Di Amerika kanker prostat adalah penyebab kematian kedua setelah kanker paru pada laki-laki. Pada tahun 1997 di Amerika diperkirakan ada 209000 penderita kanker 41800 diantaranya meninggal, pada tahun 2004 diperkirakan ada 29000 penderita kanker meninggal. Penurunan ini terjadi karena pada tahun 1980 diperkenalkan Prostate-Specific Antigen (PSA) test. Dengan tes ini kanker prostate terdeteksi dini, sehingga penanganannya tidak terlambat.

Prostat adalah suatu kelenjar yang mengelilingi saluran kencing dan berada di bawah kandung kencing, pada orang laki-laki. Kelenjar prostat berfungsi untuk membuat cairan sperma yang berguna sebagai nutrisi dan transport sperma.

Pada orang muda yang normal apabila  kencing berdiri air kencingnya memancar cepat dan jauh. Kalau sudah tua apa lagi kelenjar prostatnya membesar, maka kalau kencing tidak selancar itu, bahkan kalau kelenjar prostatnya membesarnya melebihi kapasitas tempat kelenjar itu berada, sering bahkan tidak bisa kencing sama sekali, sehingga memerlukan kateter. Pada akhirnya diperlukan operasi untuk membuang sebagian kelenjar prostatnya.

Kelenjar prostat bisa membesar namun tidak mengancam jiwa kita, namanya pembesaran kelenjar yang jinak, atau tumor prostat. Namun kelenjar prostat bisa membesar dan dapat mengancam jiwa kita apabila terlambat mengobatinya. Pembesaran yang ganas ini namanya kanker prostat.

Kenapa kok berubah menjadi kanker. Para peneliti masih terus berusaha menguak misteri terjadinya kanker prostat, namun hingga kini penyebabnya belum begitu jelas. Ada diantara sel prostat yang DNA-nya mengalami mutasi, dan sel tersebut tumbuh lebih cepat dari sel yang normal dan hidup lebih lama. Makin banyak sel yang tidak normal (disebut sel kanker), makin mendesak sel disekitarnya. Kumpulan sel tersebut menginvasi jaringan sekitarnya bahkan sel kanker tadi bisa menyebar jauh, biasanya ke tulang belakang (metastasis).

Faktor resiko. Biarpun penyebab kanker prostat belum diketahui, tapi faktor resiko sudah banyak diteliti. Diantara faktor resiko itu adalah:

1.Umur, makin tua makin mungkin kena kanker prostat

2.Kejadian kanker prostat dalam keluarga (faktor keturunan)

3.Ras (penelitian di Amerika, kulit hitam lebih banyak)

4.Hormon. Penggunaan testosteron (hormon laki-laki).

5Asam folat (folic acid suplement, bukan yang natural dari sayur)

6.Susu dan kalsium.

Ada yang menurunkan faktor resiko (protective factors) diantaranya:

Asam folate (orang yang darahnya mengandung folat cukup, menurunkan resiko kanker prostat, tapi sumber folatnya bukan dari suplemen), dan Finasteride. Finasteride lulus untuk mendapatkan sertifikat sebagai obat untuk pembesaran prostat tahun 1992 (FDA), tahun 1997 untuk mengobati kebotakan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim 5 alfa reduktase tipe II yang mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT). Finasteride sebagai obat untuk mencegah prostat kanker masih kontroversial.

Ada obat-obatan yang potensial mencegah kanker prostat, tapi pemakaian rutin belum dianjurkan, karena belum cukup bukti, seperti statin, aspirin, nonsteroidal anti inflamatory drugs (NSAID) seperti ibuprofen. Ada juga obat-obatan yang dapat mempengaruhi kadar testosteron, namun efek sampingnya banyak.

Hasil penelitian tentang pengaruh Selenium dan vitamin E pada kanker prostat masih belum konklusif. Demikian halnya dengan likopen (lycopene).

Gejala. Kanker prostat pada awal perkembangannya tidak memberikan gejala. Namun setelah besar, maka mungkin:

1.Mengalami kesulitan kencing. Kencingnya tidak lancar (sulit menahan atau memulai kencing, berkurang daya pancarnya, setelah selesai kencing masih netes).

2.Ada darah di urinnya

3.Ada darah di semen (cairan air mani)

4.Kaki bengkak

5.Perasaan tidak enak di daerah perut bagian bawah.

6.Sakit waktu keluar air mani (ejaculation)

7.Sakit tulang belakang

Bagaimana mencegah kanker prostat?

1.Menghindari faktor resiko kalau bisa. Makanan tinggi lemak  (yang mengandung asam lemak jenuh, seperti lemak dari daging, bahasa Jawanya gajih) juga diperkirakan meningkatkan resiko, jadi kurangi makanan yang berlemak. Apokat mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal, jadi tidak termasuk.

2Mengadakan pemeriksaan rutin. Bisa pemeriksaan  fisik (P.R. = per rectum atau DRE digital rectal exam) oleh ahli urologi. Pemeriksaan darah, yang diperiksa PSA (prostate specific antigen). Apabila dicurigai setelah dua macam pemeriksaan tadi, maka perlu pemeriksaan USG dan biopsi. Hasil biopsi bisa di analisa dengan mengunakan “Gleason score” antara 2-10 yang dapat menerangkan kemungkinan tahapan penyebarannya.

Pengobatannya. Tergantung tahapannya, dengan operasi plus radiasi dan atau khemoterapi ada juga hormon terapi.

Hasilnya bagaimana (prognosisnya), tergantung “Gleason score” dan kadar PSA darah).

Bagaimana dengan pengobatan alternatif. Pengobatan yang menggunakan ramuan juga ada. Tapi hasilnya bagaimana, belum ada penelitian. Susahnya pengobatan dengan obat tradisional adalah karena tidak ditunjang oleh  penelitian. Yang paling berpengalaman adalah orang dari negri China. Mereka sudah lama memakai herbal tersebut, dan mereka catat, disimpan turun –menurun. Seorang professor beliau juga dokter di Surabaya menggunakan ramuan yang beliau racik sendiri setelah mempelajarinya, beliau bertahan cukup lama. Saya punya beberapa macam resep obat herbal untuk kanker prostat yang saya  peroleh dari internet diantaranya ada yang dari Cina, namun tidak didukung oleh penelitian.

Bagaimana pencegahan yang bisa dipraktekkan selain yang tersebut di atas? Menurut tulisan staff Myo Clinic (MC00027.htm), tidak ada cara yang pasti untuk mencegah kanker prostat. Namun beberapa hal mungkin mengurangi resiko, biarpun belum sepenuhnya didukung oleh hasil penelitian, diantaranya yaitu:

1.Makan secukupnya (Eat sensibly). Terlalu banyak makan dan menjadi gemuk pernah dilaporkan berhubungan dengan meningkatnya kemungkinan kena kanker (meningkatkan resiko).

2.Makan makanan yang seimbang, jangan terlalu makan makanan yang tinggi asam lemak jenuh.

3.Makanlah cukup buah-buahan dan sayur-sayuran. Likopen (lycopene dalam tomato, kates) cukup bagus mencegah, namun hasil penelitian masih simpang siur. Asam folat dalam sayuran hijau menurunkan resiko, namun dari suplemen (tablet) ada yang mengatakan meningkatkan resiko. Brokoli dan kubis/kol banyak mengandung 3,3-diindolilmetan (DIM) yang dilaporkan dapat mencegah kanker prostat.

4.Makanlah makanan yang sehat (jangan terlalu banyak minum susu dan kalsium), dianjurkan brown rice, dan whole-wheat bread, kurangi garam dan manis-manis.

Penelitian masih berlanjut, namun makan-makanan yang seperti berikut ini tidak ada ruginya kalau kita konsumsi, mungkin mencegah kanker prostat:

1.Makanan yang kaya asam lemak omega tiga, misalnya salmon. Selain salmon, ada yang bisa kita buat sayur dan murah, namun mungkin sulit dicari untuk sebagian orang, yaitu krokot.  Dari penelusuran dan juga sudah saya tulis dalam blog saya, krokot (portulaca oleracea L.) banyak mengandung omega tiga. Dalam 100 gram daun krokot segar terkandung kira-kira 200-300 mg.

2.Makanan atau minum dari hasil olahan kedele. Kacang kedele mengandung phytoestrogen yang mirip estrogen, mungkin khemikalia ini mencegah kanker prostat.

3.Minum teh hijau. Teh hijau mengandung polifenol yang bertindak sebagai anti oksidan.

4.Makan makanan yang cukup mengandung vitamin D.

Bahan bacaan:

http://www.labtestsonline.org/understanding/analytes/psa/test.html

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/medlineplus.html

http://vsearch.nlm.nih.gov/vivisimo/cgi-bin/query-meta?v%3Aproject=medlineplus&query=prostate+cancer&x=15&y=14

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/prostatecancer.html

http://jama.ama-assn.org/cgi/reprint/298/13/1596.pdf

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/prostatecancer.html#cat5

http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/prevention/prostate/Patient/page2

http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?p=157

Beberapa file dari Myo Clinic yang tidak ada alamat webnya.

Finesteride Wikipedia