Sinonim : Sauropus albicus BL. Sauropus sumatranus Miq Sauropus indicus Wight.

1.Pendahuluan

Katu atau Katuk dalam bahasa Inggrisnya disebut star gooseberry atau sweet leaf, adalah tanaman perdu yang tumbuh di daerah tropis. Di Malaysia disebut cekur manis, sayur manis, atau asin-asin. Orang Thailan menyebutnya pak waan, sedangkan di Cina disebut mani cai1.

Tumbuhan ini bisa diperbanyak dengan biji dan stek, namun dengan stek lebih cepat dan lebih disukai. Batang dewasa sepanjang 30 cm dengan tiga ruas ditanam separuhnya2.

Agar tumbuh subur maka perlu disiram dengan air yang cukup banyak. Pada musim hujan, apabila tidak hujan dua hari saja sudah kelihatan layu sebagian daunnya.

2.Kandungan daun Katu

Dalam 100 grams daun Katu mengandung bermacam senyawa diantaranya3:

  • Protein 4.8 grams
  • Lemak (Lipida) 1.0 grams
  • Karbohidrat (hidrat arang) 11.0 grams
  • Kalsium 204 mg (Ca)
  • Fosfor  83 mg (P)
  • Zat besi 2.7 mg  (Fe)
  • Vitamin A 10 370 SI
  • Vitamin B10 = 10 mg
  • Vitamin C 239 mg
  • Air  81 grams

Mineral tembaga (Cu) juga ditemukan dalam daun Katuk4.

Daun Katuk juga mengandung vitamin K dan alkaloid papaverin1. Kandungan lainnya adalah  Flavonoid (golongan Flavon, Flavonol dan Isiflavon), golongan Steroid dan Terpenoid baik dalam bentuk glokosida saponin ataupun dalam bentuk bebas (aglikonnya), Minyak Atsiri, senyawa Polifenol dan Tanin tipe Tanin terhidrolisis5.

3.Manfaat daun Katu

3.1.Katu dapat dimakan sebagai sayur, lalapan atau salad

3.2.Sebagai obat tradisional daun Katu biasanya dipakai untuk3:

3.2.1.Melancarkan ASI

3.2.2.Menurunkan demam

3.2.3.Menurunkan berat badan

3.2.4.Sebagai obat luar bisa untuk luka dan infeksi ringan

4.Penelitian

Beberapa hasil penelitian termuat dalam kepustakaan nomer 3 dan 6. Kebanyakan peneliti menggunakan mencit sebagai  binatang coba, untuk meneliti pengaruh pemberian air rebusan daun Katu terhadap produksi air susu maupun qualitasnya yang mana menghasilkan data yang positif.

5.Cara pemakaian

Untuk melancarkan ASI : Daun Katu segar beberapa helai, dibuat sayuran. Sebagai informasi tambahan untuk memperlancar ASI, selain daun Katu dapat digunakan daun Bayam, daun Lembayung, daun Sawi, Kacang Panjang, Kacang Koro, Jantung Pisang, buah Labu Air, buah Labu Merah, dan lain lain. Semua itu dijadikan sayuran dan dimakan secara bergantian6. Kacang kedele goreng juga baik sebagai “camilan”.

6.Efek samping

Terlalu banyak makan daun Katuk (mentahan, makan 150 gram tiap hari selama dua minggu, terjadi di Taiwan) dapat menyebabkan sulit tidur, nafsu makan berkurang, dan kelainan paru yang ditandai dengan sesak nafas. Keadaannya bisa membaik kembali, tapi apabila memakannya lebih dari 22 bulan, parunya akan mengalami kerusakan permanen3.

Untuk melihat foto Daun Katu “click” di bawah ini

Foto pohon Katuk / Katu

7.Bahan Pustaka

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Sauropus_androgynus

2.http://www.echonet.org/content/100underutilized/776

3.Katuk%20leaf,%20in%20addition%20to%20the%20benefits,%20be%20aware%20of%20side%20effects%20_%20Pelem%20Sewu.htm

(Katuk leaf, in addition to the benefits, be aware of side effects _ Pelem Sewu.htm)

4.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21615278

5.http://herbal2007.blogspot.com/2011/03/tanaman-katuk-sauropus-androginus.html

6.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=297