Tanaman ini berasal dari India bagian Selatan, tumbuh subur di daerah tropis yang banyak turun hujan, di dataran rendah sampai pegunungan. Tumbuh subur pada tanah yang berwarna hitam dan berpasir, ditempat yang sedikit terlindung. Banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Selain itu juga banyak ditanam di India, Malaysia, Taiwan, dan Cina.

Rimpang kencur mengandung saponin, flavonoida dan senyawa-senyawa polifenol, di samping minyak atsiri (2,4 – 3,9 %) yang mengandung sineol, borneol, kamfer, etil alkohol, asam metil- kaneelat dan senyawa-senyawa pentadekan.

Kencur dipakai untuk rempah dan dimanfatkan sebagai obat tradisional. Manfaat dari kencur dikumpulkan dari beberapa tulisan dan dimuat secara terpisah, karena penekanannya berlainan, terutama dari hasil penelitian.

Rimpang digunakan sebagai obat gosok pada bengkak yang disebabkan oleh terkilir (keseleo) atau terpukul benda tumpul, serta untuk encok atau rematik. Selain itu juga digunakan untuk mengobati masuk angin (sebagai flatulens), radang lambung, kejang perut, mual, diare, penawar racun, serta sebagai obat batuk. Juga dipakai untuk mengobati infeksi telinga, sakit kulit, bisul, dan sebagai roboransia. Kencur kadang-kadang juga dipakai sebagai bioinsektisida. (Dra. Sri Endarti Rahayu, MSi.).

Dalam tulisan yang lain, kencur juga digunakan sebagai sampo untuk menghilangkan ketombe, sedangkan daun kencur dicampurkan untuk pewangi. Di Visayas, sejak tahun 1668 diberikan kepada seorang ibu habis melahirkan. Lisa Miranti (2009) dalam skripsinya menulis bahwa minyak atsiri dari kencur yang dibuat sediaan dalam bentuk krem dapat memberi efek anti kuman yang sering menyebabkan infeksi kulit serius, yaitu bakteri Staphylococcus aureus.

Ahli gigi Thailan, dalam penelitiannya melaporkan bahwa kencur yang dipakai sebagai obat untuk sariawan, dapat mengurangi peradangan dan tidak mempunyai efek irritasi.