1.Pendahuluan

Kanker payu dara adalah sel ganas yang berasal dari lapisan dalam (sel epitel) dari saluran (duktus) atau epitel lobulus dari payudara, dimana ASI disalurkan dan diproduksi. Masing-masing disebut ductal carcinomas dan lobular carcinomas (1,2). Kanker ini bisa terjadi baik pada pria maupun  wanita, tapi lebih sering pada wanita (2). Di Amerika diperkirakan kasus baru di tahun 2010 mencapai 207.090 (wanita) dan 1.970 (Pria), sedangkan jumlah kematian diperkirakan 39,840 (wanita )dan  390 (pria) (2).

Kanker payu dara ini menempati urutan pertama (apabila kanker kulit tidak diikut sertakan), yang menimpa wanita, yang kejadiannya berkisar sekitar 10,4%, dan merupakan penyebab kematian kelima dari penderita kanker pada wanita (1).

Di Amerika jumlah kematian akibat kanker payudara menurun, hal ini terjadi akibat kesadaran masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan yang merupakan hasil dari penelitian (3).

Tulisan ini menitik beratkan pada pengenalan kanker payu dara dan pencegahannya.

2.Gejala dan tanda-tanda kanker payu dara

Adapun gejala dan tanda-tanda kanker payu dara diantaranya:

2.1.Benjolan atau penebalan di payu dara.

2.2.Darah keluar dari puting.

2.3.Payu dara membesar atau berubah bentuk.

2.4.Adanya perubahan bentuk dari permukaan kulit (seperti tertarik ke dalam).

2.5.Putingnya terbalik (Inverted).

2.6.Kulit puting terkelupas atau bersisik

2.7.Warna kulit dan permukaan  payu dara seperti jeruk kepruk (4).

3.Klasifikasi

Kanker payudara bermacam-macam, tergantung sudut pandangnya. Klasifikasi kanker payu dara bisa berdasarkan:

3.1.Stadium (stadium 0 sampai  4). Stadium 0 disebut juga ductal carcinoma in situ (DCIS), sedangkan yang stadium 4, kankernya sudah menyebar.

3.2.Histopatologi. Klasifikasi cara ini biasanya berdasarkan apa yang terlihat di bawah mikroskop. Kanker payudara dibedakan, diantaranya mammary ductal carsinoma, karena berasal dari epitel saluran ASI, carcinoma in situ, dan invasive carcinoma,  apabila sel kankernya belum atau sudah mulai menginvasi jaringan sekitar.

3.3.Kwalitas (Grade). Dalam tubuh kita bermacam-macam sel membentuk bermacam-macam organ. Kita bisa mengenal sel apa yang kita lihat apabila selnya normal (well differentiated) atau low grade cancer. Ada moderately differentiated  (intermediate grade) dan poorly differentiated (high grade). Kanker dengan klasifikasi high grade mempunyai prognosis (masa depan) yang paling suram.

3.4.Ada tiadanya dan macam reseptor.  Kanker payu dara dibedakan menjadi ER+ artinya pertumbuhan kankernya dipengaruhi oleh hormon estrogen. Kanker jenis ini mempunyai prognosis cukup baik. Ada kanker dengan  PR+ yang dipengaruhi oleh hormon progesteron (1). Adapula kanker dengan jenis HER2/neu+ (Human Epidermal growth factor Receptor 2), kanker ini lebih ganas dibandingkan macam lainnya (7).

3.5.Berdasarkan perbedaan gene dengan sel normal. Apabila dibandingkan dengan  sel normal, sel kanker berbeda hingga ratusan gene, namun belum begitu jelas akibat perbedaan itu (1).

4.Pencegahan kanker  payu dara

Untuk mencegah menderita kanker payu dara dibedakan menjadi dua faktor:

4.1.Faktor resiko, segala sesuatu yang dapat meningkatkan resiko menderita kanker payu dara.

4.1.1.Estrogen. Makin lama terpapar estrogen makin beresiko menderita kanker. Misalnya orang yang mendapatkan datang bulan (menstruasi) lebih awal atau mencapai menapause lebih lama. Juga wanita yang tidak pernah hamil akan terpapar estrogen lebih lama.

4.1.2.HRT, hormone replacement theraphy atau Hormone theraphy (HT). Pemberian hormon estrogen yang dikombinasi dengan progestron  dapat meningkatkan resiko kena kanker payu dara. Sebaliknya apabila dia menghentikan pemakaian kombinasi estrogen dan progesteron menurunkan rresiko.

4.1.3.Pemaparan terhadap radiasi. Seseorang yang terpapar radiasi pada waktu muda, misalkan terapi radiasi untuk pennyakit Hodgkin meningkatkan resiko  kanker payu dara.

4.1.4.Gemuk. Terjadinya kegemukan setelah menapause pada seorang wanita yang tidak mendapatkan terapi hormon, dapat meningkatkan resiko.

4.1.5.Alkohol. Minum alkohol meningkatkan resiko.

4.1.6.Resiko yang diturunkan (inherited risk). Wanita yang mempunyai keturunan terjadinya perubahan pada gene yang disebut BRCA1 dan BRCA2 mempunyai resiko menderita kanker pada usia  muda .

4.2.Faktor protektif, segala sesuatu yang dapat menurunkan resiko menderita kanker  payu dara.

4.2.1.Olah raga. Olah raga selama 4 jam atau lebih perminggu, terutama sebelum menapause, yang berat badannya normal atau agak kurus menurunkan resiko. Dengan olah raga hormon tertentu menurun.

4.2.2.Kebalikan dari 4.1.2.Makin pendek pemaparan terhadp estrogen menurunkan resiko. Pada  wanita hamil, datang bulan pertama terlambat  (misalnya pada umur 14 atau lebih). Wanita yang menyusui. Terjadinya menapause yang lebih awal.

4.3.Untuk mencegah keterlambatan diagnosis, atau untuk deteksi dini maka dianjurkan:

4.3.1.Melakukan pemeriksaan mandiri

4.3.2.Memeriksakan diri ke dokter

4.3.3.Kalau perlu diperiksa dengan mammography (5,6).

5.Yang tidak mempengaruhi  resiko terjadinya kanker payu dara

5.1.KB. Suntik yang hanya mengandung progestin tidak meningkatkan resiko.

5.2.Pemaparan terhadap polusi disekitarnya tidak meningkatkan resiko.

5.3.Makanan. Makanan seperti buah-buahan atau lemak tidak meningkatkan atau menurunkan resiko (6).

6.Pemeriksaan

6.1.Pemeriksaan sendiri oleh wanita normal. Hendaknya setiap wanita memeriksa payu daranya sendiri apakah ada benjolan atau tidak

6.2.Cepat memeriksakan kepada ahlinya apabila terasa ada benjolan.

6.3.Mammografi dan atau biopsi. Tergantung kecurigaan atau keadaan setempat bisa langsung biopsi atau mammografi dulu.

7.Pengobatan.

7.1.Pengobatan kanker payu dara tergantung stadium dan macamnya. Bisa operasi (macam-macam), terapi hormon, dan khemoterapi. Bisa juga kombinasi dari operasi dan khemoterapi.

7.2.Dalam pengobatan tadisional china, juga ada resep dari china yang bisa didapat dari internet.

7.3.Keberhasilan dari pengobatan kanker payu dara tergantung dari tingkat/keadaan dalam klasifikasi kanker payu dara, oleh karena itu dianjurkan cepat-cepat memeriksakan diri. Makin cepat pengobatan diharapkan makin baik hasilnya (5,6).

8.Bahan Bacaan

1.http://en.wikipedia.org/wiki/Breast_cancer

2.http://www.cancer.gov/cancertopics/prevention-genetics-causes/breast

3.http://www.mayoclinic.com/health/breast-cancer/DS00328

4.http://www.mayoclinic.com/health/breast-cancer/DS00328/DSECTION=symptoms

5.http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/prevention/breast/patient

6.http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/prevention/breast/Patient/page3

7.http://en.wikipedia.org/wiki/HER2/neu

9.Keterangan tambahan

9.1.Intinya seperti keterangan 4.1.2. ada tulisan oleh Andrew M. Kaunitz, MD Posted: 10/21/2010 bahwa ada kenaikan resiko kena kanker payudara yang invasif pada pengguna hormon terapi estrogen progesteron lebih dari lima tahun baca di alamat web :

http://www.medscape.com/viewarticle/730915?src=mp&spon=34&uac=138323HR

Kopiannya bisa di click di bawah ini

From Medscape Ob

9.2.Pemeriksaan rutin dengan mammogram, tiap tahun sejak umur 40 tahun, mengurangi resiko untuk kehilangan payu daranya (sudah tentu juga nyawanya, insyaAllah).

Berita lengkapnya bisa click

Yearly Mammograms Starting at Age 40 Cut Mastectomy Risk in Half

Informasi tambahan A Juli 2013

Trima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.