You are currently browsing the category archive for the ‘Obat Tradisional’ category.

1.Pengantar

Termasuk tanaman perdu, batang utama tidak nampak jelas (percabangan simpodial). Bentuk daun bulat telur ujung runcing, berwarna ungu tua atau hijau. Bunga majemuk, muncul dari ujung batang (terminalis). Buah kotak sejati (capsula), lonjong, warna ungu kecoklatan, bentuk biji bulat berwarna putih1.

Tanaman ini banyak ditanam di India di perkebunan. Ada dua varitas yang mereka sebut ‘white adulsa’ dan ‘black adulsa’2. Di Filipina daunnya hijau ada warna putih ditengahnya3.

Di Indonesia biasanya tumbuh liar dipedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat, daun ungu cocok tumbuh di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut4.

In Indosesia dikenal dengan banyak nama daerah, Daun Ungu (Indonesia), Demung, Tulak, Wungu (Jawa); Daun Temen-temen, Handeuleum (Sunda), Temen (Bali); Karotong (Madura), Daun Putri, Dongora (Ambon); Kobi-kobi (Ternate)4.

2.Kandungan Kimia

Daun ungu memiliki kandungan kimia, antara lain alkohol, Pektin, Asam formiat4.  Selain itu juga mengandung Alkaloid,  Glikosida, Steroid, Saponin, dan Tanin5.

3.Manfaat Daun Ungu

Sebagai obat tradisional biasanya dipakai untuk1,2,3,4,5:

3.1.Ambeien,(wasir=hemorrhoid)

3.2.Rematik

3.3.Anti radang, anti bengkak, anti sakit. (seperti habis terkilir)

3.4.Melancarkan buang air besar (BAB)

3.5.Melancarkan buang air seni

3.6.Melancarkan haid

Sebagai obat luar untuk:

3.7.Luka, bisul dan rematik

4.Penelitian

4.1.Oxytocic and anti-implantation activities of the leaf extracts of Graptophyllum pictum (Linn.) Griff. (Acanthaceae). Stella O. Olagbende-Dada et al. Afr. J. Biotechnol. Vol. 8 (21), pp. 5979-5984, 2 November, 2009. Hasil penelitian ini menyokong obat tradisional Daun Ungu untuk merangsang kelahiran, dan bisa digunakan untuk kontra sepsi yang efeknya menghalangi implantasi, sel telur yang sudah dibuahi sperma6 (kerjanya seperti IUD).

4.2.ALKALINE PHOSPHATASE ACTIVITY OF GRAPTOPHYLLUM PICTUM AND SPHILANTHES ACMELLA FRACTIONS AGAINST MC3T3E1 CELLS AS MARKER OF OSTEOBLAST DIFFERENTIATION CELLS. RETNO WIDYOWATI (2011). Int J Pharm Pharm Sci, Vol 3, Suppl 1, 3437. Tulisan ini mau membuktikan bahwa Daun Ungu dapat mencegah osteoporosis.

5.Cara penggunaan

5.1.Untuk ambeien

Bahan: 3-7 lembar daun ungu.

Cara membuat: direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring.

Cara menggunakan: Minum 1 kali setiap pagi secara teratur.

Cara lain. ± 20 gram daun segar Graptophyllum pictum, direbus dengan 2 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.

5.2.Reumatik/ Encok

Bahan:  1-2 genggam daun ungu

Cara membuat:  ditumbuk sampai halus

Cara menggunakan:  dioleskan pada bagian yang sakit sebagai param.

6.Efek samping

   Untuk ibu yang hamil dilarang minum ramuan ini. Bisa menyebabkan keguguran.

Untuk melihat foto Daun Ungu “click” di bawah ini

Foto atau gambar Daun Ungu

7.Bahan rujukan

7.1.http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku1/1-136.pdf

7.2.http://en.wikipedia.org/wiki/Graptophyllum_pictum

7.3.http://www.stuartxchange.org/Kalpueng.html

7.4.http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=11

7.5. http://dhuwuh.blogspot.com/2009/01/khasiat-tanaman-herbal-daun-ungu.html

7.6.http://www.ajol.info/index.php/ajb/article/viewFile/66084/53799

1.Pendahuluan

Pegagan mempunyai banyak nama, tergantung dimana anda berdomisili. Secara umum di Indonesia dikenal dengan nama daun kaki kuda, disebut juga Pegaga (Ujung Pandang); Antanan gede, Antanan rambat (Sunda), Dau tungke (Bugis); Pegagan, Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Kos tekosan ( Madura), Kori-kori (Halmahera)(1).Pengagan merupakan jenis tanaman liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia bagian tropis. Hidup di tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang di tanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut(1). Di Cina, India, Sri Langka, Afrika dan Oseania sering ditanam sebagai sayuran atau obat tradisional(2).Pegagan tidak mempunyai batang, tetapi dengan rimpang pendek yang merayap dengan panjang 10 cm – 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm – 15 cm berbentuk ginjal. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm – 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 – 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit(1).

2.Kandungan kimia

Pegagan mengandung bermacam-macam senyawa. Penelitian pendahuluan menemukan 70 senyawa termasuk golongan saponin, poliasetilin (polyacetylenes), flavonoid (flavones), sitosterol dan lipida. Penelitian lebih lanjut menemukan diantaranya: Asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside(1,2).

3.Manfaat Pegagan

Sebagai obat tradisional Pegagan digunakan untuk : Hepatitis, hipertensi, Campak, Demam, Amandel (Tonsilis), Sakit tenggorokan; Bronkhitis, Infeksi dan Batu saluran kencing, Mata merah, Wasir; Keracunan, Muntah darah, Batuk darah, mimisan, Cacingan, Lepra(1). Di Asia Tenggara selain Indonesia dipakai juga untuk rematik (rheumatism), epilepsi, histeri, dan diare. Di Eropa dipakai sebagai obat untuk luka baru atau yang khronik berupa ulkus(2).

Asiacoside diperkirakan senyawa aktif yang dapat membunuh kuman lepra. Sedangkan sitosterol dan tannin diyakini dapat membunuh protozoa dan sebagai anti spasmodik (perut melilit, sakit waktu menstruasi)(3). Bersama-sama asiacoside, asiatic acid, dan madecassic acid disebut triterpenes diduga dapat mempercepat penyembuhan luka dengan merangsang sintesis collagen(4).

4.Pengolahan

Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion(5).

5.Efek samping

Percobaan pada binatang menyimpulkan ekstrak murni asiacoside cukup aman. Per oral pada binatang coba hingga 1 gram per kilogam tidak menyebabkan  efek samping(4).

Penelitian  lainnya yang menggunakan tikus, pemberian ekstrak daun Pegagan menghasilkan kesimpulan bahwa Pegagan tidak mengganggu fungsi hepar(6).

6.Contoh penggunaan sebagai pengobatan alternatif (herbal)

6.1.Darah tinggi (hipertensi):

20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.

6.2.Wasir:

4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6.3.Pembengkakan hati (hepatittis) :

240 gram – 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.

Kecuali 6.2. pengobatan di atas belum didukung oleh penelitian.

Kalau ingin melihat foto Pegagan “click”di bawah ini

Foto atau gambar Pegagan

6.Bahan bacaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=50

2.http://www.mdpi.com/1420-3049/11/9/661/pdf

3.http://openmed.nic.in/2039/01/Microsoft_Word_-_Centella_asiatica.pdf

4.http://www.indena.com/pdf/centella.pdf

5.http://id.wikipedia.org/wiki/Pegagan

6.http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/101829882_abs.pdf

( Di down load tgl. 7 Desember 2010 )

Sinonim : O. longiflorum, Ham. O. grandiflorum et aristatum, Bl. O. spiralis, Merr. O. stamineus, Benth. O. grandiflorus, Bold. Clerodendranthus spicatus (Thunb.) C.Y. Wu. Trichostemma spiralis, Lour. Nama lain : Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura); Mao Xu Cao (China).; kidney tea plants/java tea (Inggris)1,2.

1.Pendahuluan

Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang, antara 500 – 900 m apl (di atas permukaan laut, suhu 28 – 34, kelembaban sedang, dan tanah lempung berpasir.

Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia1,2.

Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm – 25 cm atau beruas sekitar 2 buku – 3 buku2.

2.Bagian yang dipakai

Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

3.Kandungan kimia

Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, flavonoid (sinensitin), terpenoids, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol1,2,3,4,5.

4.Manfaat medis

Sebagai obat tradisional, Kumis kucing bisa untuk:

4.1. Mencegah terjadinya batu dalam saluran kencing

4.2. Menurunkan asam urat

4. 3.Peluruh air seni (Diuretic)

4.4.Menurunkan panas (anti piretik)

4.5.Anti hipertensi (menurunkan tekanan darah tinggi)

4.6.Anti radang (anti inflamasi)

4.7.Radang hepar (hepatitis, sakit kuning)

5.Pemakaian

Sebanyak 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

6.Penelitian

Dalam kepustakaan yang nomer 6 dan no.7 terdapat daftar laporan hasil penelitian dari seluruh dunia.

6.1.Penelitian dengan memakai tikus percobaan yang diberi ekstrak campuran air dan metanol dari Kumis kucing menyimpulkan dapat sebagai peluruh seni (diuretik) dan dapat menurunkan asam urat darah8.

6.2.Ekstrak etanol Kumis kucing dapat melindungi hepar dari bahan kimia yang meracuni hepar/liver pada tikus9,10.

7.Efek samping

Pemakaian yang lama dengan dosis tinggi, menyebabkan menurunnya kadar natrium darah, meningkatnya serum fosfatase alkali (mungkin ada kelainan hepar), dan kelainan anatomi ginjal (hydrocalyx)  pada tikus percobaan7.

Untuk kehati-hatian maka dengan ini tidak dianjurkan minum terlalu lama dengan dosis yang melebihi kebutuhan dari rebusan Kumis kucing.

Untuk melihat gambar Kumis kucing “click” di bawah ini

Foto Kumis Kucing

8.Kepustakaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Kumis_kucing

2.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=44

3.http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/kumis_kucing.pdf

4.http://www.asiamaya.com/jamu/isi/kumiskucing_orthosiphon%20aristatus.htm

5.http://portal.ics.trieste.it/MAPs/MedicinalPlants_Plant.aspx?id=636

6.http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Herbal_-_List_of_references_supporting_the_assessment_report/2011/05/WC500106883.pdf

7.http://www.stuartxchange.org/KablingGubat.html

8.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378874108002080

9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3106356/

10.http://www.phcogres.com/article.asp?issn=0974-8490;year=2009;volume=1;issue=2;spage=53;epage=58;aulast=Chin

(Di download  12 – 7 s/d 15 – 8 – 2011 )

1.Pendahuluan

            Sinonim :S. marginata Vahl., S. pilosiuscula H.B.K., S. villosa Turcz., S. urticifolia Dalz. et Gibs., Verbena indica L., V. jamaicensis L.

Nama Lokal: Jarong (Sunda), biron, karomenal, sekar laru, ngadirenggo (Jawa), kakurang (Ambon)..

Nama asing:  Yu long bian (China), snakeweed (Inggris).

Tanaman ini berasal dari Caribbian (dekat teluk Meksiko).

Tumbuh liar di tepi jalan, tanah lapang, dan tempat-tempat terlantar lainnya di daerah cerah, sedang, terlindung dari sinar matahari, dan pada ketinggian 1-1500 m dpl. Diberi nama pecut kuda karena bunganya  majemuk tersusun dalam poros bulir yang memanjang, seperti pecut, panjangnya 4- 20 cm.

2.Kandungan fitokimia

Pecut kuda mengandung karbohidrat, glikosida, flavonoid, tannin, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Keterangan lebih rinci mengenai fenolik (flavonoid, tannin dll) dan alkaloid dapat dibaca dalam kepustakaan no. 8.

3.Sebagai obat tradisional

3.1.Daunnya biasanya digunakan untuk penggobatan:

3.1.1.Radang saluran kencing

3.1.2.Radang tenggorokan

3.1.3.Batuk

3.1.4.Radang persendian (artritis)

3.1.5.Haid tidak teratur

3.1.6.Hipertensi (darah tinggi)

3.1.7.Memperbaiki profil lipid, menurunkan resiko penyakit jantung koroner.

3.1.8.Sebagai obat luar, untuk bisul.

3.2.Bunganya biasa digunakan untuk:

3.2.1.Hepatitis A

3.3.Akar, digunakan untuk:

3.3.1.Keputihan (leukore)

4.Penelitian

4.1.Teh daun Pecut Kuda dapat menurunkan kadar garam NaCl darah, dan dapat menaikkan garam Kalium pada binatang percobaan dengan menggunakan kelinci. Penelitian ini menyokong pemakaian teh daun Pecut Kuda sebagai obat untuk darah tingggi dan oedema (2009)3.

4.2.Teh daun pecut Kuda dapat menurunkan Trigliserida, dan Kholesterol LDL. Juga dapat menaikkan Kholesterol HDL. Teh Pecut Kuda dinyatakan dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner. Ini adalah hasil temuan pada binatang percobaan dengan menggunakan kelinci  (2009)4.

4.3.Ekstrak etanol daun kering Pecut Kuda, menunjukkan anti infflamasi dan analgesik, pada tikus percobaan (2007)5.

4.4.Krim dari ekstrak etanol daun Pecut Kuda, memiliki aktifitas anti bakteri (2009)6

4.5.Ekstrak etanol daun Pecut Kuda, mempunyai aktifitas hepatoprotektif dari CCl4 pada tikus percobaan (2010)7.

4.6.Percobaan in vitro (disk diffusion method), menunjukkan etanol ekstrak daun dan akar Pecut Kuda mempunyai aktifitas anti bakteri (2010, tesis S2)8.

5.Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 15-30 g herba kering atau 30 – 60 g herba segar, lalu minum air rebusannya.

Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, radang kulit bernanah, dan luka.

Contoh : untuk  rematik (sakit persendian)1.

Cuci 30-60 g herba pecut kuda segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

6. Efek samping

6.1.Pada binatang percobaan dapat menyebabkan kelainan histologi, seperti infiltrasi sel lipid bahkan sel nekrosis pada hepar, ginjal, paru, pembuluh darah, dan testis, tetapi tidak terjadi di otak, mata dan jantung (normal). Sayang paper aslinya belum didapat. Dikatakan kelainan ringan dan tidak tergantung dosis.

6.2.Pada makalah yang sama dari lain sumber dikatakan pemberian ekstrak 4 gram per kilogram binatang percobaan, tidak menyebabkan efek samping dari analisa darah dan komponennya.(Dalam dua keterangan tentang efek samping di atas, kurang jelas, binatang apa yang dipakai, cara menyiapkan ekstraknya dan sebagainya, sedangkan makalah aslinya belum kami dapat)9.

6.3.Ibu hamil dilarang minum air rebusan Pecut Kuda karena bisa menyebabkan keguguran1.

Kalau ingin melihat fotonya bisa di “click” di bawah ini.

Foto atau gambar Pecut Kuda

7.Kepustakaan

1.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=244

2.http://en.wikipedia.org/wiki/Stachytarpheta_jamaicensis

3.http://www.aensionline.com/jasr/jasr/2009/1741-1743.pdf

4.http://www.ajol.info/index.php/biokem/article/viewFile/56473/44900

5.http://content.karger.com/produktedb/produkte.asp?typ=pdf&file=000215723

6.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/133097176.pdf

7.http://www.ijrap.net/first-issue/Joshi%20VG%20174-179.pdf

8.http://eprints.utm.my/12715/1/KuAnisShazuraMFBB2010.pdf

9.http://www.uniben.edu/sites/default/files/inaugural_lectures/Prof_M.Idu_.pdf

1.Pendahuluan

Sambung nyawa nama latinnya adalah Gynura procumbens (Lour) Merr. Tanaman ini berasal dari China atau Myanmar, yang dimasukkan ke Indonesia melalui Sri Lanka oleh VOC (Vereenigde Oost Indische  Compagnie). Di daratan China tanaman ini dikenal dengan nama She Juan Jao atau Tien Chi. Suku Hokian menamakannya Ngokilo, suku Hoope menyebutnya Fuyung Jao. Sedangkan tanaman yang dikenal Daun Dewa Di Jawa, sedangkan di Sumatra disebut Beluntas China adalah varietas dari Sambung Nyawa yang disebut dengan nama latinnya Gynura procumbens Varietas Macropylla (Gynura procumbens Back).

Tanaman ini mudah tumbuh bahkan dengan menancapkan batangnya ke tanah atau stek, terutama di tempat yang cukup air dan sinar matahari. Biasanya ditanam sebagai tanaman hias untuk pagar.

2.Kandungan Kimia

Sambung nyawa mengandung senyawa yang termasuk kelompok:

2.1.Alkaloida

2.2.Flavonoida

2.3.Saponin, dan

2.4.Tanin

3.Sebagai obat tradisional

Sebagai obat tradisional, daun sambung nyawa biasanya digunakan untuk mengobati/sebagai obat untuk:

3.1.Penurun panas (anti piretik)

3.2.Diabetes Mellitus

3.3.Tekanan darah tinggi

3.4.Kelainan liver (hepar)

3.5.Radang tenggorokan dan sinusitis

3.6.Obat maag (ulcus peptikum)

3.7.Menurunkan kholesterol (cholesterol)

3.8.Peluruh batu kandung kemih

3.9.Ambeien ( wasir )

3.10.Tumor payudara (tidak menganjurkan, lebih baik ke dokter secepatnya agar tidak terlambat)

3.11.Sebagai obat luar untuk menghilangkan rasa gatal setelah digigit semut atau binatang lainnya.

4.Toksisitas (efek keracunan)

Menurut penggolongan Gleason M. N. daun Sambung Nyawa termasuk tidak toksik.

Untuk ibu yang hamil muda tidak dianjurkan mengkonsumsi daun Sambung Nyawa, karena percobaan dengan etanol ekstrak  pada binatang menunjukkan adanya sifat mutagenik (dapat menyebabkan kelainan janin).

5.Cara memanfaatkannya

Untuk penggobatan tradisional biasanya dimakan sebagai lalap dalam keadaan mentah, atau sebagai pecel setelah direbus atau dikukus, sebanyak tiga sampai tujuh lembar daun. Dimakan secara teratur, hingga manfaat yang diharapkan tercapai.

Dengan pengobatan memakai cara apa saja, baik tradisional maupun  menggunakan  pertolongan dokter, hendaknya di cek hasilnya dengan pemeriksaan yang sesuai dengan penyakitnya.

6.Penelitian

6.1.Telah diteliti dengan memakai binatang percobaan, Sambung Nyawa sebagai anti piretik, anti analgesik (mengurangi rasa sakit), anti Diabetes Mellitus, dan pencegahan batu kandung kemih dengan hasil yang cukup baik.

6.2.Penelitian untuk memperoleh gelar S1, komponen daun Sambung Nyawa sebagai penangkap radikal bebas oleh Anita Tri Wahyuningsih (2004).

6.3.Penelitian dengan ekstrak air daun Sambung Nyawa, membuktikan peningkatan pengambilan glukosa oleh otot hingga dapt menurunkan glukosa (glucose) darah ( Z. Hassan dkk. 2010 ).

6.4.Etanol ekstrak daun Sambung Nyawa dapat menghambat perkembangan kanker payu dara pada tikus percobaan (Sri Susilowati, 2004).

Untuk melihat foto atau gambar Sambung Nyawa “click” di bawah ini

Foto atau gambar Sambung Nyawa

7.Bahan Bacaan

7.1.http://balipadmaherbal.com/article/26447/sambung-nyawa-gynura-procumbens-back.html

7.2.http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/28972433.pdf

7.3.http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/51087992.pdf

7.4.http://www.mdpi.com/1420-3049/15/12/9008/pdf

7.5.http://mot.farmasi.ugm.ac.id/files/71Gynura%20procumbens_%20sri%20susilowati.pdf

1.Pendahuluan

Sirsat atau sirsak, nama lainnya durian benggala, nangka blanda, and nangka londa.      bahasa Inggrisnya Soursop, membutuhkan banyak air untuk tumbuh, biasanya tumbuh di daerah tropis. Dibudidayakan di Sentral dan Amirika latin, Florida Selatan, Asia, dan Afrika Barat. Selain dimakan mentah sirsat diolah juga sebagai es krim, manisan dan banyak lagi. Kandungan kalori, vitamin dan mineral bisa diliha di tabel!

2.Sebagai obat tradisional

Air rebusan daunnya biasa dipakai untuk:

-menurunkan panas (anti piretik)

-tekanan darah tinggi

-sebagai obat penenang dan obat tidur.

-sebagai minuman teh untuk flu.

Air rebusan bisa dipakai untuk obat luar, misalnya luka, sebagai kompres, untuk membunuh kutu rambut. Daun muda bisa ditempelkan untuk rematik

Buahnya dimakan untuk radang saluran kemih, diare, melancarkan air susu dan kelainan fungsi hepar.

Senyawa yang ada di buah, kulit pohon, akar,  dan daunnya biasa dipakai untuk mengurangi rasa mual dan muntah, dan untuk kram perut (anti spasmodik).

Penelitian terus berlangsung dalam hal sirsat sebagai  pengobatan bermacam-macam kanker.

Banyak orang yang sudah memakai sebagai obat kanker, atau sebagai tambahan obat dalam pengobatan kanker yang diderritanya.

3.Kandungan kimia

Dalam daun, bunga, buah, kulit pohon, dan akar sirsat mengandung suatu kelompok  khemikal yang disebut Annonaceous acetogenins, dimana senyawa ini terdiri dari  14 macam. Penelitian dimulai tahun 1940. Banyak laporan dipublikasi oleh Universitas Perdue Amerika tentang kandungan kimia dalam sirsat. Diantara 14 khemikalia ada satu namanya annonacin, dan inilah yang sudah dicobakan sebagai obat untuk bermacam-macam kanker. Effek samping jauh lebih ringan dari khemo terapi.

4.Efek samping

Dalam kulit kayu sirsat mengandung senyawa muricine dan muricinine, sedikit dalam daun dan sangat sedikit dalam buahnya yang dapat menyebabkan gejala penyakit seperti Parkirson (buyuten).

 

5.Penelitian

Laporan penelitian dalam bentuk abstrak diantaranya ada 70 laporan terkumpul dalam daftar bacaan yang kelima.

6.Daftar bacaan

1.http://www.philippineherbalmedicine.org/guyabano.htm

2.http://www.rain-tree.com/graviola.htm

3.Guayabano.htm

4.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14675150

5.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez

6.http://www.nutritionanalyser.com/food_composition/?fid=09315

Guyabano Nutritional Value

Per 100g of edible portion

Calories 65
Protein 1.0 g
Fat 0.95g
Carbohydrates 16.5g
Fiber 3.2 g
Ash 58g
Calcium 10.3 mg
Phosphorus 26.9 mg
Potassium 270 mg
Iron 0.64 mg
Vitamin A 2 IU
Vitamin C 28.5 mg
Thiamine 0.10 mg
Riboflavin 0.06 mg
Niacin 1.3 mg
Tryptophan 11 mg
Methionine 8 mg
Lysine 60 mg
Dari lain sumber
Fat (lemak) 0,3 g
Lemak jenuh 0,05 g
Tak jenuh tunggal 0,09 gr
Tak jenuh banyak 0,07
Zinc 0,1 mg
Selenium (penting sbg anti radikal bebas) 0,6 mg

1.Pendahuluan

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Ada juga yang menulis bahwa jahe pertama kali ditanam di Asia Tenggara, kemudian menyebar ke Afrika bagian timur dan Caribian. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia (1,2).

Dewasa ini kita bisa menemukan jahe tersebar di seluruh Indonesia, ditanam di kebun dan di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka,  Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India (selain Equador dan Brazil) juga merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia (3).

Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate) (3).

2.Kandungan kimia

Jahe kering mengandung minyak astiri hingga sekitar 3%. Minyak ini mengeluarkan aroma jahe yang khas. Komponen utama minyak astiri dalam jahe adalah zingiberen dan zingiberol (4). Kandungan minyak atsiri lainnya diantaranya adalah, bisabolena, farnesena, kurkumen dan filandrena (2 ,5). Ada komponen yang tidak mudah menguap terutama golongan fenolik, terbanyak adalah  gingerol dan zingerone (2). Jahe juga mengandung oleoresin yang terasa pedas (5).

3.Manfaat jahe

3.1.Manfaat medis

3.1.1.Untuk mag, perut kembung. mules, anti muntah

3.1.2.Membangkitkan nafsu makan.

3.1.3.Untuk menahan batuk.

3.1.4.Untuk menghilangkan bau ASI (Air Susu Ibuu) yang kurang enak.

3.1.5.Anti piretik dan analgesik (menurunkan panas dan mengurangi sakit)

3.1.6.Obat luar untuk luka dan gatal-gatal (dicampur herbal lain).

3.2.Manfaat lainnya

3.2.1.Campuran minuman serbat,sebagai penghangat badan (5).

3.2.2.Sebagai bumbu penghilang bau anyir dari ikan bebek ikan laut dll.

4.Penelitian

Banyak sekali penelitian tentang jahe yang telah dilakukan baik di dalam maupun di luar negri. Diantara penelitian tersebut, misalnya:

4.1.Latifah,1987. Telah melakukan penelitian pengaruh analgesik perasan rimpang Jahe Merah pada mencit (5).

4.2.Ema Viaza,1991. Telah melakukan penelitian yang menujukkan efek anti jamur Jahe terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis (5).

4.3.Septiana A.T. dkk. Aktivitas antioksidan ekstrak dikhlorometan dan air jahe (Zingiber Officinale Roscoe) pada asam linoleat. Jurnal Teknol. dan Industri Pangan, vol. XIII, No.2 2002; 105-110. Hasilnya menunjukkan bahwa, aktivitas antioksidan ekstrak jahe lebih besar dari alfa tokoferol. Anti oksidan ekstrak dikhlorometan lebih besar dari ekstrak air. Besarnya antioksidan ekstrak jahe berkorelasi dengan jumlah fenol dan zat besi dalam jahe (6).

4.4.Siddaraju M et.al. Gastroprotective Effect of Ginger Rhizome (Zingiber officinale) Extract: Role of Gallic Acid and Cinnamic Acid in H+, K+-ATPase/H. pylori Inhibition and Anti-oxidative Mechanism. Penelitian pada tikus ini menunjukkan ektstrak air jahe dapat mencegah timbulnya mag atau ulkus peptikum buatan, karena mengandung asam gallat dan asam sinnamat. Asam sinnamat lebih besar daya hambatan terhadap aktivitas bakteri H. Pilorus, sedangkan asam gallat mempunyai efek anti oksidan lebih beasar dari asam sinnamat (7).

4.5.Antihypercholesterolaemic effect of ginger rhizome (Zingiber officinale) in rats. Hiperkholesterol tikus yang diberi air ekstrak jahe selama 4 minggu akan menjadi normal kembali (8).

4.6.Influence of ginger rhizome (Zingiber officinale Rosc) on survival, glutathione and lipid peroxidation in mice after whole-body exposure to gamma radiation. Pemberian alkohol ekstrak jahe sebelum tikus diberi radiasi doses tertentu, dapat melindunginya terhadap akibat  pemaparan radiasi tersebut. Dalam penelitian ini juga ditunjukkan bahwa ekstrak alkohol jahe mempunyai efek anti bakteri terhdap Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhimurium, Escherichia coli, dan anti jamur Candida albicans (9).

5.Efek samping

5.1.Jahe dinyatakan aman, namun bisa menyebabkan ngantuk bagi orang yang peka atau sensitif terhadap Jahe.

5.2.Apabila minum obat untuk mengurangi sakit atau untuk melancarkan darah (salisilat, aspirin) dari dokter lebih baik tidak dicampur dengan minuman jahe, karena dapat menyebabkan perdarahan lambung.

5.3.Sebelum dioperasi sebaiknnya jangan diberi minuman Jahe, karena dengan pemberian Anestesi (untuk menidurkan pasen) Jahe dapat memperlama waktu anestesi, menghambat penyembuhan luka dan dapat menyebabkan detak Jantung tidak teratur (arrhythmia)(10).

6.Bahan bacaan

6.1.http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe

6.2.http://en.wikipedia.org/wiki/Ginger

6. 3.http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/jahe.pdf

6.4.http://www.ebookpangan.com/ARTIKEL/JAHE,%20RIMPANG%20DENGAN%20BERBAGAI%20KHASIAT.pdf

6. 5.http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=293

6.6.http://www.iptek.net.id/ind/pustaka_pangan/pdf/Jurnal_PATPI/vol_XIII_no_2_2002/Pdf_dan_doc/vol_XIII_no_2_2002_hal_105.pdf

6. 7.http://ecam.oxfordjournals.org/cgi/content/abstract/nep060

6. 8.http://www.bioportfolio.com/resources/pmarticle/55876/Antihypercholesterolaemic-Effect-Of-Ginger-Rhizome-zingiber-Officinale-In-Rats.html

6. 9.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14565823

6.10http://www.zhion.com/herb/Ginger.html

(Di down load Desember 2010 – Jnnuari 2011)

1.Pendahuluan

Tanaman ini mempunyai banyak nama seperti Pulasari, Pulosari, Pulowaras, Palasari, Pula Dasplasare, Adaspulasari, Balasari, Calpari, Calapari, dan Purasane.

Pulasari tumbuh merambat di hutan-hutan di daerah pegunungan. Tersebar mulai dari negri Cina, Himalaya, Asia Tenggara, Australia, New Caledonia, dan Pulau Asia Psifik. Pulasari bisa berupa semak, merambat naik, atau merambat mendatar. Batang berkayu bulat, bercabang, warna hijau. Daun tunggal, lonjong, warna putih kehijauan. Bunga di ketiak daun, mahkota bentuk corong, warna putih. Buah kecil, bulat telur, warna hijau (1,2).

2.Kandungan Kimia

Yang biasa digunakan untuk obat tradisional adalah kulit batangnya. Kulit batang pulasari mengandung kumarin, tanin, alkaloid, saponin, minyak atsiri, polifenol (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1981) (3). Dalam tulisan lainnya dikatakan mengandung Andrografin; Andrografoloid; Panikulin (4).

3.Kegunaan Medis

Khasiat: Stomakik (meningkatkan nafsu makan); Karminatif (menghilangkan rasa nyeri kolik akibat gas); Antispasmodik (menghilangkan nyeri akibat spasme atau kram); Antitusif (menahan batuk); Emenagog (memperlancar haid apabila telat bulan bukan karena hamil) (4,5).

4.Penelitian

4.1.Yustina S.H. dkk (3) dengan judul penelitian: “DAYA ANTIBAKTERI CAMPURAN EKSTRAK ETANOL  BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill) DAN KULIT BATANG PULASARI (Alyxia reinwardtii BL)”, menunjukkan adanya daya anti mikroba ekstrak etanol kulit batang pulasari terhadap bakteri E. Coli dan Staphylococcus Aureus (3).

5.Bahan bacaan

5.1.http://tanamanherbal.wordpress.com/2007/12/15/

5.2.http://en.wikipedia.org/wiki/Alyxia

5.3.http://www.usd.ac.id/06/publ_dosen/far/yustina.pdf

5.4.http://www.ningharmanto.com/2009/07/pulasari/

5.5.http://obati-kanker.blogspot.com/2009/07/pulosari.html

( Di down load tgl. 4 – 26 Oktober 2010 )

1.Pendahuluan

Purwaceng merupakan tanaman asli Indonesia yang hidup di daerah pegunungan seperti dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah, Gunung Pangrango di Jawa Barat, dan area pegunungan di Jawa Timur. Dewasa ini populasi purwoceng sudah langka karena kurangnya peremajaan (tidak adanya budi daya), pengambilan tanaman yang tidak terencana, dan kerusakan hutan sebagai habitat aslinya (1).

Dalam usaha untuk melestarikan tanaman obat ini LIPI telah melakukan penelitian untuk mengembangkan tanaman secara invitro (2006), diantaranya dengan melakukan inisiasi tunas untuk penyediaan kultur tunas yang akan diperbanyak. Namun sampai akhir tahun penelitiannya masih menghadapi banyak kendala. Demikian juga bahwa perkecambahan biji sangat sulit. Pertumbuhan tunas yang telah terbentuk juga sangat lambat (2).

Tulisan ini dibuat untuk mengumpulkan data hasil penelitian, yang menunjukkan kandungan dan manfaat Purwoceng.

2.Kandungan kimia Purwoceng

Data untuk mengetahui kandungan kimia atau phytochemistry dari Purwoceng masih jarang didapat dengan browsing di internet. Kebanyakan hasil pencarian mendapatkan promosi obat kuat lelaki.

Purwoceng (Pimpinella alpina) mengandung sterol, furanokumarin bergapten, isobergapten, dan sphondin. Senyawa-senyawa aktif itu banyak terdapat di batang dan akar (3). Demikian juga telah ditemukan adanya pregeijerene (4),  asam heksadekanoat, asam oktadekanoat dan benzil benzoat (5), limonea, anisketone, asam kafeat dan stigmasterol (6). Sterol atau stroid yang didapat dari ekstrak etanol Purwoceng adalah stigmasterol (7). Senyawa germacren dan Brelemen merupakan komponen utama minyak atsiri dalam Purwoceng (8).

3.ManfaatPurwoceng

Adapun manfaat Purwaceng diantaranya pemulih stamina, penambah gairah seksual serta, penghilang sakit (pegel linu,analgesik), penurun panas, antifungi dan antibakteri (9). Belum ada penelitian yang melibatkan manusia sebagai obyek penelitian (uji klinis) yang bisa kami dapatkan dari internet yang membuktikan manfaat Purwoceng seperti yang tertulis di atas.

4.Penelitian

4.1.Yayuk Astuti (2005), dengan judul penelitian: ISOLASI,  IDENTIFIKASI DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA AKTIF FRAKSI METILEN KLORIDA DARI TANAMAN PURWOCENG, menyimpulkan diantara kandungan kimia yang terdapat dalam Purwoceng berpotensi sebagai obat anti kanker (5).

4.2.Ulya R. dkk. 2008, menunjukkan bahwa Purwoceng yang tumbuh pada ketinggian 1900 m dpl (di atas permukaan laut), mengandung stigmasterol lebih tinggi dari pada yang tumbuh pada ketingggian 1200 m dpl (7).

Untuk melihat foto Purwoceng, “click” di bawah ini

Foto Purwoceng

5.Kepustakaan

1.http://indoplasma.or.id/publikasi/buletin_pn/pdf/buletin_pn_12_1_2006_9-15_ireng.pdf

2.http://www.biotek.lipi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=43:bioaktif&catid=56&Itemid=54 3

3.http://sehatherba.com/herbal-purwaceng/herbal-purwoceng.html

4. http://findarticles.com/p/search/?qa=Sefidkon,%20Fatemeh

5.http://en.scientificcommons.org/57145536

6.http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2041031-purwoceng-sebagai-tanaman-obat/

7.http://eprints.undip.ac.id/3108/

8.http://eprints.undip.ac.id/3108/

9.http://eramuslimstore.com/item-107-PURWOCENG.htm

( Di Down load 14 s/d 17 Oktober 2010, tgl.1 November ref. no.8 )

1.Pendahuluan

Biasanya tumbuh liar, biasa ditemukan bercampur dengan herba dan semak lainnya di kebuntegalansawah yang mengering, tepi jalan, tepi hutan dan bagian-bagian hutan yang terbuka yang dapat disinari matahari (1).

Di Indonesia, ceplukan dijumpai pada ketinggian yang berkisar antara 700–2300 m dpl., namun dapat tumbuh optimal di bawah 1500 m dpl. Cuaca mendung di banyak dataran tinggi dan naungan di hutan menunjukkan toleransinya terhadap tingkat cahaya rendah, tetapi tampaknya tumbuhan ini berbuah paling baik di bawah cahaya penuh. Hujan yang moderat dan tanah yang subur menyebabkan pertumbuhan yang lebat dan memperlambat masa berbuah. Buah akan rusak jika terjadi cuaca lembap selama musim panen (2).

Batang tanaman ceplukan tegak, dengan tinggi kadang kala dapat mencapai 1 meter. batang bawah bulat, beralur kecoklatan. Batang yang telah tua berkayu, berongga, dan berusuk atau bersegi tajam. Kulit batang berwarna hijau. Ada yang berbulu, namun ada pula yang gundul. Percabangan, umumnya telah muncul pada ketiak daun ketiga terdekat dengan tanah. Percabangan tersebut cenderung membentuk habitus tanaman ceplukan, sehingga tetap pendek dan mendatar tidak jauh dari permukaan tanah (3) Bunga ceplukan terdapat di ketiak daun, dengan tangkai tegak berwarna keunguan/hijau tua. Kelopak bunga berbagi lima, dengan tajuk yang bersudut tiga dan meruncing. Mahkota bunga menyerupai lonceng, berlekuk lima berwarna kuning muda dengan noda kuning tua dan kecoklatan di leher bagian dalam. Benang sari berwarna kuning pucat dengan kepala sari biru muda. Kelopak yang menggelembung berbentuk telur berujung meruncing berwarna hijau muda kekuningan, dengan rusuk keunguan, dengan panjang sekitar 2-4 cm. Buah terdapat di dalamnya berbentuk bulat namun dibagian dekat tangkai agak datar berukuran antara 1,5-2 cm dengan warna kekuningan jika masak (4).

Ceplukan dikenal dengan bermacam nama seperti : ciciplukan (Jawa), nyornyoran, yoryoran, (Madura), cecendet, cecendetan, cecenetan (Sunda), kopok-kopokan, kaceplokan, angket (Bali), leletep (sebagian Sumatra), leletokan (Minahasa), Kenampok, dedes (Sasak), lapunonat (Tanimbar, Seram). Orang yang berbahasa Inggris mengenalnya sebagai cutleaf groundcherry, wild tomato, camapu, dan winter cherry (4).

2.Kandungan kimia

Ciplukan kaya akan fitokimia. Akarnya mengandung alkaloid, batangnya, chlorogenic acid, daunnya, glikosida anti virus,antibakteri,flavonoid. Buahnya mengandung polifenol, tanin, kriptosantin,fisalin,  dan vitamin C. Bijinya mengandung antara lain protein, minyak lemak, asam palmitat dan asam stearat (3,4).

3.Manfaat Ciplukan

Yang dipakai sebagai obat tradisional adalah seluruh tanaman.

3.1.Dapat membunuh bakteri, virus, jamur, sel-sel ganas (yang tumbuh cepat

3.2.Mengurangi sakit (analgesik)

3.3.Mengurangi radang (inflamasi)

3.4.Mengurangi kram

3.5.Menurunkan panas (anti piretik)

3.6.Meningkatkan urinasi (melancarkan kencing) (5)

Bagian tertentu bisa digunakan untuk kelainan tertentu pula seperti daunnya bermanfaat sebagai obat penyembuhan bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut. Sedangkan buah ciplukan sendiri sering dimakan langsung untuk mengobati epilepsi, sulit buang air kecil, dan penyakit kuning (jaundice) (4).

4.Penelitian

4.1.Hidayah dan V.F. Noer 2009 (6), menunjukkan bahwa esktrak akar ciplukan dapat mengurangi kerusakan hepatosit mencit akibat pemberian parasetamol.

4.2.R.A. dos Santos dkk. 2008 (7), membuktikan bahwa air ekstrak dari akar ciplukan dapat menyebabkan kerusakan genom pada percobaan in vitro. Walaupun belum ada bukti penelitian dapa binatang atau manusia, hendaknnya pengobatan dengan ciplukan harus hati-hati, terutama tidak dianjurkan untuk orang hamil.

4.3.C. de P. G. Moniz dkk. 2009 (8), dari hasil penelitian mereka mengusulkan untuk memakai ciplukan sebagai obat kelainan kulit akibat leishmaniasis(penyakit karena parasit protozoa yang ditularkan lewat gigitan sejenis lalat).

4.4.M.T.G. Silva dkk. 2005 (9), membuktikan bahwa buah ciplukan mempunyai daya membunuh kuman.

4.5.I Djajanegara dan P Wahyudi 2010, dalam percobaan in vitro, menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah ciplukan dapat membunuh sel kanker payu dara (J. Ilmu Kefarmasian Indonesia, vol.8 no.1 2010: 41-44).

Kalau ingin melihat Foto Ciplukan click di bawah ini

Foto Ciplukan

5.Bahan bacaan

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Ceplukan

2.http://naturindonesia.com/tanaman-pangan/tanaman-buah-dan-sayuran-c/639-ceplukan.html

3.http://cacingbusuk.blogspot.com/2010/03/ceplukan-physalis-angulata-l.html

4.http://uniqpost.com/4168/ceplukan-physalis-angulata-yang-kaya-manfaat/

5.http://www.rain-tree.com/mullaca.htm

6.http://etd.eprints.ums.ac.id/4376/

7.http://www.cricyt.edu.ar/biocell/vol/pdf/32_2/05.pdf

8.http://jac.oxfordjournals.org/content/64/1/84.full.pdf

9.http://memorias.ioc.fiocruz.br/100%287%29/5403.pdf

August 2014
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Kesehatan, Obat Tradisional, Sosial Politik Agama, dan Bahan Kuliah Ilmu Biokimia.

Artikel yang sudah ditulis

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 331 other followers