1.Pendahuluan
Jintan Putih dengan nama local Jinten Putih (Jawa), Ginten (Bali); Jinten Bodas (Sunda), Jhinten pote (Madura); Jeura engkut, Jeura putih (Aceh), Jinten pute (Bugis), dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim sejuk, seperti di daerah India utara dekat kaki pegunungan Himalaya. Di Indonesia meskipun dapat tumbuh, tetapi pada umumnya kurang baik(1).
Diperkirakan orang Persia adalah yang pertama menanam Jintan Putih. Di Mesir kuno Jintan Putih selain dipakai untuk bumbu masak dan obat tradisional, juga sebagai salah satu komponen dari bahan untuk membuat mummi. Bukti Arkheologi pemakaian Jinten Putih di Mesir tercatat sejak abad ke 16 Sebelum Masehi(2).
Jintan Putih sering disamakan dengan “Caraway” (Jintan=Jintenjemuju), dan merupakan bumbu terpopuler kedua di dunia setelah lada hitam(3).
Dewasa ini pengekspor utama dunia adalah India (90%), dari daerah Rajasthan dan Gujarat.

2.Kandungan Jintan Putih
Biji Jintan putih mengandung unsur minyak menguap (terbang) sebanyak kurang dari 8%. Minyak menguap tersebut diperoleh dari biji jintan putih dengan cara disuling(1).
Dalam 100 gr Jintan Putih mengandung :
Energi 1,567 kJ (375 kcal). Karbohidrat 44.24 g. Serat 10.5 g. Lipida (lemak) 22.27 g. Lemak jenuh 1.535 g. Protein 17.81 g. Air 8.06 g. Vitamin A equiv. 64 μg (8%). Riboflavin (vit. B2) 0.327 mg (27%). Niasin (Niacin) (vit. B3) 4.579 mg (31%). Vitamin B6 0.435 mg (33%). Asam Folat (vit. B9) 10 μg (3%). Vitamin C 7.7 mg (9%). Vitamin E 3.33 mg (22%). Vitamin K 5.4 μg (5%). Calcium 931 mg (93%). Zat Besi 66.36 mg (510%). Magnesium 366 mg (103%). Phosphorus 499 mg (71%). Potassium (Kalium) 1788 mg (38%). Sodium (Natrium) 168 mg (11%). Zinc 4.8 mg (51%). (persentase dari kebutuhan orang Amerika yang direkomendasikan oleh otoritas USA)(3).
Dalam minyak terbang (volatile oil) mengandung 30% hingga 50% cuminaldehyde, sedikit alfa-pinene, beta-pinene, phellandrene,cuminic alcohol, hydrated cuminaldehyde dan hydro cuminine(4).
Selain itu Jinten Putih mengandung cuminol, cymino, hellandren, carvone dan cuminique alcohol(5).

3.Pemakaian sebagai Obat Tradisional
Sebagai obat tradisional Jintan Putih telah lama dipakai untuk penyakit Saluran Pencernaan, penyakit Kandungan, penyakit Saluran Nafas (obat batuk anti tusif, asma), untuk anti inflamasi, untuk relaksasi otot, menurunkan gula darah, menurunkan lipida darah, obat jantung dan untuk mengatasi sulit tidur1,5. Selain itu Jintan Putih terbukti mempunyai efek anti bakteri, anti oksidan, anti karsinogenik dan larvasidal(6).

4.Penelitian
4.1.Jintan Putih setara dengan kodein dalam menahan batuk pada tikus percobaan(5).
4.2.Minyak terbang Jintan Putih, mempunyai anti inflamasi setera denngan diclofenac(4).
4.3.Minyak terbang Jintan Putih mempunyai efek anti inflamasi tapi tidak mempunyai efek anti nyeri(6).
4.4.Percobaan menggunakan mencit menunjukkan air ekstrak biji Jintan Putih bisa memperpanjang wakttu berenang dan lebih tahan terhadap keadaan anaerobik(7).

5.Efek samping
Minyak terbang Jintan Putih mempunyai efek toksis sangat kecil ( lebih dari 47 kali dosis yang diperlukan untuk penngobatan)(8).

6.Contoh pemakaian Jintan Putih
Sebagai contoh saya ambil di Kepustakaan no. 1, untuk mengatasi sulit tidur:
Bahan: 1 sendok teh biji jintan putih, 3 potong kangkung sayur, 2 lembar daun pegagan
¼ sendok makan ketumbar.
Cara membuat: Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

7.Kepustakaan
1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=3
2.http://www.naturalstandard.com/index-abstract.asp?create-abstract=patient-cumin.asp&title=Cumin
3.http://en.wikipedia.org/wiki/Cumin
4.http://scholarsresearchlibrary.com/DPL-vol2-iss1/DerPharmaciaLettre-%202010-2-1-22-24.pdf
5.http://nopr.niscair.res.in/bitstream/123456789/7964/1/NPR%205(4)%20266-269.pdf
6. Jinten (Cuminum cyminum L.) « CCRC FARMASI UGM.htm
7.http://www.ijapronline.org/admin/images/20110217_venkatalakshmi%20et%20al%20IJAPR_2.pdf
8.http://www.sid.ir/en/VEWSSID/J_pdf/84920020408.pdf