1.Pendahuluan

Pegagan mempunyai banyak nama, tergantung dimana anda berdomisili. Secara umum di Indonesia dikenal dengan nama daun kaki kuda, disebut juga Pegaga (Ujung Pandang); Antanan gede, Antanan rambat (Sunda), Dau tungke (Bugis); Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Kos tekosan ( Madura), Kori-kori (Halmahera)(1).Pengagan merupakan jenis tanaman liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia bagian tropis. Hidup di tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut(1). Di Cina, India, Sri Langka, Afrika dan Oseania sering ditanam sebagai sayuran atau obat tradisional(2).Pegagan tidak mempunyai batang, tetapi dengan rimpang pendek yang merayap dengan panjang 10 cm – 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm – 15 cm berbentuk ginjal. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm – 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 – 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit(1).

2.Kandungan kimia

Pegagan mengandung bermacam-macam senyawa. Penelitian pendahuluan menemukan 70 senyawa termasuk golongan saponin, poliasetilin (polyacetylenes), flavonoid (flavones), sitosterol dan lipida. Penelitian lebih lanjut menemukan diantaranya: Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside(1,2).

3.Manfaat Pegagan

Sebagai obat tradisional Pegagan digunakan untuk : Hepatitis, hipertensi, Campak, Demam, Amandel (Tonsilis), Sakit tenggorokan; Bronkhitis, Infeksi dan Batu saluran kencing, Mata merah, Wasir; Keracunan, Muntah darah, Batuk darah, mimisan, Cacingan, Lepra(1). Di Asia Tenggara selain Indonesia dipakai juga untuk rematik (rheumatism), epilepsi, histeri, dan diare. Di Eropa dipakai sebagai obat untuk luka baru atau yang khronik berupa ulkus(2).

Asiacoside diperkirakan senyawa aktif yang dapat membunuh kuman lepra. Sedangkan sitosterol dan tannin diyakini dapat membunuh protozoa dan sebagai anti spasmodik (perut melilit, sakit waktu menstruasi)(3). Bersama-sama asiacoside, asiatic acid, dan madecassic acid disebut triterpenes diduga dapat mempercepat penyembuhan luka dengan merangsang sintesis collagen(4).

4.Pengolahan

Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion(5).

5.Efek samping

Percobaan pada binatang menyimpulkan ekstrak murni asiacoside cukup aman. Per oral pada binatang coba hingga 1 gram per kilogam tidak menyebabkan  efek samping(4).

Penelitian  lainnya yang menggunakan tikus, pemberian ekstrak daun Pegagan menghasilkan kesimpulan bahwa Pegagan tidak mengganggu fungsi hepar(6).

6.Contoh penggunaan sebagai pengobatan alternatif (herbal)

6.1.Darah tinggi (hipertensi):

20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.

6.2.Wasir:

4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6.3.Pembengkakan hati (hepatittis) :

240 gram – 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.

Kecuali 6.2. pengobatan di atas belum didukung oleh penelitian.

Kalau ingin melihat foto Pegagan “click”di bawah ini

Foto atau gambar Pegagan

6.Bahan bacaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=50

2.http://www.mdpi.com/1420-3049/11/9/661/pdf

3.http://openmed.nic.in/2039/01/Microsoft_Word_-_Centella_asiatica.pdf

4.http://www.indena.com/pdf/centella.pdf

5.http://id.wikipedia.org/wiki/Pegagan

6.http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/101829882_abs.pdf

( Di down load tgl. 7 Desember 2010 )