1.Pendahuluan

Nama daerah: Aceh: Bungong roja, Batak karo: Bunga-bunga, Nias: Soma-soma, Mentawai: Bekeju, Betawi: Kembang sepatu, Sunda: Kembang wera, Jawa Tengah: Kembang sepatu, Madura: Bunga rebong, Bali: Waribang, Sangir: Embuhanga, Timor: Bunga cepatu, Gorontalo: Ulange, Buol: Kulango, Makasar: Bunga cepatu, Bugis: Bunga bisu, Ternate: Ubu-ubu, Tidore: Bala bunga.

Tanaman ini berasal dari Cina (a native of China), dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Ditanam di halaman sebagai tanaman hias dan sebagai pagar hidup.

2.Kandungan fitokimia

Bunga, daun dan akarnya mengandung  hibisetin (flavonoid). Selain hibisetin, daunnya juga mengandung saponin dan polifenol, bunganya mengandung polifenol, sedangkan akarnya mengandung juga tanin, saponin, cleomiscosin A, dan cleomiscosin C.

3.Manfaat kembang sepatu sebagai obat tradisional

            Daun dan bunganya,  baik  yang masih segar atau yang telah dikeringkan, dapat dipakai  sebagai obat anti radang, peluruh kencing, peluruh dahak, dan menormalkan siklus haid (menstruasi).

Bunganya sering digunakan untuk pengobatan batuk, mimisan,  dan haid tidak teratur.

Sebagai obat luar  daunnya juga digunakan untuk  radang kulit (inflamasi), menyuburkan rambut, gondongan (mump) dan mimisan.

4.Penelitian

4.1.Özmen* Ali dari Adnan Menderes Üniversitesi, Fen-Edebiyat Fakültesi, Biyoloji Bölümü Aydın, Turkey. Dalam tulisannya yang berjudul Cytotoxicity of Hibiscus rosa-sinensis fl ower extract yang dimuat dalam majalah CARYOLOGIA Vol. 63, no. 2: 157-161, 2010, membuktikan ekstrak air dari bunga kembang sepatu dapat menghambat pertumbuhan akar dan mengusulkan bahwa dapat pula menghambat pembelahan sel dimana saja selain akar. Dalam tulisan tersebut banyak disitir hasil penelitian dari ekstrak bunga kembang sepatu yang bermanfaat diantaranya untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sebagai anti fertilitas (anti kesuburan), sebagai obat luar untuk menyuburkan rambut. Disamping itu bisa sebagai anti oksidan yang mana dapat mencegah penyakit degeneratif (lihat tulisan saya tentang oksidan dan anti oksidan).

4.2.Archana Sachdewa and L. D. Khemani (2003). Department of Chemistry, Faculty of Science, Dayalbagh Educational Institute, Dayalbagh, Agra 282 005, India. Ekstrak etanol bunga kembang sepatu yang diberikan per oral pada tikus percobaan dapat menurunkan gula darah, total kholestrol dan trigliserida, serta menaikkan HDL kholestrol.

4.3.S.K. Sharma, Department of Pharmaceutical Sciences, Guru Jambheshwar University of Science and Technology, Hisar 125001, India (2007). Ekstrak etanol bubuk akar kembang sepatu yang diberikan setelah dipertemukan (dikawinkan) dapat menghambat kehamilan pada tikus percobaan.

4.4.Sukirti Misra Upadhyay1*, Prashant Upadhyay1, Ashoke K Ghosh, 1 Vijayender  Singh2  and Vinod K Dixit3. Effect of ethanolic extract of Hibiscus rosa sinensis L., flowers on hair growth in female wistar rats. Der Pharmacia Lettre, 2011: 3 (4) 258-263. Dalam penelitian ini ekstrak etanol bunga kembang sepatu malah menghambat pertumbuhan rambut. Dianjurkan diberikan pada tempat dimana tidak menginginkan rambut tumbuh!

(http://scholarsresearchlibrary.com/archive.html).

5.Cara pemakaian

            Untuk obat minum, sebanyak 15 – 30 gram daun atau bunga segar dididihkan dengan satu liter air, dibiarkan hingga menjadi setengah liter. Diminum separuh pagi dan yang separuh di malam hari. Apabila menggunakan daun atau bunga kering sekitar 5 – 10 gram.

6.Efek samping

Tikus yang diberi dosis sebanyak sepuluh kali dosis percobaan tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan.

Untuk melihat gambar bunga kembang sepatu “click” di bawah ini

Foto Kembang Sepatu

7.Bahan bacaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Hibiscus_rosa-sinensis

2.http://www.aseanbiodiversity.info/Abstract/51011468.pdf

3.Health_Systems_Strengthening_Guideline_Herbal_Medicine_6._Annex.pdf

4.kea_hibiscus_rosa-sinensis_(kembang_sepatu).pdf

5.http://scholarsresearchlibrary.com/DPL-vol3-iss4/DPL-2011-3-4-258-263.pdf