Pertama, cinta itu ada dua macam, yaitu cinta diantara manusia dan cinta antara manusia dan Tuhannya. Saya hanya akan menulis tentang cinta diantara manusia. Itupun saya batasi hanya cinta antara lawan jenis yang sedang mencari pasangan hidup.

Sebelum melangsungkan pernikahan, biasanya calon mempelai dikatakan saling mencintai. Apa sebenarnya yang dimaksud cinta disini?  Apakah cinta pertama? Apakah cintanya timbul setelah saling mengenal sekian lama?

Untuk membuat definisi atau arti cinta, diantara dua insan diatas tentunya sangat panjang, itupun belum tentu lengkap dan diseujui semua orang yang sedang jatuh cinta, yang sudah memahami arti cinta, yang baru putus cinta, dan banyak lagi sudut pandang yang lain.

Dari beberapa tulisan dan pengalaman pribadi, dapat disusun beberapa unsur atau komponen dari cinta, diantaranya adalah:

1.Ada ketertarikan fisik, apakah itu cantik atau ganteng menurut penilaian yang sedang jatuh cinta.

2.Ada ketertarikan akan sifat, perkataan, senyum, perbuatan.

2.Ada rasa sayang, seperti kita menyayangi saudara.

3.Ada rasa suka.

4.Ada rasa kagum, bangga, perasaan nyaman.

5.Ada rasa rindu, apabila tidak jumpa dengan dia.

6.Ada persamaan, kemiripan, kesesuaian sifat, hobi, makanan, pakaian

7.Ada sifat, yang berlawanan dengan sifatnya. Misalnya yang laki pendiam yang perempuan suka bicara atau sebaliknya.

8.Ada kecocokan, kesepakatan akan rencana kedepan mengarungi bahtera kehidupan.

9.Ada kerelaan untuk mengalah, berkorban tentang hal-hal yang dibutuhkan.

10.Ada kerelaan untuk menerima apa adanya, melupakan kekurangannya, mudah memaafkan kesalahannya.

Apa yang tertulis di atas saya yakin belum lengkap, namun mungkin sudah cukup sebagai modal untuk  membina rumah tangga. Calon pasangan hidup, hendaknya ingat akan ke 10 unsur diatas. Kalau anda dan pasangan anda mempunya perasaan seperti di atas, ada kemungkina besar anda sudah jatuh cinta. Namun, sebenarnya ada unsur yang paling penting yang harus diingat, bahkan sebelum anda sempat jatuh cinta, hendaknya anda mempunyai satu keyakinan yang sama. Mempunyai agama yang sama. Apabila berbeda dan dipaksakan untuk sama, nantinya kemungkinan besar akan memicu pertengkaran, konflik batin. Kita hidup karena diberi kesempatan untuk hidup oleh Sang Maha Pencipta. Kita akan mati, maka sebelum kita mati kita harus menyiapkan untuk itu. Kita ingin bahagia di dunia dan bahagia di akherat kelak. Kalau kita tidak berbahagia di dunia mungkin agak sulit mempersiapkan bekal untuk kehidupan akherat. Untuk berbahagia di dunia perlu ilmu, untuk berbahagia di akherat perlu ilmu, untuk berbahagia di keduanya perlu ilmu.

Selamat mencari pasangan, kita harus aktif mencari, tidak hanya menunggu, seperti menunggu durian runtuh. Semoga berhasil. Amin.

Namun apabila sampai kematian menjemput kita, masih juga belum punya jodoh, padahal kita sudah berusaha, itu artinya Allah menghendaki yang demikian. Jangan anda gundah gulana, jangan menyalahkan siapa-siapa. Kalau anda bersabar dan menyerahkan semua urusan kepada Allah, insyaAllah di dalam kehidupan kelak di akhirat, anda akan mengalami kebahagiaan yang abadi, amin.