Sinonim : O. longiflorum, Ham. O. grandiflorum et aristatum, Bl. O. spiralis, Merr. O. stamineus, Benth. O. grandiflorus, Bold. Clerodendranthus spicatus (Thunb.) C.Y. Wu. Trichostemma spiralis, Lour. Nama lain : Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura); Mao Xu Cao (China).; kidney tea plants/java tea (Inggris)1,2.

1.Pendahuluan

Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang, antara 500 – 900 m apl (di atas permukaan laut, suhu 28 – 34, kelembaban sedang, dan tanah lempung berpasir.

Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia1,2.

Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm – 25 cm atau beruas sekitar 2 buku – 3 buku2.

2.Bagian yang dipakai

Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

3.Kandungan kimia

Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, flavonoid (sinensitin), terpenoids, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol1,2,3,4,5.

4.Manfaat medis

Sebagai obat tradisional, Kumis kucing bisa untuk:

4.1. Mencegah terjadinya batu dalam saluran kencing

4.2. Menurunkan asam urat

4. 3.Peluruh air seni (Diuretic)

4.4.Menurunkan panas (anti piretik)

4.5.Anti hipertensi (menurunkan tekanan darah tinggi)

4.6.Anti radang (anti inflamasi)

4.7.Radang hepar (hepatitis, sakit kuning)

5.Pemakaian

Sebanyak 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

6.Penelitian

Dalam kepustakaan yang nomer 6 dan no.7 terdapat daftar laporan hasil penelitian dari seluruh dunia.

6.1.Penelitian dengan memakai tikus percobaan yang diberi ekstrak campuran air dan metanol dari Kumis kucing menyimpulkan dapat sebagai peluruh seni (diuretik) dan dapat menurunkan asam urat darah8.

6.2.Ekstrak etanol Kumis kucing dapat melindungi hepar dari bahan kimia yang meracuni hepar/liver pada tikus9,10.

7.Efek samping

Pemakaian yang lama dengan dosis tinggi, menyebabkan menurunnya kadar natrium darah, meningkatnya serum fosfatase alkali (mungkin ada kelainan hepar), dan kelainan anatomi ginjal (hydrocalyx)  pada tikus percobaan7.

Untuk kehati-hatian maka dengan ini tidak dianjurkan minum terlalu lama dengan dosis yang melebihi kebutuhan dari rebusan Kumis kucing.

Untuk melihat gambar Kumis kucing “click” di bawah ini

Foto Kumis Kucing

8.Kepustakaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Kumis_kucing

2.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=44

3.http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/kumis_kucing.pdf

4.http://www.asiamaya.com/jamu/isi/kumiskucing_orthosiphon%20aristatus.htm

5.http://portal.ics.trieste.it/MAPs/MedicinalPlants_Plant.aspx?id=636

6.http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Herbal_-_List_of_references_supporting_the_assessment_report/2011/05/WC500106883.pdf

7.http://www.stuartxchange.org/KablingGubat.html

8.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874108002080

9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3106356/

10.http://www.phcogres.com/article.asp?issn=0974-8490;year=2009;volume=1;issue=2;spage=53;epage=58;aulast=Chin

(Di download  12 – 7 s/d 15 – 8 – 2011 )