Rosela (Rosella, Hibiscus sabdariffa)
Tanaman ini mungkin aslinya berasal dari India, kemudian dibawa ke Thailan, Malaysia, Indonesia, Afrika, sentral Amerika, Australia dan Amerika Serrikat.
Tanaman ini banyak sekali manfaatnya, pohonnya diambil seratnya untuk tali dan keperluan rumah tangga lainnya; daun, kelopak, dan biji bunganya untuk pengobatan tradisional. Warna kelopak bunganya dipakai sebagai pewarna makanan. Daunnya yang masih muda di Afrika dimakan sebagai sayur
Jerman dan Amerika Serikat adalah dua negara pengimport rosella terbesar di dunia, sedangkan pengeksportnya terutama Thailan, Sudan dan China.
Dalam kelopak bunga Rossela terdapat: beberapa mineral, terutama kalsium, fosfor dan zat besi. Kandungan vitaminnya seperti vit. C, vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin) dan B3 (niacin). Protein yang ada dalam kelopak rosella (3.29%) mengandung 18 dari 20 asam amino yang kita perlukan..
Beberapa senyawa yang berguna untuk pengobatan tradisional seperti : anthocyanins, flavonoids gossypetin, hibiscetine dan beberapa senyawa lainnya bisa didapatkan juga dalam kelopak bunga rosella. Anthocyanin terbukti dapat menghambat pertumbuhan kanker osofagus (antara tenggorokan dan lambung) dan usus besar pada percobaan menggunakan tikus putih. Flavonoid merupakan anti oksidan yang kuat. Gossypetin adalah senyawa yang mempunyai hasiat anti bakteri.
Pada pengobatan tradisional, Rosela dipakai untuk: darah tinggi, meredakan batuk, melancarkan buang air besar dan air kecil, obat cacing dan untuk menurunkan kadar kholesterol.
Yang sering kita jumpai dipasaran adalah kelopak bunga rosella kering untuk dibuat teh.
Biarpun belum diketahui apakah ada efek samping pada manusia apabila mengkomsumsi teh rosella, sebaiknya orang hamil dan menyusui tidak dianjurkan untuk meminumnya. Penelitian pada mencit, apabila disuntik intraperitonial (rongga perut) dengan dosis tertentu akan menyebabkan apatis tidak mau makan yang akhirnya mati