Aspartame adalah suatu pemanis bukan karbo-hidrat yang dipasarkan dengan nama Equal, NutraSweet, dan Canderel. Aspartame dewasa ini bisa didapatkan dalam 6000 macam makanan dan minuman, cereal, permen karet bebas gula, makanan rendah kalori diet, yang tersebar diseluruh dunia.

Akhir-akhir ini muncul lagi banyak tulisan dan ada yang mengatakan selebaran, yang isinya mengkhawatirkan akibat buruk dari makanan dan minuman yang mengndung aspartame. Kekhawatiran itu terutama karena diperkirakan aspartame dapat menyebabkan kanker otak dan lymphoma (kanker jaringan pembuluh lympha).

Selain itu aspartame dihubungkan dengan banyak macam pennyakit lainnya seperti: migrain, sakit kepala, muntah, kejang-kejang, depresi, sulit tidur, berkurangnya pendengaran dan ingatan, sakit persendian, cacat lahir dan masih banyak lagi.

Aspartame ditemukan tahun 1965 oleh J. M. Schlatter yang sebenarnya dia mencoba untuk membuat obat mag.  Aspartame dibuat dari tiga bahan dan kalau masuk kedalam tubuh kita akan dipecah lagi menjadi tiga senyawa, yaitu fenilalanin (phenylalanine), asam aspartat (aspartate) dan metanol (methanol). Yang sering menjadi sorotan adalah  karena metanol dalam tubuh kita bisa diubah menjadi formalin dan atau asam formiat dimana kedua senyawa ini dikhawatirkan akan menyebabkan berbagai macam pengaruh jelek tersebut di atas.

Apabila kita minum satu gelas jus tomat, kandungan metanolnya lebih banyak dari pemanis yang kita tambahkan kedalam minuman kita. Di dalam tubuh kita juga terbentuk  formalin yang bisa mencapai 50 gram perhari. Tapi kita tidak perlu khawatir karena tubuh kita mampu menghilangkannya dengan mengubahnya menjadi karbondioksida dan air (CO2 dan H2O)

Fenilalanin (Phe) hanya berbahaya bagi penderita kelainan genetik yang jarang dijumpai. Phe diperlukan tubuh kita untuk berbagai macam kebutuhan. Phe terdapat dalam makanan yang mengandung protein, seperti kacang-kacangan, telur, daging, susu sebanyak ± 1 s/d 2 persen ( 1 s/d 2 gr / 100 gr ).

Aspartate atau asam aspartat dapat dibuat di dalam tubuh kita dari nasi yang kita makan. Aspartat dibuat dalam tubuh kita sesuai kebutuhan. Apabila kita makan aspartat maka akan dimetabolisir/dicerna juga sesuai kebutuhan. Jadi aspartat aman dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Mulai tahun 1974, 1981 kemudian tahun 1996 secara bertahap FDA (semacam BPOM-nya Amerika) membolehkan menambahkan aspartame kedalam berbagai macam makanan dan minuman. FDA menetapkan ADI (acceptable daily intake), yaitu asupan tiap hari selama hidup yang bisa diterima sebesar 50 mg perkilogram berat badan. Jadi kalau berat badan kita 60 kg, kita makan aspartame sebanyak 50 mg x 60 = 3 gr  tiap hari selama hidup, itu masih diangggap aman.

Equal tablet beratnya 0,085 gr. Kalau kita makan 9 tablet per hari 9 x 0,085 = 0,765 gr adalah 25,5 % dari jumlah/dosis  yang dianggap aman.

Selain FDA, banyak kelompok kesehatan lainnya yang menyatakan aspartame aman, misalnya American  Medical Association Council on Scientific Affair, American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition, American Diabetes Association, American Dietetic Association, American Cancer Society.    Banyak pula semacam komisi di Amerika, Inggris dan Eropa yang menyatakan bahwa aspartame aman untuk dikonsumsi.

Namun demikian perlu pula disampaikan disini bahwa banyak pula kelompok, perorangan termasuk beberapa dokter, yang menulis bahwa aspartame tidak aman, lebih baik dihindari. Anda akan mudah mendapatkan informasi semacam ini di internet.

Anda ikut yang mana? Saya sendiri tidak terlalu sering minum minuman yang mengandung aspartame, tapi sering menganjurkan untuk mengganti gula pasir dengan Equal bagi penderita Diabetes Mellitus, insyaAllah berdasarkan keyakinan saya dari apa yang saya baca.