1.Pendahuluan

Sambung nyawa nama latinnya adalah Gynura procumbens (Lour) Merr. Tanaman ini berasal dari China atau Myanmar, yang dimasukkan ke Indonesia melalui Sri Lanka oleh VOC (Vereenigde Oost Indische  Compagnie). Di daratan China tanaman ini dikenal dengan nama She Juan Jao atau Tien Chi. Suku Hokian menamakannya Ngokilo, suku Hoope menyebutnya Fuyung Jao. Sedangkan tanaman yang dikenal Daun Dewa Di Jawa, sedangkan di Sumatra disebut Beluntas China adalah varietas dari Sambung Nyawa yang disebut dengan nama latinnya Gynura procumbens Varietas Macropylla (Gynura procumbens Back).

Tanaman ini mudah tumbuh bahkan dengan menancapkan batangnya ke tanah atau stek, terutama di tempat yang cukup air dan sinar matahari. Biasanya ditanam sebagai tanaman hias untuk pagar.

2.Kandungan Kimia

Sambung nyawa mengandung senyawa yang termasuk kelompok:

2.1.Alkaloida

2.2.Flavonoida

2.3.Saponin, dan

2.4.Tanin

3.Sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional, daun sambung nyawa biasanya digunakan untuk mengobati/sebagai obat untuk:

3.1.Penurun panas (anti piretik)

3.2.Diabetes Mellitus

3.3.Tekanan darah tinggi

3.4.Kelainan liver (hepar)

3.5.Radang tenggorokan dan sinusitis

3.6.Obat maag (ulcus peptikum)

3.7.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.8.Peluruh batu kandung kemih

3.9.Ambeien ( wasir )

3.10.Tumor payudara (tidak menganjurkan, lebih baik ke dokter secepatnya agar tidak terlambat)

3.11.Sebagai obat luar untuk menghilangkan rasa gatal setelah digigit semut atau binatang lainnya.

4.Toksisitas (efek keracunan)

Menurut penggolongan Gleason M. N. daun Sambung Nyawa termasuk tidak toksik.

Untuk ibu yang hamil muda tidak dianjurkan mengkonsumsi daun Sambung Nyawa, karena percobaan dengan etanol ekstrak  pada binatang menunjukkan adanya sifat mutagenik (dapat menyebabkan kelainan janin).

5.Cara memanfaatkannya

Untuk penggobatan tradisional biasanya dimakan sebagai lalap dalam keadaan mentah, atau sebagai pecel setelah direbus atau dikukus, sebanyak tiga sampai tujuh lembar daun. Dimakan secara teratur, hingga manfaat yang diharapkan tercapai.

Dengan pengobatan memakai cara apa saja, baik tradisional maupun  menggunakan  pertolongan dokter, hendaknya di cek hasilnya dengan pemeriksaan yang sesuai dengan penyakitnya.

6.Penelitian

6.1.Telah diteliti dengan memakai binatang percobaan, Sambung Nyawa sebagai anti piretik, anti analgesik (mengurangi rasa sakit), anti Diabetes Mellitus, dan pencegahan batu kandung kemih dengan hasil yang cukup baik.

6.2.Penelitian untuk memperoleh gelar S1, komponen daun Sambung Nyawa sebagai penangkap radikal bebas oleh Anita Tri Wahyuningsih (2004).

6.3.Penelitian dengan ekstrak air daun Sambung Nyawa, membuktikan peningkatan pengambilan glukosa oleh otot hingga dapt menurunkan glukosa (glucose) darah ( Z. Hassan dkk. 2010 ).

6.4.Etanol ekstrak daun Sambung Nyawa dapat menghambat perkembangan kanker payu dara pada tikus percobaan (Sri Susilowati, 2004).

Untuk melihat foto atau gambar Sambung Nyawa “click” di bawah ini

Foto atau gambar Sambung Nyawa

7.Bahan Bacaan

7.1.http://balipadmaherbal.com/article/26447/sambung-nyawa-gynura-procumbens-back.html

7.2.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/28972433.pdf

7.3.http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/51087992.pdf

7.4.http://www.mdpi.com/1420-3049/15/12/9008/pdf

7.5.http://mot.farmasi.ugm.ac.id/files/71Gynura%20procumbens_%20sri%20susilowati.pdf