1.Pendahuluan

Kanker hati terutama apa yang disebut Hepatoma merupakan penyebab kematian ketiga dari seluruh macam kanker di dunia, dan lebih dari setengah juta orang menderita penyakit tersebut1. Di Inggris terdapat sekitar 3000 (tiga ribu) penderita tiap tahunnya,terutama pada orang dengan usia di atas 65 tahun2. Anak-anak dengan kelainan atresia saluran empedu, kholestasis khronik dan kelainan genetik penimbunan glikogen mempunyai resiko menderita hepatoma3.

Kanker hati jarang dijumpai di Eropah Barat dan Amerika Utara, namun kejadiannya ada kecendrungan meningkat. Kanker hati banyak dijumpai di Afrika dan di Asia Tenggara, yang mana terjadi 20 hingga 30 kali lebih banyak dari di Eropah Barat dan Amerika Utara. Tingginya kejadian kanker hati di Afrika dan Asia sering dihubungkan dengan adanya endemik hepatitis B dan Hepatitis C di daerah tersebut. Lagi pula keadaan udara yang tinggi uap air menyebabkan kacang tanah sering berjamur. Ini dapat menyebabkan kacang tanah tersebut mengandung  aflatoksin, yang juga ikut andil sebagai penyebab kanker hati4.

2.Macam kanker hati           

Kanker hati ada dua macam kelompok besar yaitu kanker hati primer dan sekunder. Kanker hati primer artinya kaner hati tersebut berasal (tumbuh) dari bagian hati sendiri, sedangkan yang sekunder berasal dari luar hati (metastase), misalnya dari lambung, paru, atau payu dara2.

Kanker primer yang paling sering disebut Hepatoma atau Hepato Cellular Carcinoma (HCC), karena berasal dari sel hati atau hepatocyte. Kanker hati primer yang lain, seperti kholangiokarsinoma, retikuloendotelioma, mesotelioma dan ada lagi yang lain, semuanya ini sangat jarang terjadi3.

            Selanjutnya tulisan ini hanya akan membahas Hepatoma.

3.Penyebab Hepatoma

Sel kanker terjadi pada umumnya apabila pembelahan sel terjadi lebih cepat dari biasa dan terhindar dari kematian sel (apoptosis)5. Demikian halnya dengan Hepatoma. Penyebab yang sebenarnya dari Hepatoma masih belum begitu jelas, namun demikian telah diketahui bahwa kira-kira 80% Hepatoma terjadi setelah Hati mengalami Sirrosis (Cirrhosis). Pada orang yang lebih muda bisa terjadi pada hati yang belum mengalami sirrosis5.

Cirrhosis Hati adalah penyakit hati yang khronik yang disebabkan oleh banyak faktor ditandai dengan pengrusakan sel Parenchim Hati (hepatocyte), terjadi perubahan bentuk Hati dari lobuler menjadi noduler. Juga terjadi penggantian sel hati dengan jaringan serat (fibrous tissue)6.

Hepatoma telah diketahui kejadiannya berhubungan erat dengan :

3.1.Hepatitis B dan C, akan tetapi tidak berhubungan dengan Hepatitis A, D atau E5,6

3.2.Aflatoksin5,6

3.3.Pil KB tertentu5

3.4.Alkohol5,6

3.5.Kebiasaan penduduk  di Afrika Selatan dan Sentral Afrika  mengkonsumsi ramuan obat tradisionnal yang diduga mengandung alkaloid Pyrrolizidine (13).

4.Manifestasi klinik atau gejala dan tanda-tanda klinik

Pada tahap awal hepatoma tidak memberi gejala dan tanda klinik. Pada stadium lanjut mungkin bisa didapatkan gejala dan tanda-tanda seperti7:

4.1.Penurunan berat badan

4.2.Kehilangan nafsu makan

4.3.Mual dan muntah

4.4.Mudah capek dan merasa lelah

4.5.Hatinya membesar

4.6.Abdomen (perutnya)  membesar

4.7.Kulit dan matanya kelihatan kuning

4.8.Kotorannya berwarna putih

5.Diagnose Hepatoma

Apabila seseorang dicurigai mengalami ganguan Hepar yang menjurus ke Hepatoma berdasarkan anamnese dan pemeriksaan fisik, maka pemeriksaan lanjutan perlu dijalankan seperti:

5.1.USG (ultrasonografi). Pemeriksaan ini mudah dilakukan dan tidak ada resiko akan mengalami komplikasi.

5.2.CT (computed Tomography). CT sering memakai cairan kontras (dye) agar batas-batas organ di dalam tubuh lebih jelas. CT lebih jelas dari pada USG dan sering dipakai untuk mendiagnosis kanker Hati.

5.3.MRI (magnetic resonance imaging). Pemeriksaan ini memakan waktu yang lama (hingga dua jam) bila dibandingkan dengan USG dan CT (hitungan menit).

5.4.Pemeriksaan lainnya seperti Liver angiography dan Fluorodexoyglucose-positron emission tomography (FDG-PET)8.

5.5.AFT (alpha-fetoprotein ). Kadar AFT bisa meningkat pada kerusakan Hati, penyakit Hati khronik, sirrosis, kadang juga meningkat pada kanker testes dan kanker indung telur. AFT bisa dipakai sebagai marker untuk hepatoma untuk membantu menegakkan diagnosis. Di Jepang pemeriksaan AFT L-3% (Lens culinaris) sering dilakukan untuk membantu menentukan prognosis Hepatoma.

Tidak semua orang dengan AFT yang meningkat menderita kanker Hati, sebaliknya tidak semua penderita kanker Hati mempunyai kadar AFT yang meningkat. AFT hendaknya dipakai dengan memperhatikan hasil pemeriksaan fisik dan USG atau MRI. AFT tidak spesifik dan juga tidak sensitif.

AFT pada penderita Hepatitis khronik dan sirrosis dapat berfluktuasi (naik turun), dalam hal ini maka kenaikan AFT yang tajam lebih penting dari angka yang sebenarnya yang hanya menunjukkan adanya kenaikan AFT9.

5.6.DCP (Des-gamma carboxyprothrombin).Des-gamma carboxyprothrombin  adalah “precursor” atau suatu bahan awal/dasar dari prothrombin  yang meningkat pada Hepatoma. Penentuannya memakai cara Elisa.

Hubungan kadar AFT, AFP-L3 dan DCP dengan Hepatoma bisa digambarkan sebagai berikut10, kadarnya dalam μg/ml (click di bawah ini):

Hubungan Hepatoma dengan AFP AFP L3 dan DCP

6.Penentuan stadium Hepatoma

Stadium Hepatoma dimulai dari stadium I sampai dengan stadium IV, namun karena ada yang lebih dari satu tingkatan pada stadium III dan IV,maka  semuanya ada tujuh stadium yaitu:

Stadium I, II, IIIA, IIIB, IIIC, IVa, IVb. Untuk menentukan termasuk  stadium yang ke berapa perlu dilihat apakah ada invasi Hepatoma ke pembuluh darah dalam Hati atau tidak (T), apakah ada penyebaran ke kelenjar limpa atau tidak (N), dan apakah ada penyebaran Hepatoma yang jauh termasuk kelenjar limpa nonregional (M)11.

7.Pengobatan

Pengobatan Hepatoma dapat dilakukan dengan:

7.1.Operasi, mulai dari reseksi dari Hepatoma sampai transplantasi Hati. Ada persyaratan tertentu untuk dilakukannya suatu tindakan operasi.

7.2.Cryosurgery. Dengan memakai liquid nitrogen atau argon, Hepatoma dibekukan, untuk membunuh sel kankernya.

7.3.Cara yang lain seperti : Radiofrequency Ablation (RFA), Ethanol Injections, Chemotherapy, Transarterial Chemoembolization (TACE), Radiation Therapy bisa diberikan tergantung keadaan dan stadium dari Hepatoma11.

Selanjutnya lihat 10.2 dan 10.3

8.Pencegahan

8.1.Untuk mencegah Hepatoma kita harus ingat pemicu dan faktor-faktor yang berhubungan dengan Hepatoma. Di China, dengan mengganti sumber air minum yang asalnya diambil dari telaga tertentu (pond-ditch) di daerah Qidong dengan air tanah, maka kematian akibat Hepatoma menurun pelan-pelan. Air dari telaga tersebut mengandung microcystin, suatu promoter dari  hepatocarcinogenesis12.

8.2.Vaksinasi hepatitis B. Untuk mencegah penyakit Hepatitis B bisa dilakukan vaksinasi.

8.3.Untuk mencegah terjadinya sirrosis Hati pada penderita Hepatitis B dan C perlu diberikan pengobatan yang sesuai.

8.4.Hindari memakan kacang, jagung atau makanan lain yang ber jamur  karena makanan tersebut bisa terkontaminasi oleh aflatoksin.

8.5.Hindari alkohol (ingat tape mengandung alkohol).

9.Pengobatan alternatif

            Bagi penderita Hepatitis C atau B yang karena sesuatu hal tidak bisa mendapat pengobatan medis yang sesuai, maka untuk mencegah Hepatoma bisa mengkonsumsi Jinten Hitam secara teratur. Jinten Hitam mengandung banyak anti oksidan dan anti radikal bebas yang mungkin bisa mencegah Hepatoma (lihat tulisan saya tentang Jinten Hitam).

10.Informasi tambahan atau revisi

 10.1.Keterangan tambahan (bisa di click, tentang vaksinasi di Taiwan dan peminum kopi di Jepang dan Eropa)

10.2.Tambahan keterangan dalam pengobatan ( 11 – 07 – 2014):

Nexavar (sorafenib) adalah suatu kinase inhibitor.
Di Eropa (Committee for Medicinal Products for Human Use) tahun 2006 dan di Amerika Serikat tahun 2007 (FDA) menyetujui untuk dipakai sebagai pengobatan hepatoma.
Boleh diberikan oleh dokter ahli dalam bidangnya dan di bawah pengawasannya.
Yang penting untuk anda ingat adalah efek sampingnya, diantaranya:
1.Alergi terhadap obat ini.
2.Diare
3.Rambut rontok
4.Serangan jantung koroner
5.Perdarahan pencernaan
6.Radang hepar
7.Hipertensi

10.3. Pengobatan.

Cara pemeberian obat di pusat tertentu bisa di click di bawa in (25 Maret 2015):

http://emedicine.medscape.com/article/2006744-overview

Dalam format pdf click di bawah ini

Hepatocellular Carcinoma Treatment Protocols

11.Daftar Pustaka

1.http://emedicine.medscape.com/article/197319-overview

2.http://www.patient.co.uk/health/Cancer-of-the-Liver-Primary.htm

3.Pediatric Hepatocellular Carcinoma.htm

4..http://www.patscotland.org.uk/medical_appendices/P/PRIMARY%20CANCER%20OF%20THE%20LIVER. pdf

5.http://en.wikipedia.org/wiki/Hepatocellular_carcinoma

6.Davidson Sir Stanley (1968).The Principles and Practide of Medicine. Ninth Edition.  E & S Livingstone Edinburg & London, pp 1020.

7.http://www.mayoclinic.com/health/liver-cancer/DS00399/DSECTION=symptoms

8.http://www.oncolink.org/types/article.cfm?c=5&s=15&ss=113&id=9495&CFID=43723350&CFTOKEN=36525816

9.http://labtestsonline.org/understanding/analytes/afp-tumor/tab/test

10.http://edrn.nci.nih.gov/docs/fda-edrn-workshop/jorge-marrero-univ-mich-liver-biomarkers.pdf

11.Liver Cancer  The Basics   Liver Cancer (Hepatoma)   OncoLink Cancer Resources.htm (S.Jack Wei, MD
Updated by: Lara Bonner Millar, MD Affiliation: The Abramson Cancer Center of the University of Pennsylvania
Last Modified: January 10, 2011)

12.http://www.wjgnet.com/1007-9327/7/445.pdf

13.http://www.elzbietacosmetics.com/lib/ALKALOIDS.pdf   

Pengobatan (bahan rujukan)

1.http://www.nexavar-us.com/scripts/pages/en/patient/index.php?WT.mc_id=NES100014&WT.srch=1
2.European Medicines Agency – Find medicine – Nexavar.htm
3.FDA Approves Nexavar for Patients with Inoperable Liver Cancer.htm

Apabila ingin membaca tentang  3.5 (dalam kepustakaan 13), bisa click di bawah ini:

Pyrrolizidine Alkaloids