1.Pendahuluan

Purwaceng merupakan tanaman asli Indonesia yang hidup di daerah pegunungan seperti dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah, Gunung Pangrango di Jawa Barat, dan area pegunungan di Jawa Timur. Dewasa ini populasi purwoceng sudah langka karena kurangnya peremajaan (tidak adanya budi daya), pengambilan tanaman yang tidak terencana, dan kerusakan hutan sebagai habitat aslinya (1).

Dalam usaha untuk melestarikan tanaman obat ini LIPI telah melakukan penelitian untuk mengembangkan tanaman secara invitro (2006), diantaranya dengan melakukan inisiasi tunas untuk penyediaan kultur tunas yang akan diperbanyak. Namun sampai akhir tahun penelitiannya masih menghadapi banyak kendala. Demikian juga bahwa perkecambahan biji sangat sulit. Pertumbuhan tunas yang telah terbentuk juga sangat lambat (2).

Tulisan ini dibuat untuk mengumpulkan data hasil penelitian, yang menunjukkan kandungan dan manfaat Purwoceng.

2.Kandungan kimia Purwoceng

Data untuk mengetahui kandungan kimia atau phytochemistry dari Purwoceng masih jarang didapat dengan browsing di internet. Kebanyakan hasil pencarian mendapatkan promosi obat kuat lelaki.

Purwoceng (Pimpinella alpina) mengandung sterol, furanokumarin bergapten, isobergapten, dan sphondin. Senyawa-senyawa aktif itu banyak terdapat di batang dan akar (3). Demikian juga telah ditemukan adanya pregeijerene (4),  asam heksadekanoat, asam oktadekanoat dan benzil benzoat (5), limonea, anisketone, asam kafeat dan stigmasterol (6). Sterol atau stroid yang didapat dari ekstrak etanol Purwoceng adalah stigmasterol (7). Senyawa germacren dan Brelemen merupakan komponen utama minyak atsiri dalam Purwoceng (8).

3.ManfaatPurwoceng

Adapun manfaat Purwaceng diantaranya pemulih stamina, penambah gairah seksual serta, penghilang sakit (pegel linu,analgesik), penurun panas, antifungi dan antibakteri (9). Belum ada penelitian yang melibatkan manusia sebagai obyek penelitian (uji klinis) yang bisa kami dapatkan dari internet yang membuktikan manfaat Purwoceng seperti yang tertulis di atas.

4.Penelitian

4.1.Yayuk Astuti (2005), dengan judul penelitian: ISOLASI,  IDENTIFIKASI DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA AKTIF FRAKSI METILEN KLORIDA DARI TANAMAN PURWOCENG, menyimpulkan diantara kandungan kimia yang terdapat dalam Purwoceng berpotensi sebagai obat anti kanker (5).

4.2.Ulya R. dkk. 2008, menunjukkan bahwa Purwoceng yang tumbuh pada ketinggian 1900 m dpl (di atas permukaan laut), mengandung stigmasterol lebih tinggi dari pada yang tumbuh pada ketingggian 1200 m dpl (7).

Untuk melihat foto Purwoceng, “click” di bawah ini

Foto Purwoceng

5.Kepustakaan

1.http://indoplasma.or.id/publikasi/buletin_pn/pdf/buletin_pn_12_1_2006_9-15_ireng.pdf

2.http://www.biotek.lipi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=43:bioaktif&catid=56&Itemid=54 3

3.http://sehatherba.com/herbal-purwaceng/herbal-purwoceng.html

4. http://findarticles.com/p/search/?qa=Sefidkon,%20Fatemeh

5.http://en.scientificcommons.org/57145536

6.http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2041031-purwoceng-sebagai-tanaman-obat/

7.http://eprints.undip.ac.id/3108/

8.http://eprints.undip.ac.id/3108/

9.http://eramuslimstore.com/item-107-PURWOCENG.htm

( Di Down load 14 s/d 17 Oktober 2010, tgl.1 November ref. no.8 )