1.Pendahuluan

Beluntas mempunyai banyak nama, diantaranya Luntas (Jawa), Bluntas (Madura); Baluntas, Baruntas (Sunda), Lamutasa (Makasar); Beluntas (Sumatra). Tumbuh liar di tanah tandus, sering juga ditanam sebagai pagar Biasanya dimakan sebagai sayur dicampur dengan bahan yang lain juga sebagai urap/lalapan (1,2).

2.Manfaat Beluntas

Beluntas sudah lama dipakai untuk menghilangkan bau badan, selain itu beluntas sebagi obat tradisional  juga bisa untuk :

2.1. Gangguan pencernaan pada anak-anak dan menambah nafsu makan.

2.2. Menurunkan panas, peluruh keringat.

2.3. Scabies.

2.4. Nyeri pada rheumatik, sakit pinggang (Lumbago).

2.5. Senyawa  anti oksidan yang ada dalam daun  Beluntas dapat mengegah macam-macam penyakit degeneratif (1,2,3).

3.Kandungan Beluntas

Daun dan bunga Beluntas (Pluchea indica) mengandung saponin,  tanin, flavonoida dan  polifenol, di samping itu bunganya juga mengandung alkaloida. Daun Beluntas juga mengandung minyak astiri yang terdiri dari benzil alkohol, benzil asetat, eugenol dan linolol. Kandungan mineral daun Beluntas diantaranya: natrium (Na), kalium (K), magnesium (Mg) dan fosfor (P)(1,2,3).

Traithip A. 2005 (Mahidol Univ.) dalam tesisnya untuk memperoleh gelar M.Sc. dalam Farmasi menunjukkan bahwa senyawa kimia yang mempunyai aktifias anti oksidan paling tinggi dalam daun Beluntas adalah quercetin (5,7,3’,4’ tetrahydroxyflavonol) (4).

4.Penelitian

Hasil penelitian yang berhasil dikumpulkan diantaranya adalah:

4.1.Sent T. dkk. 1993, membuktikan, ektrak metanol dari akar Beluntas dapat melindungi hepar dari bahan yang mengganggu fungsinya (5).

4.2.Setiaji D. dan Sudarman A. 2005  membuktikan, pemberian air ekstrak daun beluntas pada ayam boiler dapat mengurangi stress (6).

4.3.Gomes A. dkk. 2006, dalam percobaan yang dilakukan pada binatang, membuktikan ekstrak metanol dari akar Beluntas dapat menetralkan racun ular (7).

4.4.Rukmiasih dkk. 2006, melaporkan bahwa pemberian Beluntas pada itik, dapat meningkatkan jumlah asam lemak tidak jenuh dalam dagingnya (8).

4.5.Biswas R. 2007, membuktikan pada percobaan invitro bahwa ekstrak etanol dari akar Beluntas dapat membunuh amuba histolitika. Amuba ini dapat menyebabkan desentri (9).

4.6.Firmaresi (2010) dalam skripsinya yang berjudul : UJI  AKTIVITAS  ANTIBAKTERI  FRAKSI ETANOL INFUSA  DAUN  BELUNTAS  (Pluchea indica(L.) Less)  TERHADAP      Staphylococcus aureus ATCC 25923  DAN  Escherichia coli  ATCC 35218  SERTA PROFIL KROMATOGRAMNYA menunjukkan, Kadar Bunuh Minimum fraksi etanol infusa terhadap bakteri  staphylococcus aureus adalah sebesar  10% b/v (10).

5. Bahan  bacaan:

5.1. http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=26

5.2.http://www.medicineisanart.com/holistic/2010/02/beluntas-pluchea-indica-less/

5.3. http://id.wikipedia.org/wiki/Beluntas

5.4.http://mulinet10.li.mahidol.ac.th/e-thesis/4237867.pdf

5.5. http://globinmed.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62734:pluchea-indica&catid=380:p

5.6. http://journal.ipb.ac.id/index.php/mediapeternakan/article/viewFile/758/219

5.7. http://www.sciencedirect.com/science?_ob=ArticleURL&_udi=B6TH7-42WH1KP-NM&_user=10&_coverDate=01%2F02%2F1991&_rdoc=1&_fmt=high&_orig=search&_sort=d&_docanchor=&view=c&_searchStrId=1433838187&_rerunOrigin=google&_acct=C000050221&_version=1&_urlVersion=0&_userid=10&md5=936667d34a719495dd8096da779f7336

5.8. http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/6139/2/2006ruk_rukmi.doc

5.9.Biswas R. etal. Isolation of pure compound R/J/3 from Pluchea indica (L.) Less. and its anti-amoebic activities against Entamoeba histolytica. Phytomedicine. 2007 Aug;14(7-8):534-7. Epub 2006 Dec 15.

5.10. http://repo.uad.ac.id/index.php/farmasi/article/viewFile/49/79

(Di download  13 Januari  – 18 Agustus 2010)