1.Pendahuluan

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Ada juga yang menulis bahwa jahe pertama kali ditanam di Asia Tenggara, kemudian menyebar ke Afrika bagian timur dan Caribian. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia (1,2).

Dewasa ini kita bisa menemukan jahe tersebar di seluruh Indonesia, ditanam di kebun dan di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka,  Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India (selain Equador dan Brazil) juga merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia (3).

Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate) (3).

2.Kandungan kimia

Jahe kering mengandung minyak astiri hingga sekitar 3%. Minyak ini mengeluarkan aroma jahe yang khas. Komponen utama minyak astiri dalam jahe adalah zingiberen dan zingiberol (4). Kandungan minyak atsiri lainnya diantaranya adalah, bisabolena, farnesena, kurkumen dan filandrena (2 ,5). Ada komponen yang tidak mudah menguap terutama golongan fenolik, terbanyak adalah  gingerol dan zingerone (2). Jahe juga mengandung oleoresin yang terasa pedas (5).

3.Manfaat jahe

3.1.Manfaat medis

3.1.1.Untuk mag, perut kembung. mules, anti muntah

3.1.2.Membangkitkan nafsu makan.

3.1.3.Untuk menahan batuk.

3.1.4.Untuk menghilangkan bau ASI (Air Susu Ibuu) yang kurang enak.

3.1.5.Anti piretik dan analgesik (menurunkan panas dan mengurangi sakit)

3.1.6.Obat luar untuk luka dan gatal-gatal (dicampur herbal lain).

3.2.Manfaat lainnya

3.2.1.Campuran minuman serbat,sebagai penghangat badan (5).

3.2.2.Sebagai bumbu penghilang bau anyir dari ikan bebek ikan laut dll.

4.Penelitian

Banyak sekali penelitian tentang jahe yang telah dilakukan baik di dalam maupun di luar negri. Diantara penelitian tersebut, misalnya:

4.1.Latifah,1987. Telah melakukan penelitian pengaruh analgesik perasan rimpang Jahe Merah pada mencit (5).

4.2.Ema Viaza,1991. Telah melakukan penelitian yang menujukkan efek anti jamur Jahe terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis (5).

4.3.Septiana A.T. dkk. Aktivitas antioksidan ekstrak dikhlorometan dan air jahe (Zingiber Officinale Roscoe) pada asam linoleat. Jurnal Teknol. dan Industri Pangan, vol. XIII, No.2 2002; 105-110. Hasilnya menunjukkan bahwa, aktivitas antioksidan ekstrak jahe lebih besar dari alfa tokoferol. Anti oksidan ekstrak dikhlorometan lebih besar dari ekstrak air. Besarnya antioksidan ekstrak jahe berkorelasi dengan jumlah fenol dan zat besi dalam jahe (6).

4.4.Siddaraju M et.al. Gastroprotective Effect of Ginger Rhizome (Zingiber officinale) Extract: Role of Gallic Acid and Cinnamic Acid in H+, K+-ATPase/H. pylori Inhibition and Anti-oxidative Mechanism. Penelitian pada tikus ini menunjukkan ektstrak air jahe dapat mencegah timbulnya mag atau ulkus peptikum buatan, karena mengandung asam gallat dan asam sinnamat. Asam sinnamat lebih besar daya hambatan terhadap aktivitas bakteri H. Pilorus, sedangkan asam gallat mempunyai efek anti oksidan lebih beasar dari asam sinnamat (7).

4.5.Antihypercholesterolaemic effect of ginger rhizome (Zingiber officinale) in rats. Hiperkholesterol tikus yang diberi air ekstrak jahe selama 4 minggu akan menjadi normal kembali (8).

4.6.Influence of ginger rhizome (Zingiber officinale Rosc) on survival, glutathione and lipid peroxidation in mice after whole-body exposure to gamma radiation. Pemberian alkohol ekstrak jahe sebelum tikus diberi radiasi doses tertentu, dapat melindunginya terhadap akibat  pemaparan radiasi tersebut. Dalam penelitian ini juga ditunjukkan bahwa ekstrak alkohol jahe mempunyai efek anti bakteri terhdap Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhimurium, Escherichia coli, dan anti jamur Candida albicans (9).

5.Efek samping

5.1.Jahe dinyatakan aman, namun bisa menyebabkan ngantuk bagi orang yang peka atau sensitif terhadap Jahe.

5.2.Apabila minum obat untuk mengurangi sakit atau untuk melancarkan darah (salisilat, aspirin) dari dokter lebih baik tidak dicampur dengan minuman jahe, karena dapat menyebabkan perdarahan lambung.

5.3.Sebelum dioperasi sebaiknnya jangan diberi minuman Jahe, karena dengan pemberian Anestesi (untuk menidurkan pasen) Jahe dapat memperlama waktu anestesi, menghambat penyembuhan luka dan dapat menyebabkan detak Jantung tidak teratur (arrhythmia)(10).

6.Bahan bacaan

6.1.http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe

6.2.http://en.wikipedia.org/wiki/Ginger

6. 3.http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/jahe.pdf

6.4.http://www.ebookpangan.com/ARTIKEL/JAHE,%20RIMPANG%20DENGAN%20BERBAGAI%20KHASIAT.pdf

6. 5.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=293

6.6.http://www.iptek.net.id/ind/pustaka_pangan/pdf/Jurnal_PATPI/vol_XIII_no_2_2002/Pdf_dan_doc/vol_XIII_no_2_2002_hal_105.pdf

6. 7.http://ecam.oxfordjournals.org/cgi/content/abstract/nep060

6. 8.http://www.bioportfolio.com/resources/pmarticle/55876/Antihypercholesterolaemic-Effect-Of-Ginger-Rhizome-zingiber-Officinale-In-Rats.html

6. 9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14565823

6.10http://www.zhion.com/herb/Ginger.html

(Di down load Desember 2010 – Jnnuari 2011)