Sambiloto atau sambiroto dikenal dengan sebutan bahasa inggris  green chiretta,  tumbuh subur di Asia Tenggara , Asia selatan, di China, dan Thailan.

Depkes, dengan istilah TOGA tahun 1992, memperkenalkan sambiroto untuk mengobati demam akibat Campak dengan ukuran dan cara sebagai berikut:

a. Bahan yang diperlukan

•  Daun sambiroto 4 lembar

•  Pule 1 ibu jari  (mungkin akar pulai pandak)

•  Air 1 gelas

b . Cara pembuatan

•  Daun sambiroto, pule  dibersihkan, kemudian

didihkan sampai menjadi 1/2 gelas

c. Cara pemakaian

•  Diminum 2 x sehari 1/2 gelas pagi dan sore, ulangi

tiap hari sampai panasnya mereda.

Banyak sekali peneitian sambiroto yang sudah dilakukan terutama di China, selain itu juga dilakukan di India, Thailan, Banglades dan di Amerika Serikat. Diantara hasil penelitian itu menunjukkan bahwa Sambiroto  mempunyai efek samping yang ringan,  ada yang mengalami jantung berdebar, agak “gliyeng” atau “dizzy” (mungkin disebabkan tekanan darahnya turun) dan timbul gejala alergi kulit. Namun dapat juga menyebabkan keguguran. Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk diminum olah ibu yang sedang hamil.

Selain untuk penurun panas (anti piretik), sambiroto juga mempunyai efek:

  • Anti oksidan  (baca tulisan saya oksidan, anti oksidan dan radikal bebas)
  • Meningkatkan daya tahan tubuh (Immune enhancer)
  • Melindungi hepar dari keracunan.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Meningkatkan waktu pembekuan darah.
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Anti radang
  • Menghambat perkembangan virus HIV
  • Menghambat pembentukan sperma

Sebagai anti piretik (penurun panas), telah dibuktikan dalam penelitian yang memakai 152 orang sebagai subyek, bahwa 1 gram sambiloto setara dengan 0,5 gram paracetamol.

Sambiloto mempunyai efek anti oksidan karena mengandung  andrographolide (AP) dan 14-deoxy-11,12-didehydroandrographolide (DIAP). Dalam penelitian pada tikus, pemberian ektrak metanol daun sambiloto yang mengandung AP dan DIAP (terbukti dengan meningkatnya AP dan DIAP dalam plasma), dapat mempertahankan aktivitas Catalase dan Superoxide Dismutase (SOD) dalam sel darah merah  setelah pemberian Carbon tetra khlorida (CCl4). Demikian pula lipid peroksidasi dan aktivitas alanine transaminase (ALT) dan  aspartate transaminase (AST) dipertahankan normal.

Andrographolide (ANDRO), dalam penelitian yang lain dengan menggunakan neutrofil tikus menyimpulkan bahwa ANDRO/AP dapat mencegah meningkatnya reactive oxygen species (ROS).

ANDRO/AP diperkirakan dapat meningkatkan produksi sel darah putih dalam menghadapi benda asing baik berupa virus, bakteri atau yang lainnya. Selain itu juga meningkatkan interferon, dan meningkatkan aktivitas sistem limfatik. Hal ini penting untuk memerangi virus dan menghentikannya  berkembang biak.

Percobaan pada tikus membuktikan bahwa ekstrak air daun sambiloto dapat mengurangi pengaruh kerusakan pada hepar yang disebabkan nikotin (nicotine) dan mempertahankan aktivitas enzim-enzim serta senyawa yang bertindak sebagai anti oksidan, juga mengurangi peroksidasi lipid yang ditimbulkan oleh keracunan nikotin.

ANDRO/AP dapat menurunkan tekanan darah diperkirakan dengan jalan menghambat pengaruh adrenalin pada otot pemuluh darah, yaitu denganjalan  mengendorkannnya (relaksasi).

Percobaan pada anjing yang mengalami serangan jantung, ekstrak sambiloto dapat mencegah kerusakan akibat terjadinya peningkatan kembali aliran darah setelah mengalami kekurangan (reperfusion injury) dan selanjutnya juga mencegah terjadinya pembekuan darah.

Pada tikus percobaan yang dibuat diabetes, pemberian ANDRO/AP dapat menurunkan kadar glukosa darah. ANDRO/AP juga dapat menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi akibat pemberian glukosa secara  intra vena. ANDRO/AP juga dapat meningkatkan “up take” glukosa otot pada diabetes tikus.

Dengan penjelasan ilmu Biologi molekuler dalam percobaan menggunakan sel kultur telah ditunjukkan pula bahwa sambiloto mempunyai efek anti radang. Dalam percobaan yang  sama sambiloto diperkirakan menghambat perkembangan HIV-1.

ANDRO/AP pada mencit dibuktikan dapat menghambat pembentukan sperma, peneliti lainnya membuktikan ANDRO/AP dapat menghambat ovulasi (lepasnya sel telur) pada tikus percobaan.

Sambiloto juga mengandung flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar.

Selain yang telah diterangkan di atas sambiloto sebagai obat tradisional dipakai  sebagai antibiotik,  anti jamur, anti malaria, dan penawar racun ular.

Bahan acuan :

http://www.sambiloto.com/

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Andrographolide.jpg

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1797953

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14750020

http://www.imm.ac.cn/journal/ccl/1603/160327-369-04-0178-p3.pdf

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=152

(Artikel di atas di “down load”  antara  4 Feruari sampai dengan 29 Juni 2010)