PENYAKIT JANTUNG YANG SERING MENIMPA MANULA

Oleh H. Mohammad Hanafi, MBBS., dr., MS.

Disampaikan dihadapan kelompok Klub Jantung Sehat Rungkut Harapan pada tanggal 29 Juni 2008 di Restoran Waroengkoe Pandugo (Wapand) Jl.Raya Pandugo Rungkut.

 Penyakit jantung di bawah ini sengaja disederhanakan untuk pendengar yang bukan dokter.

Tujuannya adalah agar para pendengar mengenal penyakit ini apabila menghadapi keadaan atau gejala yang mungkin dirasakan atau dialami, sehingga lebih cepat mencari pertolongan( ke dokter).

 I.Gagal jantung (heart failure = HF, congestive heart failure = CCF).

            Kegagalan jantung memompa darah untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan oksigen yang diperlukan untuk metabolisme.

 Penyebab :

            1.Kelainan bawaan jantung, misalnya klep yang bocor

            2.Radang otot jantung (myocarditis) karena virus atau kelainan otot jantung

            3.Karena kematian sel jantung akibat kurang oksigen (heart infarc=myocardial infarction)

 Faktor pencetus :

            1.Infeksi paru

            2.Anemi

            3.Tirotoksikosis (Thyrotoxicosis ) dan kehamilan

            4.Radang otot jantung, Reumatik Miokarditis

            5.Tekanan darah tinggi

            6.Serangan jantung

            7.Kematian sel paru karena penyumbatan pembuluh darah

 Gejala :

Secara umum gejala gagal jantung sulit diketahui, karena sering keliru dengan gejala usia lenjut.

Namun demikian ada gejala yang sering timbul yaitu, biasanya :

1.Kesulitan bernafas, seperti

a.Nafas pendek (terengah-engah) waktu naik tangga yang tindak terlalu tinggi, atau melakukan aktivitas ringan.

b.Susah nafas ketika berbaring.

c.Sering terbangun tengah malam kesulitan nafas tapi bukan karena asma.

d.Perlu dua atau tiga bantal agar bisa tidur dan bernafas lega.

2.Mudah merasa letih / stamina olah raga menurun drastis

               a.Cepat lelah

               b.Pergelangan kaki bengkak

            3.Sering batuk apabila merebahkan diri dan berhenti batuknya apabila duduk

( Harrison Medicine edisi 15 dan pangalaman praktek)

II. Penyakit jantung koroner (coronary heart disease, ischemic heat disease)

Suatu penyakit yang ditimbulkan oleh kerusakan dan atau penyempitan pembuluh darah jantung (coronary arterio sclerosis) yang biasanya menyebabkan kekurangan asupan oksigen pada otot jantung.

Penyebabnya adalah keadaan atau penyakit yang akan merusak pembuluh darah. Biasanya disebut fakto resiko, yaitu:

1.Kholsterol darah yang tinggi ( LDL / HDL cholesterol tinggi, LDL cholesterol tinggi, HDL rendah.

2.Triasil gliserol (trigliserida = TG ) tinggi.

3.Perokok

4.Penyakit sekunder karena diabetes mellitus, hipertensi, gagal ginjal, gagal jantung, kelainan pembuluh aorta (aortic stenosis), kainan jantung bawaan dll.

Gejala:          

            Dadanya merasa tidak enak (chest discomfort}, seperti ada beban yang menekan atau membebani, nafas terasa ”berat”, kadang-kadang dadanya terasa sakit dan sakitnya menjalar ke leher atau ke bahu kiri (lebih sering dari pada ke bahu kanan), kadang terus ke tangan.

 Faktor pencetus :

            1.Emosi (marah, sedih dan frustrasi)

            2.Olah raga.

            3.Kadang karena makan terlalu kenyang.

            4.Terpapar hawa dingin.

 Pembuktian / Diagnosis :

1.Pemeriksaan ECG pada waktu istirahat atau setelah olah raga (exercise test)

2.Untuk pemeriksaan darah yang dilakukan agar dapat melihat beberapa faktor penyebab kelainan pembuluh darah :

                        Kadar Total cholesterol, ( LDL dan HDL cholestrol), TG (trigliserida).

                        Kadar glukosa (puasa dan dua jam setelah makan)

                        Kadar serum kreatinin.

3.Foto torak (dada, thorax) untuk melihat terutama apakah ada pembesaran

   jantung.

( Harrison Medicine edisi 15 dan pangalaman praktek)

 Pencegahan :

            1.Makan makanan yang sehat

            2.Olah raga teratur

            3.Berhenti merokok

            4.Jaga berat badan

            5.Kurangi stress

            6.Cek up kesehatan ( periksa fisik dan laboratorium secara berkala)

III. Pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi) pada usia lamjut.

            (Pernah dimuat dalam Bulletin Karang Werda Harapan Edisi April 2005)

Latar belakang.

Hipertensi menyerang lebih dari 50% usia lanjut (di Canada 55% pada usia > 60 th; 32% tidak mencapat pengobatan; 41% mendapat pengobatan yang tidak memadai).

Hipertensi  merupakan faktor resiko untuk menderita penyakit kardiovaskuler (jantung koroner), penyakit pembuluh darah otak, gagal jantung dan gagal ginjal.

 Definisi:

Hipertensi apabila tekanan darah sistol >140 dan diastol > 90  ( lebih tinggi dari 140/90 )

 Target pengobatan :

Penurunan tekanan darah kurang dari 140/90, pada penderita diabetes < 130 dan diastole antara 80 dan 85.

 Pemeriksaan:

Selain pemeriksaan fisik (tensi dan lain-lain) pemeriksaan darah penting, terutama untuk melihat fungsi ginjal, gula darah dan profil lipid (TG, kholesterol total, LDL dan HDL kholesterol). Pemeriksaan urine lengkap dan ECG.

 Managemen:

Diet, mengurangi garam dan menurunkan berat badan bagi yang gemuk. Olah raga teratur.

Pengobatan, tergantung keadaan pasien dan berapa tekanan darahnya pada waktu terdiagnose. Pada lanjut usia hendaknya dosisnya lebih rendah dari usia muda, mengingat fungsi ginjalnya yang mulai berkurang. Pemberian diuretik thiazide, untuk jantung lemah yang mendapat digoxin, monitoring kalium darah perlu, atau pasien dianjurkan minum air degan atau makan pisang (kaya kalium). Tambahan “calcium channel blocker” terutama yang “long acting” sering diperlukan agar target pengobatan tercapai. Apabila dengan kombinasi kedua obat tersebut tekanan darahnya belum turun juga, perlu ditambahkan Ace inhibitor. Penggunaan beta-blocker hendaknya dihindari kecuali untuk yang menderita jantung koroner.

(D’Arcy Little, MD, CCFP George Fodor, MD, FRCPC, PhD: Management of hypertension in elderly. Journal of Geriatric Care. Vol 1 No 1 Jan/Feb 2002).