecil) atau mulut, contoh jaringan bisa diambil dengan jarum atau alat lainnya.

8.6.Fine-needle aspiration, dengan jarum yang tipis (thin needle) dari jaringan paru atau dari kelenjar diambil contoh spesimen

8.7.Thoracoscopy, melalui insisi di toraks dan dengan suatu alat bisa melihat dan mengambil biopsi di tempat yang dicurigai

8.8.Thoracotomy, toraks (chest) dibuka dengan insisi panjang, kemudian mengambil kelenjar limpa dan jaringan paru

8.9.Mediastinoscopy, insisi dibuat dari atasnya rusuk bagian atas, dengan suatu alat, melihat dan mengambil contoh jaringan atau kelenjar limpa

Seorang patologis akan memeriksa contoh jaringan yang diperoleh dan akan membuat laporan

9.Pengobatan

Apabila diagnosis sudah ditegakkan, maka pengobatan kanker Paru bisa dengan2:

9.1.Operasi (surgery). Setelah pemeriksaan dengan CT scan dan PET (positron emission tomography) bisa diperkirakan apakah operasi memungkinkan dilakukan, atau tidak bisa dilakukan karena penyebaran kanker Paru.

9.2.Radiotherapy, biasanya dikombinasi dengan khemoterapi

9.3.Chemotherapy. Khemoteapi ada beberapa macam tergantung tipe kanker Paru

9.4.Pengobatan secara paliatif (Palliative care).

Pengobatan Palliatif (PP), diberikan untuk meningkatkan qualitas hidup (to improve the quality of life) pasien yang menderita penyakit serius yang mematikan. Tujuan dari PP ini adalah untuk mencegah atau mengobati sedini mungkin gejala dari penyakit, efek samping dari pengobatan, dan masalah psikologi, sosial, dan spiritual yang berhubungan  dengan penyakit atau pengobatannya. PP ini disebut juga perawatan yang menenangkan/menyenangkan (comfort care), perawatan supportif (suppotive care), dan perawatan simtomatik (symptom management).

Pengobatan Palliatif suatu usaha agar:

9.4.1.Dapat menghilangkan atau mengurangi rasa sakit dan stres

9.4.2.Meningkatkan semangat hidup, menyatakan bahwa kematian adalah suatu proses yang akan dialami oleh semua orang, suatu permulaan dari kehidupan lain

9.4.3.Tidak berrmaksud untuk mempercepat atau mengundur kematian, karena kematian adalah dalam kewenangan Allah

9.4.4.Mengintegrasikan perawatan antara aspek psikologi dan spiritual

9.4.5.Menyediakan suatu sistem untuk membantu penderita agar tetap aktif hingga akhir hayatnya

9.4.6.Menyediakan suatu sistem untuk membantu atau meringankan keluarga penderita selama perawatan hingga meninggalnya dan ikut menyampaikan belasungkawa

9.4.7.Menggunakan pendekatan kelompok (team approach) untuk menangggulangi kebutuhan penderita dan keluarganya, dan apabila diperlukan termasuk pada waktu belasungkawa

9.4.8.Meningkatkan qualitas hidup, dan apabila memungkinkan membantu berfikir dan bertindak  positif selama menderita penyakitnya

9.4.9.Hendaknya dilakukan sedini mungkin bersamaan dengan pengobatan yang bertujuan untuk “memperpanjang hidup”, yang mana untuk meringankan penderita dari pemeriksaan yang bermacam-macam dan mahal, serta komplikasi pengobatan dan tindakan lainnya. Pada umumnya penderita kanker Paru pada waktu pergi ke dokter sudah menderita stadium yang sudah lanjut. Penanggulangan yang realistis adalah mengurangi rasa sakit dan pengobatan Palliatif (PP)13.

10.Pengobatan alternatif

Pengobatan alternatif dengan herbal atau cara lain sering ditawarkan di internet atau diiklankan radio dan TV. Negara yang sudah maju dalam pengobatan herbal adalah Republik Rakyat Cina. Para ilmuwan Cina sudah banyak meneliti pengobatan herbal. Mereka sudah bisa menentukan mekanisme kerja herbal tertentu hingga ketaraf Biomolekuler. Hendaknya apabila masih mampu dengan pengobatan “modern” lebih baik dijalani dulu. Baru apabila tidak memungkinkan karena sesuau hal maka menggunakan herbal, atau menggunakan herbal untuk membantu atau bersamaan dengan pengobatan cara “Barat”.

Diantara pengobatan dengan herbal yang bisa didapatkan diinternet adalah:

10.1.Asparagus capsul 1000 mg diminum tiga kali perhari. Dikatakan dapat meranggsang T cell dan Iymphokine-activated killer (LAK) cells dan menyerang kanker paru14.

10.2.Psoralea seed, scruffy pea, or bu gu zhi capsules. Dosis 1,000 mg 3 per hari, harus di bawah pengawasan dokter. Mengandung senyawa yang menghambat kanker Paru. Jangan kena terik matahari, karen kulit mudah terbakar14.

10.3.Scutellaria (ban zhi lian), taraxacum (pu gong yin), ophiopogonis (mai men dong), oldenlandia (bai hua she she cao)15.

10.4.Sarang semut16

10.5.XAMthone17

10.6.Sirsat18

11.Pencegahan kanker Paru

Untuk mencegah kanker Paru kita harus ingat faktor resiko yang menyebabkannya. Maka usaha kita dalam hal ini adalah19:

10.1.Berhenti merokok

10.2.Menghindari dari terpapar asap rokok

10.3.Menentukan paparan Radon dengan alat (radon test kit) dan usaha untuk menurunkannya

10.4.Mengurangi atau menghindari paparan dari bahan kimia tertentu (6.3) dan polusi udara apabila memungkinkan

10.5.Melakukan cek up dengan the helical low-dose CT scan apabila ada indikasi untuk itu

12.Kepustakaan

1.http://www.webmd.com/lung/benign-lung-tumors-and-nodules

2.http://en.wikipedia.org/wiki/Lung_cancer

3.http://www.cdc.gov/cancer/lung/statistics/index.htm

4.http://www.cdc.gov/cancer/lung/Cancer.htm

5.http://www.parkwaycancercentre.com/bahasa-indonesia/about-cancer/lung-cancer

6.http://www.medicinenet.com/lung_cancer/page3.htm

7.http://www.medicinenet.com/lung_cancer/page6.htm

8.http://www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/lung/page8

9.http://www.webmd.com/lung/benign-lung-tumors-and-nodules?page=2

10.http://www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/lung/page3

11.http://www.medicinenet.com/lung_cancer/page4.htm

12.http://www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/lung/page7

13.http://www.parkwaycancercentre.com/about-cancer/palliativecare?gclid= CO2XxenAv68CFUka6wodTC0OyA

14.http://www.herbs2000.com/disorders/cancer_lung.htm

15.http://www.drshen.com/chineseherbsforcancer.htm

16.http://www.deherba.com/obat-kanker-paru-paru.html

17.http://obatherbal.biz/obat-kanker-paru-paru

18.https://mhanafi123.wordpress.com

19.http://www.medicinenet.com/lung_cancer/page8.htm