Lobak, yang lebih dikenal sebagai tanaman sayur, merupakan tanaman perdu semusim yang berumbi.

Lobak mengandung vitamin C, tiamin (vit. B1), ribo flavin (vit. B2), niasin (vit. B3), asam pantotenat (vit. B5), piridoksin ( vitamin B6), asam folat (vit. M = vit. B9). Kandungan mineralnya, seperti potassium (K+), kalsium (Ca++), magnisium (Mg++), dan tembaga atau copper (Cu++) dan zat besi (Fe++). Lobak juga mengandung silikon, fosfor, asam oksalat, kholin (sebangsa lipid diperlukan dalam sintesis fosfatidil kholin (phosphatidyl choline) untuk membran sel), minyak atsiri, rafanol, rafarin. Lobak banyak mengandung serat.

Perasan air lobak  dipakai sebagai obat tradisional untuk gangguan pencernaan seperti perut kembung, susah BAB, untuk obat flu, gangguan hepar (liver) dan empedu, gangguan saluran kencing, gangguan persendian (artritis), dan terutama daunnya dipakai untuk pencegah kanker payu dara (mamma). Daun lobak bisa dipakai sebagai obat untuk infeksi kulit. Lobak mempunyai efek immuno modulator, dan sebagai penangkap radikal bebas (free radicals).

Penelitian pada mencit menunjukkan lobak dapat melancarkan air susu mencit yang sedang menyusui.

M Ervina, S. S. Soediro, dan S Koesmardian (2001) meneliti berbagai macam ektrak dari akar lobak yang segar atau bubuk akar, dengan menggunakan metanol dan  atau air, dipanaskan atau tidak (ada 6 kelompok). Yang menarik adalah ekstrak menggunakan air yang dipanaskan mempunyai efek penangkap radikal bebas yang cukup besar. Besarnya adalah disekitar pertengahan diantara 6 kelompok, antara ekstrak menggunakan metanol 95% yang dipanaskan yang paling besar daya tangkap radikal bebasnya dan yang menggunakan metanol 95% tapi tidak dipanaskan. Menarik karena kalau kita makan soto lobak, “kuwahnya” adalah merupakan eksrak oleh air dari lobak, yang kita lanjutkan dengan memakan seluruhnya, dengan demikian  kita akan mendapatkan vitamin dan mineral, serta seratnya. Peneliti yang lain A. Fatmawati (2008), menunjukkan ekstrak metanol 96% yang dikeringkan dalam dosis tertentu mempunyai daya tangkap radikal bebas lebih besar dari vitamin C. P Chaturvedi, Botwana (2006) menunjukkan metanol ekstrak lobak dapat mengurangi kerusakan hepar akibat radikal bebas dan meningkatkan Glutathione (suatu anti oksidan dalam tubuh). (Mengenai radikal bebas, baca juga tulisan saya dalam:” radikal bebas, oksidan dan anti oksidan”  dalam blog ini).

Dalam tesis S2-nya Rukhsana Anwar, Universitas Punjab Lahore-Pakistan (1996), menunjukkan bahwa ektrak air dari daun lobak kering dapat mengurangi efek keracunan dari parasetamol (paracetamol) pada marmut.

Bahan Bacaan.

Siapa yang ingin membaca sumber tulisan ini bisa”click “di bawah ini

Alamat Web untuk blog

Yang ingin tahu resep makanan : soto lobak bisa “click” di bawah ini

Soto Lobak